
Singkat cerita setelah drama mobil super mewah itu, akhirnya Ezio sekeluarga sudah kembali pulang ke Prancis, dan saat ini semua Keluarga besar Abi Aasim sedang pada bersiap-siap untuk terbang ke Prancis esok harinya.
Yang Rain ajak, atau lebih tepatnya dia buatkan paspor dan surat-surat yang lainnya, cuma Keluarga inti saja, dari Kakak, adiknya Abi Aasim dan Umi Anum, serta beberapa sepupunya Faiha atau Alzam.
Tidak membutuhkan uang sedikit untuk membuatkan mereka semua paspor dan surat-surat yang lainnya, berjumlah sekitar tiga puluh orang, sudah cukup menguras kantong milik Rain.
Akan tetapi Rain tidak merasa terbebani sama sekali, sebab uang tersebut bisa kembali dengan sekejap, ketika dia kembali bekerja dengan Ezio nanti.
Semua Keluarga besar Abi Aasim merasa sudah tidak sabar sekali untuk pergi ke Luar Negeri dan naik pesawat, sebab itu pengalaman pertama kalinya bagi mereka semua.
Membutuhkan waktu kurang lebih hampir delapan belas jam lamanya mengudara, akhirnya pesawat yang mereka tumpangi sampai juga di salah satu Bandara yang ada di Negara Prancis.
Rain dan Faiha sepakat, untuk membawa Keluarga besar mereka, untuk menginap di rumah baru mereka, dan rumah baru mereka saat ini sudah komplit dengan perabotan rumah tangga.
Karena Rain sengaja meminta tolong kepada ke dua orang tuanya beserta para anak buahnya, untuk membelikannya perabotan rumah tangga dan menatanya juga dengan rapi di dalam rumahnya.
Takjub, tentu saja semua Keluarga besar Abi Aasim merasa takjub dengan rumah milik Rain dan Faiha, sebab ternyata, Rain melebihi ekspetasi mereka semua.
" Tidak salah, jika Faiha memilih Rain daripada Gus Uzair dulu, karena sekayanya Pak Kyai Ghifar, masih kalah dengan kekayaan yang Nak Rain miliki ",, kata salah satu Kakak Abi Aasim kepada istrinya.
" Sudahlah Ayah, jangan membicarakan mereka, tidak enak jika sampai terdengar Nak Rain atau Faiha ",, kata sang istri kepada suaminya.
Dan pembicaraan itu hampir semua Keluarga katakan kepada keluarga yang lainnya, mungkin akan menjadi buah bibir untuk mereka semua nanti jika sudah sampai kembali ke tanah air.
Pesawat jet pribadi yang Ezio naiki, sudah sampai lebih dulu sejak beberapa jam yang lalu, dan Ezio yang tahu jika Alzam sudah sampai di Prancis, dia langsung saja meminta ijin untuk membawa Zarina menginap di rumahnya.
Alzam langsung mengiyakan ketika sudah mendapatkan restu dari Syahlaa, dan tidak lama mobil milik Ezio sampai juga di rumah mewah milik Rain.
" Papiiiii ",, kata Zarina menyambut kedatangan Ezio.
Ezio langsung memeluk dan mencium sayang Zarina.
" Mari Tuan Ezio silahkan masuk ",, kata Alzam kepada Ezio.
Ezio langsung masuk ke dalam ruang tamu rumah tersebut, dan dia langsung di sapa ramah oleh Syahlaa, Rain dan juga Faiha yang sebagai tuan rumahnya.
" Sepertinya ramai sekali di dalam?? ",, kata Ezio.
" Iya, di dalam ada Keluarga besar kami yang besok ingin menghadiri resepsi pernikahan Rain dan Faiha ",, jawab Alzam kepada Rain.
Ezio langsung ber oh ria sambil mengangguk mendengar jawaban dari Alzam.
" Apakah kamu setelah resepsi nanti akan masuk ke kantor atau mau ijin lagi untuk bulan madu dulu Rain?? ",, tanya Ezio kepada Rain.
" Saya akan masuk ke kantor Tuan, sudah cukup lama saya tidak berangkat bekerja ",, jawab Raib kepada Ezio.
" Baguslah, secepatnya saya tunggu kamu di kantor ",, kata Ezio kepada Rain.
" Iya Tuan Ezio ",, jawab Rain.
" Ayo Princess Papi, jadi ikut Papi tidak nih, nanti kita akan menghadiri resepsi pernikahan Paman Rain bersama-sama ",, kata Ezio kepada Zarina.
" Atau nanti di rumah Papi buatkan spaghetti kesukaan Zarina, mau?? ",, kata Ezio membujuk Zarina.
Ezio sekarang tahu bagaimana cara membujuk Zarina supaya mau ikut dengannya, dan ketika mendengar kata spaghetti, Zarina langsung mengiyakan perkataan dari sang Papi.
Ezio lalu berpamitan kepada semua orang untuk membawa Zarina pulang bersamanya, dan Syahlaa sekarang sudah berlapang dada serta mencoba tidak berburuk sangka lagi kepada Ezio.
Ezio begitu sangat senang sekali, karena itu artinya malam nanti dia bisa tidur bersama Zarina lagi.
Hari sudah berganti, dan tibalah waktunya pesta resepsi pernikahan Rain dan Faiha akan segera diadakan.
Diadakan di sebuah hotel mewah, semua Keluarga besar Rain dan Faiha, sudah pada datang berkumpul di dalam ballroom hotel tersebut.
Pesta resepsi pernikahan Rain dan Faiha benar-benar sangat mewah sekali, padahal yang Faiha mau cuma pernikahan sederhana saja, akan tetapi di luar dugaannya, sang suami memberikannya kebahagiaan yang tiada tara.
Kedatangan Ezio dan Zarina sudah ditunggu-tunggu sejak tadi oleh Syahlaa dan Alzam, dan ketika mereka sudah datang, Ezio dan Zarina terlihat sangat kompak sekali dengan pakaian senada yang terlihat mewah dan juga elegan.
Walau Zarina berhijab, Ezio tidak malu menggandeng tangan sang putri, justru yang membuat Ezio malu, jika dia tidak bisa bersama dengan Zarina.
Ezio terlihat semakin tampan, dan Zarina terlihat sangat cantik sekali malam itu.
Semua orang menikmati pesta resepsi pernikahan Rain dan Faiha dengan sangat bahagia sekali.
Sejak malam itu Faiha benar-benar sudah resmi menjadi warga Negara Prancis, walau surat-suratnya masih sedang diurus oleh Rain.
Abi Aasim dan Umi Anum juga tidak menyangka, jika putri bungsu mereka akan mendapatkan seorang suami yang ternyata sangat kaya sekali.
Mereka berdua sebagai orang tua merasa senang dan bangga, serta mendoakan semoga kehidupan rumah tangga Rain - Faiha sakinah, mawadah dan warohmah.
Keluarga besar Abi Aasim kembali pulang ke Indonesia keesokan harinya bersama Syahlaa dan Alzam juga.
Ezio yang tahu jika mereka akan pulang keesokan harinya, tentu saja Ezio tidak mau melewatkan hal itu, dia menemui Zarina dan mengantarkan mereka semua ke Bandara seperti biasanya.
Sekarang, Ezio tidak seperti sebelumnya, dia sudah bisa menerima dengan ikhlas, memang seperti itulah pertemuannya dengan Zarina, tidak bisa setiap waktu dan setiap saat.
Baik Syahlaa dan Ezio, sudah bisa menerima hati mereka masing-masing untuk saling menerima keadaan yang harus mereka jalani saat ini.
Sedangkan Faiha, sekarang dia harus mulai terbiasa hidup di Prancis, harus bisa beradaptasi dengan lingkungan yang ada, terutama belajar Bahasa Prancis, supaya tidak miskomunikasi dengan semua orang.
Karena begitu sayangnya dengan Faiha, Rain bahkan sudah menyewa seorang dosen wanita, untuk mengajari Faiha cara berbicara Bahasa Prancis dan Inggris yang benar, sungguh so sweet sekali bukan.
Apapun akan Rain lakukan demi Faiha, begitupun dengan Alzam, dia akan memberikan yang terbaik untuk Syahlaa, Zarina dan calon buah hati mereka.
Tidak terasa saat ini kehamilan Syahlaa sudah menginjak tujuh bulan, sesuai dengan perkataan dari Alzam kemarin, dia bersama Umi Anum langsung menyiapkan beberapa makanan untuk mengadakan syukuran kehamilannya Syahlaa.
Saat ini Syahlaa dan Alzam, sedang berada di dalam kamar mereka untuk berganti baju dan bersiap-siap.
Ketika Alzam sedang mengaca sambil mengancingkan baju kokonya, tiba-tiba dia di peluk oleh Syahlaa dari samping.
" Terimakasih Ayah ",, kata Syahlaa sambil memeluk Alzam.
" Terimakasih untuk apa Mama?? ",, tanya Alzam.
" Kehamilan kali ini Mama merasa sangat bahagia sekali, karena begitu banyak limpahan kasih sayang yang tidak pernah Mama dapatkan ",, jawab Syahlaa kepada Alzam.
" Semenjak Mama mau menikah dengan Ayah, sejak saat itu pula, Ayah sudah berjanji untuk memberikan kebahagiaan yang selama ini tidak Mama dapatkan ",, kata Alzam sambil membalas pelukannya Syahlaa.
" Semoga cinta kita disatukan di surga sana oleh Allah ya Ayah, aamiin ",, kata Syahlaa.
" Aamiin, sudah yuk ke luar, sudah di tunggu sama yang lainnya, sebentar lagi acaranya juga akan segera di mulai ",, jawab Alzam kepada Syahlaa.
Syahlaa hanya mengangguk saja kepada Alzam, dan mereka berdua lalu ke luar dari dalam kamar menuju ke ruang Keluarga.
Acara sederhana, dengan mengundang semua Keluarga besar dan para tetangga, serta para pengurus pondok pesantren, acara syukuran tujuh bulan kehamilan Syahlaa berjalan dengan sangat lancar sekali.
Menurut mereka itu acara sederhana, padahal bagi kita itu tidak acara sederhana.
Semoga kehamilan kamu lancar sampai tiba waktunya kamu melahirkan Syahlaa, Aamiin.
...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...
...***TBC***...