DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
Semua Baik-baik saja


" Kalian jahat dasar ibL*s!" maki Ayla


" Sudah puas kalian!" suara bariton yang cukup mengejutkan Laura dan Mira


Deg


Mereka terkejut dengan pemandangan yang ada di depan matanya


Tap


Tap


Tap


Langkah itu semakin mendekat, satu persatu pria itu melangkah menuruni anak tangga matanya menatap lurus ke arah dua wanita yang sudah sangat mengusik ketenangannya.


Berani-beraninya dua wanita yang berbeda generasi itu meragukan janin yang ada di dalam kandungan isterinya. Ada hak apa mereka ikut campur dalam urusan rumah tangganya bahkan mengajukan pilihan kepada ibu dari calon anaknya untuk menggugurkan janin yang dikandungnya.


Sungguh wanita yang tidak punya hati dan perasaan, geram tentu saja ingin rasanya ia menghabisi dua wanita itu sekarang juga tapi mengingat sang isteri yang sedang hamil ia masih mempunyai belas kasih.


Bi Atun yang tadinya berdiri di balik tembok berjalan menghampiri Ayla lalu membantunya untuk berdiri.


" Ayo neng berdiri!" Ayla mendongak saat tangan keriput itu terulur di hadapannya


" Ba... bayiku!" ucap Ayla lirih dengan air mata yang masih saja berlinang dengan tangan tergerak menyentuh perutnya


" Neng enggak usah khawatir, tenang aja ya neng semua akan baik-baik saja!" ucap bi Atun mengusap lembut punggung tangannya


" Bayi kalian sebentar lagi akan lenyap" ucap Mira dengan sinis


" Tidak!" teriak Ayla


" Neng tenang dulu ya neng, tenang neng dengarkan bibi ya neng bayi neng akan baik-baik saja, enggak akan terjadi apa-apa neng" ucap bi Atun berusaha untuk menenangkan Ayla


" Ta... tapi bi a...aku sudah meminum _?" ucap Ayla terbata dengan air mata yang lagi-lagi merembes


" Percaya sama bibi neng, bayi neng baik-baik saja disini!" bi Atun mengusap lembut perut Ayla


...Flashback on...


Pada saat bi Atun hendak masuk ke dalam kamar Ayla untuk membersihkan kamarnya tanpa sengaja bi Atun yang melewati kamar Laura mendengar rencana jahat yang akan dilakukan oleh Laura dan ibunya terhadap Ayla


Bi Atun sangat terkejut dan tidak menyangka mereka akan bertindak sekejam itu apalagi sampai berniat untuk mencelakai kandungan Ayla.


Bi Atun memberanikan diri untuk menguping pembicaraan ibu dan anak itu setelah mengetahui rencana jahatnya bi Atun langsung menghubungi Al dan memberitahukannya


Al sangat terkejut, geram dan marah setelah mendengar laporan dari bi Atun tentang niat jahat yang akan dilakukan oleh Laura dan ibunya terhadap Ayla dan janinnya lalu Al berencana untuk mengikuti permainan ibu dan anak itu dengan meminta tolong kepada bi Atun untuk menukar botol yang mereka miliki dengan botol yang berisi vitamin


Sesuai dengan rencana disaat Laura keluar dari kamarnya dengan cepat bi Atun berhasil menukar botol penggugur kandungan itu dengan vitamin yang Al berikan.


...Flashback off...


" Kau berani berkhianat rupanya perempuan tua!" sarkas Mira pada bi Atun


Dia tidak menyangka kalau diam-diam bi Atun sudah bekerja sama dengan Al


" Saya tidak berkhianat kepada siapa pun nyonya, sejak dulu saya bekerja untuk keluarga tuan Amar dan mana mungkin saya akan diam saja jika putri dari majikan saya dalam keadaan bahaya" ucap tegas wanita tua itu


" Terima kasih bi karena sudah menjaga dan melindungi istriku!" ucap Al seraya berjalan mendekati Ayla yang akhirnya bisa bernapas lega.


Ayla merasa beruntung karena memiliki suami yang bisa menjaga dan melindunginya seandainya bibi dan Al tidak bertindak cepat entah apa yang akan terjadi pada dirinya dan juga kandungannya.


" Mas maafkan aku karena aku terlalu ceroboh dan tidak mendengarkan kata-kata mas!" ucap Ayla sendu


" Tidak apa-apa sayang, karena hatimu yang terlalu lembut dan baik sehingga kamu tidak bisa menolak permintaan orang yang lebih tua dari mu, mas tau kau menghargai dan menghormati wanita yang kau panggil bibi itu tapi sayangnya dia hanya memanfaatkan kelemahan mu sayang" ucap Al lembut lalu beralih menatap tajam ke arah kedua wanita yang nampak pucat karena ketakutan


Al sudah memanggil para bodyguard nya yang memang dia tugaskan untuk berjaga-jaga.


Laura yang hendak kabur pun di jegat di depan pintu dan disaat yang bersamaan paman Ayla Emir datang dan masuk ke dalam rumah tersebut dengan wajah marah dan kecewa


" pak!" ucap Laura dan Mira yang merasa lega karena kepulangan Emir


" Pak tolong ibu pak!" rengek Mira yang kini tangannya sudah di pegangi oleh bodyguard suruhan Al


" Lepas!" teriaknya memberontak namun bodyguard itu memeganginya dengan kencang


" Pak tolong pak, tolong Laura pak!" Laura pun merengek dengan air mata palsunya berharap bapaknya mau menolongnya


Mereka mengira rencananya akan berhasil untuk memisahkan Al dengan Laura tapi ternyata justru kebalikannya usahanya gagal total


" Gara-gara rencana bodoh ibu, kita sekarang berada dalam masalah, semua gara-gara ibu!" teriak Laura yang tidak terima rencananya gagal


" Kenapa kau malah menyalahkan ibu, ini juga karena ide mu!" marah Mira


" Kak Al tolong maafkan aku kak, ini bukan salah ku ini semua rencana ibuku kak!" ucap Laura memohon pada Al


" Ay... Ayla gue mohon Ay maafin gue, tolong bantu gue Ay tolong lepaskan gue Ay, gue janji enggak akan mengganggu Loe lagi" kali ini Laura merengek kepada Ayla


Ayla bergeming dalam pelukan Al dia tidak mau melihat ke arah Laura dan Mira, rasanya begitu sakit membayangkan jika saja Al tidak menyuruh bi Atun menukar botol itu entah apa yang akan terjadi dengan janinnya, membayangkannya saja rasanya begitu sakit


" Pak tolong ibu pak, ibu enggak bersalah pak mereka yang sudah mengkhianati kita pak!" ucap Mira meminta bantuan kepada sang suami


Emir berjalan mendekati Mira, pria paruh baya itu tidak menyangka kalau isteri yang sudah menemaninya selama 25 tahun itu sikapnya semakin menjadi-jadi bahkan sampai melakukan tindak kejahatan seperti itu.


Plakkk


Sebuah tamparan keras mendarat tepat di pipi Mira


Mira sangat terkejut karena selama mereka menikah tidak pernah sekalipun suaminya bermain tangan, jangankan menampar memarahinya pun tidak pernah.


Emir adalah suami yang cukup sabar selama ini dalam menghadapi sikap serakah isterinya itu sampai ketika kakak dan kakak iparnya meninggal dunia karena kecelakaan Mira malah memanfaatkan kekayaan peninggalan kedua orang tua Ayla untuk kesenangan hidupnya sendiri.


Bukannya tidak pernah menegur tapi sudah sering Emir mengingatkan isterinya itu untuk bertaubat dan menyadari kesalahannya tapi tetap saja wanita paruh baya itu tidak pernah mau mendengar ucapannya


Emir sudah merasa geram dengan perbuatan yang Mira lakukan apalagi sampai berniat untuk menggugurkan kandungan keponakannya sendiri


" Aku tidak menyangka ibu sampai setega itu pada keponakan ku sendiri bu, putri satu-satunya dari almarhum kakakku, sudah cukup ibu menyakitinya bu!" Ucap Emir dengan dada turun naik menahan emosinya


" Kau seorang wanita dan juga seorang ibu bagaimana bisa kamu memiliki niat sejahat itu kepada Ayla dan juga bayi yang ada di dalam kandungannya bu, dimana hati nurani mu bu? dimana?" Emir berteriak didepan wajah wanita paruh baya itu


Mira menangis tergugu tubuhnya bergetar melihat kemarahan Emir yang baru kali ini ia lihat suaminya sampai semarah itu kepadanya


" Aku sungguh tidak menyangka bu kau bisa melakukan perbuatan sejahat itu bu, apa salah Ayla pada kalian bu? apa bu?" Emir tidak kuasa lagi menahan sesak di dadanya


Ayla pun terisak setelah mendengar kata-kata pamannya apalagi saat pamannya mengungkit tentang kedua orangtuanya.


Al yang mengerti kesedihan istrinya mengeratkan pelukannya dan berusaha untuk memberikan ketenangan.