
Verna menjadi sangat tersindir dengan perkataan Keranny, benar ada nya ia tidak dekat dengan ayah mau pun ibu nya.
Verna tiga bersaudara, ia adalah anak kedua dan dua saudara lain nya adalah laki-laki. Ayah nya selalu pilih kasih dengan anak laki-laki dan ia selalu di ketepikan.ayah nya bilang anak perempuan hanyalah beban jika tidak bisa menghasilkan uang sendiri seperti Ibu nya.
Verna juga tak dekat dengan ibu nya yang lebih memilih giat bekerja dengan organisasi-organisasi nya daripada memperhatikan anak-anak nya sendiri.
"apa maksud perkataan mu!!?" Verna terpancing
"aku hanya bertanya karena penasaran kenapa kau ini nampak seperti orang yang tak pernah di ajari ketika masih kanak-kanak" kata Keranny pedas..
"memang nya kau di ajari ya? Kau bahkan tak di rawat oleh kedua orangtua mu kan? mereka sibuk dengan pasangan baru masing-masing. apa nenek dan kakek mu yg sudah tua itu mampu mendidik mu dengan baik?" lagi-lagi Verna menghina Keranny
"tentu saja aku di ajari dengan baik, aku sangat bangga dan beruntung memiliki nenek dan Kakek seperti mereka.." sahut Keranny seraya tersenyum tipis.
"ya..silahkan berbangga sepuas hati mu sekarang, lagi pula mereka sebentar lagi tua dan akan mati..jadi jangan sia-sia kan waktu ini" cibir Verna sinis..
Keranny merasa jantung nya berdegup,ia marah..tapi ia masih diam. Orang boleh saja menghina diri nya tapi jangan sampai menghina kakek dan nenek nya..!!
Verna melihat Keranny yang terdiam dan raut Keranny yang berubah,Verna merasa diri nya menang dan berhasil menyakiti hati Keranny
"Keranny Samantha, aku sarankan, jauhi Alex...atau aku akan menyiksa dan mengganggu mu lebih parah dari pada ini..." Verna berkata dengan rengekan yang sombong
Keranny masih tetap diam..
"Keranny..kau harus sadar diri, keluarga Jezen tak akan menerima mu.kau itu di mata mereka hanya sampah.." Verna menyeringai menatap Keranny
"kau tak akan bisa melawan ku, aku bukan tandingan mu. Kau bahkan tak setara dengan ujung kuku kaki ku" seringai Verna lagi..
Keranny tetap diam dalam amarah nya, ia tak menjawab, Verna berkata lagi..
"kau harus sadar lawan mu itu siapa? Lawan mu itu aku.." tukas Verna dengan sombong dengan arogansi nya yang sok hebat dan sok kuat
tapi saat Verna baru saja berbalik hendak pergi, tau-tau tangan Keranny sudah menarik kuat rambut nya, Verna kaget karena tau-tau detik berikut nya Keranny sudah menampar nya bolak balik tanpa ampun...
Plakkk, plak, plak, plak, plaakkk...hingga lima kali tamparan..membuat Verna terjajar kebelakang.
"Keranny kau.." belum siap Verna merespon tau-tau Keranny sudah menjambak Verna lagi sekuat tenaga.. dan menyeret nya lalu mendorong nya hingga Verna tersungkur di lantai parkiran..
saat Verna akan berbalik hendak bangkit, Keranny sudah menindih nya..,saat ini Verna terlentang dan Kerrany bersimpuh duduk mengangkangi Verna. Lalu menampar nya lagi berulang-ulang bolak-balik...
plak, plak,plak, plaaaakkk, plakkk..!!!
entah yang keberapa kali nya, Verna benar-benar tak menyangka kalau ia tak bisa melawan kekuatan Keranny yang begitu sangat besar..
Sampai Keranny puas memukuli wajah Verna hingga bibir Verna sampai berdarah karena pecah, baru lah Keranny bangkit dan merapikan pakaian nya sendiri.
"harus nya kau yang perlu sadar kau sedang menantang siapa, dasar pelakor" cibir Keranny
"hei Verna Amaurin, perlu kau tau aku sangat risih dengan wanita pelakor seperti mu, lain kali berhati-hatilah dalam mencari lawan.." kata Keranny tegas seraya berlalu meninggalkan Verna begitu saja.
Verna mengusap wajah nya yang masih sangat sakit, ia bangkit dengan tertatih dan rasa malu. saat Keranny menyiksa nya tadi benar-benar tak ada seorang pun yang lewat, bahkan batang hidung security pun tak ada.
bibir nya sampai memar berdarah parah begini..terasa perih sekali dan itu makin membuat Verna kesal. Ia tak menyangka tadi sama sekali tak di berikan kesempatan oleh Keranny untuk nya membalas atau memberi perlawanan. Verna merasa diri nya sedang bertarung dengan seorang pria saking kuat nya tenaga Keranny tadi.
💙💙💙💙💙💙💙💙
Verna datang menemui Alex dan menunjukkan memar-memar di wajah karena Kelakuan Keranny..
"Alex kau harus lapor polisi" kesal Verna
"tidak bisa, aku tak akan melaporkan Keranny" jawab Alex seraya membantu Verna mengobati luka nya
"kau masih menyukai nya?" pekik Verna
"kau masih suka Keranny kan? Maka nya kau tak mau melaporkan nya dan membiarkan aku terluka begini?" tuding Verna bertubi-tubi
Alex pusing dengan Verna yang makin menyulitkan nya
"Kau yang memulai nya kan?" selidik Alex
"apa maksud mu?" balas Verna sengit
"kau yang lebih dulu mengganggu Keranny, iya kan?" kata Alex lagi
"Alex jelas-jelas aku sudah babak belur begini kau masih menyalahkan aku?" Verna berusaha membela diri.
padahal kan ya..jelas-jelas memang ia yang memulai mengganggu Keranny dan juga mencari gara-gara dengan psikolog cantik itu.
Alex sangat kenal dengan perangai Keranny mau pun Verna, Keranny adalah tipikal orang yang tenang dan tak pernah bermasalah dengan siapapun, tapi begitu orang itu terus menganggu nya maka ia akan membalas nya dengan kejam, itulah Keranny.
dan Verna, Alex tentu tau perangai nya dan Alex pun tak tau cinta buta seperti apa yang membuat nya tergila-gila pada Verna selama beberapa tahun terakhir ini.
"perlu aku katakan, kau jangan coba-coba melawan Keranny, sejak dulu dia itu jago berkelahi..dia atlit voly sekolah. Masih untung keadaan mu sepeti ini, tidak sampai wajah cantik mu itu di bogem nya berkali-kali.." Alex mengingat kejadian saat SMA , Keranny bahkan pernah bentrok dengan anak laki-laki yang mencoba berbuat ca-bul pada teman nya. Dan sekarang Verna mencoba menantang nya? memang cari mati artinya.
"kau lebih membela Keranny?" kesal Verna
"aku hanya memperingatkan mu agar lebih berhati-hati, sudah obati saja luka mu..aku masih ada kerjaan" kata Alex seraya meninggalkan Verna
"Alex, kau tidak mau melaporkan nya?" Verna kesal..
"Verna, aku sibuk..masih banyak hal yang lebih penting dari pada ini untuk ku urus" kata Alex
"jadi aku tak penting begitu?" Verna marah dan melemparkan kotak obat dengan penuh emosi
"sudah kah Verna, aku tak ada waktu berdebat. Tolong mengertilah..,kalau kau ingin lapor..maka laporlah sendiri.tapi ingat aku tak suka kau usik keranny.." Alex berkata sambil berlalu keluar dari ruangan.
Verna melemparkan semua barang yang ada di hadapan nya dengan kesal.bagaimana mungkin ia bisa melapor kan sendiri jika tak ada bekingan, meskipun ia menunjukkan memar di tubuh nya saat melapor pasti Alex akan mendukung Keranny, di tambah lagi kakek dan nenek Keranny juga orang berada. Sedang kan ia sendiri dapat dukungan dari siapa lagi? Kedua orang tua nya bahkan tak peduli dengan nya..,
Sejak dulu memang hanya Evelina yang baik pada nya. Lalu setelah merebut suami Evelina, ia mendapatkan segala perhatian itu dari suami Evelina, Alex. Dan jika sekarang Alex sudah mulai tak mendukung nya juga? Kemana ia harus minta dukungan??? Verna merasa kepala nya membuntu..!!!