Dibalik Lemahnya Hasrat Suamiku

Dibalik Lemahnya Hasrat Suamiku
DLHS 86


Dua Minggu berlalu sudah, Rangga dan Nara kini sudah kembali ke Jakarta.


Semua rangkaian terapi juga sudah Rangga jalankan dan tinggal menunggu hasil dari kerja keras Nara dan Rangga.


Dua bulan kemudian.


"Eugh..." Nara melenguh sambil mengerjapkan matanya.


Begitu matanya terbuka, ia melihat Rangga sudah berpakaian rapih dan siap bekerja.


"Pagi Sayang ku." sapa Rangga.


"Jam berapa ini? Kok kamu udah siap?" tanya Nara.


"Jam delapan." jawab Rangga enteng.


"Hah? Jam delapan!" kaget Nara.


"Kok kamu gak bangunin aku sih Mas!" protes Nara sambil mendudukkan dirinya lalu beranjak dari ranjang.


"Tidur kamu pules banget, jadi gak tega." jawab Rangga.


Maklum saja jam tiga subuh tadi Rangga mengganggu tidur Nara karena si walet yang ingin main-main di goa labirin.


"Kalau kamu masih ngantuk tidur aja lagi Sayang, nanti makan siang aku pulang buat jemput kamu." kata Rangga lagi.


"Gak ah, ngapain juga aku di rumah." tolak Nara yang sudah berada di dalam kamar mandi.


"Ya udah terserah kamu." balas Rangga.


"Kamu mau sarapan apa biar aku buatin." tanya Rangga.


"Oatmeal aja Mas. Jangan lupa susu juga." jawab Nara.


"Oke." jawab Rangga lalu keluar dari dalam kamar.


Di dalam kamar mandi.


Kini Nara sudah berada di dalam bilik mandi dan sedang membasahi tubuhnya dibawah pancuran air shower.


Setelah membasahi tubuhnya, Nara lanjut menyabuni tubuhnya. Saat sedang menyabuni bagian goa labirin dengan sabun khusus, tiba-tiba saja Nara teringat sesuatu.


"Ini kan udah tanggal lima yah, bulan lalu aku haid gak sih?" gumam Nara mengingat-ingat maklum saja setelah pulang dari Singapura, Rangga dan Nara di sibukkan dengan pekerjaan yang sudah menumpuk.


Nara pun cepat-cepat menyelesaikan mandinya lalu keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melilit di tubuhnya dan handuk kecil yang menggulung di kepalanya.


Nara berjalan dengan langkah panjang ke ruang ganti untuk melihat stok pembalutnya.


"Beneran aku gak haid." gumam Nara saat melihat stok pembalutnya masih utuh.


"Apa jangan-jangan aku hamil yah?" gumam Nara lagi penuh harap.


"Ra, sarapan kamu udah siap tuh di meja makan." ucap Rangga yang baru masuk ke ruang tidur.


"Mas, sini dulu deh." jawab Nara dari ruang ganti.


"Ada apa?" tanya Rangga.


"Mas lihat ini." Nara menunjukan pembalutnya pada Rangga.


"Kamu haid?" tanya Rangga yang tak mengerti.


"Bukan Mas. Ini pembalut aku masih utuh." jawab Nara.


"Ya masih utuh lah kalau baru kamu beli." jawab Rangga.


"Aku terakhir beli kan dua bulan kemaren, Mas. Nah bulan kemaren aku belum ada haid. Nah ini udah tanggal lima." balas Nara.


Rangga pun mudeng.


"Yang bener kamu? Jangan-jangan..." Rangga menggantung kata-katanya.


"Cepetan Mas pergi beli testpack." perintah Nara.


Rangga menganggukkan kepalanya lalu cepat-cepat keluar dari kamar dan pergi ke apotik untuk membeli testpack.


Untungnya pagi itu sudah ada apotik yang buka di ruko perumahan tempat tinggal mereka.


Lima belas menit kemudian.


Rangga sudah kembali ke rumah dengan satu kantong plastik putih berisi lima jenis testpack yang berbeda.


Nara yang sejak tadi mondar-mandir menunggu kepulangan Rangga di ruang tamu langsung menghampiri Rangga saat suaminya masuk dari pintu samping yang terhubung dengan garasi.


"Mana Mas?" pinta Nara.


"Ini." Rangga memberikan kantong plastik itu pada Nara.


Nara pun cepat-cepat berjalan menuju kamar dan diikuti Rangga dari belakang.


Sesampainya di kamar, Nara langsung masuk ke dalam kamar mandi. Rangga yang juga ingin melihat proses pemeriksaan dengan menggunakan testpack juga ikut masuk ke kamar mandi. Padahal ini bukan pertama kalinya mereka menggunakan testpack.


"Kok ikut masuk Mas? Sana tunggu di luar!" protes Nara.


"Aku penasaran Ra." jawab Rangga.


"Tapi nanti pipis aku gak mau keluar kalau kamu ada disini. Udah sana keluar dulu!" omel Nara.


Rangga menghela nafasnya kasar.


"Ya udah deh. Tapi cepet yah jangan lama-lama, aku gak sabaran dengan hasilnya." balas Rangga dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Nara.


Rangga pun keluar dari dalam kamar mandi dan menunggu Nara di depan kamar mandi sambil mondar-mandir dan mulutnya komat-kamit berdoa agar kali ini hasil testpack menunjukkan garis dua.


💋💋💋


Bersambung...