
Saat di katakan oleh Adrian begitu,seketika wajah paman Poi dan bibi Mony langsung memucat
"aku berani bersumpah..aku yang membunuh Zakly Milley saudara ku sendiri. Karena aku sangat membenci nya..aku ingin menguasai seluruh harta nya !!!" teriak paman Poi
ia benar-benar takut orang-orang bertopeng ini akan membunuh nya karena mengira ia adalah orang yang dekat dengan keluarga Milley, hanya karena ia adalah adik Zakly Milley.
"benar aku juga bersaksi akan hal ini, aku juga turut serta merencanakan nya..jadi tolong bebaskan kami, karena kami tidak dekat dengan keluarga Milley meskipun kami adalah keluarga mereka.." Bibi Mony menghiba
"lantas kenapa kalian mau menjadi wali asuh bagi anak dari mendiang Zakly?" tanya Adrian
"karena..memang itu tujuan kami,kami membutuhkan harta nya. Benar..!! kami hanya memanfaatkan keadaan..., percaya lah" paman Poi menegaskan, ia tidak mungkin mati di sini gara-gara status nya di keluarga Milley
ternyata apa yang di katakan Paman Poi dan bibi Mony sudah di rekam oleh salah satu anak buah Eric. Ia merekam video dengan sangat jelas dan tenang.
"lantas mengapa pembunuhan kalian pada Zakly tidak ketahuan jika memang benar ada nya, apa kalian ada bukti?" selidik Adrian
"ya...aku mencairkan uang Zakly secara ilegal dengan jumlah yang banyak untuk memonopoli semua bukti yang mengarah ke sana..di saat hari kematian nya.." jawab Paman Poi cepat
"Zakly bodoh itu, harta nya ternyata tidak menolong nya malah aku gunakan untuk mencelakai diri nya sendiri" seringai Paman Poi
"setelah ini mari bekerjasama dengan ku" imbuh paman Poi menatap dua pria bertopeng di hadapan nya yang tak lain adalah Eric dan Adrian. Namun Paman Poi yang sangat bodoh ini dengan mudah di kecoh
"boleh saja, tapi tunjukkan pada ku bukti-bukti nya jika kalian memang benar yang terlibat pada pembunuhan Zakly...maka kami akan bekerja sama dengan anda setelah nya" pancing Eric
Paman Poi menatap dua pria di depan nya yang bertopeng ini,dari pakaian dan siluet nya mereka jelas orang yang berkuasa dan bukan sembarangan. Apalagi anak buah para pria tinggi besar yang bersama nya jelas sekali sangat elite tidak seperti preman biasa. Jika ia berada di pihak orang-orang ini tentu ia bisa menguasai semua harta Milley dengan lebih mudah...
Paman poi berfikir jika ia bekerja sama dengan orang-orang ini maka adalah keputusan yang sangat lah tepat.
"baik aku setuju.." jawab paman Poi
Eric dan Adrian menyeringai di balik topeng nya.
💙💙💙💙💙💙💙
Hari berikut nya Ervin dan Irene segera berangkat ke negara tetangga tempat kota Yuangyi berada. Mereka berangkat dari kota J
kita tahu sendiri keluarga Kamran memang berada di kota B namun Irene tinggal di kota yang sama dengan Ervin di kota J.
untuk lebih lengkap nya silahkan baca ya Novel author yang berjudul "SENSEI" 💗
Evelina begitu suprise dengan balasan email dari keluarga Kamran tenyata kerabat jauh nya ini sama sekali tak melupakan nya walau terputus kontak.
Mister Moldan Silalahy selalu update, ia tak pernah meninggalkan berita tentang keluarga Kamran. Ia akan melakukan segala cara saat ia kehilangan kontak keluarga Kamran yang terbaru. amanah Zakly Milley benar-benar di pegang nya dengan penuh amanah.
Evelina berdebar menanti kedatangan Irene Kinandita Kamran dan suami nya Ervin Farel Permana dari PM group, hari ini Evelina di temani Eric,Alisha dan Adrian menunggu nya.
Saat orang-orang ini sampai Alisha tercengang melihat betapa cantik dan tampan nya Irene Kinandita Kamran dan Ervin Farel Permana.
'gila sepupu jauh ku cantik sekali..' batin Alisha menatap nya
irene dan Ervin langsung di sambut ramah.
"selamat datang..aku Evelina Milley" kata Evelina
mereka saling berjabat tangan
"aku Irene Kinandita Kamran puteri Henra Kamran, senang berjumpa dengan mu Evelina.." kata irene dengan senyuman manis nya dan langsung memeluk Evelina
"ini suami ku Ervin Farel Permana dari PM group di kota J, dia akan membantu ku mengurus semua nya.." lanjut Irene lagi
Evelina dan Ervin langsung berjabat tangan..
"ini adik ku Alisha Milley dan suami nya dokter Adrian Zhou.." Evelina mengenalkan Alisha dan Adrian yang berada di sisi kanan nya
"hai Alisha..." kata Irene
belum sempat Alisha menjawab, irene sudah memeluk nya, Alisha sangat terharu..memang pelukan dari kerabat yang tulus akan terasa sangat berbeda.
setelah Irene berjabat dengan Adrian, Ervin pun ikut berjabat dengan dua orang ini
terakhir Alisha memperkenal kan..
"dan ini patner ku..." Evelina mengenal kan pria berkacamata hitam di sisi nya..
"Eric Lamount Maliqwe.." lanjut Evelina saat Eric membuka kacamata nya.
seketika Ervin tercengang, tadi ia tak begitu memperhatikan dan juga tak menyangka Eric ada di Yuangyi, ini seperti kejadian tak terduga
Saat Eric mengulurkan tangan Ervin dengan cepat dan senang hati menerima nya, Irene tertawa..
Evelina,Alisha,Adrian dan juga Eric agak heran dengan tatapan Ervin yang seperti melihat Eric lekat dan takjub
"suami ku memang meng-idolakan anda Tuan Eric.." ujar Irene
"oh ya.." Eric suprise, ia sadar kalau banyak yang meng-idolakan nya tapi ia tak menyangka bakal bertemu salah satu nya dengan cara yang menakjub kan seperti ini
"aku sangat tersanjung di idolakan oleh seorang pengusaha muda seperti mu" kata Eric tulus
"ya..aku juga bangga bisa bertemu dengan panutan ku.." tawa Ervin senang..
ERIC Lamount Maliqwe - ADRIAN Zhou - ERVIN Farel Permana
Evelina Milley - Alisha Milley - Irene Kinandita Kamran
💙💙💙💙💙💙💙
Paman Poi dan Bibi Mony merutuki diri mereka yang saat ini jadi penghuni sel tahanan dengan tuduhan kasus pembunuhan berencana kepada Zakly Milley dan istri nya beberapa tahun silam. kasus yang tak terusut itu kini di buka kembali.
mereka menyesal telah mempercayai para komplotan bertopeng hari itu dan malah terjebak hingga membuka kejahatan mereka sendiri hingga mereka berakhir menyedihkan di dalam sel ini.
kasus di usut dan di selidiki kembali dan semua bukti yang menghilang beberapa tahun silam setelah saat ini di temukan akhir nya kasus yang lama itu pun kini menemukan titik terang.
"aku tidak ingin berada di penjara ini...aku bisa gila..!! Aku tidak mauuuu" teriak bibi Mony seperti orang gila.
selama ini mereka rela melakukan tindakan sekotor apa pun demi hidup bebas dan enak. namun sekarang mereka terkurung di sini dengan tuduhan kasus pembunuhan berencana, sudah pasti sisa hidup mereka harus di relakan berada di dalam sel tahanan yang pengap ini.
Paman Poi hanya terdiam, terduduk lesu dengan raut pucat pasrah menerima keadaan.