DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
Keterkejutan Dira


Setelah selesai membeli makanan untuk Dira dan juga dirinya Arlan bergegas kembali pergi ke rumah sakit


Saat memasuki ruang perawatan kakek , Arlan menyunggingkan senyumnya melihat Dira yang tengah tertidur pulas di kursi yang ada disamping brankar sang kakek


Arlan meletakkan kantong berisi makanan yang tadi ia beli di atas meja sofa yang berada di ruangan tersebut setelah itu berjalan menghampiri Dira


" Sayang.. bangun makan dulu yuk!" panggil Arlan mengguncang pelan bahu Dira beberapa kali sampai Dira menggeliat


Dira yang merasa tidurnya terusik pun langsung menggeliat dan perlahan membuka matanya lalu menggeser duduknya setelah menyadari keberadaan Arlan di dekatnya


" Eh? mas sudah kembali, maaf aku ketiduran ya" ucap Dira membuat Arlan menyunggingkan senyumnya lalu perlahan tangannya terangkat untuk mengacak-acak rambut Dira dengan gemas


" Iya enggak apa-apa sayang, kamu pasti capek banget, kita makan dulu ya setelah itu kamu boleh tidur lagi" ucap Arlan dengan lembut


" Iya mas" Dira pun beranjak dari duduknya dan berjalan mengekor di belakang Arlan menuju sofa


Dira dan Arlan kini tengah menikmati makan malam mereka yang cukup terlambat itu


Setelah selesai makan Arlan memilih untuk membuka laptopnya yang sempat diambil dari dalam mobilnya


Sementara Dira kembali duduk di kursi yang ada di dekat tempat tidur kakeknya


Waktu menunjukkan pukul 12 malam, Arlan merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku karena terlalu fokus dengan pekerjaannya, Arlan lalu berdiri dan berniat untuk melihat keadaan sang kakek, lagi-lagi Arlan tersenyum melihat Dira yang kembali ketiduran di kursi yang ada di samping kakeknya yang masih setia memejamkan mata


Arlan tidak tega kalau harus membangunkan Dira yang tertidur pulas, akhirnya dengan sangat hati-hati Arlan mengangkat tubuh Dira dan menggendongnya, memindahkan gadis itu tidur di sofa panjang yang ada di ruangan tersebut.


Karena merasa sangat lelah Arlan pun akhirnya memutuskan untuk merebahkan tubuhnya di sofa yang satunya, tidak terlalu besar tapi cukup untuk dia mengistirahatkan tubuhnya sejenak


Pagi pun menyapa, ketika Dira membuka mata rupanya Arlan sudah tidak ada di ruangan itu, ia pun berpikir, sejenak sebelum beranjak dia teringat semalam bukan kah dirinya tertidur di kursi yang ada di samping kakeknya


" Kenapa aku bisa ada di sini? atau jangan-jangan mas Arlan yang memindahkan aku kesini?" monolog Dira


" Dan sekarang kemana mas Arlan? apa dia sudah pergi ke kantor ya?"


" Nek, sudah bangun?" sapa Dira pada neneknya yang berjalan menghampiri brankar suaminya


" Iya sudah, kamu tidak pergi bekerja Ra?" tanya neneknya karena melihat penampilan Dira yang masih nampak acak-acakan


" Aku sudah izin nek" jawab Dira


" Oh gitu, tapi sebaiknya kamu pulanglah dulu mandi dan bersih-bersih" seru sang nenek


" Nanti sajalah nek"


" Oiya, dimana nak Arlan, apa dia sudah pulang?" tanya nenek yang tidak melihat keberadaan Arlan


"Entahlah nek, saat Dira bangun mas Arlan sudah tidak ada" jawab Dira


Dira lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk cuci muka setelah itu ia berencana keluar untuk membeli sarapan


Ceklek


Pintu ruangan dan pintu kamar mandi sama-sama terbuka saat Dira keluar dari kamar mandi bertepatan dengan Arlan yang juga baru saja masuk


" Mas, kamu dari mana?" tanya Dira


"Aku tadi keluar untuk membeli sarapan" jawab Arlan seraya mengangkat kantong keresek yang berada di tangannya


" Aku kira mas sudah pulang karena mau berangkat ke kantor"


" Aku sudah izin sama Al berangkat agak siangan" Dira mengangguk menanggapi ucapan Arlan


" Apa nenek sudah bangun?" tanya Arlan yang kini sudah mendudukkan dirinya di sofa


"Sudah" jawab Dira


" Kalau begitu berikan sarapan ini untuk nenek" Arlan mengambil satu kotak nasi kepada Dira


" Aku enggak tahu nenek suka sarapan apa jadi aku hanya belikan nasi uduk " jawab Arlan


Dira masuk kedalam ruangan kakek lalu menghampiri neneknya untuk memberikan sarapan


" Nek ini sarapan dulu!" ucap Dira


" Mas Arlan belum pulang nek dia tadi pergi untuk membeli sarapan" lanjutnya


" Taru saja disitu nanti nenek makan" ucap nenek menunjuk ke nakas


" Yaudah Dira taruh disini ya nek, jangan lupa dimakan nanti nenek sakit kalau sampai tidak makan" pesan Dira


" Iya, nanti pasti nenek makan" sahutnya


" Yaudah, Dira kedepan lagi ya nek, Dira mau menemani mas Arlan sarapan" pamit Dira


" Iya"


Dira dan Arlan pagi ini sarapan bersama, setelah sarapan Arlan pun pamit untuk pergi bekerja, mungkin pada jam makan siang dia akan kembali lagi nanti


Sebelum pergi Arlan tidak lupa untuk berpamitan kepada neneknya Dira


" Aku pergi dulu ya, apa kamu mau pulang dulu untuk mandi biar sekalian aku antar?" tanya Arlan kepada Dira


"Sebaiknya kamu pulang aja dulu Ra, ada nenek yang akan menemani kakekmu disini" ucap si nenek


" Tapi nek_"


" Udah enggak usah mikir yang tidak-tidak , kakek kamu pasti akan baik-baik aja, nanti kalau kakek mu sudah sadar nenek pasti kabari " ucap wanita renta itu


" Beneran nenek tidak apa-apa kalau Dira pulang sekarang?"


" Iya enggak apa-apa, udah sana pulang dulu aja sana"


" Yaudah kalau gitu Dira pulang dulu ya. nek Dira enggak akan lama kok nek"


" Iya"


Dira pun akhirnya berpamitan kepada neneknya dan ikut pulang bersama Arlan


Sebelum pulang ke apartemennya Arlan pergi mengantarkan Dira pulang terlebih dahulu, baru setelah itu ia melajukan mobilnya menuju apartemennya untuk mandi dan berganti baju


Dira hari ini izin tidak masuk ke kantor dia akan kembali ke rumah sakit untuk menemani sang kakek


Selesai membereskan rumah dan juga memasak makanan untuk makan siang neneknya yang berjaga di rumah sakit Dira yang sudah rapih pun langsung melesat pergi ke rumah sakit


Sekitar 30 menit Dira sudah sampai di rumah sakit dan langsung menuju ruang rawat inap sang kakek


Ceklek


" Assalamualaikum" ucap Dira bersamaan saat dia melangkah masuk ke dalam ruangan tersebut


" Wa'alaikum salam" sahut bersamaan orang-orang yang berada di dalam ruangan itu


Dira terkejut saat memasuki ruangan tersebut yang ternyata sudah ada papa Kusuma, mama Ambar, Al, Ayla dan juga Arlan bahkan ada 4 orang asing yang tidak ia kenal, ada juga 2 orang dokter yang Dira tahu adalah dokter yang menangani sang kakek


" I... ini ada apa ya, ke.. kenapa semua kumpul disini?" tanya Dira dengan suara terbata dan pikirannya sudah buruk menyangkut kakeknya


" Kakek!" Dira tiba-tiba saja langsung menerobos masuk dengan air mata yang sudah merembas


Deg


Jantung Dira berdegup sangat kencang saat melihat kondisi kakeknya


"Kakek.... huwaaaa.....hikss... hikss...."


" Kakek...."