Dibalik Lemahnya Hasrat Suamiku

Dibalik Lemahnya Hasrat Suamiku
DLHS 45


"Udah selesai dramanya?" tanya Nara sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


"Ra-"


"Mas, aku udah denger penjelasan kamu, sekarang kamu keluar karena aku mau tidur. Aku gak sudi tidur sekamar sama kamu." potong Nara.


Rangga menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghelanya perlahan, Rangga sangat tahu Nara, percuma memaksa Nara untuk memaafkannya malam ini apalagi Nara masih dalam keadaan yang sangat emosi, itu tidak akan berhasil. Mau tidak mau Rangga pun berdiri dari posisi berlututnya.


"Oke, aku pergi. Aku akan biarkan kamu untuk memikirkan kembali keputusan kamu, Ra. Aku harap kamu bisa memberikan aku kesempatan sekali lagi. Aku cinta sama kamu, Ra, selamanya hanya kamu perempuan yang aku cintai." ucap Rangga. Setelah mengatakan itu, Rangga pun keluar dari dalam kamar.


Melihat Rangga keluar dari dalam kamar, Mama Rena pun langsung menghampiri Rangga.


"Gimana? Nara maafin kamu gak?" tanya Mama Rena dan di jawab dengan gelengan kepala oleh Rangga.


"Sini biar Mama coba bujuk Nara." ucap Mama Rena dab hendak berjalan menuju pintu kamar. Tapi dengan cepat Rangga menahan tangan Mamanya.


"Biarkan Nara sendiri dulu, Ma. Rangga tau banget Nara orangnya gimana, percuma bujuk dia sekarang disaat hatinya sedang panas-panasnya, biarkan Nara tenang dulu sekarang, besok Rangga akan coba lagi." ucap Rangga.


"Tapi kalau besok dia masukin gugatan gimana? Mama gak mau kalian pisah, Rangga!"


"Rangga juga gak mau pisah Ma sama Nara! Kalaupun besok Nara masukin gugatan, kan belum langsung sidang, masih banyak proses lagi, jadi doain aja, semoga aja dalam proses itu Nara berubah pikiran."


"Terserah kamu lah Ga! Ini semua gara-gara kamu gak pernah mau denger kata-kata Mama! Udah Mama bilang jangan sering-sering temui perempuan itu biar Nara gak curiga, sekarang apa? ketauan kan!" omel Mama Rena.


"Iya Ma, Rangga salah, Rangga memang bodoh. Maafin Rangga udah kecewain Mama." ucap Rangga.


"Rangga nyesel Ma, Rangga nyesel, Rangga takut kehilangan Nara, Ma." ucap Rangga sambil menangis dalam pelukan Mama Rena.


Mama Rena yang kesal dengan Rangga pun meluluh, ia pun membalas pelukan Rangga dan mengelus punggung Rangga.


"Semua sudah terjadi Rangga, harusnya dari awal kita memberitahu Nara. Kalau Nara tahu dari awal mungkin rasa kecewa Nara tidak sebesar ini. Sekarang kita berdoa saja semoga hati Nara bisa luluh dan memberikan kamu kesempatan kedua." ucap Mama Rena menguatkan Rangga.


Setelah melihat Rangga sudah lebih tenang, Mama Rena pun pamit pulang. Tadinya Mama Rena mengajak Rangga untuk pulang bersamanya, tapi Rangga menolak karena tetap ingin berada satu atap dengan Nara, jadinya Mama Rena pulang sendiri ke rumahnya sedangkan Rangga terpaksa tidur di kamar tamu.


Di dalam kamar.


Setelah Rangga keluar dari kamar, Nara pun langsung masuk ke kamar mandi dan menenangkan dirinya dengan berendam di dalam bathub. Sambil berendam Nara menangis sejadi-jadinya kala mengingat perjalanan cintanya dengan Rangga yang penuh perjuangan.


Nara ingat betul bagaimana dulu Rangga mengejar cintanya. Sepuluh tahun yang lalu, saat Nara pertama kali bertemu dengan Rangga, dulu Rangga adalah pecandu berat alkohol bahkan juga seorang pemakai narko.ba. Mengetahui itu, Nara pun berulang kali menolak Rangga walaupun saat itu Rangga sudah menjadi pria yang mapan karena sudah memiliki bisnis jual-beli mobil impor yang saat itu sedikit pengusaha yang melirik bisnis di dunia itu, karena itulah bisnis Rangga itu cepat berkembang pesat. Tapi tetap saja kesuksesan Rangga secara finansial tidak bisa meluluhkan hati Nara yang notabene bukan gadis matre, untuk apa harta melimpah kalau punya pasangan pemabuk dan pemakai narko.ba, ujung-ujungnya semua harta itu akan ludes.


Hingga suatu hari saat Nara sudah sangat lelah karena Rangga terus mengejarnya, Nara pun membuat tantangan pada Rangga, kalau Rangga bisa berhenti meminum minuman beralkohol dan tidak lagi memakai narko.ba serta berhasil menaikkan berat badan Rangga sebanyak sepuluh kilo dalam waktu tiga bulan, maka Nara akan menerimanya, karena dulu tubuh Rangga sangat kurus, kantung mata ya gelap seperti zombie, wajahnya juga tidak segar. Siapa sangka, semua tantangan yang Nara berikan berhasil Rangga penuhi. Dari situlah Nara yakin kalau Rangga sangat serius dengannya. Nara pun menerima Rangga dan mulai membuka hatinya untuk Rangga.


Melihat Rangga sudah berubah, Mama Rena pun sangat berterimakasih dengan Nara, karena selama ini Mama Rena sudah berusaha mengobati penyakit Rangga itu tapi tidak pernah bisa. Tapi berkat Nara, kini Rangga sudah kembali ke jalan yang benar. Mama Rena pun sangat menyetujui hubungan Rangga dan Nara.


Mengingat betapa gigihnya dulu Rangga mengejar cinta Nara, Nara sangat sedih karena sekarang perjalanan cinta mereka yang sudah berjalan kurang lebih sepuluh tahun harus kandas karena pengkhianatan Rangga.


💋💋💋


Bersambung...