
Hari ini Al disibukkan dengan beberapa jadwal meeting dengan beberapa rekan bisnisnya salah satunya adalah PT Angkasa grup
Sebenarnya Al tidak tega jika membawa isterinya ikut serta dalam kegiatan meetingnya tapi dari pada menimbulkan kesalahpahaman lagi dia lebih memilih untuk menjaga hati sang isteri dan kalau pun Ayla nanti merasa lelah dia akan menyuruhnya untuk beristirahat.
" Mas apa enggak apa-apa kalau aku ikut mas meeting? apa nanti enggak ganggu mas?" tanya Ayla yang merasa tidak enak sendiri
" Enggak sayang, justru ini bagus juga buat kamu kan, biar kamu bisa lebih banyak lagi belajar tentang bisnis, apalagi kamu ini juga kan berstatus sekretaris pribadi mas jadi enggak usah merasa enggak enak gitu!" ucap Al dengan lembut
Saat ini keduanya tengah berada di dalam mobil dan Arlan yang mengemudikan mobilnya, mereka kini tengah dalam perjalanan menuju sebuah hotel berbintang untuk mengadakan meeting dengan PT Angkasa grup
Sesampainya di hotel tersebut kedatangan mereka sudah di sambut oleh dua orang utusan dari PT Angkasa grup dan mereka langsung mengantarkan Al ketempat diadakannya acara meeting tersebut
" Mas apa setiap kali meeting, akan diadakan di hotel seperti ini?" tanya Ayla berbisik pada Al
" Tidak juga, tergantung mereka maunya diadakan di mana" jawab Al
" Kenapa perasaan aku tiba-tiba enggak enak ya mas" Ucap Ayla yang langsung membuat Al menoleh ke arahnya
" Apa kamu merasa kurang enak badan?" tanya Al khawatir
Ayla menggeleng, mereka bicara masih sambil mengikuti langkah para utusan PT Angkasa grup
" Aku enggak apa-apa mas, cuma enggak tau nih rasanya kok enggak enak gini!" ucap Ayla sambil memegang dadanya
" Kalau kamu merasa kurang enak badan bagaimana kalau kita batalkan saja meetingnya?"
Ayla menggeleng " Tidak usah mas, aku enggak apa-apa kok, aku cuma minta mas hati-hati aja, aku harap ini cuma perasaan aku aja tapi setidaknya mas harus tetap waspada" ucap Ayla mengingatkan
" Iya sayang" jawab Al seraya merangkul pinggang Ayla
Ceklek
Dua orang utusan dari PT Angkasa Grup membukakan pintu sebuah ruangan dan mempersilahkan Al, Ayla dan Arlan untuk masuk ke dalam
" Silahkan tuan!" ucap kedua orang tersebut
Al berjalan didepan Ayla dan Arlan berjalan di belakangnya
" Selamat datang pak Alveer, silahkan duduk!" sapa seorang wanita cantik yang menyambut kedatangan Al dengan senyumannya
" Terima kasih bu Susan" ucap Al datar
" Silahkan pesan makan dulu pak Alveer biar sedikit lebih santai" ucapnya
" Maaf, saya rasa langsung saja dimulai meetingnya bu Susan, saya masih ada jadwal meeting lagi hari ini di tempat lain" ucap Al tanpa berbasa-basi
" Oh sayang sekali pak Alveer, tapi sekedar minum dan cemilan anda tidak keberatan kan?" tanya Susan dengan nada bicara menggoda
Ayla sedari tadi diam-diam terus mengamati wanita yang bernama Susan itu tanpa berkedip sedikit pun
" Baiklah bu Susan terserah anda saja!" ucap Al yang membuat wajah Susan langsung berbinar
Susan memerintahkan asistennya untuk memesankan minuman beserta cemilannya.
" Anin tolong pesankan minuman dan makanan yang paling spesial di hotel ini ya!" ucap Susan pada asisten pribadinya
" Baik bu" Anin pun beranjak dari duduknya lalu pergi menghampiri beberapa pelayan restoran tersebut dan menyuruhnya menyiapkan apa yang sudah dipesannya
Pandangan Ayla kini beralih pada asisten Susan yang tengah berbicara kepada pelayanan restoran tersebut sementara Susan tidak begitu memperhatikan keberadaan Ayla karena pandangan matanya begitu fokus pada Alveer yang tengah duduk di hadapannya
" Maaf pak, saya izin mau ke toilet" Ucap Ayla
Al terdiam sejenak khawatir jika Ayla pergi ke toilet sendirian
Ayla pun akhirnya keluar dari ruangan tersebut dan dengan gerakan cepat Arlan mengirimkan pesan dan memerintahkan beberapa bodyguard nya untuk mengawasi Ayla
" Bagaimana kalau kita mulai saja meetingnya!" ucap Al setelah kepergian Ayla
" Baik pak Alveer, kita mulai saja meetingnya sambil menunggu pesanan datang" ucap Susan
Meeting pun dimulai, Al dibantu oleh Arlan mengemukakan beberapa poin penting dalam kerja sama tersebut dan juga menjelaskan beberapa rancangan produk yang akan dibuat
Ceklek
Pintu ruangan pun terbuka, Ayla masuk setelah kembali dari toilet
Perhatian semuanya teralihkan sejenak ke arah Ayla yang melangkah mendekat setelahnya mereka pun melanjutkan meetingnya
Di sela berlangsungnya acara meeting tiba-tiba beberapa pelayan datang membawakan mereka minuman dan juga beberapa cemilan yang tadi sudah dipesan, meeting pun di tunda sejenak.
" Terima kasih!" ucap Al dan juga Ayla
" Emm... pak Alveer sebaiknya diminum dulu minumannya biar lebih santai dan mengenai pembahasan tadi saya rasa semua tidak ada masalah dan saya setuju" ucap Susan
" Bagus kalau begitu jika bu Susan sudah sepakat dan setuju dengan apa yang sudah jelaskan tadi saya rasa untuk pelaksanaan kegiatan proses produksinya bisa segera di laksanakan" ucap Al
" Iya pak Alveer saya setuju saja, kalau begitu silahkan di minum pak!" ucap Susan
" Iya, terima kasih" Al pun meraih cangkir yang berisi kopi lalu menyeruputnya.
Susan menyunggingkan senyumnya setelah melihat Al meneguk minumannya
" Bagaimana pak Alveer apa anda menyukai pelayanan di restoran ini?" tanya Susan dengan nada menggoda
Ayla yang melihat ada gelagat aneh pada wanita dihadapannya itu merasa geram sendiri dan juga jijik
" Emm... maaf pak Arlan apa anda bisa membantu asisten saya Anin mengambil berkas kontrak kerja samanya di dalam mobil saya?" tanya Susan
Ayla mengernyitkan keningnya mendengar permintaan janggal Susan yang menjadi rekan bisnis suaminya itu
" Baik bu Susan, itu tidak masalah, mari nona Anin!" ucap Arlan
Setelah Arlan dan Anin pergi kini didalam ruangan tersebut hanya tinggal Ayla, Al dan Susan
" Nona!" panggil Susan pada Ayla
" Anda memanggil saya bu Susan?" tanya Ayla
" Iya, memangnya ada siapa lagi di ruangan ini selain kita bertiga" sahut Susan ketus
" Ada apa bu Susan memanggil saya?" tanya Ayla seraya memutar bola matanya malas
" Setidaknya kau itu tahu diri sedikit, setelah yang lain pergi kau juga seharusnya ikut keluar dari ruangan ini, apa tidak malu kamu menjadi obat nyamuk disini?" ucap Susan membuat Ayla dan Al saling melempar pandangannya
" Apa maksud anda berbicara seperti itu?" tanya Ayla yang sudah berdiri dan tidak bisa sabar lagi menahan emosinya
Al menarik tangan Ayla dan memintanya untuk duduk kembali
Awalnya Ayla menolak tapi setelah mendapat tatapan tajam dari Al akhirnya ia pun menurut
Al menatap datar ke arah Susan " Maaf bu Susan maksud dari ucapan anda itu apa ya, kenapa anda mengusir sekretaris saya?" Tanya Al
Susan terdiam tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhnya, Ayla tersenyum tipis sangat tipis membuat Susan tidak menyadari senyumnya itu
" Emang enak senjata makan tuan?"