
Setelah Al pergi meninggalkan ruang meeting itu bersama Ayla dan Arlan, Susan yang berniat untuk menjebak Al justru berbalik kedaan dia sendiri yang termakan oleh jebakannya sendiri, dengan tragis dia jatuh kedalam pelukan dua orang pria yang merupakan anak buahnya sendiri karena pengaruh obat p********* yang diminumnya dia pun tidak bisa menghindar dari kejadian yang mengenaskan itu
Akibat dari perbuatan Susan yang ingin menjebaknya, Al pun dengan tegas langsung memutus kontrak kerjasama dengan perusahaan PT Angkasa grup dan tentu saja hal itu membuat Angga yang merupakan pemilik dari perusahaan tersebut sangat terkejut apalagi alasan yang diberikan Al membuatnya sangat syok kalau ternyata putrinya sudah berbuat licik dan sangat memalukan.
Angga begitu terpukul dengan nasib yang menimpa perusahaannya yang terancam bangkrut, karena setelah PT EK grup membatalkan kontrak kerjasama dengan perusahaannya banyak para investor yang menarik kembali penanaman modal mereka dari perusahaannya, bukan itu saja dia pun dibuat terkejut dengan keadaan putrinya Susan yang berakhir tragis, keadaan Susan sangat kacau dan sudah seperti orang yang kurang waras.
Susan yang tidak terima dengan kekalahannya karena bukan Al yang dia dapatkan dan malah terjatuh dalam pelukan para anak buahnya sendiri kini menjadi depresi dan mengharuskan dirinya dirawat di rumah sakit dengan penanganan yang cukup serius.
________
Sementara Ayla setelah kejadian itu wanita yang tengah berbadan dua itu semakin hari semakin posesif terhadap suaminya Al, seperti hari-hari sebelumnya Ayla pun akan tetap ikut kegiatan meeting Al dengan rekan bisnisnya yang diadakan di luar kantor, terkecuali jika meeting yang diadakan di perusahaannya sendiri maka Ayla lebih memilih untuk menunggu saja di ruangan Al sambil mengerjakan pekerjaannya.
Ayla tidak ingin kejadian yang dilakukan Susan sampai terulang lagi, dia harus bersikap lebih waspada karena banyak wanita-wanita diluaran sana yang mengincar dan ingin memiliki suaminya dengan cara licik sekalipun.
" Kenapa?" tanya Al yang melihat Ayla tidak berkedip menatap wajahnya
" Apa ada yang aneh dengan wajah suami mu ini, hem?" tanya Al dan Ayla menggeleng
" Lalu kenapa dari tadi mas perhatian kamu tuh ngeliatin mas kayak gitu banget?" Ayla tersenyum lalu beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Al yang tengah duduk di kursi kebesarannya
Al menarik tangan Ayla dan menyuruhnya untuk duduk di atas pangkuannya
Ayla menolak karena sadar dengan bobot tubuhnya yang bertambah banyak " Lepaskan aku mas, aku ini berat loh!" Ayla memberontak ingin turun dari pangkuan Al namun Al tidak mengindahkan ucapannya
" Kamu berat dari mananya sayang, kamu tuh ringan mas bahkan sanggup menggendong kamu" ucap Al dengan kekehan
" Kamu ini tidak lihat mas, badanku ini semakin hari semakin melar" ucap Ayla menekuk wajahnya
" Memangnya kenapa kalau melar? ini bukan sembarang melar sayang!" Al mengecup pipi Ayla yang semakin berisi
" Apa aku terlihat jelek ya mas, kalau badan ku seperti ini terus bagaimana? apa mas akan mencari yang lebih seksi dan lebih menarik pastinya?" Ayla sudah terlihat berkaca-kaca
Al tersenyum lalu mengusap perut Ayla yang kini sudah terlihat cukup besar
" Kamu ini bicara apa sih sayang, mana mungkin mas mencari wanita lain kalau mas sudah mendapatkan isteri yang paling cantik dan paling seksi. tubuh kamu melar karena mengandung buah hati mas sungguh kejam namanya jika mas tidak menghargai pengorbanan kamu yang sangat besar ini" ucap Al lalu mengecup kembali pipi Ayla
" Mas enggak bohong kan?" Al tersenyum lalu menggeser duduknya membiarkan Ayla duduk di kursinya dan dia berjongkok di hadapannya
" Mas enggak bohong sayang, buat apa mas bohong sama kamu, mas itu sangat mencintai kamu sayang jadi buang jauh-jauh pikiran kamu itu hem" ucap Al seraya mengecup perut Ayla
" Jangan memikirkan hal-hal yang bisa mempengaruhi kesehatan kamu dan juga calon bayi kita sayang" Al mendongak menatap manik mata isterinya
" Aku mencintaimu apa adanya sayang, mau kamu gemuk atau kurus itu sama saja bagi mas, jadi jangan berpikir konyol lagi hem!" Ayla tersenyum lalu mengangguk
" Aku juga mencintaimu mas, terima kasih karena sudah memilihku menjadi isterimu" ucap Ayla dengan senyum yang tak lepas dari bibir tipisnya
Al beranjak berdiri lalu menarik Ayla kedalam pelukannya, membuat Ayla menenggelamkan wajahnya di perut Al yang berdiri di hadapannya.
_______
Brukk
" Auwww... !" Pekik seorang gadis yang kini tengah duduk di lantai
" Dasar ceroboh!" umpat pria yang baru saja ditabraknya
Gadis itu merasa sangat familiar dengan suara bariton pria yang kini berdiri di hadapannya, ia tatap sepatunya lalu perlahan mendongak ke atas dan betapa terkejutnya gadis itu saat tahu siapa yang baru saja ditabraknya.
Gadis itu langsung beranjak dari duduknya berdiri sambil menepuk-nepuk dan merapihkan roknya
" Ma.. maafkan saya pak!" ucapnya dengan sedikit gugup
" Apa tidak ada hal lain yang bisa kamu lakukan selain kecerobohan mu itu hah!" ucap pria itu dingin
" Sudah berapa kali kamu melakukan kecerobohan yang sama hah? atau jangan-jangan kamu sengaja, iya?" tekannya
" Ti... tidak pak, maafkan atas kecerobohan saya, sa... saya benar-benar tidak sengaja!" ucap gadis itu dengan sedikit bergetar
apalagi tatapan pria itu begitu tajam membuat gadis itu semakin gugup
" Lain kali pakai kedua matamu saat berjalan, bisa saja karena kecerobohan mu itu bukan hanya mencelakai diri mu sendiri tapi juga orang lain" tegasnya
" Ba.. baik pak"
" Ya ampun, apes banget sih gue. kenapa juga harus nabrak tuh orang" gumamnya setelah melihat punggung kekar yang semakin menjauh
Ceklek
" Kebiasaan!" omel Al saat Arlan tanpa mengetuk pintu langsung nyelonong masuk ke ruangannya
" Sorry, tapi loe berdua enggak sedang itu-itu kan?" Arlan menaik turunkan alisnya
" Aishh... apaan sih kak Arlan" Ayla nampak malu-malu
" Kamu yang apa-apaan sayang, pakai acara manggil dia kakak segala" tegur Al tidak suka
" Ishh... kamu tuh ya mas, masih aja ketus sama kak Arlan" Ucap Ayla membuat Arlan tersenyum penuh kemenangan merasa ada yang membela dirinya
" Eh sejak kapan dia jadi kakak kamu sayang?" Al mencubit gemas pipi Ayla
" Sejak hari ini dong, bukan begitu adikku" ucap Arlan membuat Al semakin kesal
" Enggak, gue enggak setuju. Enak aja loe mau jadi kakak ipar gue. enggak sudi ya gue punya kakak ipar macam loe" sanggah Al yang tidak terima dengan pengakuan kakak beradik dua manusia dihadapannya itu
" Mas, kamu ini kenapa sih? ini kemauan anak kamu loh" ucap Ayla yang langsung membuat Al melotot
" Apa mas enggak salah dengar sayang, kamu bilang keinginan anak kita?" Ayla mengangguk sementara Arlan tengah menahan tawanya
" Apa loe lihat-lihat!" Al melotot ke arah Arlan
" Apa, gue enggak liat apa-apa" Sahut Arlan santai
" Wah mau gue potong gaji kali ya" ancam Al
" Ah enggak asik loe Al mainnya ancam potong gaji terus" ucap Arlan
" Adikku lihat suami kamu dia sudah berlaku tidak baik pada kakakmu ini" lanjut Arlan sedikit mendrama
" Mas, kok gitu sih kalau mas potong gaji kak Arlan mas malam ini harus tidur di luar" Ancam Ayla
Al membulatkan matanya lalu menatap garang pada Arlan " Awas loe ya!" ucapnya pelan dengan sorot mata yang tajam
" Ay kakak balik ke ruangan ajalah, tuh lihat suami kamu sudah seperti mau makan kakakmu yang tampan ini!" Arlan langsung ambil langkah seribu sebelum Al kembali murka dengan kejahilannya
" Dasar asisten gak ada akhlak!" teriak Al kesal
Ayla hanya geleng-geleng kepala tapi hatinya menghangat melihat keakraban keduanya.
" Mas jangan galak-galak nanti dedeknya marah loh mas galakin om nya!" ucap Ayla menepuk-nepuk bahu Al
Al menoleh menatap datar isterinya
" Sayang kamu serius mau menjadikan tuh anak kakak kamu?" Tanya Al dan dengan santai Ayla menganggukkan kepalanya
" Iya mas, enggak tahu kenapa dari semalam tuh rasanya aku ingin aja manggil pak Arlan itu kakak, enggak apa-apa ya mas, kamu enggak keberatan kan?" tanya Ayla padahal sudah jelas tadi dia melihat sendiri atasan dengan asistennya itu saling beradu mulut
" Oh ya ampun sayang, apa tidak ada keinginan lain gitu selain itu?" tanya Al dan Ayla menjawab dengan gelengan kepala
" Oke, kamu boleh menganggap Arlan sebagai kakak tapi ingat tidak boleh bersikap berlebihan, awas aja kalau kamu dekat-dekat dengan tuh anak!" pesan Al yang sedikit mengancam
" Ih apaan sih mas, siapa juga yang mau dekat-dekat, aku kan cuma menganggapnya kakak aja enggak lebih. enggak usah posesif juga kali mas!" ucap Ayla
" Bukan posesif tapi waspada, haha..!" ucap Al lalu tertawa
" Dia itu sahabat kamu loh mas!" ucap Ayla
" Walaupun dia sahabat aku tetap aja dia itu laki-laki dan mas enggak suka kamu dekat-dekat dengan laki-laki lain, ingat itu!" ucap Al memperingatkan
" Iya mas, terserah mas aja. tapi ingat ya mas aku juga enggak suka mas dekat-dekat dengan wanita lain, camkan itu" ucap Ayla juga memperingatkan suaminya
Al tersenyum, " Tentu mas akan ingat itu sayang, mana mungkin mas bisa dekat-dekat dengan wanita lain ada bodyguard nya begini" selorohnya
" Mas.. ih masa aku dibilang bodyguard sih" kesal Ayla
" Enggak apa-apa dong sayang, bodyguard cantik bodyguard kesayangan CEO tampan" ucap Al seraya menarik Ayla kedalam pelukannya lalu tertawa