
Keesokan harinya, setelah keadaan mulai membaik sesuai dengan rencana, pada hari ini akan diadakan acara aqiqah nya baby Aara.
Syahlaa sedikit teralihkan pikirannya, karena banyaknya orang yang datang ke rumahnya, untuk membantu acara aqiqah yang akan berlangsung nanti malam selesai sholat isya'.
Ketika semua Keluarga tidak melihat Zarina di rumah, pasti banyak yang menanyakan kepada Syahlaa maupun Alzam, di mana keberadaannya Zarina, karena memang kelucuan Zarina dan wajahnya yang sangat bule sekali, pasti akan mudah memikat hati orang yang mengenalnya serta tentunya akan membuat rindu mereka semua.
" Dia sedang bersama Papinya di Prancis ",, jawab Syahlaa sekenanya saja sambil tersenyum ramah.
" Mari dinikmati hidangannya yang ada, saya permisi sebentar, mau menyapa para tamu yang lainnya ",, kata Syahlaa lagi kepada para kerabat yang bertanya tadi.
" Iya Syahlaa ",, jawab serempak dari kerabat tersebut.
Syahlaa pun langsung berlalu pergi dari hadapan para kerabat sang suami, dan sepeninggal dari Syahlaa tentu saja sang kerabat tidak tinggal diam saja, mereka semua langsung membicarakan Syahlaa sekeluarga.
" Sungguh Keluarga Gus Afnan benar-benar sangat kaya dan juga royal ",, kata kerabat A.
" Benar sekali, apa kamu tadi tidak mendengar, jika Zarina sedang ikut Papinya di Prancis, enak sekali ya bisa jalan-jalan ke Luar Negeri ",, kata kerabat C.
" Wajar saja sih, kan Syahlaa sendiri juga asli Prancis, dan apa kamu mau dengar gosip dariku ",, jawab kerabat B.
" Gosip apa?? ",, tanya kerabat A dan C secara bersamaan.
" Kemarin itu Papinya si Zarina membelikan mobil sangat bagus sekali untuk dia berikan kepada Zarina, kalau kalian lihat mobilnya pasti akan pingsan ",, jawab kerabat B.
" Ah masa, sebagus apa sih mobilnya, aku jadi penasaran ",, kata kerabat C.
" Kalau itu aku sudah tahu, aku lihat di status WA nya jeng Ita ",, jawab kerabat A.
" Mobilnya benar-benar bagus sekali Mbak, asli, sumpah tidak bohong ",, kata kerabat A kepada kerabat C, dan perkataan dari kerabat A langsung dianggukin oleh kerabat B.
" Sayang kita tidak bisa melihat mobilnya, sebab mobil itu ada di dalam garasi, dan garasinya di tutup rapat dari luar ",, kata kerabat B.
" Kita mobil satu saja tidak punya, itu Gus Afnan langsung punya lima mobil dan semuanya bagus-bagus ",, kata kerabat A.
" Iya, mau bagaimana lagi, Keluarga Pak Kyai memang orang kaya dan terpandang, apalagi Gus Afnan juga seorang pelaut, pastilah banyak uangnya ",, jawab dari kerabat C.
Perkataan seperti itu pastilah ada, di manapun tempatnya pasti ada yang membicarakan kita, ada yang pro dan ada juga yang kontra.
Acara aqiqah baby Aara berlangsung dengan sangat lancar sekali, dan untung saja Faiha sudah hamil, coba kalau belum, pasti dia akan semakin drop saja ketika banyak saudara yang bertanya apakah sudah isi apa belum.
Sungguh mulut +62 akan selalu seperti itu, jika ada sepasang suami istri sudah menikah tapi belum mempunyai anak.
Meninggalkan Indonesia, kita beralih ke Prancis lagi.
Setelah sarapan dengan spaghetti tadi, untuk pertama kalinya, Ezio memperkenalkan salju kepada Zarina.
Awalnya dia takut, namun ketika melihat sang Papi begitu senang memainkan butiran es itu, Zarina menjadi tertarik, hingga akhirnya dia pun ikut berani memegang salju yang sangat dingin itu.
Momen itu sengaja Mama Ingrid abadikan dengan kamera ponselnya, sambil melihat kebersamaan Ezio dengan Zarina dari atas balkon.
Papa Fransisco yang berdiri di samping Mama Ingrid, dia juga tersenyum melihat wajah Ezio yang bisa tertawa dengan begitu lepasnya, bahkan Ezio terlihat bahagia walau dia saat ini sedang sendirian.
Tidak lama Ezio mengajak bermain salju, hanya sekitar tiga puluh menit saja, karena Ezio takut jika Zarina akan masuk angin nanti.
Ezio dan Zarina yang sudah masuk ke dalam rumah, wajah Zarina terlihat ceria sekali, dan sepertinya Zarina sudah betah tinggal dengan sang Papi.
" Bagaimana Zarina, apa kamu senang?? ",, tanya Ezio.
" Senang Papi, besok main lagi ya?? ",, jawab Zarina.
" Ok siap Princess, ayo sekarang kita mandi air hangat dan ganti baju dulu yuk ",, kata Ezio.
Mama Ingrid yang mendengar, dia langsung menyahut perkataannya Ezio.
" Mandi sama Nenek saja yuk Zarina ",, kata Mama Ingrid kepada Zarina.
Zarina hanya mengangguk saja kepada Ezio dan Mama Ingrid.
" Menurut sama Nenek ya sayang ",, kata Ezio kepada Zarina yang sudah berlalu pergi bersama Mama Ingrid.
Tinggallah cuma Ezio saja bersama Papa Fransisco di ruang keluarga rumahnya.
" Apakah kamu bahagia Ezio?? ",, tanya Papa Fransisco.
" Aku sangat bahagia Papa ",, jawab Ezio.
" Walau kamu saat ini sedang sendiri tidak mempunyai istri?? ",, kata Papa Fransisco lagi.
" Iya, walau Ezio sedang sendiri ",, jawab mantap dari Ezio.
" Apa kamu tidak ada niatan ingin menikah lagi Nak?? ",, tanya sang Papa kepada Ezio.
" Untuk saat ini Ezio tidak kepikiran untuk menikah lagi Papa ",, jawab Ezio.
" Rasanya, Ezio masih ingin menikmati waktu Ezio bersama Zarina, yang sudah terbuang sia-sia selama empat tahun yang lalu, karena kebodohan dari Ezio sendiri Papa ",, kata Ezio lagi.
" Ezio ingin menebusnya Papa, dulu Ezio tidak bisa menemani tumbuh kembangnya di waktu bayi, setidaknya saat ini Ezio ingin menemani tumbuh kembangnya, ketika Zarina akan beranjak dewasa ",, kata Ezio.
Papa Fransisco mengangguk-nganggukkan kepalanya mendengar jawaban dari Ezio.
" Apakah Papa menginginkan cucu lagi dari Ezio?? ",, tanya Ezio kepada sang Papa.
" Papa terserah kamu saja Ezio, bagi Papa yang penting sekarang cuma kebahagiaanmu saja, karena Papa sudah tua ",, jawab Papa Fransisco.
" Di tambah juga dengan Zarina ",, kata Papa Fransisco lagi.
" Ezio cuma takut Papa ",, kata Ezio.
" Ezio takut jika Ezio menikah lagi, nanti waktu Ezio akan terbagi, sedangkan Ezio sendiri masih ingin menikmati waktu kebersamaan Ezio bersama Zarina, terlebih lagi jika Ezio tidak bisa membagi waktu yang adil untuk mereka ",, kata Ezio lagi.
" Apapun keputusan darimu, Papa dan Mama akan mendukungnya, asal jangan kecewakan kami lagi Ezio, besarkanlah Zarina dengan baik, didik dia dengan baik, penuh cinta dan kasih sayang, dan jangan kamu kecewakan lagi kepercayaan Isabella serta suaminya ",, pesan dari Papa Fransisco.
" Iya Papa benar sekali, dan Ezio sudah berjanji ingin menjalani hidup yang lebih baik lagi sejak adanya Zarina di hidup Ezio, Pa ",, jawab Ezio.
" Walau terkadang ada rasa sedih di dalam hati, ketika melihat Syahlaa sudah bahagia dengan suaminya ",, sambung perkataan Ezio di dalam hatinya.
Sejak hari itu, jika Ezio rindu dengan Zarina, dia sudah bisa membawa pulang pergi Zarina dari Indonesia - Prancis dengan bebas, karena baik Syahlaa maupun Alzam, mereka berdua sudah sepenuhnya percaya kepada Ezio yang selalu menepati janjinya.
Bahkan, Alzam dan Syahlaa juga mengijinkan permintaan dari Ezio, yang menginginkan baby Aara memanggil dirinya seperti Zarina, yaitu Papi.
Berbahagialah Ezio, janganlah kamu terus-terusan memikirkan Syahlaa yang tidak akan mungkin bisa kamu gapai.
Tidak untuk sekarang, setidaknya di masa depan raihlah kebahagiaanmu sendiri, tanpa harus memikirkan Syahlaa lagi.
Sungguh indah hidup dengan kedamaian Ezio, andai saja kamu bisa menyikapi sikap kamu sejak dulu, pasti tidak akan seperti ini keadaannya.
Belajarlah dari semua dan setiap kesalahan yang pernah kamu perbuat Ezio, karena penyesalan akan selalu datang belakangan dan itu pasti akan membekas di dalam hati kita, contohnya seperti yang saat ini kamu rasakan.
...☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️...
Sekian novel kisah hidup dari Syahlaa, semoga menghibur kalian semua😉🤗.
Untuk yang mau extpart komen yuk di bawah🤭.
...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...
...TAMAT...