
Membahas Syahlaa lagi, setelah kepergian dari Klara tadi dari dalam ruang perawatan Zarina.
Emmy dan Syahlaa langsung saja berbincang cukup serius hanya berdua saja, sebab Casper belum kembali ke rumah sakit untuk menjenguk Zarina.
Sedangkan Zarina, dia sudah tertidur setelah makan tadi, karena efek obat yang masih di konsumsinya.
" Syahlaa, apa kamu yakin ingin berteman lagi dengan Nona Klara?? ",, tanya Emmy kepada Syahlaa.
" Kenapa tidak Emmy?? '',, tanya balik Syahlaa kepada Emmy.
" Hanya saja perasaanku kurang yakin akan hal itu Syahlaa ",, jawab Emmy kepada Syahlaa.
" Jangan berburuk sangka dulu Emmy ",, kata Syahlaa kepada Emmy.
" Nona Klara sejak dulu dia sudah baik kepadaku, dia sebenarnya baik, hanya saja dia cukup judes dan galak kepada semua orang, jadi membuat semua orang menjadi salah sangka kepadanya ",, kata Syahlaa lagi kepada Emmy.
" Percayalah, dan berdoa semoga Nona Klara benar-benar tulus berteman denganku lagi ",, kata Syahlaa kepada Emmy.
" Tapi kamu juga jangan asal percaya begitu saja kepada dia ya Syahlaa ",, kata Emmy kepada Syahlaa.
" Karena aku takut, jika terjadi apa-apa kepadamu atau Zarina ",, kata Emmy lagi kepada Syahlaa.
" Iya Emmy, terimakasih, kamu sudah mau menjadi sahabatku selama ini ",, kata Syahlaa kepada Emmy sambil tersenyum sangat manis sekali.
Syahlaa tiba-tiba teringat sesuatu, jika lusa Emmy dan Casper akan melangsungkan pertunangan mereka.
" Oh ya, lusa kamu sama Casper akan bertunangan kan, selamat ya Emmy, dan maaf walau aku ada di sini tapi tidak bisa datang menghadiri acara pertunangan kalian ",, kata Syahlaa kepada Emmy.
" Tidak masalah, yang terpenting kamu dan Zarina baik-baik Syahlaa, serta doa darimu juga sudah lebih dari cukup untukku ",, jawab Emmy kepada Syahlaa sambil tersenyum.
Ketika Syahlaa dan Emmy sedang asik berbincang, tiba-tiba saja Syahlaa mendapatkan panggilan alam, yang mengharuskannya untuk segera ke dalam kamar mandi.
" Emmy, titip Zarina sebentar ya, aku kebelet ",, kata Syahlaa kepada Emmy.
" Iya, tenang saja ",, jawab Emmy kepada Syahlaa.
Syahlaa langsung saja segera masuk ke dalam kamar mandi yang ada di situ, dan baru saja Syahlaa masuk ke dalam kamar mandi, tiba-tiba saja pintu ruang perawatan Zarina terbuka dari luar, dan orang yang baru saja masuk itu adalah Alzam.
Alzam yang merasa bosan dan tidak tahan berada di Perusahaan milik Ezio yang sudah dia ambil alih, Alzam pun memilih berpamitan pergi saja kepada Rain.
Dan menyerahkan kantor kepada Rain untuk menghandlenya.
Rain hanya bisa pasrah dan membiarkan saja ketika Alzam pergi dari kantor, dan Alzam juga berkata jujur kepada Rain, jika dia ingin ke rumah sakit melihat keadaannya Zarina.
Alzam yang baru saja masuk ke dalam ruang perawatan Zarina dan tidak melihat Syahlaa, dia pun langsung saja mencoba bertanya kepada Emmy.
" Nona Emmy, dimana istri saya Syahlaa?? ",, tanya Alzam kepada Emmy.
Baru saja Emmy ingin menjawab pertanyaan dari Alzam, pintu ruang perawatan Zarina tiba-tiba terbuka lagi dari luar dan pelakunya adalah Ezio bersama Lionel.
Mata Alzam dan Emmy di buat sangat melotot, ketika melihat orang yang baru saja datang tersebut.
" Maaf Tuan Afnan, kami sudah melarang mereka masuk, akan tetapi mereka tetap memaksa masuk ",, kata salah satu bodyguard kepada Alzam.
" Iya, biarlah, kamu kembali berjaga lagi di luar ",, kata Alzam kepada bodyguard tersebut.
" Baik Tuan ",, jawab sopan dari sang bodyguard.
Setelah kepergian dari bodyguard tadi, Alzam langsung saja bertanya kepada Ezio.
" Ada apa anda datang kemari?? ",, tanya Alzam kepada Ezio.
" Apa tidak boleh saya melihat putri saya sendiri?? ",, jawab Ezio kepada Alzam.
" Anda boleh saja mengambil alih semua aset saya, dari Perusahaan, rumah, mansion dan lainnya, tapi tidak dengan Zarina!! ",, kata Ezio lagi kepada Alzam.
" Saya tidak akan merebut Zarina, asal anda bisa bersikap sopan kepada saya dan Syahlaa ",, jawab Alzam kepada Ezio.
" Tidak sopan kata anda,?? saya di sini juga berhak atas Zarina,!! karena saya adalah Ayah kandungnya, sedangkan anda, cuma Ayah sambungnya saja!! ",, bantah Ezio kepada Alzam.
" Huh, berhak,!! sepertinya anda memang perlu di beri pelajaran seperti Papa anda Tuan Ezio ",, jawab Alzam dengan sangat santai sekali kepada Ezio.
" Akan saya ingatkan sekali lagi perbuatan apa saja yang sudah anda dan Papa anda lakukan kepada Syahlaa ",, kata Alzam kepada Ezio.
Ezio masih diam, sambil terus mendengarkan apa kelanjutan dari semua perkataannya Alzam.
" Anda dulu sudah memp3rk054nya dan meninggalkannya begitu saja, ke dua anda dengan entengnya menghina Syahlaa, jika dia adalah seorang wanita murahan, ke tiga anda tidak mau mengakui Zarina, ke empat, anda sudah mengatai anak anda sendiri sebagai anak haram dan yang terakhir ........ ",, Alzam sengaja menjeda perkataannya.
Sebelum melanjutkan perkataannya, Alzam melangkahkan kakinya untuk lebih mendekat ke arah Ezio.
Saling tatap menatap dengan sangat lekat sekali, Ezio dan Alzam lakukan sekarang.
" Papa andalah yang sudah menabrak lari Ayah kandungnya Syahlaa sampai meninggal di tempat ",, lanjut lagi perkataan dari Alzam kepada Ezio.
Mata Ezio langsung melotot dengan sangat lebar sekali, karena dia tidak menyangka jika Alzam bisa mengetahui hal tersembunyi antara dirinya dan sang Papa.
Padahal tidak ada yang tahu akan rahasia itu selain dirinya dan juga sang Papa, mau serapi apapun Ezio menyembunyikan rahasia itu, karena sepandai-pandainya tupai melompat, pasti dia akan jatuh juga.
Begitupun dengan peribahasa yang mengatakan, serapat-rapatnya menyembunyikan bangkai, pasti akan tercium juga baunya.
Emmy dan Lionel yang mendengar perkataan dari Alzam, mereka berdua juga sama halnya langsung melototkan mata mereka.
Sebab mereka berdua juga sangat terkejut sekali dan tidak menyangka dengan berita yang baru saja mereka dengar itu.
" Apakah itu benar Ezio?? ",, tanya Lionel kepada Ezio.
Ezio hanya diam saja, dia tidak bisa menjawab pertanyaan dari Lionel.
" Huh,!! tidak bisa menjawab ",, kata Alzam mengejek Ezio.
" Katakanlah sesungguhnya Tuan Ezio kepada teman anda, jika Papa andalah yang sudah membuat Syahlaa menjadi yatim piatu sejak dulu, dan dengan mudahnya Papa anda tidak bertanggung jawab serta tidak mengakui kesalahannya itu kepada Syahlaa selama bertahun-tahun lamanya sampai sekarang ",, kata Alzam lagi kepada Ezio sambil memundurkan langkah kakinya.
" Dan untuk Perusahaan serta aset yang sudah saya ambil dari anda, bukankah itu pantas untuk membayar semua luka yang kalian berdua torehkan kepada Syahlaa selama ini?? ",, kata Alzam lagi kepada Ezio.
" Anda tahu darimana semua ini?? ",, Ezio yang daritadi diam, cuma kata itu akhirnya yang keluar dari dalam mulutnya.
" Tidak penting semua itu saya tahu darimana, yang terpenting sekarang, nikmatilah penderitaan anda Tuan Ezio ",, jawab Alzam sambil tersenyum miring.
" Pasti dari Rain, iya Rain kan yang sudah memberitahukannya kepada anda!! ",, kata Ezio kepada Alzam.
" Kalaupun dari Rain, bukan itu sekarang yang menjadi permasalahannya Tuan Ezio ",, jawab Alzam kepada Ezio.
" Permasalahannya adalah, apakah anda pantas bersama Zarina, sedangkan sebelum dia lahir saja, anda sudah menorehkan luka yang mendalam untuk sang Mama?? ",, tanya Alzam kepada Ezio.
" Jika Zarina tahu akan semua ini, akan saya jamin, pasti dia akan membenci anda ",, kata Alzam lagi kepada Ezio.
Tidak, Ezio tidak mau jika Zarina sampai membenci dirinya, biarlah semua orang di dunia ini membencinya, asal jangan Zarina.
Ezio merasa ketakutan, takut jika Zarina sampai mengetahui cerita yang sebenarnya.
Dan yang bisa di lakukan oleh Ezio saat ini adalah diam, karena dia tidak bisa menjawab semua perkataan dari Alzam memang benar adanya.
Sedangkan Lionel yang tujuannya ingin membantu Ezio pun, juga hanya bisa diam saja, karena dia tidak tahu apa yang harus dikatakannya kepada Alzam.
Ketika Alzam ingin berbicara lagi, atensi dia dan semua orang langsung teralihkan, ketika ada suara pintu terbuka, namun itu bukan pintu ruang perawatan, melainkan pintu kamar mandi.
Mata Alzam dan Ezio di buat semakin melotot, ketika melihat Syahlaa yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.
Begitupun dengan Lionel, yang cukup terkejut melihat penampilan Syahlaa yang sudah sangat berubah sekali dari terakhir kalinya dulu dia melihatnya.
...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...
...***TBC***...