Dibalik Lemahnya Hasrat Suamiku

Dibalik Lemahnya Hasrat Suamiku
DLHS 72


Rumah Sakit.


Rangga sudah mendapat penanganan dari dokter. Untung saja Nara memaksa Rangga untuk pergi ke rumah sakit, karena ternyata tulang belikat kanan Rangga sedikit bergeser karena saat menolong balita tadi Rangga langsung menjatuhkan tubuhnya sebelah kanan dengan sangat keras ke jalan.


Alhasil sekarang tangan Rangga harus balut dengan perban.


"Jadi dok, kira-kira kapan tangannya sembuh?" tanya Nara setelah tangan Rangga selesai di balut.


"Kira-kira tiga Minggu sampai satu bulan lah. Asal selama proses penyembuhan tangannya jangan di pakai angkat-angkat berat dulu." jawab dokter.


"Oh..." Nara membulatkan mulutnya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Jadi suami saya bisa pulang kan dok?" tanya Nara.


"Sebaiknya sih di rawat inap dulu hari ini, agar kami bisa melihat apa ada efek lain, kalau ada efek lain mungkin ada pembengkakan juga di tempat lain." jawab dokter.


"Oh. Baik dok, saya paham." balas Nara.


"Saya permisi dulu kalau begitu." pamit dokter.


Setelah dokter pergi, perawat pun menghampiri Nara untuk menanyakan kamar rawat yang akan Rangga pakai. Dan sudah pasti Nara akan menempatkan Rangga di kamar VIP. Setelah itu perawat itu pun keluar dari bilik pemeriksaan.


"Mana dompet kamu." ucap Nara sambil menengadahkan tangannya ke hadapan Rangga.


"Ada di jaket aku." jawab Rangga.


Nara pun mengambil dompet Rangga dalam jaketnya.


"Aku urus administrasinya dulu yah." pamit Nara.


"Mmm..." jawab Rangga sambil menganggukkan kepalanya.


Nara pun keluar dari bilik pemeriksaan dan pergi ke meja administrasi untuk mengurus administrasi rumah sakit.


Sepuluh menit setelah Nara pergi, datang lah Mama Rena.


"Astaga Rangga!!!! Kamu kenapa, nak?" pekik Mama Rena.


Mama Rena datang ke rumah sakit karena Nara yang memberitahu Mama Rena sewaktu mereka sedang dalam perjalanan tadi. Nara hanya memberitahu pada Mama Rena agar Mama Rena segera menyusul ke rumah sakit dan tak lupa minta Mama Rena untuk membawa satpam si pemilik motor agar mengambil motornya di pos polisi.


Rangga yang sedang memejamkan matanya sampai kaget mendengar suara Mamanya.


"Astaga Mama!!! Bikin kaget aja!" protes Rangga.


"Kamu yang bikin kaget Mama! Kamu kecelakaan, hah? Kenapa bisa sampe kayak gini?" tanya Mama Rena saat melihat bahu Rangga yang di perban.


"Gak Ma, cuma insiden kecil aja kok." jawab Rangga.


"Insiden kecil tapi sampe tulang belikatnya bergeser." timpal Nara dari belakang Mama Rena.


"Nara..." lirih Mama Rena. Mama Rena yang sudah sangat merindukan Nara langsung memeluk menantunya itu.


"Mama kengen kamu, Nak." ucap Mama Rena.


"Nara juga kangen Mama." balas Nara sambil membalas pelukan Mama Rena.


"Kamu udah sehat kan, Sayang." tanya Mama Rena sambil merangkum wajah Nara. Karena terakhir Mama Rena bertemu Nara, Nara sedang sakit.


"Udah Ma." jawab Nara.


"Permisi Bu, kita pindahin dulu yah pasiennya ke kamar." tiba-tiba saja perawat datang sambil membawa kursi roda.


Mama Rena dan Nara pun menepi agar dua perawat bisa memindahkan Rangga ke kursi roda.


💋💋💋


Kamar Rawat.


Kini Rangga sudah di pindahkan ke kamar rawat.


Nara pun menceritakan pada Mama Rena bagaimana kronologi kenapa Rangga bisa sampai seperti ini.


"Karena Mama ada disini, Nara pulang dulu yah, Ma." pamit Nara.


Rangga yang ada di ranjang langsung menoleh kearah Mama Rena. Begitu pun dengan Mama Rena yang langsung melihat Rangga. Rangga pun memberi kode dengan matanya pada Mama Rena agar Mama Rena lah yang pulang. Untungnya Mama Rena mengerti dengan kode yang Rangga berikan.


"Aduh Nara maaf Mama gak bisa, Mama ada janji sama temen Mama. Kamu aja yah yang jaga Rangga." ucap Mama Rena sambil berdiri dari duduknya.


"Ta-"


"Dadah, Mama pulang dulu." potong Mama Rena lalu buru-buru keluar dari kamar rawat Rangga.


Melihat Mama Rena keluar dari kamar rawatnya, Rangga pun tersenyum tipis. Sedangkan Nara hanya bisa menghela nafasnya kasar lalu menoleh ke arah Rangga.


Saat menoleh kearah Rangga, tak sengaja Nara melihat Rangga yang sedang senyam-senyum. Nara pun mengerti kalau ibu dan anak itu sedang bekerja sama agar Nara tetap tinggal di rumah sakit menjaga Rangga.


💋💋💋


Bersambung...


Maaf yah kalau ada yang gak setuju Nara dan Rangga gak jadi cerai. Disini Nara dan Rangga masih saling cinta dan gak ada salahnya kalau Nara memberikan kesempatan sekali lagi.


Melupakan kesalahan pasangan memang tidak mudah, tapi menjalin hubungan dengan pasangan baru juga tidak mudah. Kita masih harus menyesuaikan diri dengan orang baru dan keluarganya. Pasangan baru juga belum tentu lebih baik dari pasangan lama kita. Karena sejatinya manusia tidak ada yang sempurna.


Tapi semuanya balik lagi pada prinsip masing-masing pembaca. Jadi maaf, kalau cerita ini gak sesuai sama ekspektasi kalian. 🙏🙏🙏