Dibalik Lemahnya Hasrat Suamiku

Dibalik Lemahnya Hasrat Suamiku
DLHS 80


Gara-gara kaki Nara yang salah parkir, ujung-ujungnya si walet yang sedang di paksa hibernasi jadi bangun dan meronta-ronta minta diberi makan.


Perlahan Rangga mengangkat dengkul Nara dari atas sangkar si walet sebelum Nara terbangun karena tendangan mau si walet. Tapi sayangnya itu membuat Nara kembali menggeliat dan memeluk erat tubuh Rangga.


Oh... My God!!!! Cobaan apa lagi ini! gerutu Rangga dalam hati.


Sekarang pilihan Rangga hanya dua, menggeser tubuh Nara secara kasar dan sudah pasti akan membuat Nara terbangun dan sudah pasti akan kena damprat atau membangunkan Nara secara halus tapi ujung-ujungnya malah di tuduh Rangga mengambil kesempatan dalam kesempitan.


Dan Rangga pun lebih memilih pilihan kedua.


"Ra... Ra... geser Ra, kamu deket-deket gini bahaya banget Ra." ucap Rangga sambil menepuk pelan pipi Nara.


Nara hanya melenguh sambil menggesek-gesekkan dengkul kakinya di tempat si walet berada. Jelas saja aksi Nara itu membuat si walet makin mengeras.


"Ssssh... ahhh... Sayang bangun dong." ucap Rangga lagi sambil mende.sah pelan.


"Eugh...." Lagi dan lagi Nara hanya melenguh.


Rangga yang sudah frustasi karena si walet yang terus meronta, mau tak mau menggunakan opsi yang pertama, ia menggeser tubuh Nara secara kasar dan itu membuat Nara terbangun.


PLAAAAK... Nara langsung memukul dada Rangga.


"Mas Rangga!!! Apa-apaan sih!" marah Nara.


"Maaf... Maaf!!!!" jawab Rangga lalu cepat-cepat turun dari ranjang dan berlari kekamar mandi.


BRAAAK... Lalu menutup pintu kamar mandi dengan kasar.


"Kenapa sih dia? Kesurupan?!" monolog Nara. Ia merasa aneh dengan sikap Rangga.


Sementara di dalam kamar mandi, terpaksa Rangga membohongi si walet dengan kelima jarinya dan Tante Scarla.


"Sorry yah, untuk sementara kamu masih main sama sabun dulu. Lusa baru kita main ke sangkar lama kamu." ucap Rangga pada si walet.


💋💋💋


Tiga hari kemudian.


Hari ini adalah hari ketiga Rangga melakukan terapi.


"Dok, berarti hari ini saya dan istri saya sudah bisa berhubungan suami-istri kan?" tanya Rangga berbisik saat dokter Cheng sedang bersiap menusuk tubuh Rangga dengan jarum akupuntur.


Dokter Cheng tersenyum tipis.


"Sebenarnya lebih baik besok, tapi kalau Tuan sudah tidak sabaran, yah tidak pa-pa. Tapi saya ingatkan mungkin di hari ketiga ini tubuh Anda akan sedikit menggigil." jawab dokter Cheng.


"Bukannya malah bagus yah dok, kalau tubuh menggigil di panaskan dengan olahraga ranjang?" tanya Rangga.


Dokter Cheng kembali tersenyum.


"Anda bisa menjawab pertanyaan Anda sendiri nanti." jawab dokter Cheng.


Rangga mengernyitkan keningnya. Ia penasaran dengan apa yang akan terjadi kalau tubuhnya menggigil seperti yang dokter Cheng katakan.


Menurut Rangga asumsinya barusan itu benar, tubuh menggigil kalau sudah berolah raga ranjang pasti akan kembali panas.


Dan seperti biasa selesai terapi, Rangga akan merasakan kelaparan. Bukan hanya Rangga, Nara yang menemani Rangga juga ikut kelaparan. Mereka pun mengisi perut mereka terlebih dahulu sebelum lanjut untuk pergi ke pusat perbelanjaan yang lainnya yang belum mereka datangi.


Tapi baru saja di dalam taksi Rangga mengeluh badannya sangat lemas dan tak berdaya.


"Ra... kok badan aku lemes banget yah." ucap Rangga.


Nara yang sedang melihat ke arah jalanan langsung menoleh ke arah Rangga.


"Ya udah kamu pulang duluan aja kalau lemas, biar aku pergi sendiri." Balas Nara.


"Gak lah, masa aku biarin kamu pergi pergi sendiri, kan aku udah janji mau jadi bodyguard kamu." balas Rangga.


"Ya udah terserah kamu, yang penting aku udah suruh kamu yah pulang." balas Nara.


Nara pun kembali mengalihkan pandangannya dari Rangga dan melihat ke arah jalanan.


Baru lima menit, Nara mendengar suara Rangga yang menggigil.


Nara pun menoleh ke arah Rangga.


"Kamu gak pa-pa?" tanya Nara.


"Gak... Gak pa-pa." jawab Rangga.


Nara tidak percaya, ia menempelkan punggung tangannya ke kening Rangga.


"Astaga, badan kamu dingin banget Mas." pekik Nara.


"Kita pulang aja yah ke hotel." ucap Nara.


"Gak usah, kan kamu mau belanja." jawab Rangga.


"Kamu mau buat aku terlihat jadi istri durhaka, hah! Belanja bisa besok-besok, sekarang kita pulang!" ucap Nara.


"Pak, kita ke Sands Hotel yah." ucap Nara pada supir taksi.


"Tidak jadi ke Far East Mall?" tanya si supir.


"Tidak pak, suami saya tiba-tiba menggigil." jawab Nara.


"Kenapa tidak ke rumah sakit saja?" tanya si supir.


"Tidak pak, dokter tadi sudah bilang kalau suami saya menggigil cukup istirahat dan di beri air minum hangat." jawab Nara.


"Oh... Baik kalau begitu." balas si supir.


Supir pun memutar kemudinya untuk pergi ke hotel yang tadi Nara sebutkan.


💋💋💋


Bersambung...