
Ceklek
Deg
Al membulatkan matanya sempurna saat melihat apa yang ada di depan matanya
" Sa... sayang!"
Al langsung menghampiri Ayla yang tengah sesenggukan duduk di lantai sambil memeluk lututnya
Hati Al tercubit melihat Ayla sampai menangis sesenggukan seperti itu, dengan lembut Al menarik Ayla kedalam pelukannya
" Sudah jangan menangis lagi sayang, mas minta maaf kalau mas sudah menyakiti hati kamu dan juga anak kita" ucap Al sambil memeluk Ayla
" Mas enggak ada maksud buat bentak kamu dan marah-marah seperti itu, mas cuma enggak tahu harus bagaimana lagi menyikapi perasaan kamu yang terus saja menolak penjelasan yang mas berikan!" lanjutnya lagi
" Mas mencintai mu sangat sangat mencintaimu, tidak ada wanita lain selain kamu yang mas cintai, percaya sama mas sayang!" Al mengurai pelukannya dan menatap lekat manik hitam Ayla
" Dengarkan mas baik-baik sayang, jika kamu merasa keberatan mas menjalin kerja sama dengan PT Angkasa mas akan batalin sayang demi kamu, jika hal itu membuat kamu merasa lega dan tenang biar mas batalkan saja sekarang juga dari pada membuat isteri mas sedih dan merasa kecewa sama mas, sungguh mas sanggup sayang melihat kamu seperti ini "
Ayla menggeleng " Tidak mas, kamu tidak perlu melakukan hal itu!" ucap Ayla disela Isak tangisnya
"Lalu mau kamu bagaimana? mas harus bagaimana agar kamu percaya sama mas, memaafkan mas dan tidak mendiamkan mas, hem?" tanya Al lirih
" Mas mohon jangan bersikap seperti ini terus, mas enggak sanggup sayang. mas terima hukuman apa saja yang kamu berikan asalkan kamu tidak marah dan tidak mendiamkan mas lagi!" pintanya
" Begini saja, biar sama-sama tenang dan tidak terjadi salah paham lagi bagaimana kalau setiap meeting kamu ikut mas, dampingi mas, mau ya!" Ayla menggeleng
" Kenapa?" alis Al mengkerut
" Karena aku enggak mau jadi obat nyamuk!" sahut Ayla
" Obat nyamuk? memangnya siapa yang akan menjadikan kamu obat nyamuk sayang, kamu ini kan isteri mas justru kamu akan menjadi penyemangat mas dalam bekerja. biar bu Susan juga tahu kalau mas itu sudah memiliki isteri yang sangat cantik !" puji Al menangkup wajah Ayla
" Tidak boleh menolak, ini adalah perintah dari atasan" Ayla mencibikkan bibirnya
" Ini di rumah bukan di kantor, mas enggak bisa seenaknya memberi perintah!" protes Ayla
" Tidak apa, dari pada isteri mas marah lagi dan salah paham lagi alangkah baiknya kamu ikut saja dengan mas setiap meeting terlebih jika meetingnya dengan klien wanita!" ucapnya dengan senyum menggoda
" Enggak mau, nanti yang ada aku dibilang isteri yang posesif, memangnya mas enggak malu apa kalau nanti klien mas menilai mas sebagai CEO yang takut isteri?" sahut Ayla
Al tertawa kecil lalu perlahan tangannya bergerak di letakkan di kedua bahu Ayla dan membantunya untuk berdiri lalu mendudukkannya di tepi tempat tidur
" Tidak masalah, mas enggak peduli dengan penilaian orang lain yang terpenting hati isteri mas tenang. terserah orang mau bilang apapun tentang mas yang terpenting buat mas sekarang adalah ketenangan dan kebahagiaan isteri mas yang sangat mas cintai" ucap Al yang mampu membuat Ayla blussing dengan wajah yang sudah merah seperti kepiting rebus
" Sudah ya, jangan bersedih lagi mau kan maafin mas?" ucap Al seraya menghapus bekas jejak air mata yang masih tertinggal di pipi Ayla
Ayla mengangguk pelan " Maafin aku juga mas!" ucap Ayla dengan wajah yang sudah merona
" Iya sayang!" Al menarik Ayla kedalam pelukannya dan berkali-kali mengecup ubun-ubunnya
" Kita sarapan dulu yuk, habis menangis pasti tenaganya cukup terkuras kan sekarang kamu harus mengisinya lagi ya!" Seloroh Al
" Ayo kita turun!" ucap Al merengkuh bahu sang isteri
" Sebentar mas, aku mau ambil tas dulu!" Ayla pun beranjak dan mengambil tas selempangnya dan juga tas kerja Al
"Sudah?" Ayla mengangguk dan Al meraih tas miliknya yang berada di tangan Ayla lalu keduanya pun turun untuk sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke kantor
Usai sarapan keduanya kini sudah berada di dalam mobil dan Al mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kantor.
" Sayang!" suara Al memecah keheningan
" Iya mas" Ayla menoleh ke arah sumber suara
" Tolong percaya sama mas ya, apapun yang terjadi tolong kamu percaya sama mas!" pinta Al
" Kenapa mas berbicara seperti itu? dan apa alasannya aku harus percaya sama mas?" Ayla menggeser duduknya hingga kini menghadap ke arah Al yang terlihat fokus mengemudikan mobilnya
Al menepikan mobilnya membuat Ayla sedikit terkejut
" Kenapa berhenti?" tanya Ayla dan Al diam saja seraya menggeser duduknya menghadap kepada Ayla sehingga membuat keduanya kini duduk saling berhadap-hadapan
" Dengarkan mas sayang, setelah orang-orang diluar sana banyak yang tahu kalau mas sudah menikah dan memiliki isteri secantik kamu, mas itu takutnya ada pihak-pihak tertentu yang justru memanfaatkan keadaan ini dan menjadikannya sebagai senjata untuk menjatuhkan mas, jadi mas minta kamu percaya sama mas dan jangan mudah percaya dengan berita apapun yang kamu dengar dari orang lain cari tahu dulu kebenarannya, tentang hal apapun itu!" tutur Al memberi pengertian kepada Ayla
" Mas ngerti sekarang ini karena mood ibu hamil kamu terkadang mudah banget sensitif dan gampang marah tapi mas berharap kamu bisa mengendalikan itu dan juga bersikap hati-hati serta waspada terhadap siapapun itu!" lanjutnya
Ayla yang sedari setia mendengarkan pun mengangguk mengerti, dia juga sadar saat ini perusahaan suaminya cukup maju dan pasti akan banyak pesaing-pesaingnya yang berniat untuk menjatuhkannya.
" Iya mas aku mengerti, mas juga harus berhati-hati dan selalu waspada!" sahut Ayla
" Iya sayang, terima kasih ya kamu memang penyemangat mas, kekuatan mas sekaligus kelemahan mas!" ucapnya
Al mendelik tidak suka dengan ucapan Al yang terakhir
" Kenapa?" tanya Al melihat wajah Ayla yang nampak marah
" Aku enggak suka mas menganggap aku sebagai kelemahan mas, jangan seperti itu mas karena itu bisa menjadi bumerang yang mampu menghancurkan diri mas sendiri. cukup jadikan aku sebagai kekuatanmu saja mas sehingga mas bisa menghadapi lawan-lawan mas dengan gagah berani!" terang Ayla
Al tersenyum lalu menarik Ayla kedalam dekapannya " Iya sayang, mas akan selalu menjadikan kamu sebagai kekuatan mas dan penyemangat mas tentunya!" ucap Al seraya mengurai pelukannya
Al mengikis jarak keduanya namun Ayla yang dapat membaca pikiran suaminya dengan gerakan cepat tangannya sudah mendarat sempurna di bibir Al
" Mas jangan yang aneh-aneh ya, ini di dalam mobil loh dijalan pula aku enggak mau ya kalau sampai di grebek warga dan disangka yang enggak-enggak!" Ayla mendorong pelan wajah Al yang hendak mengikis jarak keduanya
" Sedikit aja sayang, kalau pun digerebek juga kita udah halal ini sudah ada hasilnya lagi!" ucap Al sambil membelai perut Ayla yang kini sudah terlihat munjung
" Ishh... enggak lucu ya mas, sudah ah cepat jalan lagi!" seru Ayla dengan tatapan tajamnya
Al tertawa " Siap nyonya Alveer, kita berangkat sekarang nanti di kantor kita lanjutkan lagi yang sempat tertuda, oke!" ucap Al yang kini sudah membetulkan duduknya dan bersiap menyalakan mesin mobilnya kembali
Ayla mendengus kesal dengan tingkat kemesuman pak suami yang tidak pernah kenal tempat dan waktu.
Sedangkan Al malah tertawa gemas melihat wajah sang isteri yang memberengut.