DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
MASIH TENTANG EZIO


Rain, Faiha, Alzam dan juga Syahlaa, mereka cukup lama berkunjung di rumah Papa Charles.


Banyak sekali yang mereka bahas dan bicarakan, dari pesta resepsi pernikahan, makanan kesukaan, dan masih banyak yang lainnya.


Faiha sendiri banyak diamnya, karena dia tidak tahu mau menjawab apa ketika di tanya ini dan itu oleh Keluarga barunya itu, karena dia tidak mengerti sama sekali apa yang sedang dibicarakan oleh semua orang.


Sekitar pukul dua siang, dan sudah makan siang bersama tadi, akhirnya Rain memutuskan berpamitan kepada semua Keluarganya, jika dia ingin mengajak Faiha dan ke dua Kakak iparnya untuk mengunjungi rumahnya.


Sebelum mereka pergi dan pulang ke Indonesia, Mama Maria sengaja memberikan makanan khas Negara Prancis kepada Faiha, untuk mereka makan nanti jika sedang lapar.


Alzam yang dulunya seorang pelaut, hampir semua Negara sudah pernah dia kunjungi, jadi Alzam tidak asing dengan makanan yang diberikan oleh Mama Maria kepada Faiha.


Perjalanan yang mereka tempuh kali ini cukup jauh, karena Rain sengaja memilih membangun rumah yang dekat dengan kaki bukit, supaya pemandangan dan udara yang akan mereka lihat dan hirup terasa masih segar serta asri.


Ketika sudah berada di perjalanan sekitar satu jam lamanya, akhirnya mobil yang mereka naiki sampai juga di depan pintu gerbang yang tinggi menjulang dari depan.


Rain ke luar terlebih dahulu dari dalam mobil untuk membukakan pintu gerbangnya, dan ketika pintu gerbang sudah terbuka, dia langsung saja memasukkan mobil yang di kendarainya ke dalam pelataran rumah.


" Waaaaaoo, apakah ini rumah Kakak?? ",, tanya Faiha kepada Rain.


" Rumah kita sayang, kita nanti setelah resepsi akan tinggal di sini, bersama anak-anak kita nanti ",, jawab Rain kepada Faiha.


" Nanti Fai capek Kak jika di suruh membersihkan rumah sebesar ini ",, kata Faiha kepada Rain.


Rain, Syahlaa dan juga Alzam, langsung saja tertawa mendengar perkataan dari Faiha.


" Iya bukan kamu juga sayang yang membersihkannya, nanti kan Kakak akan memperkerjakan banyak asisten rumah tangga di sini ",, kata Rain kepada Faiha.


" Iya kali kamu yang akan membersihkannya sendiri Fai, jika sampai itu terjadi, lebih baik kamu pisah saja sama Rain, masa bukan di jadikan istri tapi di jadikan pembantu ",, kata Alzam kepada Faiha.


" Enak saja pisah, tidak mungkin juga aku menjadikan Faiha sebagai pembantu, dia itu ratu, ratu di hatiku ",, kata Rain kepada Alzam.


" Sudah yuk masuk, Syahlaa sudah tidak sabar ingin melihat isi dalam rumahnya ",, kata Syahlaa kepada semua orang.


Semua orang langsung saja masuk ke dalam rumah, rumah milik Rain benar-benar sangat besar sekali, bahkan lebih besar dari rumah ke dua orang tuanya tadi.


Rumah dengan dua lantai, dengan fasilitas kolam renang dan halaman yang luas di depan serta belakang, bahkan ada taman kecil di belakang rumah dekat kolam renang, membuat rumah milik Rain benar-benar sangat mewah sekali.


Walau tidak semewah milik Ezio, tapi jika di sejajarkan akan terlihat sama-sama mewahnya.


" Kakak, Faiha benar-benar tidak bisa berkata apa-apa, rumah ini benar-benar sangat indah sekali, Fai tidak menyangka akan mempunyai rumah semewah ini '',, kata Faiha kepada Rain.


" Yang terpenting kamu senang Fai, Kakak ikut senang ",, jawab Rain kepada Faiha sambil tersenyum.


Meninggalkan mereka berempat, kita beralih ke Ezio lagi.


Zarina sampai lupa waktu karena saking senangnya di ajak berkunjung ke kebun binatang.


Tidak cuma ke kebun binatang saja, Ezio juga mengajak Zarina pergi ke wahana bermain, hingga tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul empat sore.


" Sayang ini sudah sore, apakah Zarina tidak capek daritadi?? ",, tanya Ezio kepada Zarina.


" Tidak, Zalina masih mau main ",, jawab Zarina kepada Ezio.


" Mau main yang mana lagi sayang, satu kali ini saja ya, setelah itu kita pulang, Papi tidak mau Zarina kecapekan nanti ",, kata Ezio kepada Zarina.


" Zalina mau naik yang itu ",, kata Zarina sambil menunjuk salah satu wahana permainan.


" Ok, siap Princess ",, jawab Ezio.


Ezio dan Zarina menikmati naik salah satu wahana lagi, sebelum mereka kembali pulang ke rumah.


Setelah puas, mau tidak mau Zarina harus menurut apa kata sang Papi, dan mereka berdua saat ini sudah berada di dalam mobil perjalanan pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah, Ezio langsung saja mengurus Zarina terlebih dahulu dengan memandikan, menggantikan baju, menyisir rambutnya, semuanya Ezio mengurus sendiri tanpa mau bantuan dari para asistennya.


Walau capek, Ezio mencoba menikmatinya dengan sepenuh hati, setidaknya dia bisa bersama sang buah hati saat ini.


Zarina lagi dan lagi cuma mengangguk saja kepada Ezio, bahkan Ezio sendiri sering bertanda tanya kepada dirinya sendiri, karena Zarina jadi anak sangat penurut sekali, jarang sekali rewel, dan Ezio merasa bangga serta salut kepada Syahlaa, yang bisa merawat Zarina sendiri hingga bisa mendidik Zarina menjadi anak yang lucu dan penurut.


Jika teringat dengan itu semua, Ezio semakin merasa menyesal di dalam hatinya, namun semuanya sudah terlanjur dan tidak bisa kembali seperti semula.


" Ini sudah Papi sambungkan dengan Nenek sayang, bicaralah, Papi mau mandi sebentar ",, kata Ezio kepada Zarina.


Zarina hanya mengangguk sambil mengambil ponsel milik sang Papi, sedangkan Ezio langsung berlalu masuk ke dalam kamar mandi.


Mama Ingrid di seberang sana ketika mendapatkan panggilan video call dari Ezio, dia merasa heran, karena tidak seperti biasanya.


" Tumben sekali Ezio video call sama Mama ",, kata Mama Ingrid.


" Halo Ezio ",, kata Mama Ingrid.


" Hai Zarina, cucu Nenek, ternyata kamu sayang yang menelpon Nenek ",, kata Mama Ingrid ketika melihat wajah Zarina, bukannya Ezio.


Zarina hanya mengangguk saja kepada Mama Ingrid, walau Mama Ingrid sudah menyapanya dengan perkataan panjang lebar.


" Sedang apa sayang, Papi mana?? ",, tanya Mama Ingrid kepada Zarina.


" Papi sedang mandi Nenek ",, jawab Zarina dengan suara lucunya.


" Aduh, makin cantik wajah kamu sayang, ini Nenek sedang sama Kakek ",, kata Mama Ingrid sambil mendekat ke arah Papa Fransisco.


Papa Fransisco langsung tersenyum sambil melambaikan tangannya ke arah sang cucu tercintanya.


Mama Ingrid lalu bertanya-tanya kepada Zarina sedang apa, sudah makan, dan masih banyak yang lainnya.


Dengan lucunya Zarina menjawab singkat dan seperlunya saja, dengan mata yang hampir terpejam, karena dia benar-benar sangat lelah dan juga mengantuk.


Mama Ingrid dan Papa Fransisco yang melihat Zarina mengantuk, mereka tersenyum gemas, dan sebelum menutup panggilan video callnya, Mama Ingrid dan Papa Fransisco memberikan cium jauh kepada Zarina yang sudah memejamkan matanya.


Akhirnya, Zarina tertidur juga di atas ranjang dengan ponsel milik sang Ayah masih dia genggam di tangannya.


Ezio yang baru saja ke luar dari dalam kamar mandi, dan melihat Zarina sudah tertidur, dia tersenyum manis.


Karena jika Zarina sedang tertidur, wajah Zarina semakin lucu sekali dan itu kesempatan bagi Ezio untuk menatap puas wajah sang buah hati yang mirip sekali dengannya.


Sedangkan beralih lagi ke Alzam dan Syahlaa.


Saat ini mereka semua masih berada di rumah milik Rain, sambil menikmati makanan yang baru saja mereka beli.


" Ayah, Zarina kapan dikembalikan kepada kita, Mama sudah rindu sama dia, dan besok kita pulang ke Indonesia lho Ayah?? ",, tanya Syahlaa kepada Alzam.


" Iya, nanti Ayah telepon Tuan Ezio, sekarang pasti mereka masih bersenang-senang pergi ke kebun binatang ",, jawab Alzam kepada Syahlaa.


" Jika Tuan Ezio tidak mau mengembalikan Zarina kepada kita, Mama akan marah besar kepada Ayah ",, jawab Syahlaa dengan mode merajuk.


" Tenanglah Syahlaa, Tuan Ezio tidak seperti itu, dia bisa di pegang perkataannya, aku sudah mengenal dia sangat lama sekali ",, kata Rain menenangkan Syahlaa.


" Jika Tuan Ezio mengingkari perkataannya, tenang saja, Kakak bisa menghancurkan bisnisnya itu dengan perlahan-lahan sampai ke akarnya ",, kata Rain lagi kepada Syahlaa.


" Sudah ah Kak Rain, jangan seperti itu, serem ",, kata Syahlaa kepada Rain.


" Makanya, sudah tenangkan pikiran kamu, biar Tuan Ezio puas bermain dengan Zarina dulu, lagipula besok mereka sudah berpisah ",, kata Rain kepada Syahlaa.


" Iya, baiklah, Kakak benar ",, jawab Syahlaa kepada Rain.


Mereka semua menikmati waktu mereka masing-masing dalam keadaan dan situasi yang berbeda di tempat yang berbeda pula.


Ezio pasti akan selalu mengingat momen kebersamaannya dengan Zarina, sampai kapan pun.


...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...


...***TBC***...