
"Umm.... Kalian lihat disini ada empat kantong?" jawab dokter Wira sambil menunjukkan empat lingkaran.
"Memangnya kenapa kalau ada empat kantong dok? Apa kandungan istri saya bermasalah?" tanya Rangga cemas. Begitu juga dengan Nara, meski tak mengeluarkan suara, tapi tatapan Nara juga menunjukkan kecemasan.
"Tidak, sama sekali tidak bermasalah." jawab dokter Wira sambil tersenyum. Perawat yang ada di ruangan itu juga ikut tersenyum.
"Empat kantong ini tandanya, kalian akan memiliki anak kembar empat." kata dokter Wira lagi.
Mata Rangga dan Nara sontak membulat.
"A-apa dok? Ke-ke-kembar empat?" tanya Nara, bibirnya sampe bergetar menanyakan itu. Sedangkan Rangga, ia masih mematung tak percaya kalau kali ini air liur si walet berhasil jadi sekali empat.
"Mmm..." jawab dokter Wira sambil menganggukkan kepalanya.
"Mas... Mas Rangga, gimana ini Mas? Kita akan punya anak kembar empat." tanya Nara sambil menangis, sangking senangnya tubuh Nara sampai bergetar hebat.
Perlahan Rangga menoleh ke arah Nara.
"Kok kamu nangis Sayang? Yah harusnya kita seneng dong kita akan punya anak kembar empat." jawab Nara.
"Tapi aku takut Mas, aku takut gak bisa ngurus mereka semua, aku aja belum pernah ngerasain ngurus anak satu kali pun, ini udah di kasih kepercayaan sekali empat. Tuhan kok baik banget sama aku yah Mas, aku minta satu di kasih empat." balas Nara.
"Itu buah dari kesabaran dan perjuangan kamu, Nara." sahut dokter Wira.
"Kamu tenang aja Sayang, kan ada aku, ada Mama dan nanti aku akan cariin baby sitter untuk bantu kamu urus anak-anak kita. Jadi gak ada yang perlu kamu takutin. Kamu istri hebat dan aku yakin kamu juga akan menjadi ibu yang hebat." balas Rangga lalu memeluk Nara.
"Huwaaaa... Aku bahagia Mas, aku bahagia." ucap Nara sambil menangis dalam pelukan Rangga.
Dokter Wira membiarkan Nara dan Rangga saling meluapkan rasa haru dan bahagia mereka. Perawat pun ikut meneteskan air mata karena terharu melihat Nara dan Rangga.
Setelah beberapa menit memberi ruang untuk Rangga dan Nara meluapkan kebahagiaan mereka, dokter Wira pun melanjutkan pemeriksaan pada Nara.
Setelah USG dan melihat empat janin dalam keadaan sehat, mereka kembali ke meja dokter.
"Apa ada keluhan? Seperti mual, muntah, pusing, lemas?" tanya dokter Wira.
"Gak ada dok." jawab Nara.
"Hebat kamu." balas dokter Wira.
"Biasanya anak pertama, si ibu akan merasakan mual dan muntah yang parah bahkan ada yang sampai harus bed rest." kata dokter Wira.
"Saya juga gak tau dok, tapi saya bener-bener gak merasakan semua itu. Kalau saja saya gak sadar saya gak haid-haid, mungkin saya gak akan tau kalau sekarang saya sedang hamil." jawab Nara sambil mengelus perutnya.
"Sepertinya anak kalian tidak mau menyusahkan Mamanya karena mereka tau bagaimana perjuangan orangtuanya untuk menghadirkan mereka." balas dokter Wira.
"Tapi ada yang aneh dok." ucap Rangga membuka suara.
"Apa?" tanya dokter Wira.
Sedangkan Nara, ia menoleh ke arah Rangga dengan tatapan bingung.
Aneh? Nara merasa tidak ada yang aneh dalam dirinya.
"Istri saya jadi suka pake baju saya. Ini lihat, kaos yang di pakai punya saya, bahkan celana yang di pakai juga punya saya, sampe di penitiin malah dok biar gak kedodoran, topi ini juga punya saya. Padahal bajunya seabrek di lemari. Tapi dia bilang semuanya gak bagus dan gak cocok sama dia. Apa ada ibu hamil yang seperti itu juga dok?" tanya Rangga.
"Hish Mas Rangga, gitu aja pake di kasih tau! Malu tau! Memang aku ngerasa gak cocok kok!" protes Nara.
Dokter Wira terkekeh kecil.
"Itu namanya ngidam. Mungkin sekarang Nara ngidamnya pengen pake barang-barang suaminya." jawab dokter Wira.
OOO... Rangga dan Nara kompak membulatkan mulut mereka.
"Ada juga ibu hamil yang ngidamnya makanan ada yang gak suka dengan bau suaminya, ada yang bawaannya pengen nempel terus sama suaminya, dan masih banyak lagi ngidamnya ibu hamil yang di luar nalar. Intinya, selagi ngidamnya tidak membahayakan untuk janinnya, yah gak pa-pa diikutin aja." kata dokter Wira lagi.
"Kalau nanti ngidamnya mau beli mobil atau tas branded apa harus di turutin juga? Katanya kalau ibu hamil ngidamnya gak di turutin anaknya bakal ileran. Emang bener itu dok?" tanya Rangga.
Dokter Wira terkekeh.
"Kalau kamu mampu membelikan mobil, tas branded atau berlian yah kenapa enggak, toh itu kan juga investasi, gak bakalan rugi. Kalau soal anak bakal ileran karena ngidam gak di penuhi itu sebenarnya hanya mitos, karena semua anak pasti akan ileran di rentang usia tertentu, nanti setelah enam bulan sampai satu tahun juga tidak lagi." jawab dokter Wira.
"Yang fakta itu, kalau ibu hamil sedih dan anak dalam kandungan ikutan sedih. Jadi alangkah baiknya saat istri hamil di jaga moodnya agar tetap bahagia." lanjut dokter Wira.
"Oh begitu, baik dok, saya paham." balas Rangga.
"Ini saya resepkan suplemen untuk ibu hamil, suplemen ini kandungannya sudah lengkap, ada asam folat, ada penambah darah, ada penambah selera makan dan masih banyak lagi yang di butuhkan untuk ibu hamil." ucap dokter Wira sambil menuliskan resep.
"Kamu harus banyak makan, karena sekarang kamu bukan hanya kasih makan diri kamu sendiri, tapi ada empat janin yang harus mendapatkan nutrisi. Jadi perhatikan makanan yang kamu makan, boleh makan junkfood asal jangan berlebihan. Oke." kata dokter Wira pada Nara.
"Baik dok." balas Nara.
Dokter Wira pun memberikan resep itu pada Nara. Setelah resep di tangan, Nara dan Rangga pun keluar dari ruangan dokter.
💋💋💋
Bersambung...