
"oh iya kamu bawa buah-buahan ini ke dapur" titah paman Poi pada Bu inggrit
Bu Inggrit pun menyanggupi nya dan segera membawa buah-buahan tersebut
"hati-hati jatuh buah nya, itu sangat mahal harga nya..orang miskin seperti mu tak akan bisa mengganti nya" kata Bibi Mony dengan sombong penuh hinaan mentang-mentang status Bu Inggrit pembokat di rumah Evelina.
Evelina baru masuk dan melihat adegan itu..
"mengapa paman dan bibi menyuruh-nyuruh mama ku dengan perkataan tak mengenakkan?" tanya Evelina saat ia baru masuk
"ma-ma?" bibi Mony kaget maksud Evelina
"siapa yang kau maksud mama mu?" tanya paman Poi
"paman dan bibi barusan menyuruh mama ku membawa buah-buahan itu dengan sangat sombong, minta tolong lah yang benar pada mama ku" kata Evelina
paman Poi dan bibi Mony terbengong, apa-apaan Evelina menyebut Inggrit si kepala pengurus rumah ini sebagai mama nya.
"Eveline.." Paman Poi tak tau harus berkata apa lagi selanjut nya
"aku katakan sekarang, agar kalian tau..aku sudah mengangkat bu Inggrit sebagai mama ku dan Ismilia sebagai saudara ku dan Alisha" tukas Evelina enteng
Mendengar nya Bibi Mony merasa tak puas hati "Evelina, paman mu masih hidup tapi kau sudah mengangkat orang lain menjadi mama mu? Apa kau tak menghargai keberadaan kami?" kata nya
"lho apa salah nya, memang apa hubungan nya? meski pun kalian masih ada..,aku bahkan berhak mengangkat sepuluh orang menjadi mama,papa, paman angkat,bibi angkat semau ku" jawab Evelina
"tapi tetap saja..." Bibi Mony berusaha menyangkal lagi dan Evelina langsung memotong nya...
"kenapa begitu kuatir? jangan takut jatah kalian tak akan aku potong, kalian tetap hidup enak bersama harta surga dunia yang kalian sukai..," Evelina berkata seraya menyunggingkan senyum sinis nya.
"Evelina kenapa kau menganggap kami sepicik itu?" paman Poi mulai terasa..
Evelina hanya tertawa ringan..
"paman mu hanya mengkhawatirkan mu, Evelina. Ia takut kau kenapa-kenapa jika terlalu percaya dan terlalu dekat dengan orang asing yang jelas-jelas bukan termasuk keluarga mu..." kata bibi Mony..
Evelina malah makin terbahak membuat Paman poi dan bibi Mony merasa ngeri
"Paman...bibi..,jaman sekarang kerabat dan saudara kandung yang sedarah pun juga tidak menjamin bahwa mereka akan tetap berbuat baik pada keluarga nya sendiri.." tegas Evelina dengan sinis..
"maksud mu apa?" Paman Poi langsung beraksi
"kau menuduh kami walau sedarah tapi tidak baik pada keluarga sendiri,begitu?" Paman Poi merasa duri di kaki nya sendiri.
"lho, aku hanya mengatakan kalau Bu Inggrit dan Ismlia yang tak sedarah dengan ku namun mereka sangat tulus pada ku, itu saja" kata Evelina santai...
Padahal sebetul nya Evelina menyinggung Paman Poi yang jelas-jelas tega membunuh saudara kandung nya sendiri..Zackly Milley ayah Evelina...
dan Evelina tidak akan terima itu, suatu saat ia akan menyeret dua orang jahat ini ke penjara karena telah membunuh kedua orang tua nya. Tunggu saja tanggal main nya.
💙💙💙💙💙💙💙
Lagi-lagi Tuan Jezen merencanakan untuk menganggu Evelina lagi, jika kemarin gagal dengan membayar orang untuk merusak mobil Evelina, Tuan Jezen bahkan tak mendapat kabar lagi dari orang yang di bayar nya tersebut.
saat ini ia tahu Alex dan Evelina sedang perang. Evelina pasti akan berusaha menarik orang-orang dalam aliansi nya untuk membekukan aliran investasi di Jezen group dan juga menarik para relasi kerja sama mereka. Jadi sebelum itu terjadi Tuan Jezen bermaksud mencoreng nama Evelina dengan skandal yang akan ia rencana kan
"ide papa mu sangat bagus,Alex..." Verna sangat setuju
"ya boleh juga.." Alex merasa ini cukup bagus untuk membuat nama Evelina merosot, walau pun itu tak terlalu berpengaruh besar karena kubu dan aliansi yang sudah terbentuk dalam perserikatan Investor besar tersebut sudah ada sejak masa Tuan Milley dan sulit untuk memecahbelah nya.
Alex fikir dengan membuat nama Evelina tercoreng, itu mungkin saja bisa membuat para dewan direksi mendepak nya meski pun ia adalah keturunan Milley yang tertua..
Tak perlu menunggu waktu lama Tuan Jezen mulai melancarkan aksi nya dan Alex menyerahkan semua kepercayaan ke papa nya dalam misi kali ini.
Evelina yang sering pulang malam hari itu di perapatan tiba-tiba merasa ban mobil nya kempes.dan ternyata seseorang telah sengaja menyebar paku-paku kecil di jalanan sepi itu.
dan saat Evelina keluar dari mobil untuk memeriksa ternyata ia langsung di bius seseorang dari arah belakang..
Orang Eric yang di tugas kan mengikuti nya langsung cepat tanggap dan menghubungi Eric lewat earphone nya..
"ya.." balas Eric..dan sambungan di matikan
Eric segera berangkat menuju lokasi Evelina di bawa..
"wanita ini kenapa tak mau membawa penjaga bersama nya" lirih Eric
Orang Eric terus mengikuti arah mobil orang yang membawa Evelina bergerak,ternyata Evelina di bawa menuju hotel, Tuan Jezen bermaksud menyuruh orang menelan-jangi Evelina dan membuat foto bug-il bersama pria gigoloo yang tak di kenal yang sudah di bayar nya.
namun baru saja orang itu akan membawa masuk Evelina ,orang Eric itu sudah mencegat nya lalu meringkus nya dan di menit berikut nya Eric datang bersama dua orang lain nya.
mereka mengintrogasi singkat orang suruhan Tuan Jezen itu.
Evelina sudah di baringkan anakbuah Eric dalam mobil, Eric memeriksa nya
"nona Evelina tidak apa-apa bos, hanya pinsan efek bius" kata anak buah nya itu
"ya, kalian urus lah orang-orang itu, aku akan membawa Evelina pergi.." tegas Eric
"baik bos.." jawab para anak buah nya bersamaan.
mungkin Tuan Jezen tidak pernah menduga ada seorang Eric yang selalu ada di belakang Evelina, Eric jelas-jelas selalu melindungi Evelina jadi jangan harap orang-orang suruhan Tuan Jezen bisa dengan mudah menyentuh Evelina...!!!
💙💙💙💙💙💙
Eric mengemudikan mobil nya perlahan, Evelina terbangun dan ia merasa kepala nya masih sedikit pusing..
"di mana aku?" gumam nya..
"sudah bangun...?" tanya Eric seraya terus fokus mengemudi
"Eric???" Evelina kaget
"kenapa bisa kamu..?" terakhir seingat Evelina ban mobil nya kempes dan ia merasa seseorang membekap mulut nya lalu ia pinsan.
Eric pun menceritakan kejadian nya..
"kenapa kau tak pernah membawa orang untuk menjaga mu? harus nya kau sadar kalau orang-orang keji itu terus mengincar keselamatan mu.., kau harus membawa penjaga ke depan nya" saran Eric..
"untuk apa?" sahut Evelina...
"untuk apa?" Eric heran dengan jawaban Evelina
"iya..untuk apa? bukan kah kau selalu mengirim orang untuk menjaga ku?" kata Evelina
"Eric, apa kau fikir aku tak tau?" Evelina melirik Eric jahil
Eric tersipu, ia ketahuan..
"ah, si Brazo ini..mengapa terlalu kentara mengikuti mu" gumam Eric berbicara sendiri menyebut nama anak buah nya yang selama ini diam-diam selalu mengikuti Evelina..
Evelina tertawa renyah dengan kelakuan Eric..
"jadi buat apa aku takut? Anak buah mu begitu cepat bergerak.." ujar Evelina
Eric tersenyum dengan menawan.., ia melirik Evelina..wanita ini sangat membuat hati nya terpikat, andai saja Evelina bisa jadi milik nya...
"oh iya tadi mereka di introgasi dan ternyata klien nya adalah orang yang sama.." kata Eric
"keluarga Jezen?" Evelina meyakinkan nya
"iya, memang nya siapa lagi?" jawab Eric..
Eric menceritakan rencana yang hendak di buat keluarga Jezen untuk nya, jebakan skandal di hotel bersama pria asing..!!
Evelina menyeringai dengan sinis dan berkata "mereka terus bermain-main kotor dengan ku??? ternyata mereka mau mati secepat nya ya..."