Dibalik Lemahnya Hasrat Suamiku

Dibalik Lemahnya Hasrat Suamiku
DLHS 30


Singapura.


Rumah Sakit.


Sebelum melakukan program kehamilan, Rangga dan Nara diminta untuk pengambilan sampel. Bukan hanya sampel benih Rangga dan sel telur Nara, tapi sampel darah dan pemeriksaan seluruh tubuh juga Nara dan Rangga lakukan.


Setelah pengambilan sampel dan pemeriksaan lainnya, kini Rangga dan Nara kembali keruangan dokter untuk konsultasi dengan sang dokter. (Konsultasi-nya ceritanya pake bahasa Inggris yah, tapi tenang aja langsung othor terjemahan ke bahasa Indonesia. 🤭🤭)


"Jadi hasil-nya kapan keluar dok?" tanya Nara.


"Paling cepat satu Minggu, karena banyak sekali sampel yang masuk tiga hari terakhir ini. Kami tidak hanya memeriksa kualitas dan kuantitas benih Bapak dan Ibu, tapi tim laboratorium juga harus memeriksa hasil pemeriksaan tubuh kalian untuk mencari tau masalah yang sebenarnya. Karena banyak kejadian hasil benih dan sel telur subur dan baik-baik saja tapi ternyata punya masalah di organ yang lainnya yang berpengaruh untuk pembuahan." jawab dokter.


Nara dan Rangga hanya mengangguk-anggukkan kepala mereka mendengar jawaban dokter.


"Jadi nanti kalau kami sudah tahu masalah-nya, sebelum program kehamilan, hal yang pertama kami lakukan adalah pemulihan di bagian titik yang bermasalah. Kalau memang salah satu benih kalian yang bermasalah, yah si pemilik benih yang bermasalah itu yang harus melakukan program kesuburan dulu, kalau ada organ yang bermasalah, kita perbaiki dulu organ yang bermasalah itu." kata dokter lagi.


"Apa ada yang mau ditanyakan lagi?" tanya dokter.


"Mmm... apa kami bisa melakukan hubungan suami-istri, dok atau kami harus menunggu hasil tes keluar baru boleh?" tanya Nara.


"Selagi belum ada aba-aba dari saya, kalian bebas melakukan hubungan suami-istri." jawab dokter.


"Apa adalagi?" tanya dokter itu.


"Oh... iya dok, akhir-akhir ini suami saya bermasalah dengan eja.kulasi-nya..."


Sontak Rangga langsung menoleh kearah Nara dan memberi kode dengan mata-nya agar Nara tidak membicarakan masalah itu dengan dokter. Tapi Nara tidak menghiraukan kode dari Rangga dan terus saja bicara.


"... biasanya suami saya ini bisa lebih dari lima menit untuk sampai pelepasannya tapi akhir-akhir ini hanya bertahan satu menit saja. Bukan hanya itu saja dok, suami saya ini juga terlihat tidak lagi bergairah untuk berhubungan intim dengan saya. Apa itu tidak masalah untuk program hamil?" tanya Nara.


Rangga hanya tertunduk malu.


"Hal itu biasa terjadi pada laki-laki kalau laki-laki mengalami stress atau kelelahan. Saran saya, Bapak istirahat dulu kalau lelah kalau penat karena pekerjaan, refreshing dulu dan yang paling penting ceritakan pada istri masalah yang sedang Bapak hadapi, agar bebannya tidak Bapak tanggung sendiri." jawab dokter.


"Nara! Kok kamu bilang gitu sih!" protes Rangga.


"Nanya aja Mas." jawab Nara.


"Kalau dari informasi yang Ibu berikan tadi saya rasa tidak. Karena laki-laki kalau sudah jajan di luar, gairahnya pada istri memang menurun tapi eja.kulasi-nya malah akan lama saat berhubungan suami-istri. Tapi Ibu bilang suami Ibu eja.kulasinya cepat dan gairah-nya menurun, jadi menurut saya yah karena suami Ibu ini sedang stress. Tapi kalau Ibu tidak yakin dengan suami Ibu, kita bisa melakukan pemeriksaan lainnya untuk memastikan suami Ibu jajan di luar atau tidak." balas dokter.


"Ah... gak usah dok, saya yakin kok dengan suami saya." tolak Nara.


"Ya sudah dok, terimakasih atas konsultasi hari ini." ucap Nara.


"Nanti tim saya akan mengirimkan hasil tes-nya pada Ibu lewat email dan Ibu akan mengisi formulir lagi kapan kita bisa mulai program selanjutnya." balas dokter.


"Siap dok." balas Nara.


Nara dan Rangga pun bersalaman dengan sang dokter lalu keluar dari ruangan dokter.


"Kamu apa-apaan sih Nara kok nanya gitu sama dokter?! Kamu sengaja mempermalukan aku, hah?" omel Rangga.


"Siapa yang mempermalukan sih Mas? Itu kan dokter kandungan, yah wajar dong kalau aku nanya gitu, namanya aja lagi konsultasi!" balas Nara.


"Kecuali aku ngomong gitu sama manajer aku, nah itu baru salah!" lanjut Nara.


Rangga tidak membalas kata-kata Nara, tapi dari wajah-nya terlihat Rangga sangat kesal pada Nara.


Maklum saja kalau Rangga sedang sensitif sekarang, karena begitu sampai Singapura, Rangga mendapat pesan dari Erika kalau perut Erika sakit lagi dan Erika menghubungi Mama Rena tapi Mama Rena malah memaki-nya. Karena itulah sekarang pikiran Rangga menjadi bercabang dan jadi sangat sensitif dan mudah tersinggung, ia sangat khawatir dengan kandungan Erika.


💋💋💋


Bersambung...