
Sementara itu di malam yang sama Tuan Jezen berencana ingin mencelakai Evelina,dengan cara mencelakai nya lagi lewat kecelakaan lalu lintas, namun Alex sudah pernah melarang nya karena menurut Alex cara itu tidak akan berhasil di tambah lagi Evelina yang sekarang sangat jauh berbeda, ia tidak mudah lagi di jatuhkan seperti dulu, apa lagi mencelakai nya di jalanan adalah cara lama.
Namun Tuan Jezen tak mengindah kan perkataan Alex tempo hari. Jadi malam ini ia siap bergerak sendiri. Tuan Jezen membayar mahal orang yang ahli dalam merusak mesin mobil.
malam hari saat Evelina belum pulang dari kantor nya karena masih menyelesaikan beberapa urusan pekerjaan, seseorang berpakaian serba hitam dengan memakai masker mendatangi parkiran dan mendekati mobil Evelina.
orang ini memang terlihat ahli karena ia dengan mudah bisa mengakali Security hingga tak menyadari keberadaan nya.
namun seperti nya keberuntungan tak berpihak pada Tuan Jezen, bukti nya baru saja orang nya yang ahli ini beraksi sudah ada orang lain yang datang dan langsung meringkus orang bayaran tuan Jezen tersebut.
Tuan Jezen tak tau saja, Evelina ini diam-diam di jaga ketat oleh orang nya Eric. Eric sengaja mengutus orang untuk menjaga dan mengawasi Evelina agar bisa mencegah orang yang hendak mencelakai Evelina.
Eric sudah tekan kan pada diri nya sendiri bahwa semenjak Evelina bertemu dengan nya, wanita ini harus ada dalam penjagaan nya setiap waktu.
📞
"Bos,orang nya mau di apa kan?" terlihat orang nya Eric ini berbicara lewat earphone di telinga nya..,melapor pada Eric
"bawa dan kurung saja dulu nanti setelah nya di introgasi saja" titah Eric
"baik bos.." jawab orang Eric yang perawakan nya bertubuh besar seperti sosok aktor The rock ini.
Eric sengaja mengurung orang tersebut agar nanti bisa berguna dan bisa di jadi kan sebagai senjata untuk menyerang balik musuh Evelina..
Verna merasa kesal karena sejak pukul tujuh malam tadi Alex tak bisa ia hubungi. Panggilan telepon nya tersambung tapi seakan-akan di abaikan.
Sekarang sudah hampir pukul sebelas malam namun Alex tak juga menghubungi nya balik.
Verna mencoba bertanya kepada beberapa teman Alex dan seseorang mangatakan bahwa tadi Alex pergi ke bar langganan nya.
Setelah mengetahui keberadaan Alex, Verna pun buru-buru menyusul nya.
namun setelah sampai di sana baru saja Verna memarkirkan mobil nya, ia malah melihat Alex di papah seorang wanita cantik keluar dari bar.
Alex yang mulai setengah sadar terlihat nyaman merangkul wanita cantik itu di sisi nya.
Siapa wanita itu? Verna mau marah dan melabrak mereka tapi Alex dan wanita itu sudah keburu masuk ke mobil lain yang bukan mobil Alex. Dan terlihat wanita itu yang menyetir mobil nya.., itu artinya itu mobil sang wanita tersebut.
Verna meremas tangan nya pada kemudi mobil nya dengan erat...
"apa-apaan Alex itu? Ia mencoba bermain dengan wanita lain belakang ???" Verna merasa sangat marah dan cemburu.
"siapa itu wanita yang sudah berani merayu Alex ???" geram nya.
💙💙💙💙💙💙💙
Evelina sampai di kediaman nya sudah malam,sekitar pukul sebelas malam. Bu Inggrit masih menunggui nya dan menyambut nya di ruang depan.
"Anda sudah makan Nyonya?" tanya Bu inggrit
"sudah bu.." jawab Evelina seraya mengganti sepatu nya dengan sandal rumahan.
"Ismilia mana..?" tanya Evelina
"dia seharian ini terlalu banyak beres-beres..jadi aku menyuruh nya tidur lebih awal" jawab Bu Inggrit jujur
"ah, Ismilia..mengapa tak mau dengar padahal aku sudah melarang nya bekerja, dia di sini bukan untuk lelah bekerja" Evelina menghela nafas nya, ia sudah mengangkat Ismilia sebagai saudara nya tapi pelayan yang baik dan tulus seperti Ismilia itu terlalu tau diri.
"aku mengerti,mungkin Ismilia tidak enak hati" senyum bu Inggrit tulus..
"baik lah..terimakasih nyonya" angguk bu Inggrit
Evelina duduk di sofa ruang keluarga dan memanggil bu Inggrit.. "Bu kemarilah, ada yang ingin aku katakan pada mu" Evelina menyuruh bu Inggrit duduk di sisi nya.
"biar saya berdiri saja nyonya.." bu Inggrit tak enak hati, masa iya duduk setara bersama majikan nya.
namun Evelina memaksa dan menarik tangan nya hingga mau tak mau bu Inggrit duduk juga bersama Evelina.
"Bu Inggrit anda adalah orang penting di rumah ini jadi jika para pegawai rumah tak sesuai keinginan mu,tak cocok dengan mu maka Ibu boleh ganti mereka sesuka hati. Ibu boleh mengganti sesuai dengan orang yang anda sukai." kata Evelina sopan
"baik nyonya..." jawab bu Inggrit halus
"mulai sekarang jangan panggil aku nyonya lagi, panggil aku Evelina saja.." pinta Evelina
"tapi sa..saya tidak enak..." tolak bu Inggrit
"pokok nya bu Inggrit harus panggi aku Evelina, karena mulai sekarang aku akan menganggap bu Inggrit sebagai mama angkat ku.." senyum Evelina tulus
"a..apa?" Bu Inggrit kaget dengan pernyataan Evelina.
"iya, aku akan memanggil anda dengan sebutan mama mulai hari ini" kata Evelina dengan senyuman nya yang terus mengembang.
"ma..ma?" Bu inggrit mengulang lagi
Ia sangat terharu, bagaimana bisa majikan nya yang terhormat malah menganggap nya sebagai mama angkat..
"iya, mama..ke depan nya tolong rawat aku ya ma.." Evelina berkata dengan manja, ia juga sudah lama mendambakan sosok seorang mama yang tulus di dalam hidup nya, setulus mendiang Ibu nya dulu.
Bu Inggrit sangat tersanjung dan terharu sekali, bagaimana pun ia juga dulu pernah punya puteri yang telah tiada, dan jika ia masih hidup maka ia sekarang seumuran Evelina.
Ismilia nampak hendak lewat menuju dapur mengambil minuman dan melihat Evelina dan bu Inggrit masih ada di ruang keluarga...
"selamat malam nona, bu Inggrit.." sapa Ismilia
Evelina pura-pura merajuk..
"Ismilia aku kan sudah bilang panggil aku nama saja, kau berada di sini adalah sebagai saudara ku bukan sebagai bawahan.." entah yang keberapa kali nya ini Evelina protes
"baik lah Evelina maaf kan aku.." Ismilia berusaha memanggil nya nama walau agak canggung
"ah, senang nya..aku punya mama dan saudara sebaik kalian.."senyum Evelina seraya memegang tangan bu Inggrit
"tolong kalian sayangi Alisha juga ya.." pinta Evelina bersungguh-sungguh..
"iya.." angguk bu Inggrit terharu di ikuti senyuman dan anggukan tulus dari Ismilia juga
"baik lah sekarang ayo kita pergi tidur, aku sangat lelah..badan ku sakit semua" rengek Evelina pura-pura manja
Bu inggrit pun menggoda nya..
"mau mama pijit..?" kata nya
"atau kakak yang pijit...?" Ismilia yang usia nya dua tahun di atas Evelina pun ikut-ikut menggoda nya
"ini lah enak nya punya mama dan kakak perempuan.." Evelina tak mau kalah
mereka pun tertawa bersamaan..