
Di sela-sela makan, Ezio pun mencoba memberanikan diri meminta ijin kepada Alzam maupun Syahlaa.
" Emm, Tuan Alzam Chafik, bolehkah saya mengajak Zarina ke rumah Mama dan Papa, pasti mereka sangat senang melihat Zarina di sini ",, ijin Ezio kepada Alzam.
" Silahkan Tuan, ajaklah dia sepuas anda, nanti saya akan menjemput Zarina di sini jam sempat sore, puas-puaskanlah kalian bermain, karena kami tidak akan lama berada di Prancis ",, jawab Alzam kepada Ezio.
" Sungguh Tuan, anda mengijinkan saya untuk bersama Zarina sepanjang hari ini?? ",, tanya Ezio sangat tidak percaya.
" Iya sungguh, tapi dengan satu syarat Tuan Ezio ",, jawab Alzam.
" Apapun syaratnya pasti akan saya penuhi Tuan ",, jawab Ezio dengan sangat bersemangat.
" Jangan kecewakan kami Tuan, karena kami sedang mencoba menaruh kepercayaan kepada anda lagi, jika anda sampai mengecewakan kami untuk ke dua kalinya, jangan harap anda bisa bertemu dengan Zarina selamanya, itu sumpah saya terhadap anda Tuan Ezio ",, kata super tegas dari Alzam kepada Ezio.
" Saya berjanji Tuan Alzam Chafik, saya berjanji akan memegang kepercayaan anda sebaik mungkin, karena saya masih ingin terus bersama Zarina hingga dia besar nanti, bahkan sampai raga ini tidak bisa bernafas lagi ",, jawab mantap dari Ezio.
Alzam langsung saja tersenyum dan mencoba percaya jawaban dari Ezio tadi kepadanya.
Singkat cerita, mereka semua akhirnya berpamitan pulang ketika sudah selesai sarapan, dan Ezio sendiri langsung saja mengajak Zarina untuk mengunjungi ke dua orang tuanya.
Alzam, Syahlaa, Rain dan juga Faiha, setelah dari rumah Ezio, mereka semua langsung menuju ke rumah Casper dan juga Emmy, yang sekarang sudah resmi menjadi sepasang suami istri sejak kemarin.
Casper dan Emmy tidak menyangka, jika Rain bisa menikah terlebih dahulu dari mereka berdua, walau begitu, mereka berdua sebagai sahabat baik, tetap mendoakan yang terbaik untuk rumah tangga Rain bersama Faiha.
Kedatangan Syahlaa, Alzam, Rain dan juga Faiha, disambut baik dan ramah serta senang dari Casper dan juga Emmy, yang sudah menunggu mereka sejak kemarin.
" Ayo-ayo mari masuk semua, silahkan duduk, aku sudah menunggu kalian semua sejak kemarin ",, kata Emmy kepada semua orang.
" Maafkan kami, karena kami kemarin tidak bisa menghadiri pesta pernikahan kalian berdua, karena mereka berdua ",, jawab Alzam kepada Emmy sambil menunjuk Rain dan Faiha.
" Rain, Nona Faiha, selamat ya aku ucapkan, atas pernikahan kalian berdua, aku turut bahagia dengan pernikahan kalian, karena bujang lapuk ini, sekarang tidak lapuk lagi, sebab sudah menemukan pupuk yang cocok untuknya ",, kata Emmy menggoda Rain.
Semua orang langsung tertawa mendengar godaan dari Emmy untuk Rain, kecuali Faiha, dia hanya tersenyum malu saja, karena tidak tahu apa yang sedang dikatakan oleh Emmy tadi.
Rain yang mendengar godaan dari Emmy, dia reflek langsung melempar bantal sofa ke arah Emmy.
" Jangan kasar begitu dong bro sama istriku, nanti jika dia sakit, aku juga yang susah, karena kita masih pengantin baru, masih ingin terus melakukan itu seperti kamu ",, kata Casper kepada Rain.
" Kamu tidak pengantin baru pun, sudah sejak lama melakukan itu terus bersama Emmy ",, jawab Rain kepada Casper.
Casper dan Emmy langsung saja tertawa mendengar jawabannya Rain.
" Oh ya, ini ko seperti ada yang kurang, di mana Zarina?? ",, tanya Casper ketika sudah bisa meredakan suara tawanya.
" Dia bersama Papinya ",, jawab Alzam kepada Casper.
" Apa kamu tidak takut Afnan, jika Tuan Ezio akan membawa kabur Zarina lagi dari kita?? ",, tanya Casper kepada Alzam.
" Bismillah Casper, semoga saja Tuan Ezio amanah orangnya ",, jawab Alzam kepada Casper.
" Kamu tenang saja Casper ",, kata Rain ikut berbicara juga.
" Tuan Ezio orangnya amanah sejak dulu, jika dia sudah berjanji pasti sebisa mungkin akan dia tepati, dan tidak akan melanggarnya ",, kata Rain lagi.
" Apalagi aku melihat sendiri, jika Tuan Ezio begitu tersiksa jika di tinggal Zarina, masa dia ingin memisahkan Zarina dari Syahlaa, pasti dia akan mikir untuk dua kali, supaya tidak menyakiti Syahlaa lagi ",, kata Rain.
" Aamiin, semoga saja ",, kata Casper kepada Rain.
Saat ini mobil yang Ezio kendarai akhirnya sampai juga di mansion megah milik Papa Fransisco, yang sudah berbalik nama hak kepemilikannya menjadi Zarina.
Kedatangan Ezio di sambut ramah oleh para pekerja dan anak buah yang berjaga di situ.
" Ayo sayang, kita temui Kakek dan Nenek di dalam ",, kata Ezio sambil menggandeng Zarina.
Ada sedikit banyak tatapan aneh dari orang-orang, bahkan dari para pekerja pun ada, karena Ezio yang beragama nonis, tapi mempunyai anak beragama islam.
Namun mereka semua memilih bungkam dan tidak mau ingin tahu lebih, karena jika ketahuan oleh Ezio, jika kepo, akan berakibat fatal.
" Mama dan Papa ada di mana Bi?? ",, tanya Ezio kepada salah satu asisten rumah tangga.
" Tadi ada di taman samping rumah Tuan, sedang melatih Tuan Fransisco berjalan ",, jawab asisten rumah tangga itu kepada Ezio.
Ezio hanya mengangguk saja, dan dia pun langsung segera mengajak Zarina ke taman samping.
" Mama, Papa ",, panggil Ezio dengan nada yang terdengar sangat senang sekali.
Pandangan dari Mama Ingrid dan Papa Fransisco pun langsung teralihkan ke arah Ezio yang baru saja datang, dan mereka yang melihat Zarina datang bersama Ezio, senyum merekah langsung terlihat di wajah mereka.
" Zarina cucu Nenek ",, kata Mama Ingrid langsung memeluk Zarina.
Sedang Papa Fransisco, menyuruh Dokter pribadinya untuk membantunya duduk di kursi taman, karena dia ingin memeluk cucu cantiknya itu.
Peluk, cium penuh kasih sayang, langsung diberikan oleh Mama Ingrid dan Papa Fransisco kepada Zarina.
Walau sekarang Zarina masih sedikit bingung, apa hubungannya dengan Keluarga Dwayn, nanti lambat laun ketika Zarina sudah dewasa pasti dia akan mengerti sendiri, ada masalah apa sebelumnya, antara sang Mama dan sang Papi.
Semoga jika Zarina dewasa kelak, dia tidak membenci Papi Ezio, yang sudah pernah membuat Mama Syahlaa terluka hatinya.
" Kamu ko sendirian Ezio, di mana Syahlaa?? ",, tanya Mama Ingrid kepada Ezio.
" Syahlaa dan suaminya, mengijinkan Ezio untuk mengajak jalan-jalan Zarina Ma, dan seharian ini mereka mempercayakan Zarina kepada Ezio ",, jawab Ezio kepada sang Mama.
" Ingat Ezio, jangan sesekali menyalahi kepercayaan mereka kembali, karena kesempatan tidak akan datang untuk ke dua kali, terlebih lagi Mama tidak mau berpisah dengan Zarina ",, nasihat dari sang Mama kepada Ezio.
" Sudah cukup selama empat tahun Mama dan Papa tidak bersama Zarina, dan di tahun-tahun ini Mama sama Papa ingin menghabiskan waktu tua kami bersama dia ",, kata Mama Ingrid lagi kepada Ezio.
" Iya Ma, Ezio mengerti, Ezio akan berusaha semaksimal mungkin, untuk menjaga amanah dari mereka ",, jawab Ezio kepada Mama Ingrid.
" Apa kali an a kan pergi ha ri ini?? ",, tanya Papa Fransisco kepada Ezio.
" Nanti Pa, jika waktunya sempat, Ezio juga mau berkunjung ke kantor dulu, karena kemarin sudah tidak sempat berangkat ke kantor ",, jawab Ezio kepada Papa Fransisco.
" Berangkatnya nanti saja ya, karena Mama dan Papa masih ingin bermain dengan Zarina di sini ",, kata Mama Ingrid kepada Ezio.
" Iya Ma ",, jawab Ezio kepada Mama Ingrid.
Zarina di situ benar-benar di manjakan oleh Kakek dan Neneknya, begitupun dengan Ezio, apapun yang dia minta akan Ezio berikan.
Namun tidak semuanya, karena belajar dari kesalahan yang kemarin, Ezio tidak akan sembarangan lagi memberikan makan kepada Zarina, dan jika dia ragu-ragu, Ezio akan menelpon Alzam terlebih dahulu, apakah Zarina boleh makan itu atau tidak.
...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...
...***TBC***...