Dibalik Lemahnya Hasrat Suamiku

Dibalik Lemahnya Hasrat Suamiku
DLHS 51


Mama Rena pun berlalu dari hadapan Rangga dan berjalan mendekati Erika yang sedang di kerubungi para Tante.


"Perhatian semuanya..." tiba-tiba saja suara Nara menggelegar memenuhi rumah Mama Rena.


Sontak semua orang yang ada di ruang tengah pun menoleh kearah Nara yang sedang berjalan dari ruang tamu menuju ruang tengah.


Melihat sosok Nara, Erika yang sudah diatas awan karena merasa memenangkan permainan tersenyum remeh melihat sosok Nara. Erika sama sekali tidak gentar dengan kehadiran Nara, dalam pikiran Erika kalau keluarga Rangga tau sekarang dirinya sedang mengandung anak Rangga, pasti saudara-saudara Mama Rena akan membela Erika dan menghujat Nara.


Sangking menggelegarnya suara Nara itu pun sampai ketelinga Rangga yang hendak naik kembali ke lantai atas.


Mendengar suara Nara, Rangga yang sudah ada di pertengahan anak tangga pun langsung cepat-cepat turun.


"Nara..." lirih Rangga saat melihat Nara.


"Hai Mas..." sapa Nara dengan senyum penuh arti.


"Ka-ka-kamu ngapain disini?" tanya Rangga.


"Kenapa memangnya Mas? Aku masih bagian dalam keluarga ini kan? Atau kamu sudah mempublikasikan hubunganmu dengan gundik mu itu." Nara malah bertanya balik sambil melirik Erika.


Sontak para Tante pun saling berbisik.


"Bu-bukan begitu Sayang. A-"


"Gak pa-pa kok Mas, aku ngerti." potong Nara sambil berjalan mendekati Rangga lalu menepuk pundak Rangga kemudian berjalan menghampiri Erika yang ada di tengah-tengah para Tante.


"Wow totalitas sekali kamu yah jadi ja.lang!" sindir Nara sambil melihat Erika dari ujung kaki sampai ujung rambut.


"Jaga ucapan kamu Nara! Erika ini tamunya mertua kamu, masa kamu bicara begitu sama tamunya mertua kamu!" tegur Tante Erna, si Tante yang paling julid.


"Oh... Masih jadi tamu, memangnya ja.lang ini belum memperkenalkan dirinya sama kalian semua?" tanya Nara sambil memberi tatapan sinis pada Erika.


"Nara, cukup yah kamu menghina aku!" bentak Erika.


Nara berdecih.


"Ya udah kalau begitu perkenalkan diri kamu di depan keluarga ini." ucap Nara.


"Baik, aku akan memperkenalkan diri aku ke keluarga ini, keluarga calon suami aku dan ayah dari anak yang sedang aku kandung!" jawab Erika menerima tantangan Nara.


"Maksud Nak Erika apa yah?" tanya Tante Erna dengan suara yang lembut.


Sebenarnya para Tante sudah dapat menebak kalau Erika ini adalah selingkuhan Rangga dari percakapan awal Nara dan Rangga dan sekarang tebakan mereka ada semakin di pertegas oleh ucapan Nara.


"Sebenarnya-"


"Stop!!" teriak Rangga.


Rangga pun berjalan menghampiri Erika.


"Kamu jangan ngomong yang macem-macem yah di keluarga ini, kamu itu bukan siapa-siapa dan gak akan pernah jadi bagian dari keluarga ini! Paham kamu!" ucap Rangga membentak Erika.


"Maksud kamu ngomong gitu apa Mas?! Aku ini lagi hamil anak kamu loh dan kita udah buat kesepakatan hitam diatas putih, Nara juga udah lihat kan surat perjanjian yang kita buat!" balas Erika.


"Diam kamu! Surat perjanjian itu gak sah karena kamu ngejebak aku!" balas Rangga.


"Denger yah, sampai kapan pun aku gak akan pernah nikahin kamu, istri aku sampai aku mati hanya Nara, titik!" kata Rangga lagi.


Erika pun berakting menangis.


"Kamu jahat Mas! Sebelum Nara tau soal perselingkuhan kita, kamu kasih aku harapan dan janji akan menikahi aku, kita akan membina bahtera rumah tangga yang bahagia bersama anak-anak kita, makanya saat kamu bilang ingin menjenguk anak mu, aku memberikan mu izin, tapi sekarang setelah Nara tau perselingkuhan kita, kamu lupakan semua janji-janji kamu itu Mas dan malah memfitnah aku!" ucap Erika sambil menangis.


"Aku ini sedang hamil anak kamu Mas, tapi kenapa kamu malah memperlakukan aku seperti ini! Okelah kalau kamu tidak ingin menikahi ku, aku tidak masalah asalkan jangan kamu sia-siakan anak ini, ini darah daging kamu Mas, darah daging yang akan kamu bisa dapatkan bersama dengan Nara." kata Erika lagi sekalian merendahkan Nara.


Mendengar kata-kata Erika, Mama Rena sebenarnya muak dan ingin sekali menjambak lalu menjahit mulut Erika, tapi melihat Nara yang terlihat santai, Mama Rena pun mencoba menahan emosinya.


Sedangkan dari tempat duduknya, Nara hanya tersenyum sinis mendengar drama yang sedang Erika mainkan. Ia membiarkan Erika menghina dirinya terlebih dahulu karena pembalasan yang akan Nara berikan sebentar lagi jauh lebih kejam dari penghinaan yang keluar dari mulut Erika.


💋💋💋


Bersambung...