DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
KEJUTAN DARI EZIO


Tidak terasa pesawat yang Alzam dan yang lainnya naiki sampai juga di salah satu Bandara yang ada di Indonesia, setelah mengudara selama belasan jam lamanya.


Alzam sudah memberi kabar kepada sang Abi, dan ketika mereka semua sudah sampai di Bandara, Alzam, Syahlaa, Zarina, Rain dan juga Faiha, sudah langsung disambut oleh Aaqil dan salah satu pengurus pondok pesantren yang sengaja menjemput mereka semua.


Di dalam perjalanan menuju ke Pesantren, perasaan semua orang merasa lega, karena akhirnya mereka semua bisa mendarat dengan selamat sesuai harapan.


Setelah melakukan perjalanan berjam-jam lamanya menggunakan mobil menuju ke Yayasan Al-Hasanain, akhirnya mobil yang mereka semua naiki sampai juga di Yayasan tersebut, ketika waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.


Kedatangan mereka semua langsung di sambut senang oleh Umi Anum dan Abi Aasim.


" Ayo masuk, pasti kalian semua sangat capek sekali, terutama cucu Kakek ini yang semakin gembul pipinya ",, kata Abi Aasim kepada semua orang.


" Abi, biar Zarina, Afnan saja yang gendong, nanti Abi capek ",, kata Alzam kepada Abi Aasim.


" Tidak apa-apa, Abi kangen sama cucu Abi ini ",, jawab Abi Aasim kepada Alzam.


Semua orang langsung duduk di ruang tamu pendopo milik Abi Aasim, dan mereka lalu mengobrol santai membicarakan ini dan itu.


" Alzam, Syahlaa, itu Iffah sudah melahirkan kemarin, satu hari setelah kalian pergi, anak mereka perempuan ",, kata Umi Anum kepada semua anak dan menantunya.


" Waaah benarkah Umi, asik Fai tambah keponakan lagi ",, kata Faiha kepada Umi Anum.


" Oh iya Umi, nanti Afnan akan berkunjung ke sana bersama Syahlaa dan Zarina ",, kata Alzam juga kepada Umi Anum.


" Sama-sama saja Kak, biar semakin ramai ",, kata Faiha kepada Alzam.


" Iya, bisa diatur ",, jawab Alzam kepada Faiha.


Ketika mereka semua sudah puas mengobrol, Alzam dan Syahlaa beserta Zarina berpamitan pulang ke pendopo mereka sendiri.


Rumah mewah yang sedang dibangun oleh Alzam, sudah setengah jadi, dan masih cukup lama untuk siap huni.


Rumah Alzam dan Syahlaa nanti mungkin akan menjadi rumah yang paling mewah yang ada di kampung mereka.


Sedangkan untuk Faiha sendiri, dia nanti akan menempati pendopo yang sedang ditempati oleh Syahlaa dan Alzam sekarang.


Walau Faiha nantinya akan ikut dan tinggal di Prancis bersama sang suami, akan tetapi tetap saja dia sudah mendapatkan bagiannya sendiri dari Abi Aasim.


Singkat cerita, satu minggu sudah berlalu, dan besok adalah resepsi dari pernikahan Rain dan Faiha, sekaligus meresmikan pernikahan mereka secara Negara.


Di rumah Abi Aasim ada begitu banyak sanak saudara yang sudah hadir, dari yang jauh maupun yang dekat, karena mereka semua datang untuk bantu-bantu pesta resepsi pernikahannya Faiha dan Alzam.


Ketika mereka semua, termasuk Syahlaa dan Alzam yang ikut membantu mempersiapkan ini dan itu, pandangan mereka semua tiba-tiba teralihkan dengan kedatangan dua buah mobil yang super mewah memasuki halaman Pondok Pesantren.


Pandangan semua orang langsung teralihkan ke arah dua mobil tersebut, bahkan Alzam, Rain dan juga Syahlaa, sangat penasaran sekali dengan orang yang ada di dalam mobil tersebut.


Di saat orang yang menaiki mobil tersebut sudah ke luar dari dalam mobil, ada suara teriakan dari anak kecil yang terdengar di telinga mereka semua.


" Papiiiiiiiiiiiii ",, kata Zarina.


Ternyata orang tersebut adalah Ezio, yang sedang datang berkunjung bersama Mama Ingrid dan Papa Fransisco.


" Hai anak Papi ",, kata Ezio sambil merentangkan ke dua tangannya.


Zarina langsung memeluk sang Papi dengan penuh rasa sayang, dan pertemuan Zarina bersama Ezio, menjadi buah bibir di kalangan Keluarga besarnya Alzam, yang belum tahu siapa itu Ezio.


" Oh dia ternyata Ayah kandungnya Zarina, tampan sekali, dan wajahnya sangat mirip dengan Zarina ",, kata salah satu Keluarga.


" Iya-iya, sepertinya mereka bukan orang sembarangan, lihat saja penampilan mereka, apalagi mobil yang mereka naiki ",, sahut dari Keluarga yang lainnya.


" Pantas saja wajah Zarina sangat kental bule sekali, lha wong Ayahnya begitu sangat bule dan juga tampan ",, kata yang lainnya juga.


" Kira-kira dia punya kembaran tidak ya, mau aku jodohkan dengan anakku ",, kata ibu-ibu yang lain.


Iya dan masih banyak yang lainnya lagi pembicaraan yang sedang mereka bicarakan tentang Ezio dan Zarina.


Alzam dan Syahlaa, Rain, Abi Aasim, Umi Anum dan semua orang yang ada di situ langsung tersenyum manis dan menyambut ramah kedatangan Keluarga Dwayn.


" Ini kejutan bagi saya Tuan Ezio, mari-mari silahkan masuk, maaf berantakan ",, kata Alzam kepada Ezio.


" Gus Afnan bicara apa sih, aneh sekali gaya bicara mereka ",, bisik-bisik dari semua orang.


Wajar saja terdengar aneh di telinga mereka, karena mereka tidak pernah mendengar Bahasa Prancis.


" Sepertinya di sini sedang ada acara ya Tuan Alzam Chafik?? ",, tanya Ezio sambil memperhatikan semua orang.


" Iya Tuan, anda datang di saat yang tepat, besok saya akan mengadakan resepsi pernikahan saya dengan Faiha, menggunakan adat istiadat daerah sini ",, bukan Alzam yang menjawab, melainkan Rain sendiri.


" Waaah, Ma, Pa, kita datang di saat yang tepat, sepertinya kita bisa sedikit lebih lama tinggal di sini, lagi pula kita kan tidak tahu adat orang Indonesia yang sedang mengadakan pernikahan ",, kata Ezio kepada ke dua orang tuanya.


" Benar sekali Ezio, Mama juga sudah sangat penasaran sekali bagaimana ya nanti acaranya ",, jawab Mama Ingrid kepada Ezio.


Setelah puas menikmati semua orang, Alzam, Abi Aasim, Umi Anum, Faiha, Syahlaa dan juga Rain, langsung mengajak Keluarga Dwayn untuk duduk di ruang tamu.


" Zarina senang tidak bisa bertemu dengan Papi di sini?? ",, tanya Ezio kepada Zarina yang sedang dia pangku.


" Senang, nanti Papi masakin payeti lagi ya ",, jawab Zarina kepada Alzam.


" Payeti?? ",, kata semua orang.


" Spaghetti ",, jawab Ezio kepada semua orang.


Dan semua orang langsung ber oh ria mendengar jawaban dari Ezio.


" Zarina tidak bisa menyebutkan kata spaghetti ",, kata Ezio lagi.


" Ada-ada saja kamu Zarina, kalau cuma spaghetti Mama juga bisa memasakkannya untukmu ",, kata Syahlaa kepada Zarina.


" Tapi Zalina maunya dimasakin Papi, Mama ",, jawab Zarina.


" Mama ngambek ah, ada Papi, Mama di cuekin ",, kata Syahlaa berpura-pura cemberut.


Semua orang langsung tertawa mendengar Syahlaa sedang berpura-pura merajuk dengan Zarina.


Mereka tanpa sadar menjadi Keluarga besar, perlahan rasa sakit dan amarah sudah tersingkir dari benak Syahlaa, dan untuk menghemat waktu, karena besok Ezio di undang di acara resepsi pernikahan Rain dan Faiha, semua Keluarga Dwayn, Alzam ijinkan untuk menginap di pendopo yang ditinggalinya bersama Syahlaa.


Keesokan paginya, Ezio dan ke dua orang tuanya, sangat menikmati sekali pesta resepsi pernikahan Rain dan Faiha ala adat orang Indonesia.


Mereka sejenak melupakan beban kehidupan mereka, untuk bersenang-senang di acara resepsi pernikahannya Rain dan Faiha.


Casper dan Emmy, tidak bisa datang di acara resepsi pernikahan Rain dan Faiha, karena mereka berdua sedang asik pergi berbulan madu.


Sedangkan semua Keluarga Rain, juga tidak bisa hadir, karena mereka sedang menyiapkan pesta resepsi pernikahan Rain dan Faiha yang sebentar lagi akan di adakan di Prancis, rencananya sekalian memboyong Faiha untuk ikut pindah bersama Rain di Prancis.


Orang Prancis menjadi warga Negara Indonesia, sedangkan warga Negara Indonesia, menjadi warga Negara Prancis, yaitu Syahlaa dan Faiha.


Jodoh siapa yang tahu, dengan siapa kita berjodoh, di mana, orang mana, asal dari mana, selisih berapa tahun umurnya, semua itu rahasia ilahi.


Begitupun dengan Alzam dan Syahlaa, serta Rain dan Faiha, jarak dan waktu tidak menyulitkan mereka berjodoh, karena di lauhul mahfudz mereka semua memang sudah di takdirkan berjodoh oleh Allah.


...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...


...***TBC***...