
Namun Evelina malah memberi isarat pada para Bodyguard nya untuk membiarkan kan ketiga preman itu pergi
"kak Velin, kenapa kau membiarkan ketiga preman itu pergi?" tanya Adrian heran
Namun Evelina hanya tersenyum dengan tenang "biarkan saja, mungkin akan ada kejadian menarik sebelum aku menangkap mereka lagi nanti nya" jawab Evelina dengan senyuman penuh sejuta arti milik nya.
Adrian mengerti, mungkin Evelina ingin bermain dengan cara nya sendiri. lima orang preman yang berhasil di bekuk segera di giring paksa oleh para orang-orang Eric
"kau urus lah Alisha, biar aku yang akan mengurus para preman ini" kata Evelina pada Adrian.., Evelina mengelus pelan kepala Alisha
"baik lah kak.." jawab Adrian
"kakak akan pastikan, orang yang menyuruh preman itu menyiksamu seperti ini akan mendapatkan pembalasan yang stimpal" kata Evelina pada Alisha
Alisha hanya mengangguk lemah, ia juga masih shock atas kejadian yang menimpa nya barusan.kejadian brutal yang hampir sana merenggut kesucian nya...
Setelah Adrian dan Alisha berlalu, Evelina segera memerintah kan orang-orang nya menyeret para preman itu untuk di serahkan ke pihak yang berwenang.
💙💙💙💙💙
Adrian membersihkan lecet di pergelangan Alisha efek di ikat paksa dengan tali yang berbahan keras.
"aku akan membunuh mereka, jika sekali lagi mereka melakukan ini pada mu" lirih Adrian, ia marah sekali melihat gadis kesayangan nya di begini kan para komplotan preman
"dari mana kau tau aku di sana?" tanya Alisha
"beruntung nya kau tak meninggalkan tas mu yang berisi ponsel, hingga kak Velin bisa melacak keberadaan mu.., kak Velin sudah jaga-jaga dengan memasang alat penyadap di tas mu" jawab Adrian..
Alisha ingat tas itu masih di sandang nya saat ia di seret para preman. Karena saat preman mendekati mobil nya hendak membuka paksa pintu mobil, Alisha langsung mendial kakak nya dan manyandang tas bersiap kabur. Namun karena preman nya banyak dan berhasil memecahkan kaca pintu mobil dan akhir nya pintu mobil berhasil di buka paksa, ujung nya Alisha tak mampu melawan saat diri nya di seret dengan kasar ke dalam mobil para preman.
Jadi saat preman membawa nya, ponsel masih berada di dalam tas, hanya saja setelah sampai di lorong tujuan,mereka hendak mengikat tangan Alisha lalu tas Alisha di tarik hingga rusak dan jatuh tercampak di sekitar. namun hal itu masih tetap memudahkan kan Evelina agar lokasi Alisha tidak menjadi kacau.
"seperti nya kak Velin sudah memprediksi kalau hal ini memang akan terjadi" kata Adrian..
Alisha mengangguk mengerti
"orang yang menganggu ku seperti nya adalah suruhan musuh kak Velin yang sama., mereka kalau bukan keluarga Jezen bisa jadi Verna si wanita ular selingkuhan Alex itu" kata Alisha
"aku juga berfikir demikian" sahut Adrian.
Adrian menatap Alisha setelah selesai membersihkan lecet di tangan Alisha dan mengobati nya.
"aku bisa gila jika mereka sampai meng apa-apa kan mu" kata Adrian seraya menatap Alisha dalam...
Adrian merengkuh kedua belah pipi Alisha dengan kedua tangan nya dan ia mengusap lembut bibir Alisha dengan ibu jari nya.., Adrian melihat sisi bibir Alisha sedikit kemerahan karena efek di lakban oleh para preman..,c-u-p..Adrian memberikan satu ke-cupan singkat di bibir Alisha.
"mulai sekarang kau tak boleh pergi sendirian, aku akan mencarikan bodyguard wanita untuk menemani mu" lirih Adrian
"tidak ada yang berlebihan kalau itu menyangkut keselamatan mu. Kak Velin juga pasti setuju" kata Adrian mantap
"iya, kak Velin juga pernah menyarankan tapi aku yang menolak nya" cerita Alisha sedikit. Hmmm mungkin itu lah alasan nya Kak Velin akhir nya memasang alat penyadap di ponsel ku, batin Alisha mengerti.
"sudah kejadian begini masih mau bandel..?" Adrian melepas kan rengkuhan tangan nya di wajah Alisha, dan mengacak rambut pacar nya itu lembut..
"Lisha...kau mau aku menjadi gila karena sesuatu menimpa mu?" tanya Adrian seraya menatap wajah cantik kekasih nya lekat
"baik lah..terserah mu saja" jawab Alisha lirih, ia tidak bisa melihat Adrian kesal kalau sampai ia tak manut. Lagipula ini juga demi keselamatan nya jadi tak ada yang salah juga jika membawa penjaga wanita, bukan kah jika penjaga seorang wanita ia bisa sekaligus jadi teman juga.
Adrian tersenyum karena Alisha mau menuruti saran baik nya..Alisha selalu merasa luluh dengan senyuman menawan milik Adrian. Jujur saja itu sangat lah mempesona
"sini...aku peluk" Adrian mempersilahkan Alisha masuk ke dalam dada bidang nya yang harum..
Alisha tanpa ragu masuk ke tengah dada Adrian, ia selalu kecanduan bermanja dengan Adrian seperti ini..
"aku sangat mencintai mu Ad.." lirih Alisha
"aku juga.." balas Adrian seraya menge-cup pucuk kepala Alisha dengan rasa kasih sayang yang sangat mendalam.
💙💙💙💙💙💙💙
Sementara itu tiga preman nya berhasil kabur ternyata salah satu adalah bos preman nya
"bos, gimana nih? Darton dan yang lain pada ketangkep..mana misi kita gagal lagi, bayaran kita gagal dong" kata salah satu preman itu pada bos nya.
"kita harus meminta setengah bayaran karena kita sudah berhasil menculik target, kita kan gak menyangka bakal kedatangan orang-orang itu" sahut kepala preman
"apa si nona itu mau bayar kita?" si preman satu nya ragu
"harus mau lah, kita udah bonyok-bonyok begini. Kita adakan kesepakatan sama nona itu. Kita minta bayaran separuh dulu nanti kita susun rencana baru lagi buat culik cewek yang tadi dan kalau kali ini berhasil baru kita minta bayaran full" papar si Bos preman mantap dengan rencana nya.
setelah setengah jam menunggu akhir nya para preman ini bisa juga menghubungi nona yang bayar mereka yang tak lain adalah Verna Amaurin.
"aku gak mau tau ya, aku gak mau bayar kalian..kalian udah gagal" bentak Verna di balik telepon. Ia tak setuju saat preman mengabarkan kegagalan misi dan juga mengajak atur gagasan baru seperti yang bos preman itu rencanakan barusan.
"tidak bisa begitu nona, ini kerja sama kita sejak awal..anda juga harus memikirkan kami, lima anak buah saya tertangkap dan tidak tau nasib nya bagaimana? kami hanya tinggal bertiga dan bonyok-bonyok begini.." bos preman juga berisi keras.
"terserah kalian itu urusan kalian, aku tetap gak setuju bayar kalian setengah pun aku gak mau..kalian gagal ya gagal" jawab Verna judes
"tapi kan setelah anda membayar separuh, saya akan meyusun rencana baru dengan mengajak kawan-kawan saya yang lain nya yang lebih kuat dan banyak. Anda tenang saja nona, kali ini aku yakin akan berhasil.."
"ah,sudah lah..aku gak mau lagi berurusan sama kalian, aku gak mau keluar uang sedikit pun pada sebuah kegagalan !!!" bentak Verna seraya menutup sambungan telepon.