
Kantor Rangga.
Kini Rangga sudah berada di ruang kerjanya.
Bukannya bekerja, Rangga malah sibuk mencari toko bunga yang bagus dengan rate bintang lima. Rencananya Rangga ingin mencoba meluluhkan hati Nara dengan mengirimkan bunga.
Toko bunga dengan rate bintang lima pun Rangga dapatkan, Rangga pun langsung menghubungi toko itu dan memesan satu buket bunga berukuran jumbo untuk dikirim ke kantor Nara.
Pemesananan pun berhasil, sekarang Rangga tinggal menunggu pihak toko mengirimkan bukti pengiriman.
Sambil menunggu bukti pengiriman dari pihak toko, Rangga pun lanjut mencari restoran untuk mengajak Nara candle light dinner.
Saat sedang mencari restoran tiba-tiba saja Rangga teringat tentang ucapan Nara yang mengatakan kalau dirinya masih bisa punya anak asalk mengikuti terapi.
Rangga menghela nafasnya kasar, lalu meletakkan ponselnya diatas meja kemudian menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.
"Apa aku ikut terapi aja yah? Nara kan pengen banget punya anak. Aku yakin dengan hadirnya anak pasti hati Nara akan luluh." gumam Rangga.
"Tapi percuma juga kalau aku terapi, kan aku gak bisa berhubungan badan sama Nara, gimana mau nanam benih kalau kayak gitu?!" gumam Rangga lagi.
"Ah... biarlah, pokoknya aku ikut terapi aja dulu. Urusan tanam benih nanti aja di pikirin lagi gimana caranya." gumam Rangga lagi.
Rangga pun membuka email yang pernah Nara kirimkan padanya dimana di email itu tertera nomor untuk menghubungi rumah sakit.
💋💋💋
Kantor Nara.
Semua mata karyawan yang di lantai dua langsung tertuju pada satpam yang baru naik ke lantai dua. Karena saat ini satpam itu membawa satu buket bunga berukuran jumbo.
"Wuih... bunga untuk siapa itu Pak Ikhsan?" tanya Beno.
"Untuk Bu Nara, Pak." jawab Pak Ikhsan.
Nara yang baru keluar dari kamar mandi dan tidak tau apa-apa soal kiriman bunga itu pun ikut tercengang melihat buket bunga yang sangat besar itu apalagi bunga-bunga yang terangkai di dalamnya bunga-bunga yang Nara sukai. Tapi Nara tidak mengira kalau buket bunga ukuran jumbo itu untuk dirinya.
"Nah itu Bu Nara." ucap Pak Beno sambil menunjuk Nara yang sedang berjalan mendekati Pak Ikhsan.
"Kenapa cari saya Pak?" tanya Nara.
"Dari siapa?" tanya Nara.
"Gak tau juga Bu. Ini tolong tanda tangan, kurirnya nunggu di bawah soalnya." jawab Pak Ikhsan.
Tanpa melihat siapa yang mengirimkan bunga itu untuknya, Nara langsung menandatangi begitu saja bukti penerimaan.
Setelah menandatangani bukti penerimaan itu, Pak Ikhsan pun langsung turun ke bawah. Begitu Pak Ikhsan turun, Indah, Arsi dan Hilda, karyawan wanita yang ada di lantai itu pun langsung menghampiri Nara.
"Cie Mbak Nara dapet kiriman bunga dari Mas Suami yah?" goda Indah.
Nara hanya membalas dengan senyuman kecut. Kalaupun memang benar itu dari Rangga, Nara sama sekali tidak senang dan terharu dengan kiriman bunga dari Rangga itu.
Nara pun mengambil lalu membuka amplop yang terselip di sela-sela bunga. Dan benar saja yang di katakan Indah kalau itu kiriman bunga dari Rangga.
"Cie Mbak Nara, dapet kiriman bunga dari Mas Suami..." goda Indah.
Nara kembali tersenyum kecut.
"Hari anniversary kah Mbak?" tanya Hilda.
"Gak kok." jawab Nara jadi salah tingkah.
"Romantis banget suami Mbak Nara kalau begitu, gak anniversary saja ngirimin bunga segede gaban." celetuk Arsi.
"Romantis apaan, memangnya masih jaman ngirimin buket bunga? Sekarang jamannya ngirimin buket uang." jawab Nara.
"Kan kalau uang Mas Suami udah tinggal transfer Mbak. Jaman sekarang laki-laki jarang-jarang loh ngirimin buket bunga kayak gini kalau lagi gak ada maunya. Biasanya laki-laki ngirimin begini kalau dia mau PDKT sama perempuan incerannya atau mau ngelamar kekasihnya. Setelah itu mah boro-boro Mbak, jangankan inget anniversary, inget bales pesan kita aja juga gak." balas Arsi.
"Ck. Kayaknya kamu lagi curhat yah Si?!" ejek Nara.
"Udah ah, kerja, kerja, kerja." kata Nara lagi.
Indah, Arsi dan Hilda pun kembali ke meja kerjanya sedangkan buket bunga itu karena ukurannya terlalu besar dan sangat sumpek kalau di taro di meja kerja Nara, Nara pun meminta OB untuk mengurainya dan memasukkan bunga-bunga itu kedalam vas bunga.
💋💋💋
Bersambung...