Harapan Nan Sirna

Harapan Nan Sirna
Harapan Nan Sirna 35


Sudah empat hari Alex melakukan perjalanan dinas ke luar kota, dan Evelina tidak peduli akan hal itu. Hari ini Evelina memilih tidak ke Milley group, ia memilih bersantai di kediaman nya.bagi Evelina tanpa kehadiran Alex rumah nya sangat terasa nyaman sekali


Saat ia sedang bersantai ia tenyata kedatangan tamu dan ternyata itu Verna. Evelina menghela nafas nya kesal. Padahal ia baru ingin bersenang-senang dan menghirup udara bersih.namun malah Verna datang dan mencemarkan udara bersih nya.


"mau apa kau datang?" tanya Evelina tidak ramah setelah pelayan mengantar Verna masuk


"maaf Evelina.." Verna berusaha tetap tersenyum ramah..


Verna meletakkan bawaan nya bingkisan dan buah-buahan mahal di atas meja, tentu saja Alex yang memodali agar ketulusan nya pada Evelina tidak terlihat sia-sia dan abal-abal. namun Evelina hanya menatap oleh-oleh itu dengan sinis,karena ia tahu sudah pasti Alex yang mentransfer Verna untuk membeli ini semua. memang nya Verna dapat uang dari mana lagi?


"apa kau tak mau mempersilahkan aku duduk?" tanya Verna dengan raut yang manis, ia tak mau kedatangan nya kali ini akan gagal juga


"silahkan" kata Evelina


lalu Verna pun duduk di sofa seberang Evelina. ia menatap Evelina dengan sungguh-sungguh


"Evelina katakan padaku, apakah kita ada kesalahfahaman sebelum nya?" tanya Verna


"tidak.." balas Evelina datar


"lalu kenapa kau terus menjauh dan memusuhi aku?" tanya Verna penasaran


"kenapa memang nya.." Evelina malah balik nanya


"tidak...aku merasa ini aneh" Verna menunjukkan raut wajah sedih


"aneh?aneh bagaimana?aku merasa tidak ada yang aneh..." jawab Evelina cuek.


Verna hampir frustasi menghadapi Evelina, tenyata Alex benar..Evelina benar-benar beda.ini seperti bukan Evelina Milley yang Verna kenali


"Evelina..kita awal nya adalah sahabat, kita sangat akrab dari masa sekolah, apa kau lupa?" Verna mencoba mengingat kan


"aku tidak lupa..." komentar Evelina datar


"Evelina..,tapi kenapa setelah kau siuman dari koma kau malah begini? aku belum siap kau beginikan, aku terluka, aku sahabat baik mu, kita bukan sekedar teman biasa. mengapa kau jadi begini ketus pada ku..?" Verna terus mencoba membujuk Evelina agar ia kembali seperti Evelina dulu. ya inti nya agar ia bisa memonopoli dan membodohi Evelina lagi lah. Karena dengan sikap Evelina yang seperti ini posisi nya akan makin terancam tidak akan baik-baik saja.


"aku sudah memutuskan nya begitu" kata Evelina


"memutuskan apa?" Verna penasaran


"memutuskan saat aku bangun dari koma aku tak ingin bersahabat dengan mu lagi" Evelina berkata tanpa beban


makin kesini Verna merasa Evelina sangat mengerikan


"Evelina dalam hidup ini kita semua sangat membutuhkan sahabat, ada apa dengan mu" Verna tak habis fikir


"silahkan kau cari sahabat lain..." kata Evelina tak berekspresi


"bagiku kau hanyalah sekretaris Alex suami ku, kau hanya lah karyawan suami ku. tidak lebih" lanjut Evelina seraya menatap Verna dengan remeh...


"tidak..aku tetap sahabat mu dan kau sahabat ku, aku tau kau sedang marah..walau aku tak tau apa yang membuat mu marah tapi aku datang kemari bersungguh-sungguh meminta maaf pada mu Evelina..sahabat ku" Verna berkata lirih dengan sangat meyakinkan dan mengharukan.


Jika saja jiwa Evelina yang terombang-ambing tidak sempat melihat kelakuan kejam Verna di belakang Evelina selama ini mungkin ia akan termakan dengan apa yang Verna lakukan di hadapan nya saat ini.


"kau sudah selesai?" tanya Evelina dingin, ia menatap kedua tangan nya yang masih berada dalam genggaman Verna dan ia sangat merasa terganggu.


"iya aku sudah selesai" jawab Verna dengan senyuman yang mekar


"lepas kan tangan ku" titah Evelina ketus


"baiklah sahabat ku" balas Verna manis, ia seolah-olah tak menghiraukan Evelina yang merasa risih dengan nya.


"oh iya..ini ada bingkisan minuman dari negeri Chun, kau tau kalau ini minuman sehat, aku memesan nya khusus untuk mu. apa kau mau menikmati nya sekarang? aku akan membuka kan satu untuk mu" Verna tak menunggu jawaban Evelina, ia terus bersikap manis dan membuka salah satu minuman mahal dalam bingkisan yang ia bawa.


Evelina diam saja saat melihat Verna yang dengan cekatan membuka botol minuman yang masih tersegel.


"ini minum lah..." Verna menyodorkan botol yang baru selesai ia buka barusan


"kenapa aku harus minum?" tanya Evelina sinis


"ayolah Evelina, tentu saja kau harus minum.., aku membawakan ini khusus untuk mu, kau harus meminum nya di depan ku agar aku tau kau menerima kesungguhan ku" pinta Verna dengan raut manja, memelas dengan manis seperti mereka biasa nya saat masih akur bersahabat.


Evelina menatap Verna tajam


"kau minum lah duluan.." kata Evelina dalam senyuman nya samar


"a-aku..?" Verna langsung gugup


"kenapa aku harus minum?" Verna mati-matian menyembunyikan rasa kaget nya, bisa-bisa nya Evelina menyuruh nya minum. Bagaimana bisa, jelas-jelas minuman mahal yang tampak tersegel ini sudah ia suntikkan racun beberapa jam lalu. racun super yang ia pesan khusus untuk menggerogoti Evelina telah siap di gunakan.bagaimana mungkin kalau malah ia yang di suruh meminum nya


"Evelina, kau curiga pada ku? Kau takut aku meracuni mu?" tanya Verna dengan sedih


Evelina terus menatap sandiwara manis dan sempurna yang Verna lakukan di depan nya. harus nya Verna sejak awal menjadi aktris saja bermain film itu akan lebih cocok untuk bakat nya yang sangat pandai bermain peran.


"Evelina...kau lihat sendiri kan? Bahkan botol nya masih tesegel di sini, mana mungkin aku bisa menaruh racun. Dan kau lihat bukan kah kau sudah mengenal minuman sehat dari negeri Chun, kau pasti tau kan lihat lah warna nya masih semurni ini jadi mana mungkin ini beracun?" Verna terus memaparkan pada Evelina agar jangan curiga pada nya


"lagi pula aku membuka ini untuk mu, mana mungkin aku ikut meminum nya..." raut Verna makin sedih


"baik lah jika kau memaksa, aku akan membuka botol baru dan akan meminum nya bersama mu, aku akan menemani mu minum" kata Verna lalu membuka satu botol lagi yang memang tidak ada racun nya, dan menenggak nya beberapa tegukan.


"ah sangat segar..." kata Verna


"ayo kau minumlah..." pinta Verna pada Evelina


Evelina menatap Verna beberapa detik, ia yakin minuman yang Verna berikan pada nya ini benar-benar beracun. dan detik berikut nya Evelina pun akhir nya mengambil minuman itu lalu menenggak nya agar Verna puas.


dan benar saja saat Verna melihat Evelina menenggak minuman itu hingga hampir habis dalam hati Verna bersorak sangat kegirangan...... "mampus kau Evelina..." gumam nya dalam hati