
Evelina memang menghancurkan Jezen group tanpa ampun, tapi ia tak sekejam itu. Evelina berencana membuat cabang baru di bawah naungan Milley yang nanti nya akan ia gunakan untuk mempekerjakan para karyawan yang sebelum nya berada di bawah naungan Jezen group. Bagaimana pun para pegawai di Jezen group ini tak tau apa-apa. Evelina juga tak mau jika mereka yang tak tau apa-apa ini harus kehilangan pekerjaan karena perang besar yang terjadi antara diri nya dan Alex. Dalam hal ini Evelina tetap berusaha bertanggungjawab.
Saat Evelina sedang mengurus surat pernyataan ke kantor petugas,ia melihat Alex yang baru saja keluar dari kantor tersebut karena menjalani pemeriksaan terkait kasus kekerasan nya pada Evelina baru-baru ini.
Saat Alex berpas-pasan dengan Evelina ia menatap mantan istri nya ini dengan sendu. Namun tiba-tiba sosok Verna yang baru tiba turun dari mobil langsung merecoki nya
"Alex kenapa kau tak membalas pesan ku dan tak mengangkat telepon ku?" kesal Verna
"aku tak ada waktu" jawab Alex
"tak ada waktu atau kau menghindar untuk membayar kompensasi pada ku hah?" Verna melotot seperti biji mata nya akan keluar dari tempat nya.
Evelina yang merasa tak ada urusan segera bersiap melangkah pergi meninggalkan Alex dan Verna, Evelina buru-buru melangkah untuk masuk ke pintu utama kantor petugas yang tak jauh lagi di depan nya, tapi dengan galak Verna melarang nya
"Hei...mau kemana kau Evelina? Kau tak sadar ini semua salah mu juga?" seringai Verna.
Evelina awal nya mengira pendengaran nya sedang rusak.tapi ternyata memang benar Verna mencoba ikut melibat kan diri Evelina di dalam masalah ia dan Alex. Apa Verna ini mulai gila!?
"Evelina..kau tau apa yang kau lakukan sudah sangat merugikan kami semua, jadi jangan harap kau mau lepas begitu saja" geram Verna
"aku merugikan kalian? Sejak kapan? Jelas-jelas kalian berdua yang ingin menyingkirkan ku dan merebut semua hak ku" kata Evelina apa ada nya.
"aku hanya memperjuangkan hak ku, dan jika kalian berada di titik ini...maka itu salah kalian yang gagal dalam misi menyingkirkan aku" cibir Evelina tajam
"arggh..aku tak mau dengar.." pekik Verna penuh emosi
"aku bahkan kesusahan melanjutkan hidup ku karena pernyataan mu di media yang mengatakan kalau aku selingkuhan Alex, mereka menge-cap ku sebagai pelakor gara-gara kau Evelina..!!!" pekik Verna lagi
"tidak ada yang salah kan..? Kau memang selingkuhan Alex, kau memang pelakor, apa ada yang salah dengan pernyataan ku?" tanya Evelina santai, iamerasa kalau Verna ini konyol
"Evelina jika kau masih tak puas hati, aku akan kembalikan Alex pada mu sekarang juga, tapi kau harus membersihkan nama ku seperti sedia kala..tarik ucapan mu dari media, aku benar-benar sudah tidak tahan dengan kecaman orang-orang yang terus menghakimi ku" kata Verna lantang
"di tambah lagi pria miskin ini tak mampu memberikan aku kompensasi.." Verna menunjuk Alex dengan kesal
dalam hati Evelina, memang nya aku peduli?
Alex menautkan alis nya dalam, ia langsung protes pada Verna..
"Verna, kenapa kau berubah begini? Kau dulu bilang sangat mencintai ku dan ingin menemaniku dalam suka dan duka,tapi apa ini kau ingin meninggalkan aku karena saat ini aku sudah bangkrut, mana cinta yang kau katakan !!?" Alex sangat geram dengan kelakuan Verna
"makan itu cinta, aku hanya mencintaimu saat kau kaya, siapa yang sudi saat kau miskin Alex ,aku cantik dan bahkan bisa mendapatkan pria kaya ke depan nya. Untuk apa aku bertahan bersama dengan pria miskin dan tak berguna seperti mu.." Verna menghina Alex dengan kasar.
PLAAAKKK!! Alex yang tak sabar langsung menampar nya...
Evelina yang menyaksikan nya sampai spontan menggerakkan bibir nya tanpa suara "Wow..!" kata nya..
"perempuan gak tau diri kamu !!!" umpat Alex
"Alex,aku akan melaporkan perbuatan mu" ancam Verna dengan mata memerah
"silahkan...aku tidak takut" tantang Alex, bagi nya sekarang pun hidup nya sudah di ambang kehancuran yang sudah pasti.
"puas kamu Evelina.." kata Verna beralih menoleh pada Evelina
Evelina menyeringai lalu tersenyum..."ya..aku sangat puas.." tawa Evelina
Verna langsung mendelik menatap Evelina, jelas sekali saat ini Evelina menari di atas penderitaan nya..
"kau tau Verna, satu hal yang aku baru sadari sekarang..ternyata sejak awal yang kau sukai itu bukan Alex tapi aku..." tawa Evelina berderai..
"Alex kau juga tertipu karena terlalu percaya diri.." Evelina terus tertawa seraya menunjuk Alex
Verna dan Alex tak mengerti perkataan Evelina..
"dengar kan aku..." kata Evelina setelah puas tertawa..
" ternyata sebegitu nya kau menyukai ku..Verna? Semua barang...bahkan manusia yang aku miliki dan yang ada hubungan nya dengan ku, aku baru sadar bahwa kau juga akan menyukai dan mengingin kan nya.." Evelina menatap Verna dengan takjub
ya..Verna akui itu ia selalu menginginkan apa pun yang Evelina miliki, sejak dulu..
Alex pun mulai mengingat-ingat kalau Verna sejak dulu selalu meniru-niru apa yang di pakai dan di miliki Evelina. Kalau Evelina ada pasti dia juga punya, awal kenal nya dulu Alex mengira karena mereka sahabat maka nya hal yang lumrah jika memiliki barang yang sama.
Lalu saat Alex dan Verna menjalin hubungan, Alex juga merasa kalau Verna selalu minta barang yang sama dengan Evelina punya dan bila Alex tak mendapatkan yang sama maka Verna akan merajuk. Namun kenapa baru sekarang Alex terfikirkan demikian dan menyadari nya?
Verna yang merasa perkataan Evelina tepat sasaran langsung melengos dengan rasa kesal...
"ckckck...Verna,Verna,jadi inti nya siapa pun yang menjadi suami ku, pacar ku atau pun pria ku maka kau juga akan menyukai nya dan mengincar nya, siapa pun pria itu maka kau akan berusaha merebut nya dari ku,iya kan?" ujar Evelina dengan prihatin
"kasihan sekali hidup mu harus di hantui oleh bayang-bayang ku..." cibir Evelina
Verna tersentak karena tepat sasaran..tapi ia sudah kehabisan kata-kata..
Alex menatap Verna dengan tatapan emosi "Verna, kau bilang mau menuntut ku..,ayo tuntut lah..." tantang Alex lagi seraya menunjuk pintu kantor petugas beberapa meter dari tempat mereka berdiri saat ini
Verna bukan nya tak mau melaporkan kekerasan Alex tapi ia juga sadar kalau diri nya terlibat terlalu banyak pada kasus yang menimpa keluarga Jezen saat ini,karena menyadari ia ada di depan kantor petugas, Verna pun merasa harus menghindari ini dari pada ia ikut terseret, secepat nya ia buru-buru pergi dan masuk ke mobil nya.. tanpa menoleh lagi pada Alex dan Evelina.