DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
PERPISAHAN UNTUK EZIO


Kembali ke Negara Prancis lagi.


Ezio benar-benar memanjakan Zarina, dan menikmati waktu singkatnya bersama Zarina, untuk jalan-jalan di mall.


Begitupun dengan Mama Ingrid, dia juga sangat senang sekali, bisa bersama Zarina tanpa adanya rasa tertekan seperti sebelumnya.


Rain yang ada bersama mereka berdua, dia bisa melihat sendiri bagaimana sayangnya Ezio dan Mama Ingrid kepada Zarina.


Dan Zarina sendiri juga terlihat senang bisa bermain bersama Ezio, tanpa teringat dengan Syahlaa untuk sementara waktu.


Syahlaa dan Alzam yang sementara waktu menjaga Papa Fransisco, mereka tidak merasa keberatan sama sekali.


Justru Papa Fransisco sendiri yang merasa canggung di tunggui oleh Alzam dan juga Syahlaa.


Penuh perhatian Alzam dan Syahlaa dalam memperlakukan Papa Fransisco yang terkadang meminta bantuan kepada mereka berdua.


Alzam dan Syahlaa, menganggap Papa Fransisco sebagai orang tua sendiri, yang harus mereka hormati dan hargai.


Dan tidak terasa, Ezio bersama Zarina, Mama Ingrid serta juga Rain, sudah kembali pulang ke ruang perawatan Papa Fransisco.


Tadi sebelum mereka semua pulang, Alzam mencoba memijat tubuh Papa Fransisco yang terkena stroke itu.


Karena Alzam ingin merangsang sistem saraf motorik Papa Fransisco, supaya bisa bekerja dengan normal kembali.


Selama di pijit oleh Alzam, air mata Papa Fransisco tidak berhenti mengalir, karena dia benar-benar merasa malu sekali dengan Alzam.


Tapi Alzam mencoba menenangkan Papa Fransisco, supaya melupakan kejadian yang telah tahu dan fokus kepada kesembuhannya saja.


Dan ketika Ezio bersama yang lainnya belum pada pulang dari jalan-jalan mereka, Emmy serta Casper sengaja datang untuk menjenguk Papa Fransisco.


Awalnya Emmy dan Casper ingin melihat Syahlaa, Alzam, Zarina serta Rain, sebelum mereka kembali pulang ke Indonesia.


Tapi, ketika Emmy mencoba menghubungi Syahlaa, ternyata Syahlaa dan Alzam sedang tidak berada di rumah, melainkan di rumah sakit.


Alhasil, Emmy dan Casper langsung memutuskan untuk menyusul datang ke rumah sakit pada saat itu juga.


Emmy dan Casper tahu, jika Syahlaa dan yang lainnya akan kembali ke Indonesia hari ini, tapi sayang Emmy dan Casper, tidak bisa mengantar mereka semua sampai Bandara, karena mereka hari ini ada kesibukan yang benar-benar tidak bisa mereka tinggal.


Dan di rumah sakitlah, mereka berdua mengucapkan salam perpisahan dengan para sahabat mereka berdua.


" Hai kalian semua sudah pada pulang ",, kata Syahlaa kepada Ezio dan yang lainnya.


" Zarina tidur Tuan Ezio?? ",, tanya Alzam kepada Ezio.


" Iya Tuan Alzam Chafik, mungkin dia kecapekan karena daritadi main terus ",, jawab Ezio kepada Alzam.


" Sudah jam sebelas siang, berhubung perjalanan kita nanti sedikit lama, kami pamit mau pergi ke Bandara sekarang Tuan Ezio ",, kata Alzam lagi kepada Ezio.


" Sekalian nanti kita akan mampir untuk makan siang terlebih dahulu ",, sambung lagi perkataan Alzam.


" Dan untuk Tuan Fransisco, dia sudah makan siang Tuan Ezio, Nyonya Ingrid ",, kata Syahlaa juga kepada Ezio.


" Kalau begitu, ayo mari akan saya antar kalian semua ke Bandara ",, kata Ezio kepada Alzam dan Syahlaa.


" Jika tidak merepotkan silahkan Tuan Ezio ",, jawab Alzam kepada Ezio.


" Mama, Ezio tinggal sebentar untuk mengantarkan mereka ke Bandara, Mama tidak apa-apa kan Ezio tinggal dulu ",, kata Ezio kepada Mama Ingrid.


" Iya, tidak apa-apa Nak ",, jawab Mama Ingrid kepada Ezio sambil tersenyum.


" Kalian semua hati-hati di jalan ya, dan Syahlaa terimakasih atas semua kebaikan kamu kepada kami ",, kata Mama Ingrid kepada Syahlaa.


" Sama-sama Nyonya ",, jawab Syahlaa kepada Mama Ingrid sambil tersenyum manis.


Mama Ingrid lalu memberikan ciuman perpisahan ke wajah Zarina yang sedang tidur di gendongannya Ezio, karena dia akan berpisah cukup lama dengan sang cucu nanti.


Dan setelah berpamitan kepada Mama Ingrid serta Papa Fransisco, Syahlaa, Alzam dan juga Rain, langsung berlalu ke luar dari dari dalam ruang perawatan Papa Fransisco, menuju ke parkiran rumah sakit.


Mereka berkendara dengan kecepatan normal, dan ketika melihat restoran, mereka semua mampir sejenak untuk menikmati makan siang terlebih dahulu, untuk mengisi perut mereka.


Setelah selesai makan siang, mereka semua lalu melanjutkan lagi perjalanan mereka, menuju ke salah satu Bandara yang ada di Negara Prancis dan perjalanan yang mereka tempuh memakan waktu sekitar satu jam lamanya.


Sesampainya di parkiran bandara, mereka semua langsung pada ke luar dari dalam mobil, untuk segera masuk ke dalam Bandara.


Dan mobil yang Alzam serta Rain kendarai, akan di urus oleh anak buah Rain.


" Saya akan pergi, jika pesawat kalian sudah lepas landas ",, kata Ezio kepada Alzam dan Syahlaa.


" Terserah anda Tuan Ezio ",, jawab Alzam kepada Ezio.


Sambil menunggu pesawatnya akan lepas landas sekitar setengah jam kemudian, mereka sibuk berbicang sambil bermain dengan Zarina yang sudah terbangun dari tidurnya.


Dan pada akhirnya panggilan untuk penerbangan ke Indonesia pun sudah terdengar di telinga mereka semua.


" Bye-bye Zarina sayang, maukah Zarina mencium pipi Papi sebentar ",, kata Ezio kepada Zarina.


Zarina pun langsung menuruti perkataan dari Ezio, dia mencium pipi kiri dan kanan Ezio.


Setelahnya, Ezio langsung memeluk Zarina dengan sangat erat sekali.


Berat sekali rasanya Ezio berpisah dengan Zarina, tapi Ezio berjanji kepada dirinya sendiri, jika urusannya di sini sudah selesai, dia akan segera datang berkunjung untuk melihat Zarina.


Setelah acara perpisahan yang menguras perasaan bagi Ezio, akhirnya dia benar-benar berpisah dengan Zarina, yang saat ini sudah masuk ke dalam pesawat bersama Alzam, Rain dan juga Syahlaa.


Ezio awalnya sudah menawarkan diri untuk mengantarkan mereka, menggunakan pesawat jet pribadi milik Keluarga Dwayn.


Akan tetapi Alzam menolaknya dengan sopan dan lembut, karena dia tidak mau merepotkan dan merasa berhutang budi kepada Ezio.


Ezio yang menghargai keputusan Alzam, dia pun mengerti dan memahami kenapa Alzam menolak bantuannya.


Hanya lambaian tangan yang bisa di lakukan oleh Ezio sekarang, ketika pesawat yang Syahlaa, Alzam, Rain dan Zarina, naikin sudah terbang mengudara di atas sana.


" Papi pasti akan sangat merindukanmu sayang, pasti itu ",, kata batin Ezio sambil melihat pesawat yang sedang terbang.


Setelah itu, Ezio berbalik badan untuk ke luar dari dalam Bandara, pergi menuju ke rumah sakit lagi.


Ezio yang sudah sampai di rumah sakit, dia langsung saja memindahkan Papa Fransisco, ke rumah sakit yang lebih besar dan lebih canggih lagi peralatannya.


Sedangkan Alzam beserta yang lainnya, mereka semua masih tenang di dalam pesawat yang akan menerbangkan mereka kembali pulang ke Indonesia, tanpa mengetahui kabar dari sang adik yaitu Faiha yang sedang di landa kesedihan mendalam di dalam hatinya.


Kembali ke Faiha lagi, Faiha yang sudah sampai di depan rumah sang Kakak, dia langsung saja mengetuk pintunya.


Aaqil yang mendengar ada orang yang mengetuk pintu rumahnya, dia langsung saja segera membukakan pintunya.


Ketika pintu sudah di buka olehnya, Aaqil di buat sangat terkejut sekali, di saat melihat sang adik ipar sedang menangis seperti itu.


" Faiha ",, kata Aaqil kepada Faiha.


" Ayo masuk dulu Faiha, ayo ",, kata Aaqil kepada Faiha.


" Umma, Umma, ada Faiha, Umma ",, panggil Aaqil kepada Iffah.


Iffa yang berada di dalam ruang Keluarga sedang menonton televisi pun, langsung bergegas ke luar menuju ke ruang tamu, karena mendengar teriakan dari sang suami tadi.


" Astgahfirullah Faiha, kamu kenapa dek?? ",, kata Iffah kepada Faiha.


Iffah sangat terkejut sekali, melihat keadaan Faiha yang sangat kacau malam ini.


Faiha belum bisa menjawab pertanyaan dari sang Kakak, dia memilih langsung memeluk Iffah yang sudah hamil besar itu.


" Jika sudah tenang, ceritakan kepada Kakak, kenapa kamu sampai menangis seperti ini?? ",, kata Iffah sambil menenangkan Faiha.


Faiha yang sudah mulai cukup tenang, dia pun langsung saja melepaskan pelukan sang Kakak dan menetralkan pernafasannya terlebih dahulu.


" Abi Kak, Abi ",, kata Faiha kepada Iffah.


" Abi kenapa?? ",, tanya Iffa dengan ekspresi kebingungan dan juga khawatir.


" Dia mau menjodohkan Fai dengan Gus Uzair, Fai tidak mau Kak, karena Fai sudah mencintai Kak Rain ",, jawab Faiha kepada Iffah.


" Kak Rain, apa maksud kamu Tuan Rain Fai?? ",, tanya Iffah kepada Faiha.


Faiha langsung saja mengangguk kepada sang Kakak.


Iffah begitu sangat terkejut mendengar kejujuran dari sang adik, tapi tidak untuk Aaqil, karena dia sudah mengetahuinya dari Abi Aasim kemarin.


" Saat ini di rumah sedang kedatangan Abi Ghifar sekeluarga Kak, mereka ingin meminang Faiha untuk di jadikan istrinya Gus Uzair, Fai tidak mau Kak, karena Fai sudah menerima lamaran dari Kak Rain ",, kata Faiha kepada Iffah.


" Hah?? ",, kata Iffah benar-benar sangat terkejut sekali.


Di antara mereka semua yang belum mengetahui kisah cinta Faiha dan Rain, memang cuma Iffah seorang, karena Aaqil sendiri belum bercerita kepada sang istri, sebab di larang oleh Abi Aasim.


" Iya Kak Iffah, Faiha dan Kak Rain saling mencintai dalam diam, dan kemarin sebelum Kak Rain ikut terbang ke Prancis bersama Kak Afnan dan Kak Syahlaa, dia sudah melamar Faiha, dan Faiha menerima lamaran itu ",, cerita Faiha kepada Iffah.


" Apakah Kak Afnan sudah mengetahui jika kamu dan Tuan Rain saling mencintai?? ",, tanya Iffah kepada Faiha.


" Sudah Kak, itulah kenapa Faiha berharap Kak Afnan bisa segera pulang untuk membantu Faiha berbicara kepada Abi, karena sebelumnya Abi sudah mau menjodohkan Fai dengan Ismail, salah satu Pengurus Pondok Kak ",, jawab Faiha kepada Iffah.


" Ayah ",, kata Iffah memanggil Aaqil, karena dia sedang bingung menjawab bagaimana perkataan dari Faiha.


Aaqil hanya mengangguk saja, pertanda Iffah di suruh untuk menenangkan Faiha terlebih dahulu.


" Begini saja dek, kamu malam ini menginaplah di sini dulu sampai hatimu tenang, biar Kakak nanti coba bantu berbicara kepada Abi ",, kata Iffah kepada Faiha.


" Baik Kak, terimakasih ",, jawab Faiha sambil menyeka air matanya.


" Ijinkan Fai untuk sementara waktu tinggal di sini, sampai hati Fai tenang Kak, dan Fai tidak mau kembali pulang ke rumah, sebelum Kak Afnan pulang, boleh ya Kak Iffah, Kak Aaqil ",, kata Faiha kepada Iffah dan Aaqil.


" Iya boleh ko Fai, rumah ini rumah kamu juga, kamu adik kami satu-satunya, jadi kami akan selalu membantu kamu, di saat kamu sedang membutuhkan bantuan ",, jawab Aaqil kepada Faiha.


" Beristirahatlah sekarang di dalam kamar yang kosong, biar kamu tidak sakit karena terlalu memikirkan semua masalah yang sedang kamu hadapi ",, kata Aaqil kepada Faiha.


" Baik Kak, terimakasih banyak Kak Aaqil, kalau begitu Fai permisi dulu ",, kata Faiha kepada Aaqil dan Iffah.


Aaqil dan Iffah hanya mengangguk saja kepada Faiha, dan Faiha langsung saja bergegas masuk ke dalam kamar kosong yang ada di rumah sang Kakak.


Sepeninggal dari Faiha, Iffah dan Aaqil mencoba membicarakan permasalahan yang sedang di alami oleh Faiha.


Iffah semakin terkejut saja, ketika dia baru mengetahui jika sang suami sudah mengetahui itu semua.


" Kenapa Ayah tidak bercerita kepada Umma?? ",, tanya Iffah kepada Aaqil.


" Karena Abi Umma, Abi melarang Ayah, dan Ayah sudah berjanji kepada Abi ",, jawab Aaqil kepada Iffah.


" Lalu bagaimana dengan Faiha Ayah, kasihan dia, dan Umma masih tidak menyangka jika Fai mencintai laki-laki yang jauh lebih tua dari Umma ",, kata Iffah kepada Aaqil.


" Jika Tuan Rain menjadi suami Fai, Umma lalu memanggil Tuan Rain siapa, sedangkan dia saja pantasnya menjadi Kakak Umma?? ",, tanya Iffah kepada Aaqil.


Aaqil langsung tertawa mendengar pertanyaan dari Iffah.


" Sudah itu dipikirkan nanti saja, sekarang ayo Umma istirahat, sudah malam, kasihan si dedek yang di dalam perut ",, jawab Aaqil kepada Iffah.


Iffah hanya mengangguk, dan mereka lalu masuk ke dalam kamar mereka sendiri.


Sedangkan Faiha tadi yang sudah masuk ke dalam kamar, dia langsung mencoba mengirimkan sebuah pesan kepada Rain.


" Kak Rain, cepatlah pulang, Abi ingin menjodohkan Fai dengan laki-laki lain Kak, ayo Kak cepatlah datang ke sini, jemput dan nikahi Fai, jika Kakak benar-benar mencintai Fai, karena Fai hanya mau menikah dengan Kak Rain, bukan laki-laki lain ",,


Begitulah pesan yang di kirimkan oleh Faiha sebelum dia mengistirahatkan badannya.


Rain belum mengetahui, jika Faiha mengirimkan pesan kepadanya, karena dia sedang tertidur saat ini di dalam pesawat, dan ponselnya pun sedang dia matikan untuk sementara waktu.


...πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹...


Bagaimana reaksi dari Rain nanti, jika sudah mentranslatekan pesan dari Faiha.πŸ€”


Kita lanjut part selanjutnyaπŸ€—.


...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...


...***TBC***...