
Ceklek
Ayla mengerutkan keningnya saat masuk ke dalam ruangan Al, pria itu tengah berdiri dengan tatapan tajam hingga menusuk ke hati.
Deg
Ayla memberanikan diri melemparkan senyumnya saat langkahnya maju mendekati pria yang berstatus atasan sekaligus suami.
" Apa kau lupa dengan tugas yang aku berikan hem?" tanya Al seraya melangkahkan kakinya maju mendekat
" Aku tahu hanya saja pekerjaan ku hari ini cukup banyak dan ponselku berada di dalam tas jadi aku tidak tahu kalau atasanku ini menghubungi ku sampai berkali-kali" Ayla mengikis jarak, Al menaikkan satu alisnya melihat tingkah Ayla yang sedikit agresif bahkan jari lentiknya sudah mulai berani bermain di dada bidang Al.
" Apa yang kau lakukan? apa kau ingin menggoda atasanmu hem?" Ayla mendongak lalu tersenyum tangannya memainkan dasi
" Kau sengaja menggodaku agar tidak aku hukum, hem?" Ayla terkekeh dan Al sudah melingkarkan tangannya di pinggang
" Aku tahu atasan ku ini orang yang baik hati dan penyayang jadi mana mungkin tega menghukum ku" ucap Ayla manja
" Siapa bilang? aku ini orang yang sangat kejam dan tidak akan mengampuni siapapun yang sudah melakukan kesalahan, aku pasti akan memberinya hukuman!" ucap Al menundukkan sedikit wajahnya hingga kedua hidung mereka beradu
Ayla mengerucutkan bibirnya " Jadi aku pun tidak bisa lepas dari hukuman mu itu?" tanya Ayla dan Al menjawab dengan gelengan kepala
" Jahat sekali" keluhnya dengan wajah cemberut
" Hukuman itu akan tetap aku berikan agar kamu tidak mengulanginya lagi, kecuali kalau kau memang senang aku hukum" Al menaik turunkan alisnya
" Kalau begitu apa hukuman yang akan aku terima?" Tanya Ayla dan Al dengan cepat langsung mengangkat tubuh Ayla ke udara
" Aaa...!" pekik Ayla yang terkejut karena sekali hentakan tubuhnya sudah melayang ke udara
" Aku akan memberimu hukuman jadi jangan protes dan mengeluh!" ucap Al dengan senyum semirik
" Tapi mas ini kan di_!"
Cup
Al menghentikan Ayla yang hendak protes
" Mas ihhh!" Ayla cemberut
"Ha...Ha.... kau ini sangat menggemaskan sayang kalau sedang cemberut!"
" Apa sih mas, udah deh turunkan aku" Ayla memberontak tapi sia-sia karena Al terus melangkahkan kakinya menuju sebuah kamar yang berada di ruangannya
" Mas mau apa?" Ayla pasang wajah waspada
Al tersenyum masih meneruskan langkahnya " Mau apalagi memangnya selain menghukum mu yang sudah berani mengabaikan telpon dari ku" Ayla mendengus kesal pasalnya dia benar-benar tidak tahu kalau sang suami akan menelponnya di saat masih jam kerja.
" Mas tadi kan sudah aku bilang, aku tuh enggak tau kalau mas menelepon jadi jangan hukum aku ya mas! masa tega sih menghukum isteri sendiri"
Al tersenyum " Walaupun kamu itu isteri ku tetap harus mendapatkan hukuman hanya saja hukuman kali ini hukuman yang akan membuat mu merasa terbang melayang penuh kenikmatan"
Ayla mengerutkan keningnya " Hukuman apa itu?"
Al kembali tersenyum lalu dengan perlahan ia merebahkan Ayla dengan sangat hati-hati di atas tempat tidur
" Hukuman ini!" Al pun tidak membuang waktu untuk memberikan Ayla hukuman, sedangkan Ayla hanya bisa pasrah menerima hukumannya, mau protes pun akan sia-sia jika Al sudah melancarkan aksinya Ayla pun sudah tidak bisa lagi menghindar selain pasrah dan ikut menikmati hukumannya.
Disaat Ayla sedang menerima hukuman yang diberikan Al, di ruang pemasaran dan penjualan kedua sahabatnya Sasa dan Mina sedang berhadapan dengan mba Nia yang baru masuk kembali bekerja setelah cuti beberapa hari.
" Kemana Ayla?" tanya mba Nia pada Sasa dan Mina
" Ayla sedang_!"
Ucapan Sasa terpotong saat Nola menyambar ucapannya " Ayla sedang pergi ke ruangan pak Alveer mba Nia, tadi pak Arlan terlihat marah gitu dan bilang kalau Ayla itu sudah melalaikan tugas yang pak Al berikan sehingga membuat pak Al marah besar dan sekarang aku yakin kalau Ayla pasti sedang kena hukuman oleh pak Al" jawab Nola yang sudah memotong ucapan Sasa
" Apa? jadi Ayla sekarang sedang ke ruangan pak Al dan dia sudah berani melalaikan tugas yang pak Al berikan, berani sekali dia, apa dia sudah bosen bekerja di sini? membuat malu bagian Pemasaran dan penjualan aja tuh anak" mba Nia nampak kesal setelah mendengar ucapan Nola tentang Ayla
" Bisa jadi tuh anak langsung di depak dari perusahaan ini, karena sudah berani melanggar perintah pak Al" ucap teman satu bagian Nola
" Bisa jadi itu" ucap Nola menimpali
Sasa hanya menghela napas panjang kalau sampai ketiga orang didepannya itu tahu siapa sebenarnya Ayla bisa mati berdiri mereka
Sasa memutar bola matanya malas lalu melanjutkan kembali pekerjaannya begitu juga dengan Mina
Mba Nia sudah kembali ke ruangannya, walaupun merasa kesal karena tidak memarahi Ayla yang ternyata sudah membuat kesalahan fatal menurutnya
" Sa!" panggil Mina
" Hem!" jawab Sasa singkat
" Sa, menurut Loe Ayla kena hukuman apa ya dari pak Al?" tanya Mina
" Memangnya kenapa? kok loe nanya kayak gitu?" Sasa bukan menjawab malah balik bertanya
" Ya gue cuma penasaran aja, tapi semoga aja ya hukumannya enggak berat-berat apalagi kalau sampai di kembaliin ke kampus, kasihan dong Ayla" sahur Mina lesu
" Tenang aja gue yakin kok Ayla akan baik-baik aja, pak Al enggak akan mungkin menghukum dia sampai mengembalikan Ayla ke kampus, udah loe tenang aja Mi!" ucap Sasa yang dia memang yakin kalau Ayla pasti sedang baik-baik saja sekarang tidak mungkin suaminya itu tega menghukum Ayla yang notabene adalah isterinya sendiri pikir Sasa
" Kenapa Loe bisa seyakin itu Sa?" tanya Mina seraya mengerutkan alisnya
" Ya secara Ayla itu kan selama bekerja tidak pernah mengecewakan, semua pekerjaan yang dia lakukan itu semuanya berjalan dengan lancar dan hasilnya pun bagus. mana mungkin dong pak Al menyia-nyiakan orang sehebat Ayla!" jawab Sasa sekenanya karena tidak mungkin kalau dia menjawab Ayla itu isteri dari atasannya itu
" Ya semoga aja ya!" ucap Mina
Jam sudah menunjukkan waktu jam makan siang tapi Ayla masih belum juga kembali ke ruangannya.
Mina terus saja menatap ke arah pintu tapi Ayla tetap tak kunjung datang.
" Mi, Loe kenapa sih dari tadi enggak bisa diam banget sih?" tanya Sasa yang sudah beranjak dari tempat duduknya setelah merapihkan meja kerjanya terlebih dahulu
" Sa, kok Ayla belum juga balik lagi sih, tuh anak di hukum apa sih masa udah jam makan siang juga masih belum boleh istirahat sih!" keluh Mina yang sedikit mengkhawatirkan keadaan Ayla
" Loe enggak usah khawatir Mi, yakin deh Ayla pasti baik-baik aja" ucap Sasa menepuk bahu Mina
" Udah yuk kita ke kantin, yakin deh Ayla juga pasti sedang makan siang" Sasa menarik lengan Mina
" Tunggu dulu, gue ambil tas gue dulu!" Mina mengambil tasnya yang ada dimeja kerjanya lalu pergi ke kantin bersama Sasa
______
" Sayang kamu mau makan apa hem?" Tanya Al yang tengah duduk di meja kerjanya sedangkan Ayla baru keluar dari kamar pribadi Al dengan wajah yang ditekut
Al beranjak dari duduknya dan segera menghampiri Ayla
" Maaf, aku khilaf!" ucap Al dengan senyum tampannya
Ayla melengos dan mendudukkan dirinya di sofa
Al menghela nafas panjang lalu mendekati isterinya yang sedang mode ngambek
Al mengusap lembut punggung tangan Ayla yang sekali-kali dikecupnya
" Maafkan ayah ya sayang, tolong ya bujuk bunda biar enggak marah lagi sama ayah, tadi ayah khilaf sampai membuat bunda kelelahan habisnya bunda itu bikin nagih sih" ucap Al sambil mengelus dan mencium perut Ayla yang masih rata.
Ayla ingin tertawa mendengar ucapan Al tapi sebisa mungkin ditahannya, Ayla kesal dengan Al yang mesum tidak tahu tempat, bahkan dia melakukannya sampai membuat Ayla merasa kelelahan.
" Sayang udah dong ngambeknya, kita makan siang dulu yuk!" bujuk Al
" Aku mau makan disini aja mas" jawab Ayla datar
" Iya baiklah, kalau gitu mas pesan dulu, kamu mau makan apa hem?" tanya Al dengan lembut
" Nasi Padang aja " jawab Ayla
" Yaudah kalau gitu mas pesan dulu ya!" Al pun langsung memesan dua porsi nasi Padang
Ayla masih pasang wajah cemberut dan hal itu membuat Al dibuat semakin gemas, menurutnya disaat Ayla sedang ngambek adalah saat dimana wanita itu terlihat sangat cantik dan menggemaskan
" Kalau kamu pasang wajah seperti itu jangan salahkan mas kalau mas memberimu hukuman lagi" ucap Al yang langsung membuat Ayla melotot
" Ya habisnya kamu dari tadi nyuekin mas terus" keluh Al
" Ya karena aku kesal sama kamu mas, mesum kok enggak tahu tempat, kalau hukumannya kayak begini kan bisa dipending dulu di rumah aja jangan di kantor, bagaimana nanti aku kembali ke ruangan ku dengan keadaan seperti ini, lihat ini" Ayla menunjuk lehernya yang banyak bekas tanda kepemilikan Al
" Mas mah gitu, aku kan malu mas sama Sasa apalagi jika Mina sampai lihat ini yang ada syok tuh anak" keluh Ayla
" Yaudah kamu enggak usah kembali ke ruangan itu" ucap Al dengan santainya
" Bagaimana kalau mereka mencariku dan Mbak Nia juga kan udah kembali bekerja pasti dia nyariin aku mas" Al memutar bola matanya malas mendengar Ayla menyebut nama Nia rasanya ingin sekali Al memecat wanita itu, kalau bukan karena wanita itu sudah cukup lama bekerja di perusahaannya dan mengingat dia adalah tulang punggung keluarga apalagi ibunya sedang sakit jadi Al masih mempertimbangkan hal itu.
" Iya mas ngerti tapi untuk hari ini kamu enggak usah kembali ke ruangan mu bilang saja kau dihukum untuk membantu semua pekerjaan ku " ucap Al
" Udah enggak usah tapi-tapian, kecuali kamu mau mas hukum lagi" Ayla mendengus kesal suaminya terlalu pandai mengancam.
" Memang benar apa yang dikatakan pak Arlan ya mas?" Al menarik alisnya ke atas
" Apa?"
" Nasib seorang bawahan kena ancam teruuusss" ucap Ayla membuat Al langsung tertawa
" Kamu ini ada-ada saja sayang, jangan menyamakan diri mu dengan Arlan sayang jelas itu berbeda, kamu itu memang bawahan ku tapi kamu spesial, tidak seperti Arlan. kalau kamu aku hukum dengan hukuman yang_" Al tidak melanjutkan kata-katanya tapi mengedipkan satu matanya
" Dasar omes!" Ayla memukul lengan Al membuat Al tertawa dibuatnya melihat kekesalan sang isteri yang terlihat marah tapi tersipu malu-malu.
Tok
Tok
Tok
Tawa keduanya terhenti saat mendengar suara pintu diketuk, Al pun langsung beranjak dari duduknya
" Sebentar sayang, mungkin itu pesanan makan siang kita" ucap Al
Ceklek
Al membuka pintu dan benar saja seorang pria berdiri untuk mengirimkan pesanan Al.
Setelah menerima pesanannya Al pun langsung masuk dan meletakkan bungkusan tersebut di atas meja
" Sebentar mas aku siapkan dulu" Ayla berdiri lalu mengambil piring yang memang ada di ruangan Al
Ayla lalu membuka bungkusan tersebut dan meletakkannya di atas piring sementara Al membuka segel botol minuman dan memberikannya kepada Ayla
Selesai makan siang bersama Ayla benar-benar tidak diizinkan oleh Al untuk kembali ke ruangannya.
Ayla sempat mengirim pesan kepada Sasa kalau dia tidak kembali lagi ke ruangan nya karena atasannya itu memberinya hukuman untuk membantu pekerjaannya di ruangannya.
Sasa hanya tersenyum membaca pesan yang dikirimkan oleh Ayla, jelas dia tahu hukuman apa yang sudah atasannya itu berikan pada Ayla.
" Sa!" Sasa menoleh ke arah Mina
" Apa?" tanya Sasa
" Elo kenapa senyum-senyum gitu? dapat chat dari pacar ya?" goda Mina
" Ngaco, sejak kapan gue punya pacar?" Sasa geleng-geleng kepala sambil tersenyum
" Terus yang bikin loe senyam-senyum gak jelas gitu apa dong?" tanya Mina yang merasa penasaran
" Mau tau aja apa mau tau banget?" goda Sasa membuat Mina memanyunkan bibirnya
" Ha..Ha... kenapa tuh bibir minta di *****?" ledek Sasa
" Sayangnya lagi LDR jadi enggak bisa ya??" lanjutnya menggoda Mina
" Ih apaan sih siapa juga yang LDR an enggak ya" Elak Mina
" Bukannya loe itu lagi LDR an ya sama pak Andi?"
Mina memutar bola matanya malas " Ih siapa yang bilang, enggak lah, gue enggak suka yang namanya LDR, kalau jodoh enggak akan kemana jadi gue enggak mau mengikat dan juga terikat jadi gue itu sama pak Andi gak ada hubungan apa-apa" tutur Mina
" Kenapa gitu? bukannya pak Andi itu suka ya sama elo?" Mina tersenyum mendengar pertanyaan Sasa
" Suka itu belum tentu cinta, gue enggak suka dengan pacaran jarak jauh, yang dekat aja bisa pindah ke lain hati apalagi yang jauh, bisa aja kan disana dia menemukan wanita yang mungkin jauh lebih cocok dengannya dan gue juga bisa aja suatu hari bertemu dengan orang yang jauh lebih mengerti apa yang gue mau, jadi buat apa memaksakan hubungan yang belum tentu kepastiannya toh kalau jodoh tidak akan ada yang tahu. jadi gue sama pak Andi itu sama-sama bebas enggak terikat dengan hubungan apapun" tutur Mina menjelaskan dan Sasa menganggu paham akan apa yang Mina ucapkan
" Ishh.... Sasa, Loe belum jawab pertanyaan gue yang tadi" protes Mina
" Pertanyaan yang mana?" Sasa pura-pura lupa
"Ihh.... nyebelin banget si loe" kesal Mina
" Lor tadi senyam-senyum sendiri kenapa? apa ada kaitannya dengan Ayla?" tebak Mina
" Iya, Ayla enggak balik lagi ke ruangan ini karena masih harus menjalani hukumannya di ruangan pak Al"
" Masih hukumannya?"
Sasa mengangkat kedua bahunya " Gue enggak tahu"
" Terus yang bikin loe senyum kayak tadi kenapa?"
" Ya enggak apa-apa, emangnya gak boleh apa gue senyum?"
Mina mencibikkan bibirnya merasa tidak puas dengan jawaban Sasa
" Ha..ha... udah jangan kepo-kepo entar gak bisa tidur malam Loe!" ledek Sasa
" Tau ah" Mina kesal dan Sasa semakin tertawa lepas melihat Mina yang kesal dengan jawabannya.