Dibalik Lemahnya Hasrat Suamiku

Dibalik Lemahnya Hasrat Suamiku
DLHS 74


Keesokan harinya.


Hari ini Rangga sudah di perbolehkan pulang, yah walaupun dokter masih melarang Rangga untuk menggunakan tangan kanannya.


Tau hari ini Rangga pulang, Mama Rena sebenarnya ingin pergi ke rumah sakit menjemput Rangga, tapi Rangga melarang Mama-nya untuk datang. Karena kalau Mama Rena nanti Nara malah menyuruh Rangga untuk pulang ke rumah Mama Rena.


Kini Rangga dan Nara sudah berada di dalam mobil Nara.


"Aku anter ke rumah Mama yah." ucap Nara sambil memakaikan sabuk pengamannya.


"Kok ke rumah Mama? Kenapa gak ke rumah kita aja?" tanya Rangga.


"Kalau kamu di rumah, siapa yang mau jagain kamu. Besok aku kerja! Kalau di rumah Mama kan ada Mama dan Mbak-Mbak." jawab Nara.


Rangga hanya menghela nafasnya lemas, rencana A-nya gagal. Tapi untungnya Rangga sudah menyiapkan rencana B.


Nara pun menyalakan mesin mobilnya lalu melajukan mobilnya keluar dari area rumah sakit.


💋💋💋


Rumah Mama Rena.


Sampailah mobil Nara di depan rumah Mama Rena.


"Tumben pintu pagernya di tutup?" lirih Nara pelan namun masih bisa di dengar oleh Rangga.


Nara pun membunyikan klakson mobilnya agar satpam rumah Mama Rena membukakan pintu gerbang.


Tak lama pintu gerbang pun terbuka dan Nara pun langsung memasukkan mobilnya ke halaman rumah.


Mobil pun berhenti.


Nara melihat pintu rumah Mama Rena semua tertutup bahkan mobil Mama Rena juga tidak ada di garasi.


"Mama gak ada dirumah? Kok sepi banget rumah?" lirih Rangga sambil melirik Nara yang nampaknya juga bertanya-tanya seperti Rangga.


Nara dan Rangga pun keluar dari dalam mobil.


"Mang..." panggil Rangga pada satpam yang berjaga.


Satpam pun berlari kecil menghampiri Rangga dan Nara.


"Iya Pak." tanya satpam.


"Mama mana, Pak? Kok semua pintu tertutup?" tanya Rangga.


"Oh... Ibu sama semua ART pergi ke Sukabumi, Pak. Ponakannya si Surti nikahan besok lusa jadi Ibu sama yang lain pergi ke Sukabumi buat bantu-bantu." jawab si satpam.


"Tumben rajin banget Mama mau bantu-bantu langsung?" balas Rangga sambil melirik Nara.


Padahal ini lah rencana B nya Rangga kalau Nara kekeh membawa Rangga ke rumah Mamanya. Rangga menyuruh Mamanya untuk mengosongkan rumah dan pergi entah kemana selama tiga atau empat hari, bahkan kalau bisa sampai bahu Rangga sembuh.


"Terus kapan pulangnya Pak?" tanya Nara.


"Wah kalau itu gak tau Bu, soalnya Bu Rena gak bilang apa-apa juga tadi pagi." jawab si satpam.


"Coba kamu telepon Mama, Mas. Tanya Mama kapan pulang." perintah Nara.


"Hape aku mana?" Rangg meminta ponselnya.


Nara pun mengeluarkan ponsel Rangga dari dalam tasnya kemudian menyodorkannya pada Rangga.


"Berapa password-nya?" tanya Nara.


"Masih sama kayak yang dulu, tanggal kita pacaran dulu." jawab Rangga.


Nara pun langsung mengetik enam angka tanggal pacaran mereka dulu.


Layar ponsel pun terbuka. Begitu layar ponsel terbuka, Nara di sambut dengan foto pernikahannya dengan Rangga.


Nara terdiam sejenak melihat foto itu. Rangga yang sejak tadi memperhatikan Nara, tersenyum tipis melihat ekspresi Nara.


Setelah beberapa detik, Nara pun tersadar dari lamunannya lalu memberikan ponsel itu pada Rangga.


Rangga pun mencari nomor Mamanya lalu menekan tombol memanggil, tak lupa Rangga menyalakan pengeras suara agar Nara juga mendengar percakapannya dengan Mama Rena. Agar Nara tidak curiga kalau ini hanyalah akal-akalan Rangga.


Setelah beberapa kali bunyi nada sambung, Mama Rena pun menjawab teleponnya.


"Halo Ga." jawab Mama Rena.


"Halo Ma, Mama dimana? Aku sama Nara udah di rumah Mama sekarang tapi satpam bilang Mama pergi ke Sukabumi sama semua ART." tanya Rangga.


"Iya, ini baru nyampe. Kenapa?" jawab Mama Rena.


"Mama gak tau kalau hari ini Rangga keluar dari rumah sakit?"


"Iyakah???? Mama mana tau Ga, kamu sama Nara juga gak bilang apa-apa sama Mama, yah mana Mama tau."


"Ya kita pikir kan Mama gak bakalan kemana-mana. Terus ini gimana Ma, Nara gak mau jaga Rangga karena besok harus kerja, Mama juga gak ada dirumah, terus yang urus Rangga siapa?" tanya Rangga dengan wajah yang dibuat semenyedihkan mungkin.


"Ya udah lah kamu tinggal di rumah aja sendiri dulu, terus kalau mau makan tinggal pesen online. Kalau mau ke kamar mandi minta tolong aja sama satpam." jawab Mama Rena.


"Memangnya Mama kapan pulang?" tanya Rangga.


"Ya mungkin dua atau tiga hari lagi Mama pulang." jawab Mama Rena.


"Ya udah deh. Rangga di rumah aja sendirian kalau gitu. Kunci rumah ada kan sama satpam?"


"Iya, ada, minta aja sama satpam. Tapi kamu masuknya dari pintu samping aja yah, pintu samping kan gak terlalu berat." jawab Mama Rena.


"Ya udah. Udah yah Ma, Rangga tutup teleponnya." balas Rangga.


Rangga pun menutup teleponnya.


"Kamu pulang aja, aku bisa sendiri di rumah." ucap Rangga pada Nara dengan wajah memelas.


"Pak, mana kunci rumah, saya mau masuk, mau istirahat dulu." kini Rangga berbicara pada si satpam.


"Baik Pak, sebentar saya ambil dulu." jawab si satpam.


"Jangan Pak. Biar kami pulang aja kerumah kami." cegah Nara. Nara tidak tega membiarkan suaminya tinggal sendirian di rumah Mama Rena.


"Ayo Mas, kita pulang aja kerumah, nanti kalau Mama udah pulang baru aku anter lagi kamu kesini." ucap Nara lalu masuk lagi kedalam mobil.


Rangga pun tersenyum tipis lalu memberi jempol pada Pak Satpam sebagai rasa terimakasihnya karena sudah bekerja sama dengannya.


💋💋💋


Bersambung...