DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
OTW LAUNCHING


Seperti perkataannya dengan Syahlaa, akhirnya Alzam sore itu pulang ke rumah, dan sampai di rumah sekitar pukul sepuluh malam.


Bersama Aaqil, Alzam pun langsung saja ke luar dari dalam mobil untuk masuk ke dalam rumah sang Abi, dan alhamdulillah perjalanan pulang Alzam diberkahi oleh Allah, karena bisa sampai rumah dengan selamat.


" Assalamu'alaikum ",, ucap salam dari Aaqil dan Alzam secara bersamaan.


Umi Anum yang belum tidur, dia langsung membalas salam dari Alzam dan Aaqil.


Betapa senangnya Umi Anum, ketika membuka pintu langsung melihat anak dan menantunya sudah sampai di rumah dengan selamat.


" Ayo masuk, malam sekali kalian berdua sampainya ",, kata Umi Anum kepada Alzam dan Aaqil.


" Iya, tadi sedikit macet di jalan Umi ",, jawab Aaqil.


" Syahlaa sama Zarina di mana Umi,?? sepi sekali di sini ",, tanya Alzam kepada Umi Anum.


" Istri dan anak kamu sudah tidur daritadi, sedangkan Abi, beliau sedang mengisi ceramah di desa seberang ",, jawab Umi Anum kepada Alzam.


Alzam hanya mengangguk saja menanggapi Umi Anum.


" Oh iya Aaqil, jika kamu capek dan langsung mau pulang, pulanglah bawa mobil Kakak dulu jika kamu malas jalan kaki ",, kata Alzam kepada Aaqil.


" Baiklah Kak, mobilnya Aaqil bawa saja dulu, besok akan Aaqil kembalikan ke sini sekalian berangkat mengajar ",, jawab Aaqil kepada Alzam.


Alzam hanya mengangguk saja kepada Aaqil, dan lalu Aaqil berpamitan pulang kepada Alzam dan Umi Anum.


" Afnan mau masuk ke dalam kamar juga Umi, mau mandi dan istirahat, capek sekali badannya ",, kata Alzam juga kepada Umi Anum.


" Iya ",, jawab Umi Anum.


Alzam lalu masuk ke dalam kamar pribadinya, dan dengan sangat perlahan sekali dia membuka pintu kamarnya, karena Alzam takut membangunkan sang istri dan anaknya.


Alzam tersenyum manis ketika dia langsung melihat Syahlaa dan Zarina sudah tertidur pulas di atas ranjangnya.


Setelahnya, Alzam dengan perlahan-lahan menuju ke dalam kamar mandi, untuk bersih-bersih badannya.


Selesai bersih-bersih badannya, Alzam mencoba ikut merebahkan badanya di ranjang sampingnya Syahlaa.


Syahlaa yang merasa ranjang di sampingnya bergoyang, dia pun mencoba membuka matanya, dan ketika Syahlaa sudah membuka matanya, dia langsung melihat sang suami sedang tersenyum kepadanya.


" Tidurlah lagi Mama, supaya dedek bayinya tidak terganggu ",, kata Alzam sambil mengusap perut besarnya Syahlaa.


" Ayah,?? ini benar Ayah?? ",, tanya Syahlaa.


" Iya ini Ayah, Mama, sudah yuk, kita tidur lagi ",, jawab Alzam.


Alzam dan Syahlaa lalu tidur saling berpelukan dan menyalurkan kerinduan mereka selama satu minggu lamanya tidak bertemu.


Sedangkan di Prancis sana, ada seseorang yang tidak bisa tidur sama sekali malam itu, bukan Ezio kali ini, melainkan Faiha.


Rain yang melihat sang istri daritadi tidak bisa tidur dan rusuh sendiri, dia pun mencoba bertanya kepada Faiha.


" Kamu kenapa Fai,?? ko daritadi tidur tidak bisa tenang begitu?? ",, tanya Rain kepada Faiha.


" Fai kangen sama Abi dan Umi, semuanya, termasuk dengan Zarina juga Kakak ",, jawab Faiha sambil menampilkan wajah sedihnya.


Rain yang mendengar dan melihat wajah sedih dari Faiha, dia lalu membawa Faiha ke dalam pelukannya.


" Bukankah kamu setiap hari sudah menelpon dan melakukan video call dengan mereka sayang ",, kata Rain sambil memeluk Faiha.


" Iya, tapi rasanya masih ada yang kurang Kakak ",, jawab Faiha kepada Rain.


" Maafkan Kakak, Fai, Kakak belum bisa mengantarkanmu berkunjung ke sana, karena kantor sedang sibuk, dan pekerjaan Kakak juga sedang sangat banyak sekali ",, kata Rain kepada Faiha.


" Iya, tidak apa-apa, Fai mengerti ko Kak, sudah jam empat subuh, lebih baik kita bersiap-siap untuk sholat subuh yuk Kak ",, jawab Faiha.


" Iya ayo, jangan lupa mandi dulu sayang, karena semalam kita baru saja melakukannya lagi, supaya cepat tumbuh di sini calon babynya ",, jawab Rain sambil mengusap lembut perut Faiha.


" Iya Kakak, mau mandi bersama?? ",, tanya Faiha.


" Boleh, tapi sekali lagi ya di dalam kamar mandi ",, jawab Rain kepada Faiha.


" Terserah Kakak saja, karena bagaimanapun juga Faiha tidak bisa menolak Kakak, dan lebih baik di sini saja Kak, jangan di dalam kamar mandi ",, jawab Faiha.


Rain tentu saja merasa sangat senang sekali mendengar jawaban dari sang istri.


Walau Faiha terkadang tidak bisa mengimbangi keinginan batin dari Rain, karena dia seorang bule, tapi tetap saja, Faiha tidak bisa menolak, walau dia capek sekalipun.


Akhirnya, sekali lagi sebelum mereka mandi, Rain dan Faiha mencetak ulang calon baby mereka, supaya cepat berkembang di dalam rahimnya Faiha.


Jadi sekarang, Faiha sudah bisa berkomunikasi dengan semua Keluarganya Rain dengan cukup baik.


Singkat cerita, satu minggu telah berlalu, Syahlaa dan Alzam, saat ini sudah tinggal di rumah baru mereka, dan rencananya mereka akan mengadakan syukuran rumah baru mereka nanti malam.


Saat ini di rumah Alzam ada cukup banyak orang yang membantu menyiapkan ini dan itu untuk kelancaran syukuran nanti malam.


Walau Alzam memesan makanannya melalui catering, tetap saja, dia membutuhkan tenaga untuk membantunya mempersiapkan yang lainnya.


Faiha yang sedang melakukan vidio call dengan Syahlaa, dia merasa sangat rindu sekali, karena tidak bisa berkumpul sendiri dengan mereka semua, di saat ada acara seperti itu.


" Kami akan selalu mendoakan kamu Fai, walau kamu tidak bisa ikut berkumpul di sini ",, kata Syahlaa menenangkan Faiha.


" Semoga saja ketika Kak Syahlaa lahiran nanti, pekerjaan Kak Rain tidak banyak, dan bisa mengantarkan Faiha berkunjung menemui kalian semua ",, kata Faiha kepada Syahlaa.


" Aamiin ",, jawab Syahlaa.


Selain berbicara dengan Syahlaa, Faiha pun berbicara dengan sanak Keluarga yang lainnya, walau berat dan sedih, Faiha dari jauh tetap mendoakan kelancaran acara syukuran rumah baru dan kelancaran untuk menyambut kelahiran anak ke dua sang Kakak.


Akhirnya, acara syukuran pun tiba, semua para tamu undangan, sudah mulai pada hadir di rumah mewah milik Alzam.


Semua orang yang hadir tampak terpesona melihat rumah milik Alzam, karena rumah milik Alzam dan Syahlaa, memadu padankan interior dari luar Negeri dan Indonesia, pastilah berbeda dari yang lain.


Terlebih lagi, Alzam juga sudah mempunyai rancangan rumah impiannya sendiri yang sudah sangat lama sekali ingin dia wujudkan.


Acara syukuran rumah barunya Alzam berjalan dengan sangat lancar sekali, semua para tamu undangan dan Keluarga yang hadir, merasa senang karena jamuan yang Alzam suguhkan sangat enak-enak semuanya.


Untuk malam itu, Alzam dan Syahlaa sudah resmi menempati rumah baru mereka.


" Ayah lumahnya bagus, Zalina suka, ada kolam lenangnya, nanti ajali Zalina belenang ya Ayah, sama sepelti Papi yang suka mengajali Zalina belenang ",, kata Zarina kepada Alzam.


" Siap Zarina sayang ",, jawab Alzam.


" Kapan kita pelgi beltemu Papi lagi Ayah, Zalina ingin payeti ",, kata Zarina.


" Kalau cuma spaghetti Mama sama Ayah kan juga bisa memasakkannya untuk kamu, Zarina?? ",, jawab Syahlaa.


" Tidak mau, payeti masakan Mama sama Ayah tidak milip masakan Papi ",, jawab Zarina.


" Baiklah, nanti Ayah akan meminta resepnya dari Papi, sekarang Zarina tidur yuk sudah malam ",, jawab Alzam.


Zarina hanya mengangguk saja, dan sebelum tidur, dia meminta didengarkan mengaji terlebih dahulu kepada sang Ayah.


Zarina saat ini sudah mulai tidur sendiri, dan kamarnya pun bersebelahan dengan kamar utama milik Alzam dan Syahlaa.


Setelah Zarina bisa lelap dalam tidurnya, Syahlaa dan Alzam, langsung berlalu masuk ke dalam kamar mereka sendiri.


Pagi harinya, sekitar pukul tiga subuh, Syahlaa merasa ada sesuatu yang tidak nyaman dengan perutnya.


Syahlaa tidur tidak tenang sama sekali untuk meredakan rasa sakit di perutnya itu, namun, bukannya hilang rasa sakitnya, malah justru semakin tambah sakit saja.


" Ayah, sakit ",, kata Syahlaa merintih kesakitan.


Alzam yang terganggu dengan tangan Syahlaa yang mencengkeram kuat bajunya, dia pun mencoba untuk membuka matanya.


" Sakit Ayah ",, kata Syahlaa lagi.


" Mama,!! Mama kenapa?? ",, tanya Alzam sangat terkejut.


" Perut Mama sakit ",, jawab Syahlaa.


" Apakah Mama mau melahirkan, tunggu dan tahan sebentar Ma ",, kata Alzam benar-benar merasa bingung.


Syahlaa tidak menjawab sama sekali perkataan dari sang suami, sedangkan Alzam langsung segera menelpon Abi Aasim atau Umi Anum.


Abi Aasim yang sudah terbangun sejak tadi, karena dia baru saja selesai melakukan sholat tahajud, Abi Aasim sedikit terkejut ketika mendengar suara telepon rumah berdering di saat di luar masih gelap.


" Halo Assalamu'alaikum ",, kata Abi Aasim.


" Wa'alaikumussalam Abi, ini Afnan, Abi sama Umi tolong cepat ke sini, Syahlaa sudah mau melahirkan Abi, Afnan mau membawanya ke bidan atau puskesmas segera, dan tidak ada yang menjaga Zarina di rumah ",, jawab segera dari Alzam.


Abi Aasim sangat terkejut sekali mendengar kabar dari sang putra, dan tidak pakai lama, dia langsung membangunkan sang istri untuk segera menuju ke rumah Alzam.


...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...


...***TBC***...