DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
MENCARI TAHU


Sejenak kita bahas di dalam Yayasan milik Abi Aasim.


Setelah kepergian dari Rain dan Alzam tadi, aktifitas di dalam rumah milik Abi Aasim kembali seperti semula.


Syahlaa sudah kembali ke pendopo yang dia tinggali bersama Zarina, sedang Faiha, Umi Anum dan Abi Aasim, pun juga kembali kepada kegiatan mereka masing-masing.


Biasanya Faiha tidak merasakan apa-apa di dalam hatinya, namun entah kenapa, ketika dia melihat lambaian tangannya Rain tadi di saat akan berangkat ke Prancis, ada rasa gelisah di dalam dada yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.


Mobil yang sudah berlalu dari dalam halaman Yayasan, membuat Faiha memutuskan untuk masuk saja ke dalam kamarnya.


Faiha di dalam kamar, dia memilih berdoa untuk keselamatan dari sang calon suaminya.


Gelisah tidak menentu, dan perasaan sedih tidak berujung, tiba-tiba di rasakan oleh Faiha.


" Ada apa dengan hatiku?? ",, tanya Faiha kepada dirinya sendiri.


" Ya Allah, lindungilah calon suami hamba, semoga dia bisa kembali dan pulang dengan selamat sampai tujuan ",, doa dari Faiha.


" Lebih baik aku berwudhu dan mengaji, untuk menenangkan hatiku ",, kata Faiha lagi.


Setelahnya, Faiha langsung beranjak berdiri dari duduknya untuk melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi.


Faiha mengaji dan berdzikir untuk menenangkan dirinya yang sedang diterpa rasa gundah gulana.


Dirasa sudah cukup tenang, Faiha pun menyudahi mengajinya, dan dia memilih untuk beranjak ke luar dari dalam kamar, menuju ke ruang Keluarga untuk menonton televisi.


Faiha mencoba mencari saluran televisi yang menurutnya bagus untuk dilihat, dan alangkah terkejutnya Faiha, ketika dia menonton televisi langsung menemukan berita tentang pesawat jatuh di salah satu laut yang ada di Indonesia.


Deg.!!


Perasaan Faiha semakin tidak karuan saja, tangan dia yang sedang memegang remot pun sampai gemetaran.


Untuk memperjelas lagi suara sang reporter, Faiha mencoba mengeraskan volume televisinya.


Semakin takut saja, ketika sang reporter mengatakan jika pesawat yang jatuh adalah rute penerbangan antara Indonesia ke Prancis, dengan jumlah penumpang sekitar seratus dua puluh orang termasuk para kru pesawat.


" Umiiiiiiiiiii, Abiiiiiiiiiiiiii ",, teriak super keras dari Faiha.


Umi Anum dan Abi Aasim yang tidak pernah mendengar Faiha berteriak pun, mereka berdua yang sedang berada di dalam kamar, langsung merasa sangat terkejut sekali.


Abi Aasim dan Umi Anum langsung bergegas ke luar dari dalam kamar untuk menemui Faiha, karena mereka takut jika Faiha kenapa-kenapa.


" Fai kamu kenapa berteriak-teriak seperti tadi?? ",, tanya Umi Anum kepada Faiha.


" Umi, Abi itu, lihatlah ",, jawab Faiha sambil menunjuk layar televisi, dengan berlinang air mata.


Abi Aasim dan Umi Anum langsung saja melihat ke arah televisi dan mendengarkan berita tentang kecelakaan pesawat tersebut.


" Astaghfirullah hal'adzim, Nak Rain ",, ucap Umi Anum dan Abi Aasim secara bersamaan.


Sedangkan Faiha sendiri sudah menangis sangat pilu sejak tadi.


" Tenang-tenang, kita tidak boleh berpikir negatif, siapa tahu Nak Rain, tidak berada di dalam pesawat itu ",, kata Abi Aasim mencoba menenangkan dua wanita yang disayanginya.


" Coba, kamu hubungi Nak Rain Faiha ",, kata Abi Aasim kepada Faiha.


" Oh iya, sebentar, ponsel milik Faiha, ada di dalam kamar ",, jawab Faiha kepada Abi Aasim.


Abi Aasim hanya mengangguk saja kepada Faiha, sedang Faiha langsung berlari untuk mengambil ponselnya yang ada di dalam kamar.


Ketika Faiha sudah mengambil ponselnya, dia pun langsung saja duduk kembali di sofa yang tadi dia duduki.


" Cepat hubungi Nak Rain Fai ",, kata Umi Anum kepada Faiha.


Faiha mencoba menghubungi Rain, tapi sayang, panggilan pertamanya tidak tersambung.


" Tidak bisa Umi ",, jawab Faiha dengan perasaan yang semakin gelisah.


" Coba lagi ",, kata Umi Anum.


Faiha terus mencoba dan mencoba, namun sudah empat kali mencoba, dia masih belum bisa menghubungi Rain.


Hingga tiba-tiba telinga mereka semua mendengar ada suara deru mesin mobil berhenti di depan teras rumah.


Melihat mobil sang Kakak, Faiha pun mencoba melihat ke dalam mobil tersebut.


" Kamu cari siapa Fai?? ",, tanya Alzam kepada Faiha.


" Kak Rain mana Kak?? ",, tanya Faiha kepada Alzam.


" Iya dia sudah Kakak antar ke Bandara, kamu lupa ya?? ",, jawab Alzam kepada Rain.


" Kak Rain ",, kata Faiha langsung terduduk sambil menangis dengan pilu.


Alzam yang melihat Faiha menangis seperti itu, dia menjadi bingung sendiri.


" Kamu kenapa Fai, kamu kan tahu jika Rain hari ini akan kembali ke Prancis lagi ",, kata Alzam sambil membangunkan Faiha.


" Ayo Nak, sini ikut Abi ",, kata Abi Aasim kepada Alzam.


Sedangkan Umi Anum, dia sedang mencoba menenangkan Faiha yang lagi terpuruk.


Akhirnya, mereka semua sampai juga di ruang Keluarga yang ada di situ, dan Alzam langsung saja di perlihatkan tentang berita pesawat yang baru saja jatuh tadi.


" Astaghfirullah, Rain ",, kata Alzam benar-benar sangat terkejut sekali.


" Tidak, semoga saja Rain belum naik pesawat itu, akan Afnan coba hubungi dia ",, kata Alzam kepada semua Keluarganya.


" Tidak bisa Afnan, Faiha sudah mencoba menghubungi Nak Rain berulang kali, tapi tidak terhubung ",, kata Abi Aasim kepada Alzam.


" Afnan tidak percaya, jika belum membuktikannya sendiri Abi ",, jawab Alzam kepada Abi Aasim.


" Ya sudah, teleponlah dulu, siapa tahu kamu yang menelpon bisa tersambung ",, kata Abi Aasim kepada Alzam.


Alzam langsung saja segera mencoba menghubungi nomor ponsel milik Rain, dan benar apa kata Abi Aasim tadi, jika nomor ponsel milik Rain tidak bisa di hubungi.


" Rain ",, kata Alzam berbicara sendiri.


" Afnan akan mencoba menghubungi Casper sebentar ",, kata Alzam kepada Abi Aasim.


Casper yang sedang berada di rumah bersama Emmy, dia pun langsung saja mengangkat sambungan telepon dari Alzam.


" Halo Afnan?? ",, sapa Casper kepada Alzam.


" Casper, tolong kamu coba hubungi Rain sekarang juga ",, jawab Alzam kepada Casper.


" Bukankah Rain ada bersama kamu sekarang?? ",, tanya Casper kepada Alzam.


" Lihatlah berita sekarang tentang kecelakaan pesawat yang ada di Indonesia, karena Rain saat ini sudah ijin ingin kembali pulang ke Prancis, karena ada pekerjaan mendadak dari Tuan Ezio, dan aku sendirilah tadi yang mengantarkan dia ke Bandara ",, jawab Alzam kepada Casper.


" Apaaaa!!! ",, jawab Casper sangat terkejut sekali.


Emmy yang mendengar Casper berteriak dia merasa terkejut sekali.


" Sebentar, akan aku cari beritanya di internet ",, kata Casper lagi kepada Alzam.


" Iya, kalau begitu aku tutup dulu teleponnya ",, kata Alzam kepada Casper.


" Iya baiklah ",, jawab Casper kepada Alzam.


Dan sambungan telepon mereka pun akhirnya terputus.


Casper yang sudah mematikan sambungan telepon dari Alzam, dia langsung saja mencari berita tersebut di dalam laptopnya, dan Emmy yang melihat Casper seperti kebingungan sendiri, dia pun menjadi semakin penasaran saja.


" Ada apa Casper,?? kenapa sepertinya kamu sedang bingung sekali?? ",, tanya Emmy kepada Casper.


" Afnan tadi telepon, dan kata dia, Rain saat ini sudah ingin kembali ke Prancis, namun beberapa saat kemudian, ada berita tentang pesawat jatuh ",, jawab Casper sambil mengotak-atik laptopnya.


Terkejut, tentu saja Emmy merasa sangat terkejut mendengar kabar tersebut, dan dia menyuruh Casper untuk mencari tahu terlebih dahulu kebenaran berita tentang kecelakaan pesawat itu.


Sedangkan kembali ke Alzam lagi, dia saat ini sedang menenangkan Faiha yang sedang terlihat terpuruk memikirkan sang calon suami yang belum ada kabar.


...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...


...***TBC***...