
Nara membaca baik-baik hasil pemeriksaan dari rumah sakit Singapura yang di tulis dalam bahasa Inggris. Hasil pemeriksaan yang pertama Nara baca sudah tentu hasil pemeriksaan dirinya karena Nara pikir dirinya lah yang bermasalah karena Rangga sudah berhasil menghamili perempuan lain.
Setelah membaca hasil pemeriksaan dirinya, Nara menghela nafasnya lega karena dari hasil pemeriksaan menyatakan kondisi tubuh Nara, baik itu organ reproduksi maupun organ-organ yang lainnya itu dalam keadaan sehat dan tidak memiliki masalah sama sekali.
"Akhirnya, ternyata aku gak mandul, aku sehat!" lirih Nara.
Karena sudah melihat hasil miliknya, Nara pun hendak menutup email-nya itu, dia sama sekali tidak berniat melihat hasil pemeriksaan Rangga, Rangga sudah berhasil menghamili perempuan lain yah sudah pasti dia sehat.
Email pun tertutup dan Nara pun hendak memulai pekerjaannya. Tapi tiba-tiba saja di otak Nara terngiang-ngiang kata-kata Rangga tentang tes DNA. Mengingat itu entah kenapa perasaan Nara jadi tidak enak sangat gelisah.
Nara pun kembali membuka email-nya untuk melihat hasil pemeriksaan kesehatan Rangga. Mata Nara membulat lebar saat membaca satu kalimat kalau Rangga membutuhkan terapi detox untuk menghilangkan racun-racun dalam tubuhnya dan itulah alasan kenapa sampai sekarang Rangga dan Nara belum memiliki anak karena racun dalam darah Rangga sangat mempengaruhi kualitas benih Rangga. Dengan kata lain, disini Rangga lah yang bermasalah.
"Gak, gak mungkin! Kalau Mas Rangga bermasalah, terus anak yang di kandung Erika itu anak siapa?" gumam Nara bertanya-tanya dalam hatinya.
"Ada yang gak beres, apa mungkin Mas Rangga memang benar di jebak?" gumam Nara lagi.
"Ah bodo amat, mau dia di jebak atau gak, permasalahannya sekarang Mas Rangga gak pernah jujur sama aku! Biar aja lah, mau yang di kandung Erika itu anaknya Mas Rangga atau gak, aku gak peduli! Intinya Mas Rangga udah tudurin perempuan itu dan itu udah cukup jadi alasan aku untuk cerein Mas Rangga!" gumam Nara menepis rasa khawatir dirinya untuk sang suami.
Nara pun menutup emailnya dan memulai bekerja, tapi lagi dan lagi kata hatinya terus meraung-raung meminta Nara untuk mencari tahu siapa anak yang di kandung Erika kalau Rangga bermasalah.
"Argh!" Nara meletakkan pena yang sedang ia pegang dengan kasar diatas meja. Rasa penasarannya lebih besar dari logikanya yang tidak mau tahu.
Nara pun mengambil ponselnya lalu menghubungi asisten Rangga yang bernama Enos karena setau Nara Enos lah yang paling sering Rangga suruh-suruh menghandle pekerjaan di luar kota.
Setelah beberapa kali nada sambung akhirnya Enos pun menjawab panggilan Nara.
"Halo Bu Nara." sapa Enos di seberang telepon.
"Halo Nos, maaf ganggu kamu. Kamu ada dimana sekarang?" tanya Nara.
"Lagi di kantor Bu." jawab Enos.
"Kantor pusat?"
"Bukan Bu, kantor cabang yang di Jaksel." jawab Enos.
"Waktu ke Medan? Pak Rangga pernah ke Medan dua kali Bu beberapa bulan lalu, ini yang pertamanya atau keduanya?" tanya Enos balik.
"Yang waktu acara peresmian pabrik elektronik customernya yang namanya... aduh siapa yah Nos, saya lupa namanya."
"Pak Adam?"
"Nah iya itu. Iya waktu peresmian pabrik elektroniknya Pak Adam, nah waktu itu Pak Rangga pergi sama siapa?" tanya Nara.
"Sama saya sih Bu. Tapi waktu itu saya gak ikut perjamuan yang di bikin Pak Adam, saya langsung pulang ke Jakarta." jawab Enos.
"Tapi kamu masih ingat kan dimana hotel tempat Pak Rangga nginep waktu itu?" tanya Nara.
"Masih Bu, kayaknya histori bookingnya masih ada di email saya." jawab Enos.
"Bagus kalau begitu, tolong kirimin ke saya yah dan satu lagi tolong kirimin ke saya alamat perusahaan Pak Adam yang di Medan." ucap Nara.
"Untuk apa yah Bu?" tanya Enos.
"Ada yang harus saya selidiki, kamu jangan kasih tau Pak Rangga yah kalau saya nanya-nanya ini ke kamu." jawab Nara.
"Baik Bu." balas Enos.
Setelah itu Nara pun menutup teleponnya. Tak lama setelah panggilan berakhir, masuklah pesan dari Enos data-data yang Nara minta.
Setelah semua data yang Nara minta ada ditangannya, Nara pun menghubungi pengacaranya untuk membantunya mencari bukti perselingkuhan Rangga yang lainnya mulai dari hotel yang Rangga tempati menginap waktu di Medan dan juga mencari tahu tentang Erika dari perusahaan tempat Erika bekerja dulu karena kemaren Rangga bilang kalau Erika adalah asisten Pak Adam.
Kenapa menghubungi pengacaranya? Karena pengacara Nara adalah pengacara berkelas yang memiliki banyak koneksi di manapun yang bisa mendapatkan data dengan mudah, tidak seperti mata-mata yang hanya bisa mencari bukti dari luarnya saja. The power of koneksi itu lah yang Nara pakai sekarang untuk mencari tahu siapa ayah dari anak yang di kandung Erika saat ini.
💋💋💋
Bersambung...