DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
SESUAI HARAPAN


Di dalam rumah itu kebetulan cuma ada Faiha dan Syahlaa saja, sedangkan Zarina sedang ikut pulang ke pendopo bersama Umi Anum.


Faiha yang sudah mendapatkan sedikit pencerahan dari Syahlaa tentang kehamilan, dia pun langsung berlalu masuk ke dalam kamar.


Dan sesampainya di dalam kamar, Faiha antara yakin dan tidak yakin untuk masuk ke dalam kamar mandi.


Di saat Faiha tidak yakin, tiba-tiba dia mendengar kata salam dari Alzam dan Rain yang sudah pulang dari masjid.


Reflek, Faiha langsung masuk ke dalam kamar mandi, karena merasa gugup dan takut ketahuan oleh Rain.


Seumur-umur tidak pernah berbohong, membuat Faiha saat ini menjadi ketakutan sekali, alhasil Faiha memberanikan diri untuk mengetesnya menggunakan testpack yang diberikan oleh Syahlaa.


" Sayang, Faiha, apa kamu ada di dalam?? ",, tanya Rain sambil mengetuk pintu kamar mandi.


" Iya Kak, Faiha sedang ada di dalam ",, jawab Faiha dari dalam kamar mandi.


Rain yang mendengar jawaban dari Faiha, dia lalu memilih menunggu Faiha ke luar, sambil berganti baju dengan baju rumahan.


Sedangkan Faiha sendiri yang sudah membuka bungkus testpack nya, tangan dia malah menjadi sangat gemetaran sekali saat ini.


" Bismillah, semoga Allah mengabulkan apa yang aku inginkan ",, kata Faiha di dalam hati.


Melakukan sesuai petunjuk, akhirnya Faiha pun berani mencelupkan testpack tadi ke dalam ur1nnya yang sudah dia tampung.


Cuma menunggu beberapa menit saja, akhirnya Faiha mengangkat testpack tersebut, namun Faiha tidak mau melihatnya, dan dia langsung memasukkannya lagi ke dalam bungkusnya kembali.


Takut jika dia bersedih, karena hasilnya tidak sesuai, akhirnya, Faiha memilih ke luar dan langsung menemui sang suami yang sedang membalas pesan di dalam ponselnya.


Pandangan Rain teralihkan ketika Faiha sudah ke luar dari dalam kamar mandi dengan wajah yang terlihat pucat.


" Kamu kenapa sayang,?? wajah kamu terlihat pucat, kamu sakit?? ",, tanya Rain.


" Tidak ",, jawab Faiha sambil gemetaran.


" Kamu ko gemetar, kenapa sayang?? ",, kata Rain lagi sambil memegang dahi Faiha.


" Badan kamu ko dingin sekali, kamu kenapa Fai, jangan membuat Kakak khawatir ",, kata Rain merasa sangat khawatir sekali.


Faiha sendiri malah cuma diam, sambil menahan perasaan aneh di dalam hatinya.


Setelahnya, dengan gemetaran Faiha mengulurkan tangannya untuk memberikan testpack tadi kepada Rain, dan Rain yang merasa bingung, langsung membuka genggaman tangan Faiha untuk dia lihat.


Rain merasa sangat terkejut sekali melihat testpack yang sedang digenggam oleh Faiha, dan tanpa banyak berbicara, Rain langsung membuka bungkusan testpack tersebut untuk melihat hasilnya.


Ketika Rain sudah melihat hasilnya, dia langsung membawa Faiha ke dalam pelukannya, dan dia memeluk Faiha dengan sangat erat sekali.


Pelukan yang diberikan oleh Rain, justru membuat Faiha merasa terkejut sekali.


" Kakak kenapa?? ",, gantian Faiha yang bertanya kepada Rain.


" Ternyata itu yang membuat tubuhmu menjadi panas dingin, dan gemetaran sayang, sekarang Kakak mengerti, terimakasih-terimakasih-terimakasih ",, jawab Rain sambil memberikan kecupan yang banyak di wajah Faiha.


Faiha yang sudah sangat penasaran, dia langsung merebut testpack tadi dari tangan Rain untuk melihat sendiri hasilnya.


Di saat Faiha sudah melihat hasilnya, dia malah langsung pingsan seketika, dan hal itu membuat Rain menjadi sangat khawatir sekali.


Rain langsung memindahkan Faiha ke atas ranjang, setelahnya, dia langsung ke luar dari dalam kamar untuk meminta bantuan kepada Syahlaa dan Alzam.


Alzam yang sedang menimang baby Aara bersama Syahlaa yang sedang duduk santai di sebelahnya, cukup terkejut ketika melihat Rain ke luar dari dalam kamar dalam keadaan seperti itu.


Tidak menunggu lama, masih sambil menggendong baby Aara, Alzam langsung berlalu masuk ke dalam kamar Rain bersama Syahlaa untuk melihat keadaannya Faiha.


" Faiha kenapa ko bisa pingsan Kak Rain?? ",, tanya Syahlaa.


" Gara-gara melihat ini Syahlaa ",, jawab Rain sambil menyerahkan testpack tadi.


Syahlaa dan Alzam langsung melihat hasil testpack nya, dan ketika menunjukkan garis dua yang artinya Faiha sedang hamil, Syahlaa dan Alzam langsung tersenyum senang.


" Lebih baik biar aku panggilkan Bidan ke sini Rain, untuk memeriksa Faiha, sekaligus memeriksa calon baby kalian ",, kata Alzam kepada Rain.


" Boleh Afnan, cepat suruh ke mari Bidannya ",, jawab Rain kepada Alzam.


Alzam langsung memberikan baby Aara kepada Syahlaa, karena dia ingin menghubungi Bidan yang biasa memeriksa Syahlaa.


Tidak lama, sekitar lima belas menit kemudian, Bidan itu pun datang, dan langsung memeriksa keadaannya Faiha.


Rain harap-harap cemas menunggu sang Bidan memeriksa keadaannya Faiha, dan ketika sudah selesai memeriksa, sang Bidan langsung segera ditanya oleh Rain.


" Benar apa kata Gus Afnan tadi, jika Ning Faiha benar-benar sedang hamil Tuan Rain ",, jawab Bidan itu kepada Rain.


Wajah Rain terlihat sangat bahagia sekali mendengar penjelasan dari Bidan tersebut.


" Ning Faiha juga cuma terkejut saja ko Tuan Rain, dia tidak kenapa-kenapa, istirahat yang cukup, nanti keadaannya akan kembali seperti semula, jangan lupa juga di perbanyak minum air putihnya ",, kata sang Bidan itu lagi.


" Terimakasih Bu Bidan atas waktu dan semua penjelasannya ",, jawab Rain.


Bidan itu hanya tersenyum dan mengangguk saja kepada Rain, lalu Syahlaa dan Alzam langsung mengantarkan Bidan itu untuk ke luar dari dalam rumah mereka.


Sedangkan Rain, masih setia menunggu Faiha yang belum sadarkan diri di dalam kamar.


Umi Anum yang baru saja datang bersama Zarina, dia merasa sedikit heran, karena melihat ada Bidan yang baru saja pergi dari rumah Alzam.


Dan Umi Anum pun mencoba bertanya kepada Alzam maupun Syahlaa.


" Ko Bidan itu ada di sini Syahlaa, apa dia sedang ingin memeriksa kamu atau baby Aara?? ",, tanya Umi Anum.


" Tidak Umi, Bu Bidan tadi sedang memeriksa Faiha ",, jawab Syahlaa.


" Faiha,?? memangnya dia kenapa?? ",, tanya Umi Anum lagi.


" Dia sedang pingsan di dalam kamarnya tuh Umi ",, jawab Alzam.


Umi Anum langsung bergegas menuju ke dalam kamar Faiha untuk melihat keadaannya Faiha.


Syahlaa, Alzam dan Zarina, juga ikut di belakang Umi Anum untuk masuk ke dalam kamar Faiha.


Pandangan Rain langsung teralihkan melihat kedatangan Umi Anum beserta yang lainnya di dalam kamarnya.


" Umi ",, sapa Rain.


" Faiha kenapa Nak Rain,?? ko dia sampai pingsan begini?? ",, tanya Umi Anum kepada Rain.


" Faiha cuma syok saja ko Umi ",, jawab Rain.


" Syok kenapa, memangnya apa yang sudah terjadi?? ",, tanya Umi Anum lagi.


" Gara-gara ini Umi ",, jawab Rain sambil menyerahkan testpack tadi.


Umi Anum yang sudah melihat hasil testpack nya, dia langsung tersenyum senang sambil mengucapkan selamat kepada Rain.


" Apakah tadi Bu Bidan memberikan obat juga untuk Faiha, Nak?? ",, tanya Umi Anum lagi kepada Rain.


" Iya Umi, obat vitamin untuk penunjang kehamilannya Faiha ",, jawab Rain.


" Baiklah, kamu temani Faiha sampai dia sadar, biar Umi dan yang lainnya ke luar, supaya Faiha bisa beristirahat dengan nyaman ",, kata Umi Anum.


" Iya Umi ",, jawab Rain.


Umi Anum hanya mengangguk saja, dan dia langsung mengajak Syahlaa beserta Alzam, untuk berlalu ke luar dari dalam kamar Faiha.


Sepeninggal dari Keluarganya, Rain langsung mengusap lembut perut Faiha dengan penuh rasa sayang sekali.


" Tumbuh yang sehat di dalam sana ya baby ",, kata Rain kepada calon babynya.


Untuk berbagi rasa bahagianya, Rain langsung saja mencoba menghubungi semua Keluarganya.


Mama Maria yang mendengar kabar dari Rain, jika dia sebentar lagi akan mendapatkan cucu lagi, dia langsung menangis bahagia.


Tidak lupa, Mama Maria juga langsung membagikan kabar bahagia itu kepada sang suami dan Kakek serta Nenek, Rain.


Bahkan, Papa Charles Ludwig langsung menyuruh Mama Maria untuk membeli beberapa sembako untuk mereka berikan kepada para gelandangan yang ada di kotanya.


Sungguh awal yang bagus untuk kehamilannya Faiha, memberi manfaat dan kebahagiaan kepada semua orang.


Semoga sampai dewasa kelak akan selalu berguna untuk sesama.


...☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️...


Selamat Faiha untuk kehamilan kamu🤗🤗😉.


...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...


...***TBC***...