DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
EXTRA PART 1


Hari-hari telah berlalu, tidak terasa umur dari baby Aara sudah satu tahun saja, dan itu artinya Zarina saat ini sudah berumur enam tahun.


Perkembangan Zarina tidak pernah dilewatkan sama sekali oleh Ezio, walau dia tidak bisa menyekolahkan Zarina di Prancis, akan tetapi Ezio sudah meminta kepada Syahlaa dan Alzam, jika semua biaya sekolah Zarina, dia yang akan menanggung.


Syahlaa dan Alzam pun juga tidak sembarangan menyekolahkan Zarina, di saat semua anak-anak kampung pada sekolah di sekolah yang ada di kampung mereka, Syahlaa dan Alzam menyekolahkan Zarina di sekolah elite yang terkenal bagus dan juga mahal, dan sekolahan itu tentu saja ada di kota.


Uang tidak masalah bagi Alzam, Syahlaa maupun Ezio, karena bagi mereka pendidikan sangatlah penting sekali.


Zarina akan dijemput sang Papi, jika ada liburan sekolah, atau jika belum waktunya libur dan Ezio sudah rindu berat dengan Zarina, dia akan meminta ijin libur selama satu minggu lamanya kepada pihak sekolah.


Iya, walau itu sangat disayangkan, akan tetapi Ezio sendiri meminta keringanan kepada pihak sekolah.


Meninggalkan Syahlaa, Alzam dan juga Ezio, sekarang kita beralih ke sahabat-sahabat mereka semua, yaitu Casper, Emmy dan juga Rain.


...*___________*...


Ketika Faiha dinyatakan positif hamil dulu, ternyata Emmy sudah hamil lebih dahulu dari Faiha, dan tentu saja Rain, Syahlaa dan Alzam sudah mengetahuinya.


Di saat Emmy hamil sekitar empat bulan lamanya, di situ Faiha baru positif hamil. Kira-kira selisih sekitar kurang lebih dua bulanan kehamilan mereka.


Semenjak Emmy hamil, dia bersama Casper juga sudah jarang sekali mengunjungi Syahlaa di Indonesia.


Selain khawatir dengan kehamilannya, Emmy tentu saja merasa kurang nyaman berada di dalam pesawat hampir seharian penuh dalam keadaan hamil.


Emmy dan Casper bisa berjumpa dengan Syahlaa, baby Aara dan juga Alzam, ketika Alzam mengajak semua Keluarganya, bahkan bersama Abi Aasim dan juga Umi Anum untuk liburan ke Prancis, sekaligus menjenguk Faiha yang sudah hamil cukup besar.


Kedatangan Alzam sekeluarga, tentu saja sangat mengejutkan Faiha dan juga Rain, serta Emmy dan Casper, karena Alzam sengaja tidak memberitahukan kepada mereka semua.


" Kamu kenapa menangis Fai?? ",, tanya Alzam pada waktu itu kepada Faiha.


" Fai cuma terharu Kak, rasanya masih tidak percaya melihat kalian semua ada di sini ",, jawab Faiha sambil tersenyum.


Karena setelah kepulangan Faiha dan Rain pada waktu itu, Faiha dan Rain belum kembali lagi berkunjung ke Indonesia, terlebih kandungannya Faiha juga semakin membesar saja, pasti akan cukup riskan jika diajak naik pesawat seharian penuh.


" Kakak sengaja ingin memberikan kejutan untukmu Fai ",, jawab Alzam sambil tersenyum juga.


" Kakak ..... ",, kata Faiha langsung memeluk Alzam sambil menangis.


Alzam hanya tertawa saja melihat sang adik yang merasa terharu, dan tentunya dia pun juga membalas pelukan dari sang adik.


Satu minggu Alzam, Syahlaa, Zarina, baby Aara, Abi Aasim dan Umi Anum berada di Prancis, dan Abi Aasim bersama Umi Anum diajak jalan-jalan oleh anak dan menantunya ke berbagai tempat yang belum pernah mereka kunjungi.


Bahkan ketika Abi Aasim pertama kali mengunjungi rumah Syahlaa yang ada di Prancis, Abi Aasim langsung jatuh cinta dengan bentuk bangunannya.


Sedangkan Emmy dan Casper, yang baru pertama kali melihat wajah baby Aara, sama seperti Zarina dulu, mereka langsung jatuh hati melihat kelucuan dari baby Aara yang pada waktu itu belum ada satu tahun.


Mereka semua bercanda, bermain, dan berbincang banyak hal tentang kehidupan mereka masing-masing, sambil saling menyalurkan kerinduan yang sudah cukup lama terpendam.


Termasuk Ezio yang terkadang sudah berani bercanda dengan Alzam.


Ketika Alzam liburan di Prancis, tentu saja Ezio tidak akan menyia-nyiakan waktunya, untuk langsung meminta ijin membawa Zarina bersamanya.


Sama seperti biasanya, Alzam dan Syahlaa langsung mengijinkannya, dengan syarat harus memulangkan Zarina tepat waktu.


Di masa kehamilannya, Faiha tidak mengalami yang namanya mengidam ekstrim, hanya sewajarnya saja dan itu masih bisa dipenuhi oleh Rain sebagai suami yang siaga.


Rain sendiri sudah sangat tidak sabar sekali menantikan kehadiran dari anak pertamanya, dia benar-benar sangat excited sekali.


Bahkan ketika pergi ke mall, Rain jika melihat pernak-pernik lucu untuk bayi, dari mulai baju, celana, sepatu, kaos kaki dan lain-lainnya, dia langsung memborongnya.


Faiha hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat kelakuan sang suami yang begitu sangat antusias sekali.


Beberapa bulan kemudian, tibalah waktunya Emmy melahirkan, Casper yang sudah tahu kapan sang istri akan melahirkan, dia begitu sangat overprotektif sekali, dan di saat Emmy berkata jika sang baby akan segera ke luar, Casper dengan sigap langsung membawa Emmy ke rumah sakit yang terdekat.


Lahir dengan normal dan tidak memerlukan waktu yang lama, akhirnya suara tangisan bayi sudah terdengar menggema di dalam ruang bersalin.


Bayi berjenis kelamin laki-laki dengan berat badan sekitar tiga koma lima kilogram dan panjang sekitar lima puluh dua centimeter, langsung mencuri hati Casper sebagai sang Ayah.


Casper memberi nama sang anak dengan Nicko Richard Wernhar yang berarti seorang pemimpin prajurit dewa yang sangat kuat, dan nama panggilannya adalah Nicko.


Semua Keluarga besar Casper dan Emmy merasa sangat bahagia sekali dengan kehadiran anggota baru di Keluarga mereka.


Senyum kebahagiaan langsung terpancar di semua orang yang turut hadir menjenguk baby Nicko.


Melihat sang sahabat sudah melahirkan baby pertamanya, membuat Rain juga sudah membayangkan anak pertamanya lahir ke dunia.


Banyak bertanya bagaimana rasanya menemani sang istri melahirkan kepada Alzam dan Casper, membuat Rain menjadi semakin excited ingin merasakan sendiri menyaksikan antara hidup dan mati seorang ibu melahirkan anaknya.


Keinginan Rain akhirnya terkabul juga, ketika baby Nicko sudah berumur sekitar satu bulan, Faiha yang baru saja selesai jalan-jalan santai di area taman belakang rumah, tiba-tiba menunjukkan gejala seperti ingin melahirkan.


" Bukankah kamu melahirkannya masih kurang dua minggu lagi Fai?? ",, tanya Rain dengan wajah yang sangat bingung dan juga khawatir sekali.


" Tidak tahu Kak, tapi ini rasanya sangat sakit sekali perut Fai ",, jawab Faiha sambil menahan rasa sakit di perutnya.


" Ayo kita segera ke rumah sakit segera ",, kata Rain langsung menggendong Faiha masuk ke dalam mobil.


Para asisten rumah tangga yang ada di rumah Rain, langsung berinisiatif menghubungi Keluarga besarnya Rain, untuk memberitahukan jika Faiha ingin segera melahirkan.


Mama Maria dan Papa Charles Ludwig tentu saja langsung meninggalkan kegiatannya pada hari itu, untuk segera menyusul Rain dan Faiha yang sudah berada di rumah sakit.


Rain yang sudah sampai di rumah sakit, dia langsung saja meminta bantuan kepada tenaga medis yang berjaga untuk segera membantu Faiha.


Sungguh perasaan Rain sangat campur aduk sekali, dan dia tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata melihat Faiha sedang merasakan rasa sakit yang teramat sakit saat itu.


Dan pada akhirnya, Rain sudah bisa merasakan sendiri bagaimana perasaan seorang suami atau Ayah yang sedang menunggui sang baby akan lahir.


" Bertahanlah sayang, Kakak yakin kamu pasti kuat ",, kata Rain menyemangati Faiha.


Rain berkata seperti itu, padahal aslinya dia juga menyemangati dirinya sendiri.


" Sakit Kak, sakit sekali ",, kata Faiha.


" Tuan, apakah anda suaminya?? ",, tanya salah satu petugas medis.


" Iya Dokter saya suaminya ",, jawab Rain.


" Ayo temani istri anda, karena dia akan segera melahirkan saat ini juga ",, kata sang Dokter kepada Rain.


Rain hanya mengangguk saja, dan dengan terus memberikan semangat kepada Faiha, Rain terus menemani Faiha sampai dia melahirkan buah hati mereka yang pertama.


Setelah perjuangan yang sangat menguras tenaga dan juga emosional, akhirnya anak pertama mereka lahir ke dunia dengan selamat, dan dia berjenis kelamin laki-laki.


Rain langsung menghela nafasnya karena sudah merasa lega, dan tidak lupa juga mengusap air matanya yang tanpa dia minta menetes dengan sendirinya.


Suara tangisan bayi itu sangat menggema sekali di dalam ruang bersalin, dan suara tangisan dari bayi tersebut penanda kisah cinta antara Rain dan Faiha yang berakhir dengan bahagia.


Selamat Rain - Faiha, atas kelahiran baby pertama kalian berdua.


Rain dan Faiha sepakat memberi nama jagoan mereka dengan nama Adam Qais Ludwig yang berarti seorang prajurit yang terkenal, teguh dengan pendirian dan juga teladan, dan nama panggilannya baby Adam.


Semoga anak kalian sholeh dan berbakti kepada ke dua orang tua ya Rain - Faiha, sekali lagi ku ucapkan selamatπŸ€—.


...πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€...


Eeh, tunggu sebentar, jangan pergi dulu, Extpartnya masih berlanjut🀭.


...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...


***TBC EXTPART***