
Kontraksi ku bertambah kuat...aku terus menahan rasa mules ku dengan menarik nafas panjang,saat ada kontraksi.
Kak Haris tidak beranjak dari sisi ku,tiap ada kontraksi...aku memegang dan meremas tangan Kak Haris,wajah Kak Haris sangat begitu panik
"Sayang...Tarik nafas yang panjang ya!! ujar Kak Haris seraya mengikuti aku yg menarik nafas panjang.
"Dok...bagaimana ini,kenapa lama sekali??itu kontraksinya...dokter Dika,bidan...cepat..." Kak Haris mulai dah panik nya.
"Kaaakkk. ..!!seru aku saat kontraksi sudah hilang "Kaaakk....!!
Kak Haris segera duduk kembali di samping ku,dia menggenggam tangan ku erat... wajahnya yg terlihat pucat,panik dan rasa cemas sangat terlihat jelas.
"Kaaakk....Aku baik-baik aja!!Kakak yg tenang ya...!!" aku berusaha menenangkan Kak Haris, Dia menatap ku,berusaha saling menguatkan satu sama lain.
"Hariiss....kamu haus tenang sayang,liat istri kamu...Dia begitu yakin dan tenang!!malah kamu yg panik..." Seru Mamah Mia.
Kami semua saling menguatkan satu sama lain,begitu juga dengan keluarga ku yg menunggu aku di ruang tunggu dalam ruangan VIP.
Kini sudah jam 1 siang,dan kontraksi benar-benar semakin kuat...
"Dok...sepertinya aku pengin B*B dulu deh,aku mau ke toilet dulu...!!pinta ku pada dokter Dika
"Jangan Dok....kita periksa dulu ya!! ujar dokter Dika
"Tapi aku ga tahan Dok..." ucap ku sambil m nahan rasa mules yg sudah tidak jelas rasanya
"Sayang..terus gimana??Tanya Kak Haris panik
Dokter Dika meralang ku untuk k kamar mandi,akhirnya dokter Dika mengecek pembukaan persalinan ku.
"Dok...ini sudah lengkap pembukaannya,kita pindah ruang bersalin ya...!!seru dokter Dika ,mereka akhirnya membawa ku ke ruang tindakan!
Kak Haris tetap ingin mendampingi ku saat proses persalinan,semua peralatan dan tenaga medis sudah siap...mereka hanya menunggu kontraksi yg kuat untuk aku mengejan.
"Dok...atur nafas terlebih dahulu,tarik nafas panjang...kemudian mengejan apabila kontraksi benar-benar kuat...
"Ehhmmgg...." aku mulai menghangat dengan sekuat tenaga,Kak Haris terus memberi semangat.dia memegang tangan ku.
"Iya dok...betul sekali,maju kepalanya...kalo masih ada kontraksi,sambung lagi mengejarnya...!!
Setalah 3 kali mengejan....
"Oowwekk...Oowwekk..." Terdengar suara tangisan bayi ku,Dokter Dika terlihat sibuk...dia memberikan bayi pertama aku.
"Dokter Zella...harus semangat,bayi kedua sudah mulai keliatan..."ujar dokter Dika...
Dan sama dengan persalinan yg pertama, setelah beberapa kali mengejan...akhiiirrnya...
"Oowwekk....Oowwekk..." Anak ke dua ku lahir,Kak Haris menangis sambil mencium wajahku...
Tubuhku terasa lemas sekali,Kak Haris terus menciumi wajah ku sambil menangis.
" Anak kita...sudah lahir semua sayang...!!seru Kak Haris menangis dengan rasa bahagia.
"Dokter Zella....selamat ya,anak pertama anda laki-laki beratnya 2650 gram dan anak ke dua anda perempuan berat nya 2500 gram...
"Selamat ya Haris...zella....!!Bayinya aku pinjam dulu ya..." Goda Kak Dimas untuk memeriksa nb keadaan si kembar.
Aku masih di meja tindakan,jalan lahir ku robek dan harus di jahit...Kak Haris masih tetap mendampingi ku.
"Mamah...Papah kita sedang melihat si kembar di ruang bayi" ucap Kak Haris.
Aku hanya tersenyum melihat suami ku