
"Tentu saja aku harus tau, paling tidak kau harus curhat dengan sahabat mu ini" kata Eric
"sudah berapa lama kau berpacaran dengan Alisha?" tanya Eric penasaran
"kurang lebih dua tahun" jawab Adrian jujur
"apa? Kau berpacaran selama itu dan aku tidak pernah tau?" Eric shock, kata nya mereka sahabat..tapi sahabat macam apa?
"memang apa urusan mu?" balas Adrian cuek
oh tuhan, Eric benar-benar tak habis fikir dengan pertemanan mereka selama ini, betul-betul patner hidup dan bisnis sejati, tanpa cinta !!
"kenapa kau tak pernah cerita, kalau kau berpacaran?" tanya Eric lagi masih dengan rasa penasaran di hati nya
"apakah kau termasuk tipe teman yang mau mendengarkan curhatan orang lain?" balas Adrian menyudutkan Eric
Eric jadi merasa di tembak dari segala arah dan ia sama sekali tidak bisa menangkis nya sedikit pun, hati Eric memang sekeras dan sekaku itu. Selama ini Ia tak pernah membuka hati untuk wanita mana pun.. di otak nya hanya lah bisnis dan bisnis saja, pekerjaan nya itu bagi Eric seperti hobi permanen bagi nya.
"apakah aku tipe teman yang sekejam itu?" tanya Eric, ia benar-benar tak menyangka Adrian menganggap nya tak se-asik itu
Adrian tidak menjawab, hanya mengangguk pelan. Karena Eric memang selalu berubah-ubah tergantung mood nya.
"hei, aku tidak kejam Ad.." protes Eric
"manusia kejam memang tak pernah sadar kalau diri nya kejam ya.." ejek Adrian
Eric kesal sekali di bilang begitu, tapi belum sempat protes lagi Adrian malah sudah bangkit dan melenggang keluar dari sana
"kau mau kemana?" tanya Eric yang belum merasa puas hati
"aku harus balik ke rumah sakit, lagi pula pembicaraan kita sudah selesai" jawab Adrian seraya terus melenggang pergi
"bocah itu...sebenar nya aku atau dia sih bos nya di sini?" gerutu Eric menatap ke arah pergi nya Adrian dengan rasa kesal.
entah lah memang tidak begitu di mengerti,siapa bos dan siapa asisten nya.tapi interaksi mereka memang se-unik itu
Di kediaman Jezen...
Tuan Jezen baru saja mengurus penyelenggaraan untuk acara besar Evelina yang selamat dari ambang maut, sebetul nya ini hanya formalitas mereka saja, kalau di dalam hati mereka malah mengutuk mengapa Evelina harus bangun lagi?? kita tau mereka lebih senang Evelina yang sekarat kemudian pergi mati saja.
"aku benar-benar tak faham mengapa nona sekarat itu harus kembali" kesal Nyonya Jezen
Kebetulan ada Alex dan Verna juga di sana..,raut Verna di buat sesedih mungkin seakan ia tertekan dan kecewa pernikahan nya dan Alex harus tertunda lagi. Ia gagal menjadi Nyonya besar di kediaman mewah milik Evelina dan Alex. Ia gagal menyingkirkan Evelina dari sisi Alex walau pun hati Alex sudah sepenuh nya menjadi milik nya.
"kalau kau merasa bosan, kau bisa kemari bersama mama ku, kau bisa mengisi waktu mu. pekerjaan jangan di fikirkan, aku bisa mengatasi nya" bujuk Alex membesarkan hati Verna,Seakan saat ini wanita bernama Verna ini adalah si paling tertindas. Entah lah...mungkin sedang ngelawak mereka ini.
"aku ini calon mertua mu,jadi jangan sungkan. aku juga tak sabar ingin memiliki cucu dari kalian berdua" kata Nyonya Jezen pada Verna.
Tuan Jezen langsung bergabung dengan mereka. Ia mau tidak mau harus menggelar pesta besar untuk menghindari omongan negative khalayak. Tuan Jezen ia harus menunjukkan pada seluruh dunia bahwa ia bahagia menantu nya kembali sadar. Ia harus mempertahan kan citra nya sebagai mertua yang baik,mulia dan bijaksana bagaikan dewa pelindung.
"mengesalkan sekali Evelina ini, padahal kekuasan besar mu sudah ada di depan mata, jika ia mati Alex" kata Tuan Jezen pada putera nya..
Alex menyeringai, mereka ini semua sama saja sangat tamak, serakah dan tak tau di untung. menusuk orang yang baik pada mereka hanya karena tamak..hmmm mereka merasa bahwa mereka sudah paling seperti perkumpulan crime yang thebest tapi jika kita melihat nya benar-benar seperti sekumpulan orang-orang gila dan sangat tolol.
bukan kah binatang pun akan luluh jika selalu di baiki? tapi mereka tidak. Jadi mereka ini apa? Mereka ini termasuk apa pun kita tak tau pasti nya.
"untuk sekarang kita belum bisa berbuat jauh karena masih harus menunggu kasus kecelakaan Evelina terakhir kali menjadi lebih tenang" kata Alex
"saat orang-orang melupakan nya..langsung sikat saja" usul Tuan jezen yang begitu semangat ingin menghabisi Evelina, karena ia sangat haus ingin mengambil kuasa yang di miliku puteri sulung keluarga Milley itu
Nyonya Jezen dan Verna saling lirik dan menyeringai dengan licik. Mereka ini benar-benar segerombolan manusia Kejam tak berhati.
Hari berikut nya Alisha bertandang ke kediaman Milley untuk mengambil barang, di sana sudah pasti ada paman dan bibi mereka yang tak tau diri itu.., sangat heran dua orang ini bahkan belum muncul sejak Evelina sadar dari koma nya kemarin-kemarin, mereka sama saja dengan tua bangka Jezen dan istri nya itu hanya menyambut kepulangan Evelina via seluler saja, seakan-akan mereka itu tinggal di luar kota, luar negara dan sejenis nya. padahal mereka ada di kota yang sama..., selalu beralasan kurang sehat dan sebagai nya.
'kali ini entah ala lagi alasan para manusia benalu ini' bathin Alisha saat ia memasuki gerbang kediaman Milley.
Alisha seringkali merindukan rumah orangtua nya ini, ia lahir dan besar di sini, namun moment nostalgia nya seringkali pula harus kacau karena ada nya dua benalu yang tak tau diri tinggal di dalam nya.., siapa lagi kalau bukan paman Poi dan bibi Mony.
saat Alisha baru masuk, pelayan nampak sepi di jam segini, hanya ada security yang menyapa nya di depan tadi..
dalam kesunyian, samar-samar Alisha mendengar percakapan antara paman Poi dan bibi Mony, dan Alisha langsung cepat-cepat menguping nya...
"aku benar-benar kecewa pada keberuntungan Evelina itu.." kata Bibi Mony
"iya aku juga,setelah dia bangun dari koma mengapa mood ku jadi menurun secara drastis, padahal sebelum nya hidup ku sangat semangat menunggu kabar kematian nya" paman Poi berkata dengan enteng tanpa beban
Alisha tau, dua orang benalu ini sangat mengincar harta dan asuransi Evelina yang super duper Fantastis itu...
"benar aku juga kehilangan selera makan ku" keluh bibi Mony
"kenapa Evelina itu harus bangun sih?" gerutu paman Poi dengan nada sebal
"kenapa memang nya..?" kata Alisha menimpali...ia langsung melangkah mendekati paman Poi dan bibi Mony.., mereka berdua sangat kaget dengan kehadiran Alisha di sini
"kenapa memang nya kalau kak Velin bangun?" tanya Alisha lagi dengan ekspresi dingin.
wajah paman Poi dan bibi Mony langsung memucat, membatu...