Harapan Nan Sirna

Harapan Nan Sirna
Harapan Nan Sirna 55


Lagi-lagi hari ini saat di kantor,Alex harus merasa kembali mood nya hancur karena Verna merecoki nya dengan tuduhan yang tidak-tidak.


"siapa wanita yang semalam,Alex?" tanya Verna saat ia masuk ke ruangan Alex dengan beberapa skejul di tangan nya


"wanita yang mana?" Alex malas membahas nya, ia memanggil Verna kesini untuk mengurus skejul kerja hari ini tapi malah Verna membahas masalah pribadi mereka.


"huh, kau fikir aku tidak tau?kau keluar dari bar bersama wanita dan ia mengantar mu pulang kan? Katakan pada ku siapa dia? Kau coba bermain api?" tuding Verna


"maksud mu Keranny?" Alex balik bertanya.


"oh nama nya Keranny? Katakan pada ku apa hubungan kalian?" cecar Verna


Alex malas dengan introgasi Verna pada nya


"Keranny mantan pacar ku" jawab Alex seraya tetap sibuk dengan layar komputer di depan nya.


"sudah puas kan?" tanya Alex


"sekarang kita kembali ke pekerjaan, bacakan skejul ku hari ini.." pinta Alex pada Verna


Verna kesal karena Alex mengalihkan topik pembicaraan mereka


"oh, kau mau menghindari ku untuk bicara tentang nya? Jadi dia mantan pacar mu dan kalian berencana CLBK begitu?" Verna berkata-kata penuh ejekan..


"..Verna, kita sedang bekerja" sahut Alex


"oh, sejak kapan kau mulai memisahkan antara pekerjaan dan urusan pribadi kita berdua..? Sejak kapan? Aku baru tau???" Verna masih begitu kesal jadi terus mencecar Alex.


entah lah Alex pun tak tau sejak kapan ia mulai merasa jenuh pada hubungan nya dan Verna. Saat perselingkuhan dulu terasa sangat mengasyikkan karena terus menerus membohongi Evelina, namun saat semua nya sudah terungkap begini Alex merasa tidak ada yang menarik lagi. Jujur saja di tambah sikap Verna yang sangat menuntut ini Alex jadi merasa sangat muak.


"jadi mau mu sekarang apa?" Alex berusaha memelankan suara nya.., ia tak mu pembahasan nya dan Verna sampai terdengar keluar.


"aku mau kau jujur soal hubungan mu dengan wanita bernama keranny itu, kau jangan coba macam-macam dengan ku,Alex?" Verna berkata dengan geram


"aku sudah katakan, Keranny mantan pacar ku saat kuliah..itu sudah paling jujur. kau mau tau apa lagi?" tanya Alex


"kau pulang bersama nya dan memeluk nya kan? Verna mendelik


"aku mabuk Verna, dia memapah ku dan mengantar ku pulang, apa salah nya? Sekarang aku dan Keranny adalah teman, tidak ada yang spesial lagi di antara kami" jawab Alex apa ada nya.


"kau mencoba membohongi ku? Lihat saja apa yang akan aku lakukan pada wanita itu.."ancam Verna seraya menggertakkan gigi nya


"Keranny tidak mengusik mu jadi jangan kau ganggu dia" Alex tak suka sikap cemburu buta Verna sekarang


"oooh, ternyata kau mencoba melindungi nya? Hh hhh aku yakin kalian memang punya hubungan.." tuduh Verna


"terserah kau saja, anggap saja begitu" kesal Alex seraya meninggalkan Verna sendiri di ruangan


"Alex mau kemana kau?" pekik Verna


Alex tak peduli, ia pusing menghadapi kelakuan Verna yang terkesan kekanak-kanakan. seingat Alex dulu Verna tak begini..atau memang ia sendiri yang baru sadar?


Jika saat ini Alex sedang di landa ruwet, maka evelina sedang di landa bahagia..karena hari ini Adrian melamar Alisha. Adrian meminta izin pada Evelina ingin menjaga Alisha sepenuh nya..


Ada Eric juga hadir di acara penghormatan. Sampai sekarang tak ada yang tau bahwa Adrian adalah asisten kepercayaaan Eric, mereka hanya tau dua orang teman baik semasa sekolah saja.


yang tau kalau Adrian adalah orang kepercayaan Eric Lamount Maliqwe hanyalah Evelina,Alisha dan Itu pun baru-baru ini.


adapun yang mengetahui kedudukan Adrian adalah orang-orang yang berada di wilayah Eric saja dan tentu saja mereka semua adalah orang yang sangat terpercaya.



💙💙💙💙💙💙


Di hari berikut nya, paman Poi dan bibi Mony berencana mengunjungi Evelina. Mereka sudah mendengar sepak terjang Evelina akhir-akhir ini.


Evelina sudah mendepak Alex dari hidup nya dan terang-terangan menabuh genderang peperangan di hadapan keluarga Jezen. Jelas-jelas Evelina telah banyak berubah.Jadi nya Pasangan suami istri Paman Poi dan bibi Mony merasa was-was kalau ujung nya nanti mereka juga ikut di depak dari kediaman Milley.


Hari ini Paman Poi dan bibi Mony inisiatif datang berkunjung mengambil hati Evelina.., mereka membawa buah-buahan segar dan datang dengan senyuman manis yang palsu.


Evelina belum kembali, Bu inggrit mempersilahkan dua orang paman dan bibi ini untuk duduk dahulu.


karena merasa tuan rumah adalah keponakan mereka, jadi nya bibi Mony bersikap angkuh pada bu Inggrit


saat ia membuka sepatu mengganti nya dengan sandal rumahan ia melepaskan sepatu nya sembarangan dan menyuruh bu Inggrit memungut nya. Seingat Bu inggrit majikan nya saja tak pernah seperti ini. Bu inggrit malah merasa kelakuan bibi Mony ini sama dengan kelakuan sekretaris Tuan Alex nona Verna Amaurin.


Paman poi dan bibi Mony memang belum di karuniai anak hingga sekarang, bu Inggrit jadi berfikir harus nya mereka jadi pasangan orangtua dan anak saja dengan nona Verna amaurin. Mereka sama sekali tidak cocok menjadi keponakan Evelina dan Alisha yang berkarakter baik.


Ismilia yang kebetulan melihat bu Inggrit memungut sepatu Paman poi dan bibi Mony yang berserakan jadi ia buru-buru menghampiri


"bu,biar saya saja.." kata Ismilia seraya mengambil dua pasang sepatu yang berserakan di lantai tersebut


Bu inggrit tersenyum..


"terimakasih Ismilia..sebetul nya ibu juga bisa" kata bu Inggrit..


"tidak apa.." senyum Ismilia


Saat Paman Poi dan bibi Mony melihat sosok Ismilia, mereka kaget. Bukan nya ini pelayan pribadi Nyonya Jezen? mengapa bisa ada di sini?


dua orang ini, paman Poi dan Bibi Mony ini saking hanya sibuk berlibur, jalan-jalan dan foya-foya saja jadi tidak tau dengan badai yang terjadi di keluarga Jezen beberapa waktu terakhir ini.


"kamu...pelayan pribadi nyonya Jezen kan???" tanya bibi Mony seraya mengernyitkan alis nya penasaran.


"iya..benar nyonya tapi sekarang tidak lagi..sekarang aku tinggal di sini" jawab Ismilia.


"oh.." hanya itu yang Bibi Mony jawab, ia bersantai di sofa dengan gaya angkuh


"sudah..cepat buatkan minuman kami sangat haus.." titah Paman Poi dengan sok berkuasa


"baik.." angguk Ismilia


Bu inggrit ingin mencegah Ismilia karena Evelina melarang nya menjadi pelayan orang lain. Evelina bahkan kemarin sudah menambah dua ART lagi untuk membantu dua ART yang lama, Evelina berharap Ismilia dan bu Inggrit tidak perlu lelah bekerja lagi. Namun tetap saja dua orang ini tipikal yang tau diri..