
"Bagaimana bisa?" nyonya Jezen merasa tak mempercayai apa yang Alex katakan kalau surat dokumen kepemilikan aset itu sudah jatuh ke tangan Evelina dan yang lebih parah nya nya lagi sudah Evelina ubah menjadi milik nya secara sah. Benar-benar mengerikan Evelina yang sekarang..
Para pelayan dan pekerja merasa ketakutan kalau-kalau menjadi tertuduh dalam masalah besar ini dan tidak sedikit juga yang mulai mencurigai satu sama lain
Tak butuh waktu lama untuk Alex dan orang-orang nya melakukan pemeriksaan.dan secara mengejutkan kecurigaan jatuh pada pelayan pribadi nyonya Jezen,Ismilia..
"Alex, apa ini ada kesalahan..mana mungkin pelayan pribadi ku.." nyonya Jezen sangat kaget
"ayo mama lihat sendiri rekaman nya cctv nya.." ajak Alex
nyonya Jezen dan Verna langsung mengikuti nya. Saat pemutar di ulang terlihat Ismilia yang masuk lalu keluar dari ruangan itu, sementara di hari itu tidak ada yang harus di lakukan di sana. Dan cctv di ruangan lain nya yang terhubung menunjukkan kalau Ismilia pergi keluar ke arah ruang baca dan kamera berhenti sampai di sana. Karena di arah gudang lama tidak tersorot cctv.
Alex mulai merangkai kejadian nya
"Ismilia pergi ke arah ruang baca, bisa jadi ia menyimpan nya di sana, dan bukan kah mama bilang terakhir kali Evelina berkunjung ia sempat ke ruang baca.." kata Alex, itu arti nya Evelina mengambil dokumen itu.
Orang-orang Alex pun memeriksa cctv di waktu yang di maksud,Evelina memang ke ruang baca hanya saja ada kesalahan mereka mengira Evelina menyimpan dokumen di ruang baca padahal itu adalah gudang lama.
Ismilia kaget bukan kepalang, ia ketakutan saat di seret padahal ia merasa tak melakukan nya. Saat rekaman cctv di sodorkan ke depan muka nya, ia mengingat-ingat sama sekali tak masuk ke ruangan Tuan Alex di tanggal dan hari itu.
Mereka tetap menyerat Ismilia walau pun Ismilia sudah membela diri nya mati-matian dan mengiba.namun Ismilia tak bisa berkata banyak karena cctv terekam dengan nyata terputar di sana. Pun begitu mereka benar-benar tak menyangka kalau Ismilia asisten kepercayaan sang Nyonya besar adalah pelaku nya, artinya Ismilia adalah mata-mata nya Evelina. tapi sejak kapan...?
Dan yang makin mengheran kan Alex adalah, kejadian Ismilia mengambil dokumen itu adalah di saat Evelina sedang koma.walau pun Ismilia di curigai sebagai mata-mata Evelina, apa iya Ismilia bergerak tanpa di suruh? Ini aneh...
Ismlia hanya pasrah saat wajah nya di tampar bolak balik oleh Nyonya Jezen..
"tidak tau terimakasih !! Kau tau apa yang terjadi gara-gara perbuatan mu? Seluruh aset tempat tinggal sudah jatuh ke tangan Evelina si perempuan setan itu.." pekik nyonya Jezen
Ismlia hanya bisa diam, apalagi ia memang pendiam, bagi nya membela diri pun sudah tak di dengar lagi. Ia sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi pada nya
Verna juga yang di kuasai emosi karena gagal menjadi nyonya besar di rumah idaman nya, langsung menjambak Ismilia hingga sanggul rapih pelayan ini terlepas dan awut-awutan..
"pukul kaki nya dan cambuk pelayan tak tau diri ini.." titah nyonya Jezen pada orang nya
Ismilia di paksa berlutut, dan ia pasrah saat akan menerima hukuman dari perbuatan yang tak ia lakukan...
tapi baru saja orang nyonya Jezen bergerak, sosok Evelina tau-tau muncul di ambang pintu bersama Amora asisten nya dan juga tiga orang pria di belakang, satu orang berpakaian setelan jas rapih abu tua dan berkaca mata putih dan dua orang lagi adalah bodyguard bertubuh tinggi besar berpakaian serba hitam lengkap dengan kacamata hitam nya.
"seperti nya di sini ada perlakuan yang tidak mengenakkan" kata Evelina
Semua orang terkesiap sesaat..
"Evelina jangan ikut campur, bukan kah kau sendiri yang bilang kita tidak ada urusan lagi" Alex mengulang pernyataan Evelina saat mereka berpisah di kantor Milley group tadi.
"oh,tidak bisa..kalau menyangkut kemanusiaan aku tidak boleh diam saja.." balas Evelina
"lepaskan Ismilia, biarkan dia ikut dengan ku" kata Evelina tegas
"Amora..tunjukan video yang barusan kau rekam, dari nyonya tua itu menampar pelayan nya, lalu Nona Verna Amaurin yang menjambak nya..dan saat mereka mengatakan akan mencambuk dan memukuli kaki nya, kita akan menuntut mereka jika mereka susah di ajak bicara" kata Evelina pada Amora dengan mantap
Amora mengangguk dan menghadapkan layar ponsel nya ke semua orang. Nyonya Jezen,Alex,Verna dan orang-orang di sana terkejut semua nya.
"berani sekali kau merekam di dalam kediaman pribadi ku" Nyonya Jezen semakin berang, apalagi barusan Evelina menyebut nya dengan embel-embel tua..Nyonya tua kata nya.
"ini kriminal nyonya" balas Evelina
"Evelina kau tidak berhak..." bentak Alex
Evelina malah maju dan duduk di sofa besar kediaman Jezen dan menyilangkan kaki nya, ia tersenyum..
"siapa bilang aku tidak berhak? bisa di bilang sebagian kekayaan keluarga jezen adalah milik ku" ujar Evelina dingin
"tidak tau malu..!!!" pekik Nyonya Jezen
"lihat lah Alex betapa tak tau malu nya mantan istri mu ini !! hei,Evelina kata-kata mu seperti sampah..! Kau tau sendiri kami keluarga Jezen sudah sangat kaya dan terhormat sebelum kau masuk ke keluarga kami!!" Nyonya jezen berteriak-teriak dengan penuh emosi
"ya...sangat kaya dan terhormat tapi saat itu kalian hampir bangkrut.untung nya harta keluarga Milley yang menopang kalian.Bukankah karena itu kalian menerima ku jadi menantu? Karena harta keluarga Milley bisa sangat menjamin hidup kalian?" balas Evelina lantang
Nyonya Jezen ternganga, Alex tak menyangka Evelina bisa makin tau banyak seperti ini.
"kalian itu hanya di pandang terhormat karena embel-embel keluarga Maliqwe.." cibir Evelina
"Evelina...!!!" bentak Alex
tapi Evelina malah tergelak dan kemudian tertawa tebahak-bahak..
"sekarang kalian tau kan bahwa aku punya hak yang besar di keluarga Jezen,termasuk hak untuk membawa pergi Ismilia.." kata Evelina lantang.
"tetap saja dia bersalah sudah mencuri di rumah majikan nya" timpal Verna yang sedari tadi diam..
"Nona Verna, Ismilia tidak mencuri..malah sebalik nya ia hanya mengaman kan barang ku dari orang yang bermaksud mencuri.." balas Evelina
"dan kamu Nona Verna jangan maling teriak maling dong, kamu sendiri bahkan sudah mencuri suami ku dan berencana mencuri rumah dan harta ku yang lain nya. jangan mengatai orang lain pencuri padahal kau sendiri adalah pencuri yang sebenar nya" cibir Evelina dengan tenang
Verna sangat kesal sampai tak bisa berkata apa-apa lagi untuk membalas Evelina..
"hentikan Evelina..!!!" bentak Alex
"tidak usah teriak-teriak.." balas Evelina santai
"dan lagi...yang mengambil dokumen itu bukan Ismilia tapi aku.., aku yang mengambil nya" kata Evelina mengakui nya
Alex dan yang lain nya menatap Evelina dengan heran, sudah jelas itu Ismilia tapi mengapa Evelina malah mengatakan kalau itu adalah diri nya?