
Rupa nya para preman tak tinggal diam,keesokan hari nya mereka mengintai Verna saat sedang bepergian sendiri.para preman mengikuti nya dan mencegat nya saat di tempat sepi.
Verna dengan malas turun dari mobil nya saat para preman ini mengetuk pintu mobil nya, sejak awal ia sudah tau itu mobil siapa yang menyalip?
"mau apa lagi kalian?" tanya Verna dengan arogan seraya berdiri di sisi mobil nya dengan galak.
"nona begini saja, saya tidak akan memaksa nona membayar kami sekarang, tapi kami akan memulai rencana baru lagi namun bila kami berhasil nona harus membayar kami secara penuh" Bos preman akhir nya mengalah dan mencoba bernegoisasi kembali
"kalau aku tidak mau.." balas Verna sinis
"nona, tolong mengertilah..kita sudah kerja sama di awal jadi harus di tuntas kan sampai akhir, jika di fikirkan pihak kami juga rugi" kata Bos preman
"siapa suruh kalian bodoh, sudah lah aku tidak mau memakai kalian lagi.., aku lebih baik pakai preman yang lebih baik dari pada kalian preman bodoh dan tak ada guna nya" kata Verna seraya siap berbalik masuk ke mobil nya
"nona, apa kau tidak takut kami buka mulut dan kau ikut terseret karena sudah menyuruh kami menculik dan memperk0sa cewek target kita kemarin?"
wajah Verna berubah,sebetul nya ia takut dan khawatir juga tapi ia tak boleh kalah pengaruh dengan para preman ini. Untuk sekarang ia hanya perlu pergi dulu menghindari preman ini, tentang ancaman preman barusan Verna berfikir ia tinggal menemui Alex lalu memikirkan rencana selanjut nya.dengan kuasa yang keluarga Jezen punya di dongkrak embel-embel Maliqwe hal yang mudah untuk mereka menyamarkan kasus ini dan membuat Verna tidak ikut terlibat di dalam nya.
jadi setelah memikirkan hal ini, Verna dengan enteng menjawab..
"aku tidak peduli, laporkan saja kalau berani..bukan kah itu artinya kalau kalian juga akan ikut masuk penjara" kata Verna seraya masuk ke dalam mobil nya
Bos preman tak menyangka,klien satu ini begitu tak bisa di ajak bicara jadi nya ia dengan marah menggedor mobil Verna yang akan jalan...
"berani sekali, jangan macam-macam sama kami ya!?" teriak bos preman marah..
Verna yang merasa panik segera menjalan kan mobil nya dan menyerempet mobil jeep preman di depan nya hingga sedikit tergeser..
braaak..!!!
Anak buah preman yang berada di dalam mobil kaget, salah satu yang berada di depan setang kemudi melihat bos nya berlari menahan mobil Verna, anak buah preman itu langsung cepat tanggap menyalakan dan menarik gas mobil lalu menyerempet mobil Verna, mendorong nya hingga ke pembatas jalan. Bunyi decit ban mobil beradu dengan keras...
Ckiiiit.....!!!
BRUAAAKKK..!! dengan keras badan mobil Verna menghantam pembatas jalan.mesin mobil langsung padam
Verna ketakutan, ia tak bisa menjalan kan mobil nya lagi. Bos preman langsung memecahkan kaca mobil Verna dan dua anak buah preman lain nya langsung turun dari mobil dan menghampiri mobil Verna juga, detik berikut nya Verna di tarik keluar dengan paksa..
Bos preman yang melihat kalung permata di leher Verna langsung merenggut paksa dengan kuat hingga terlepas dari leher Verna lalu melemparkan ke arah salah satu anak buah nya.anak buah preman menangkap Kalung nya seraya menyeringai dan menyimpan kalung permata tersebut ke dalam saku celana.
"kurang ajar kalian.." pekik Verna marah
preman satu nya membantu memegangi Verna dan bos preman itu dengan kasar melucuti perhiasan seperti gelang, jam mahal dan cincin di kedua tangan Verna.
"lepaskan aku brengsekkk!!!" teriak Verna..
"kembalikan..!!!" pekik nya saat melihat barang-barang mahal nya di ambil paksa di depan mata nya sendiri oleh para preman-preman ini.
para preman hanya tergelak tertawa terbahak-bahak menyaksikan dan menikmati kepanikan Verna.
Saat Verna meronta-ronta outher nya sedikit tersingkap, kita tau sendiri dada Verna sangat berukuran menggoda, karena ia bergerak terlalu gila berusaha melawan preman atasan nya sedikit melo rot di bagian dada membuat aset kembar nya yang membusung itu bergerak-gerak menggoda mata liar para preman.
melihat pemandangan menggiurkan itu, mata para preman berbinar penuh naf5u..
"Sikat bos.." tawa anak buah preman yang seperti nya sudah tau dengan isi otak dan jalan fikiran masing-masing.
"mau apa kalian...!?? Lepaskaaaan !!!! Bajingan!!!" teriak Verna membabi-buta saat Para preman menyeret nya ke pinggiran jalan dekat pohon besar yang sepi.
Verna di gilir oleh para preman di sana, ia di perk0sa habis-habisan dan tak berdaya untuk melawan nya.
beberapa saat kemudian setelah selesai menuntaskan naf5u nya,para preman pergi dari sana dengan rasa puas.
mereka bergerak pergi dengan gelak tawa seraya merapikan celana dan ikat pinggang masing-masing.
Verna bangkit dengan rasa kesal, ia mengamuk dan melemparkan sepatu milik nya ke sembarang arah.
pakaian Verna memang masih lengkap, tidak di buka habis oleh para preman, mereka hanya melorot dan menyingkap nya saja karena kita tau Verna memang selalu memakai pakaian minim dan seksi.
Verna merapikan pakaian sekedar nya lalu buru-buru pergi dari sana dengan rasa kesal. Ia tidak bisa melaporkan hal yang menimpa nya ini pada siapa pun juga, Karena jika Alex tau ia sudah di setu-buhi oleh para preman kemungkinan besar Alex tak akan bisa menerima nya dengan mudah.
💙💙💙💙💙💙
Malam hari, Evelina duduk santai di sisi kolam super besar di Villa bukit Flora. Ia menunggu dan memang memberikan waktu pada preman untuk menyelesaikan urusan mereka dengan si pesuruh preman tersebut. Evelina sudah bisa menebak jika yang menyuruh adalah si Verna Amaurin.
Evelina menerima panggilan telepon dari Eric dan mereka bercakap-cakap dengan ringan via seluler.
📞
"bagaimana puteri keluarga Yudistira itu? Apa dia masih terus mengganggu mu seperti sebelum nya?" tanya Evelina setelah mereka berpindah topik secara acak
"kelihatan nya kau berhasil.." kata Eric
"maksud nya..?" Evelina tak mengerti
"ku dengar dari teman-teman di pesta, dia sudah pergi ke luar negara dan memutuskan untuk menetap..aku merasa sangat bebas sekarang" cerita Eric
"bagus lah..." Evelina tertawa
"sangat bagus malah..." jawab Eric ikut tertawa..
keesokan hari nya Evelina segera menyuruh orang nya untuk menangkap para tiga preman tersebut. Tidak sulit untuk orang-orang Evelina menemukan karena tanpa setahu para preman itu.ketika Evelina datang menolong Alisha hari itu, Evelina dengan diam-diam menempel kan alat penyadap kecil di belakang mobil jeep bewarna gradakan milik preman tersebut. Warna mobil yang gradakan membuat penyadap kecil itu makin tenggelam tak terlihat di antara corak mobil yang tampak kotor dan sangat tak beraturan itu.
orang-orang Evelina menemukan tiga orang preman yang baru saja keluar dari gang pasar gelap penampung barang curian dengan setumpuk uang di tangan mereka. Mereka baru saja menjual barang-barang mahal Verna yang mereka rampas sebelum mereka memperk0sa nya kemarin.
orang-orang Evelina langsung meringkus dan membawa mereka ke kantor pusat berwenang agar para preman di masukkan ke sel bertemu kelima teman nya yang sebelum nya sudah tetangkap lebih dulu.
Evelina tersenyum sinis saat mendapat laporan dari orang-orang nya, saat sebelum para preman di serahkan ke petugas orang-orang Evelina berhasil mendapat kan identitas pelaku yang menyuruh para preman ini mengganggu Alisha.ternyata benar dia adalah Verna Amaurin.
Evelina merasa ia tak perlu turun tangan membalas Verna karena para preman mengaku telah merampas perhiasan klien nya dan memperk0sa nya juga.itu artinya Verna sudah mengalami apa yang nama nya senjata makan tuan.