Dibalik Lemahnya Hasrat Suamiku

Dibalik Lemahnya Hasrat Suamiku
DLHS 90


Setelah suplemen berada di tangan mereka, Rangga dan Nara pun keluar dari gedung rumah sakit menuju parkiran.


"Mana kunci mobilnya." Pinta Rangga.


"Aku aja yang bawa mobil." jawab Nara.


"Gak, kamu tadi udah bawa mobil, jadi pulang aku yang bawa mobil." tolak Rangga.


"Tapi aku mau bawa mobil Mas! Udah deh gak usah banyak protes! Kan enak kamu di supirin." balas Nara.


"Ya udah lah terserah, tapi jangan ngebut-ngebutan kayak tadi lagi yah, jantungan aku tau gak!" balas Rangga.


Tadi waktu berangkat, Nara mengendari mobil dengan kecepatan tinggi.


"Perasaan kecepatan normal deh tadi itu." balas Nara yang tak merasa ngebut.


"Itu perasaan kamu, orang kamu nyetir gak liat speedometer." balas Rangga.


"Yah nyetir liat jalanan lah masa mau liat speedometer." balas Nara tak mau kalah sambil masuk ke dalam mobil.


Rangga hanya memutar bola matanya malas lalu masuk ke dalam mobil.


Setelah memakai sabuk pengamannya, Rangga mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi Mama Rena. Rangga sudah tidak sabaran ingin memberitahu Mama Rena kalau Nara hamil kembar empat.


"Nelpon siapa kamu?" tanya Nara.


"Mama. Aku mau kasih tau Mama kalau kamu hamil kembar empat." jawab Rangga.


"Eh... jangan di kasih tau dulu Mas. Nanti aja pas kita di rumah Mama. Biar surprise, aku mau lihat langsung ekspresi Mama." jawab Nara.


Dan ekspresi Tante Erna. lanjut Nara dalam hati.


"Iya juga yah." balas Rangga lalu hendak menutup teleponnya.


"Halo." tapi sayangnya Mama Rena terlanjur mengangkat telepon Ranga.


"Halo Ma." jawab Rangga.


"Kenapa? Kalian udah pulang dari rumah sakit? Terus gimana hasil pemeriksaannya? Bayinya sehat kan?" tanya Mama Rena.


"Satu-satu kenapa nanya Ma." balas Rangga.


"Bayinya sehat. Sekarang kita lagi mau pulang ke rumah, Nara mau istirahat dulu katanya. Mama siapin makanan yang enak-enak yah buat Nara." kata Rangga lagi.


"Oh... kalau itu sih udah pasti. Nara mana? Mama mau ngomong sama dia."


Rangga pun menyalakan pengeras suara dan menyodorkan ponsel ke dekat Nara. Nara tidak bisa memegang ponsel karena dia sedang menyetir.


"Ada yang pengen kamu makan gak Sayang? Biar Mama yang masakin langsung." tanya Mama Rena.


"Um... Nara mau makan gudeg sama ayam betutu buatan Mama." jawab Nara.


"Beres, Mama akan buatin gudeg dan ayam betutu khusus buat kamu." jawab Mama Rena.


"Makasih yah Ma." balas Nara.


"Ma, Mama gak nanya Rangga mau makan apa?" tanya Rangga.


"Gak usah! Emangnya kamu yang hamil!" balas Mama Rena.


"Ya paling gak kasih hadiah lah biar walet Rangga karena udah berhasil memuntahkan air liur terbaiknya." balas Rangga.


"Ngapain! Gara-gara walet kamu yang bikin ulah kemaren, Mama hampir kehilangan menantu kesayangan Mama! Udah gak usah banyak maunya kamu! Jaga baik-baik menantu dan calon cucu Mama. Mama mau kepasar dulu mau beli bahan-bahan buat bikin gudeg dan ayam betutu!" balas Mama Rena lalu menutup teleponnya sepihak.


"Haish, sebenarnya yang anak kandungnya Mama itu kamu atau aku sih. Perasaan aku selalu di nomor duakan." dumel Rangga.


"Cemburu nih yeh..." balas Nara mengejek.


💋💋💋


Pukul 19.00


Rumah Mama Rena.


Kini Rangga dan Nara sudah sampai di rumah Mama Rena.


Para keluarga yang lain juga sudah ada yang datang. Tinggal menunggu Tante Erna dan suaminya serta keluarga dari almarhum suami Mama Rena.


Walau suami Mama Rena sudah meninggal, tapi Mama Rena tidak pernah lupa mengundang keluarga almarhum suaminya kalau dirinya membuat acara.


Saat melihat Nara datang bersama Rangga bahkan Rangga menggenggam erat tangan Nara, jelas saja itu membuat tanda tanya besar para Tante.


Kok bisa? Bukannya mereka mau bercerai? Kok sekarang Nara ada di acara ini?


Begitulah bisik-bisik para Tante.


Mama Rena tidak memberitahu kepada keluarganya kenapa tiba-tiba menyuruh mereka berkumpul. Dan saat ditanya ada acara apa, Mama Rena hanya menjawab nanti juga tahu.


Disuruh datang yah mereka datang, apalagi diantara semua keluarga, Mama Rena lah yang paling kaya, jadi mereka manggut-manggut saja saat Mama Rena menyuruh mereka datang.


💋💋💋


Bersambung...