
Hari berlalu tanpa terasa kini usia kandungan Ayla sudah memasuki bulannya
Al Sudah beberapa hari ini pun tidak lagi masuk ke kantor semua pekerjaannya dia lakukan dari rumah, acara meeting dan bertemu klien pun sudah diwakili sepenuhnya oleh Arlan.
Kondisi kesehatan Dira yang sudah pulih sepenuhnya pun membuat gadis itu kini sudah kembali lagi bekerja dan menjabat sebagai sekretaris pribadi Arlan.
Awalnya Dira menolak karena merasa tidak enak dengan posisi dan jabatan itu yang kemungkinan besar akan menjadi buah bibir dari para karyawan lainnya terutama karyawan senior
Tapi karena Al sendiri yang mengangkat jabatan itu membuat Dira mau tidak mau harus menerima jabatannya yang baru sebagai sekretaris Arlan
Keberadaan Dira cukup banyak membantu Arlan dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaannya yang menumpuk akibat sang atasan yang mengambil cuti untuk beberapa bulan kedepan
Al yang tidak ingin kehilangan momen pentingnya bersama isteri dan anak mereka nantinya, memang sengaja memutuskan mengambil cuti lebih awal untuk membantu persiapan persalinan isterinya dan juga dalam mengurus bayi mereka setelah lahir
Seperti saat ini Al dibuat panik dengan Ayla yang sejak subuh tadi mengeluh sakit perut yang terkadang hilang timbul
" Mas, ishhh...." Ayla berdesis menahan rasa mulas yang tiba-tiba timbul lalu hilang lagi
" Bagaimana kalau kita ke dokter aja ya sayang" ucap Al yang sudah panas dingin melihat Ayla yang terkadang mengeluh sakit, siapa yang merasa sakit perut tapi siapa yang sudah panas dingin
" Nanti aja deh mas, masih hilang timbul takutnya cuma kontraksi palsu" ucap Ayla menahan nyeri
" Mama belum pulang lagi, mas jadi khawatir kalau kamu kayak gini terus mending kita ke rumah sakit aja ya!" Bujuk Al yang merasa khawatir dengan keadaan Ayla apalagi saat ini tidak ada mama Ambar di rumah karena sedang pergi bersama papa Kusuma ke rumah tante Ana yang baru sedang mengadakan acara pernikahan putrinya
" Iya mas tapi tunggu sampai mulasnya terasa lebih sering ya mas" ucap Ayla
" Mas kabari mama sama papa ya sayang?" tanya Al yang ingin mengabari kedua orangtuanya
" Nanti ajalah mas, toh aku juga belum tentu mau lahiran sekarang, kasihan mama sama papa takutnya malah jadi khawatir" tutur Ayla
" Iya juga sih" ucap Al
" Aku tidak mau merepotkan mama dan papa sayang, biarkan mereka fokus saja dengan acara disana" ucap Ayla
" Ya udah kalau itu menurut kamu yang terbaik nanti saja memberitahu mama sama papanya kalau bayinya sudah lahir" ucap Al
Kini waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang, Al sedang memaksa Ayla untuk makan karena sejak pagi wanita itu tidak mau sama sekali mengisi perutnya
Rasa nyeri yang melanda dirinya membuat Ayla kehilangan nafsu makannya
" Sayang, ayo dong makan dulu sedikit saja!" bujuk Al
" Mas aku belum lapar, aku enggak mau makan mas" tolak Ayla
" Neng Ayla sebaiknya neng minum teh hangat ini biar neng enggak lemas" Ucap bi Nani menyodorkan segelas teh manis hangat
" Terima kasih ya bi" ucap Ayla dan menerima gelas yang berisi teh hangat itu
" Sama-sama neng, bibi rasa neng Ayla sebentar lagi akan segera lahiran, sebaik den Al bawa saja neng Ayla ke rumah sakit" ucap bi Nani
" Tuh sayang dengarkan apa kata bi Nani, sebaiknya kita memang harus ke rumah sakit sekarang, mau ya? mas takut kamu dan juga anak kita kenapa-napa!" bujuk Al
Ayla yang merasa sedikit lebih baik setelah meminum air teh yang diberikan oleh bi Nani akhirnya mengangguk pasrah, dia juga tidak ingin terjadi apa-apa dengan bayinya dan tidak mau membuat Al semakin khawatir
" Iya mas" jawab Ayla
" Bi tolong ambilkan tas yang sudah disiapkan untuk dibawa ke rumah sakit ya bi, ada di sofa bi tasnya" ucap Al menunjuk ke arah
" Baik den" Bi Nani pun berjalan mengambil tas tersebut sedangkan Al memapah Ayla berjalan keluar kamar
" Den sebaiknya jangan den Al sendiri yang bawa mobil pakai sopir aja den!" usul bi Nani
" Den Al kan sedang panik saya cuma khawatir aja den" lanjutnya
" Iya, bibi benar mas sebaiknya pakai sopir aja" ucap Ayla
" Yaudah panggilkan mang Asep ya bi!" seru Al
" Siap den" bi Nani bergegas memanggil mang Asep sang sopir
" Mang Asep!" teriak bi Nani sambil berlari menghampiri ke arahnya
" Kenapa bi Nani keliatan panik gitu?" tanya mang Ujang satpam yang berjaga di rumah itu
" Enggak tau" Mang Asep mengangkat kedua bahunya
" Ada apa bi?" mang Asep yang sedang menyeruput kopi bersama mang Ujang pun berdiri dan berjalan menghampiri bi Nani
" Cepat antarkan den Al dan neng Ayla ke rumah sakit, neng Ayla mau melahirkan" jawab bi Nani dengan napas ngos-ngosan
" Mau melahirkan bi?" tanya mang Asep yang sedikit terkejut
" Iya, ayok cepat sana den Al sudah menunggu" seru bi Nani
" Ada apa bi Nani kok kelihatan panik gitu?" tanya mang Ujang
" Neng Ayla mau melahirkan mang, udah cepat buka pintunya sebentar lagi mereka akan pergi ke rumah sakit" sahut bi Nani
" Iya bi" mang Ujang bergegas berjalan ke arah pintu gerbang lalu membukanya
Bi Nani masuk ke dalam rumah setelah mobil yang ditumpangi majikannya sudah pergi menuju rumah sakit
Bi Nani lalu berinisiatif untuk memberitahu nyonya dan tuan Kusuma yang memang saat itu sedang berada di rumah tante Ana
Dreetttt
Dreeettt
Panggilan pertama tidak diangkat, kedua pun sama sampai 5 kali panggilan pun sama, bi Nani berpikir mungkin nyonya besarnya sedang sibuk disana
Bi Nani mencoba menghubungi tuan besar dan ternyata baru dering pertama sambungan teleponnya sudah terhubung
..." Hallo, assalamualaikum. Iya bi ada apa?" tanya papa Kusuma...
" Wa'alaikum salam, maaf tuan kalau saya mengganggu!"
..." Tidak apa-apa bi, katakan saja apa ada sesuatu yang terjadi bi di rumah?"...
" Begini tuan neng Ayla sepertinya sudah mau melahirkan, sejak subuh sudah mengeluh sakit perut dan sekarang sedang dibawa den Al ke rumah sakit tuan, saya sudah menelpon nyonya tapi tidak diangkat"
..." Ayla sudah mau melahirkan bi? kenapa Al tidak memberitahu kami bi?"...
" Mungkin den Al lupa tuan karena terlalu panik atau juga tidak ingin membuat tuan dan nyonya khawatir disana"
..." Mungkin bi, ya udah terima kasih ya bi!"...
" Sama-sama tuan"
..." Assalamualaikum"...
" Wa'alaikum salam"
Setelah sambungan telepon terputus papa Kusuma pergi mencari isterinya yang ternyata sedang bersama dengan para tamu undangan yang merupakan teman dimasa sekolahnya
" Mah!" panggil papa Kusuma
" Iya ada apa pah?" tanya mama Ambar
" Ikut papa sebentar" jawab papa Kusuma
" Sebentar ya jeng aku tinggal dulu" pamit Mama Ambar lalu berjalan menyusul papa Kusuma
" Ada apa sih pah?" tanya mama Ambar
" Kamu ini mah, saking asiknya bersama teman-teman kamu sampai enggak menghiraukan dering ponselmu!" tegur papa Kusuma
" Iya maklum pah kan sudah lama banget mama tidak bertemu mereka dan siapa yang menyangka akhirnya mama bisa bertemu mereka disini" ucap mama Ambar
" Terserah mama ajalah, yang terpenting sekarang kita harus pamit pada Ana kita akan pulang sekarang" mama Ambar terkejut papa Kusuma mengajaknya pulang yang berpikir marah karena mama Ambar terlalu asik dengan teman-teman lamanya sampai mengabaikan suaminya itu
" Loh kok pulang si pah, enggak enaklah pah sama Ana kalau kita pulang sekarang, acaranya juga belum selesai"
" Mama tidak dengar tadi dering ponsel mama berbunyi?" mama Ambar menggeleng
" Bi Nani sudah berapa kali menelpon mama tapi enggak diangkat"
" Bi Nani menelpon papa?"
" Iya, karena mama tidak mau menjawab teleponnya"
" Memangnya ada apa bi Nani menelpon pah?"
" Bi Nani menelpon memberitahu kalau menanti kita Ayla sudah mau melahirkan" mama Ambar terkejut
" Mau melahirkan pah?"
" Iya, Al sudah membawanya ke rumah sakit "
" Kok Al tidak mengabari mama?"
" Bagaimana mau mengabari mama dia pasti sudah panik duluan, dan mama aja yang di telpon bi Nani tidak mengangkat telpon saking asik ngobrol dengan teman-teman mama " Sindir papa Kusuma
" Iya pah maaf, yaudah sekarang kita pamit sama Ana dulu pah"
" Iya"
Setelah pamit pada tante Ana, mama Ambar dan papa Kusuma langsung bertolak pulang ke ibu kota
Sementara di rumah sakit Al sedang menahan sakit karena saat itu Ayla yang sedang kesakitan mencengangkan tangan Al dengan sangat kuat, untung saja beberapa hari kemarin Al sudah memotong kuku Ayla
" Mas sakit !" keluh Ayla
" Sabar sayang, kamu pasti bisa" Al memberi Ayla semangat dan sesekali mengecup keningnya
Al sebenarnya merasa sangat panas dingin, isterinya yang mau melahirkan tapi dia yang merasa sangat tegang
Ayla tersenyum sambil menahan rasa sakitnya, melihat wajah Al yang sedikit pucat ia tahu kalau suaminya pasti sedang tegang.
" Mas enggak apa-apa?" tanya Ayla yang membuat Al mengerutkan keningnya
" Maksud kamu?"
" Wajah mas terlihat pucat dan juga tegang" ucap Ayla dengan sesekali mendesis menahan sakit yang hilang timbul
" Mas ishh...?" Ayla meringis kembali saat rasa itu muncul lagi dan kali ini lebih terasa lebih kuat
" Sabar ya bu, ini sudah bagus sudah pembukaan sepuluh" ucap dokter yang tengah menanganinya
Setelah hampir satu jam berada di dalam ruang persalinan akhirnya terdengar suara tangis bayi mungil yang berjenis perempuan
" Oekk... oekkk...
" Mas" ucap Ayla dengan suara yang sangat pelan nyaris seperti bisikkan
" Anak kita sudah lahir sayang" ucap Al dengan air mata yang sudah tidak dapat ia bendung lagi, merasa haru dan juga bahagia
" Selamat ya pak, bu bayinya lahir sempurna, sangat sehat dan jenis kelaminnya perempuan" ucap sang dokter memperlihatkan sebentar kepada Al dan Ayla
" Alhamdulillah ya Allah" ucap Al begitu pun Ayla merasa sangat bersyukur kini sudah dikaruniai seorang putri yang cantik
" Kalau begitu saya permisi dulu ya pak , bu dan bayinya nanti akan dibersihkan dulu setelah itu silahkan nanti pak Al mengadzani bayi nya" ucap sang dokter
" Baik dokter terima kasih banyak" ucap Al kepada dokter wanita yang bernama dokter Dinda
" Sama-sama pak Al" ucap dokter Dinda
Setelah mengadzani sang bayi kini Al dan Ayla sudah berada di ruang perawatan, Ayla pun sedang duduk sambil menyusui sang bayi
" Mas, apa sudah memilih nama untuk bayi kita?" tanya Ayla
" Mas sudah memilihnya sayang, bagaimana kalau kita beri nama Aliza Ghania Husna yang artinya seorang anak perempuan yang cantik dan adil yang membawa kebahagiaan" jawab Al
" Wahh... nama yang sangat indah mas, aku suka" ucap Ayla
" Aliza sayang" ucap Ayla kepada bayi mungilnya lalu mengecup keningnya
" Terima kasih ya sayang, kamu sudah memberikan mas kebahagiaan yang luar biasa dengan kehadiran putri kecil kita Aliza" ucap Al penuh rasa syukur
" Sama-sama mas, aku juga sangat berterima kasih karena mas selalu sabar banget menghadapi aku yang terkadang sangat manja dan rewel" ucap Ayla
" Aku sangat mencintai mu sayang dan juga baby Aliza, kalian adalah harta yang paling berharga dalam hidup ku" Al mencium kening Ayla setelah itu bergantian mencium kening baby Aliza
" Aku juga mencintaimu mas, semoga dengan kehadirannya baby Aliza ikatan pernikahan kita bertambah harmonis dan semakin kuat ya mas"
" Amin, iya sayang"
Ceklek pintu ruangan tiba-tiba terbuka dari luar, menyembul Sasa, Mina dan juga Dira
" Assalamualaikum" ucap mereka bertiga bersamaan
" Wa'alaikum salam" jawab Al dan Ayla
" Wahh... ponakan gue udah launching" ucap Mina antusias mendekati Ayla yang sedang menyusui bayinya
" Selamat ya Ay pak Al atas kelahiran bayinya" ucap Mina, Sasa dan juga Dira
" Iya terima kasih semuanya" jawab Ayla
" Terima kasih" jawab Al datar seperti biasanya
" Wahh... cantik banget Ay bayi loe" ucap Dira yang sedang berdiri di samping kanan Ayla
" Terima kasih aunty Dira"
" Wahh Ay gemesin banget sih bayi loe jadi pengen gue," ucap Sasa dengan wajah lucunya
" Nikah sana kalau pingin mah" sambar Mina seraya terkekeh
" Belum ada lawannya gue " sahut Sasa enteng
" Ah payah loe ketinggalan Dira dah" ledek Ayla
" Seriusan Dir, loe mau nikah?" tanya Sasa antusias
" Apaan sih Sa jangan didengerin ucapan si Ayla " sanggah Dira
" Dihh... enggak usah malu gitu kali Dir, bulan depan juga resmi loe jadi nyonya Arlan" ucap Ayla
" Ngaco, jangan dengerin ucapan Ayla bikin gosip aja loe" ucap Dira
" Gue serius tunggu aja tanggal mainnya" ucap Ayla
" Film kali ah tunggu tanggal mainnya" sahut Dira lalu terkekeh
Disaat para wanita sedang asik mengobrol Al memilih untuk keluar
" Sayang, aku keluar dulu ya sebentar, enggak apa-apa kan aku tinggal?" pamit Al pada Ayla
" Iya mas, ada mereka juga disini" ucap Ayla
" Ay boleh enggak gue gendong bayi loe?" tanya Mina
" Boleh, tapi sebelumnya cuci tangan dulu ya" jawab Ayla
" Oke siap" Mina antusias lalu pergi ke kamar mandi
Sasa dan Dira yang juga ingin menggendong bayi Ayla ikut cuci tangan
" Ay loe kasih nama siapa bayi loe ini?" tanya Mina sambil menggendong bayi mungil itu
" Aliza Ghania Husna yang berarti Anak perempuan yang cantik dan adil yang membawa kebahagiaan" jawab Ayla
" Cantik banget namanya Ay sesuai dengan orangnya cantik dan menggemaskan, semoga baby Aliza akan selalu membawa kebahagiaan di dalam rumah tangga kalian Ay" ucap Mina yang langsung di amin kan oleh Ayla, Sasa dan juga Dira
Dengan kehadiran baby Aliza semoga akan selalu membawa kebahagiaan di dalam rumah tangga Ayla dan Alveer