Dibalik Lemahnya Hasrat Suamiku

Dibalik Lemahnya Hasrat Suamiku
DLHS 65


Resto Music.


Kembali ke Resto Music.


Setelah menyelesaikan lagu kedua, Rangga langsung turun dari panggung karena melihat Nara tidak ada lagi di tempat duduknya, padahal masih ada sisa satu lagi yang harusnya ia nyanyikan.


"Mas, masih ada satu lagi." ucap manajer Resto Music.


"Suruh mereka aja yang nyanyiin, saya mau cari istri saya dulu." jawab Rangga.


Tempat yang pertama Rangga cari adalah toilet. Tapi ternyata tidak ada Nara disana.


Rangga pun menghubungi Nara tapi sayangnya nomor Rangga masih di blokir oleh Nara.


"Pasti dia pulang!" Lirih Rangga. Yakin kalau istrinya pulang, cepat-cepat Rangga membayar tagihan makanannya lalu keluar dari dalam Resto Music.


💋💋💋


Rumah Rangga-Nara.


Dan disinilah Rangga sekarang, sudah berada dirumahnya.


Melihat lampu depan rumah sudah menyala, itu tandanya Nara memang sudah pulang ke rumah.


"Nara... Nara..." panggil Rangga sambil berjalan memasuki rumah.


Tok... Tok... Tok... Tok...


Bukannya suara Nara yang menjawab, panggilan Rangga malah di jawab dengan suara ketukan palu.


Rangga terus berjalan menuju kamar utama.


"Kamu ngapain?" tanya Rangga saat melihat Nara yang sedang memalu paku.


"Lihat aja sendiri aku lagi ngapain!" jawab Nara.


Saat ini Nara sedang membuat selot pintu agar pintu kamar bisa terkunci.


"Kamu tuh yah, bukannya bagusin pintu malah buat pertunjukkan gak jelas kayak tadi! Apa coba maksudnya begitu? Kamu mau bikin malu aku? Atau kamu lagi minta dukungan semua pengunjung agar aku maafin kamu?!" omel Nara sambil memalu.


"Aku ngelakuin itu buat nunjukkan rasa penyesalan aku sama kamu, Ra. Nunjukin rasa cinta aku ke kamu." jawab Rangga.


Nara pun berhenti memalu.


"Tapi kamu bikin malu aku, Mas!" bentak Nara.


"Aku tuh gak pernah yah cerita sama siapa-siapa tentang masalah rumah tangga kita, ini mulut ku aku kunci rapat-rapat untuk gak nyeritain kebusukan kamu, tapi kamu malah ngumbar masalah rumah tangga kita di depan umum kayak tadi! Kamu pikir bagus kayak gitu, hah!!! Kamu kekanak-kanakkan tau gak!" kata Nara lagi.


Rangga menghela nafasnya kasar.


"Maaf Sayang, kalau perbuatan aku tadi buat kamu malu. Aku sama sekali gak punya pikiran untuk mengumbar masalah rumah tangga kita keluar sana dan aku juga gak ada niat buat kamu menjadi istri yang kelihatan egois di mata orang lain. Aku sama sekali gak ada niatan itu semua Sayang. Maafin aku." ucap Rangga.


Rangga pun mencoba menggenggam tangan Nara, tapi Nara langsung menepis tangan Rangga.


"Ra, kasih tau aku, aku harus gimana biar kamu gak marah lagi sama aku. Kamu mau niup kincir angin di Holland Bakery? Atau kamu mau aku motongin rumput lapangan bola pake gunting kuku atau kamu-"


"Aku mau kita gak ketemuan dulu, Mas. Tolong biarin aku menenangkan diri dulu. Yang aku butuhkan sekarang ketenangan. Kalau kamu seperti ini terus, jujur aku semakin ilfeel sama kamu." potong Nara.


"Tapi Ra-"


"Please Mas, tolong biarin aku sendiri." potong Nara lagi.


Setelah itu Nara pun berlalu dari hadapan Rangga dan berjalan menuju ruang ganti dan hendak mengambil pakaiannya. Nara berencana ingin keluar dari rumah dan tinggal sementara di hotel.


Rangga pun mengikuti Nara ke ruang ganti.


"Kamu mau kemana?" tanya Rangga.


"Aku mau tinggal di hotel aja atau nanti aku cari kos-kosan yang dekat sama kantor." jawab Nara.


"Gak usah. Kalau kamu mau nenangin diri dan kita gak usah ketemuan dulu, kamu gak usah keluar dari rumah ini. Ini rumah kamu, jadi biar aku aja yang keluar dari sini. Aku akan tinggal di rumah Mama sampai kamu mau ketemu sama aku." ucap Rangga.


Rangga pun memasukkan kembali baju-baju Nara yang sudah Nara keluarkan lalu mengambil koper kemudian memasukkan baju-baju Rangga ke dalam koper.


"Tapi Ra, tolong buka blokiran kamu, biar aku bisa tahu keadaan kamu." ucap Rangga.


"Akan aku buka kalau aku udah tenang." jawab Nara.


Lagi dan lagi Rangga hanya bisa menghela nafasnya kasar.


"Ya udah, aku pergi dulu kalau gitu." pamit Rangga. Rangga pun berjalan keluar dari ruang ganti sambil menyeret kopernya.


Saat sudah sampai di depan pintu ruang ganti, Rangga menghentikan langkahnya dan kembali menoleh kebelakang.


"Ra, aku cinta kamu. Sampai kapan pun dihati aku hanya ada kamu. Maafin aku Ra sudah melakukan kebodohan yang sangat fatal yang buat kamu kecewa sama aku." ucap Rangga lalu meneruskan langkahnya.


💋💋💋


Bersambung...