DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
EZIO TERLALU ROYAL


Selesai acara pesta resepsi pernikahan Rain dan Faiha, semua Keluarga besar Abi Aasim sengaja berkumpul untuk menikmati makan-makan bersama, untuk menyambut rasa syukur atas kelancaran acara tersebut.


Ezio, Mama Ingrid dan Papa Fransisco, pun juga turut serta ikut menikmati hidangan khas nusantara yang seumur-umur belum pernah mereka rasakan.


" Nama masakan ini apa ya Ezio, Mama sangat menyukainya ",, kata Mama Ingrid kepada Ezio.


" Entahlah Ma, Ezio tidak tahu, memangnya apa yang Mama makan?? ",, tanya Ezio kepada Mama Ingrid.


" Ini cobalah sendiri, Mama suapi, buka mulutmu ",, kata Mama Ingrid.


Mama Ingrid langsung menyuapkan satu sendok makan kepada Ezio, makanan yang sedang di makannya, dan sama seperti sang Mama, Ezio pun langsung menyukai makanan tersebut.


" Iya ini enak Ma, Mama mau cobain punya Ezio juga tidak, ini enak juga lho ",, kata Ezio kepada sang Mama.


" Boleh, Mama ambil satu saja ",, jawab Mama Ingrid.


Ezio pun membiarkan sang Mama mengambil makanan yang ada di piringnya, dan ketika sudah melihat sang Mama menikmati makanan tersebut, Ezio langsung bertanya.


" Bagaimana Ma,?? enak juga kan?? ",, kata Ezio.


" Iya enak, coba sana tanya Nak Alzam atau Isabella, apa nama makanan ini, siapa tahu koki di rumah bisa membuatkan masakan seperti ini ",, kata Mama Ingrid kepada Ezio.


Ezio hanya mengangguk saja kepada sang Mama, dan ketika Ezio ingin bertanya kepada Alzam atau Syahlaa, kebetulan Syahlaa sedang lewat di depan mereka, membuat Syahlaa langsung saja di cegah oleh Mama Ingrid dan Ezio.


" Iya Nyonya Ingrid, Tuan Ezio, apa ada yang bisa saya bantu?? ",, tanya Syahlaa kepada Ezio dan Mama Ingrid.


" Nama makanan ini apa ya Isabella?? ",, tanya Mama Ingrid sambil menunjuk makanan yang ada di dalam piringnya maupun piring Ezio.


" Oh yang Nyonya Ingrid makan ini namanya rendang, yang Tuan Ezio makan ini namanya sate ayam, dan yang tusukannya sedikit lebih besar ini sate kambing, bumbunya khas asli Indonesia ",, jawab Syahlaa kepada Mama Ingrid.


" Bolehkah saya meminta resepnya Nak, saya sangat menyukai makanan ini, siapa tahu nanti di rumah, saya bisa menyuruh para koki untuk memasakkannya untuk kami ",, kata Mama Ingrid kepada Syahlaa.


" Bisa Nyonya, nanti akan saya catatkan, dan mintakan resepnya kepada Umi ",, jawab Syahlaa dengan ramah.


" Nyonya sama Tuan Ezio bisa menikmati yang lain, yang sekiranya membuat kalian tertarik, karena di sini semuanya masakan khas Indonesia ",, kata Syahlaa lagi.


Ketika mereka bertiga sedang asik berbincang, tiba-tiba Papa Fransisco datang mendekat dan ikut bertanya kepada Syahlaa.


" Isabella, a pa nama ma sakan ini?? ",, tanya Papa Fransisco sambil menunjukkan makanan yang dia ambil.


" Oh ini namanya pecel Tuan, dan sambal kacang atau bisa disebut juga saos kacangnya ini bumbunya juga khas Indonesia, ini sehat lho Tuan, cocok untuk anda yang sedang menghindari daging ",, jawab Syahlaa kepada Papa Fransisco.


" Jika tidak suka sayur di rebus, pakai sayur mentah juga bisa ko Tuan, ada sensasi rasa berbeda jika memakannya, seperti gado-gado ",, kata Syahlaa lagi.


" Apa itu gado-gado?? ",, tanya Papa Fransisco.


" Sebentar, akan saya ambilkan ",, jawab Syahlaa kepada Papa Fransisco.


Papa Fransisco langsung mengangguk kepada Syahlaa, dan Syahlaa langsung mengambilkan hidangan gado-gado yang tersedia di situ.


" Ini Tuan yang namanya gado-gado, sayurnya lebih komplit, dan semuanya mentah, cobain deh, rasa saos kacangnya hampir mirip dengan pecel yang anda makan tadi, tapi yang ini di tambah dengan kecap manis, taburan bawang goreng, sama daun seledri ",, kata Syahlaa kepada Papa Fransisco.


Papa Fransisco langsung saja mencoba gado-gado yang diambilkan oleh Syahlaa, dan benar apa kata Syahlaa, jika rasanya pasti akan cocok di lidahnya.


" Iya be nar I sa bella, ini enak, co cok un tuk diet dan yang tidak se dang makan daging ",, kata Papa Fransisco kepada Syahlaa.


Syahlaa langsung tersenyum, dan Mama Ingrid yang mendengar perkataan dari sang suami, dia reflek langsung ikut mencicipi gado-gado tersebut.


" Iya enak Papi ",, kata Mama Ingrid kepada Papa Fransisco.


" Kalau begitu silahkan dinikmati yang lainnya, saya permisi dulu Tuan, Nyonya ",, kata Syahlaa berpamitan.


Ezio, Mama Ingrid dan Papa Fransisco, hanya mengangguk sambil tersenyum kepada Syahlaa.


Selesai makan-makan bersama, Alzam, Syahlaa, Rain, Faiha, Zarina dan Keluarga Dwayn sedang duduk bersama di ruang tamu yang ada di pendopo milik Abi Aasim, tentunya bersama Abi Aasim dan juga Umi Anum.


" Tuan Alzam Chafik, saya dan ke dua orang tua saya sepertinya akan berpamitan pulang ke Prancis hari ini juga ",, kata Ezio kepada Alzam, dan yang mengerti perkataan Ezio tentu saja cuma Alzam, Rain serta Syahlaa.


" Kita sebentar lagi juga akan ke Prancis Tuan Ezio, untuk menghadiri resepsi pernikahan Rain dan Faiha di sana ",, jawab Alzam kepada Ezio.


" Oh ya, kapan?? ",, tanya Ezio.


" Tiga hari lagi, dan rencananya besok pagi-pagi sekali kita semua sudah akan langsung terbang ke Prancis ",, jawab Rain kepada Ezio.


" Kalian bisa berangkat bersama kami, kami menggunakan pesawat jet pribadi Rain ",, kata Ezio kepada Rain.


" Tidak, terimakasih Tuan Ezio, kami tidak sedikit, kami bersama dengan Keluarga yang lainnya Tuan ",, jawab Rain kepada Ezio.


Disaat mereka sedang mengobrol, tiba-tiba ada salah satu pengurus pondok yang datang berkunjung.


Salam dari pengurus pondok itu tentu saja langsung di jawab oleh semua orang, kecuali dari Keluarga Dwayn.


" Ada apa Ridwan?? ",, tanya Alzam kepada Ridwan.


" Gus, di luar ada dealer mobil yang mengantarkan sebuah mobil sangat bagus dan mahal Gus ",, jawab Ridwan kepada Alzam.


" Mobil,?? saya tidak beli mobil, mungkin mereka salah kirim ",, kata Alzam kepada Ridwan.


" Tidak Gus, katanya atas nama Gus Afnan ",, jawab Ridwan.


Jawaban Ridwan membuat semua orang, kecuali Keluarga Dwayn merasa sangat terkejut sekali, sebab Ezio dan ke dua orang tuanya, tidak mengerti apa yang sedang Ridwan dan Alzam bicarakan.


" Ayo kita lihat ",, kata Alzam.


Alzam langsung saja permisi kepada semua orang untuk menemui dealer mobil tersebut, dan benar saja ketika sudah ke luar dari dalam pendopo, ada sebuah mobil super mewah keluaran terbaru, bisa dibilang mobil sport yang harga per unitnya mencapai miliaran rupiah.


Alzam yang kebingungan dengan mobil tersebut, dia langsung saja bertanya kepada petugas dealer mobil yang mengirimkannya, dan ketika ditanya oleh Alzam, memang benar mobil sport itu atas namanya, Alzam Chafik Afnan Hasanain, sungguh sangat membingungkan sekali.


Ezio di dalam sana yang tidak mengerti apa yang tadi dikatakan oleh Alzam, dia mencoba bertanya kepada Rain, dan ketika sudah mendengar perkataan Rain, dia langsung saja ke luar dari dalam rumah di ikuti oleh semua orang.


Mobil sport yang sedang di antar oleh dealer mobil, menjadi bahan tontonan oleh semua orang, semua Keluarga yang masih ada di situ, dan juga semua penghuni Yayasan pondok pesantren Al-Hasanain.


" Anda tenang saja Tuan Alzam Chafik, saya yang membeli mobil ini ",, begitulah kata Ezio sambil berjalan mendekati Alzam.


Perkataan Ezio, membuat Alzam, Syahlaa dan Rain, semakin terkejut saja.


" Anda yang membeli mobil ini Tuan?? ",, tanya Alzam dengan ekspresi sangat terkejut.


" Iya, ini hadiah dari saya untuk Zarina, terimalah ",, jawab Ezio kepada Alzam sambil tersenyum.


" Tapi saya sendiri sudah mempunyai tiga buah mobil Tuan, Abi saya juga mempunyai satu buah mobil, dan Rain juga kemarin baru beli mobil sendiri untuk dia pakai jika berada di sini, mobil ini akan memenuhi parkiran mobil yang ada di sini Tuan ",, kata Alzam kepada Ezio.


" Lagi pula mobil ini terlalu mahal Tuan untuk ukuran orang kampung ",, kata Alzam lagi.


Padahal mobil milik Alzam termasuk mobil mewah yang harganya juga menembus miliaran rupiah, hanya saja jika dia sedang berpergian yang dekat, Alzam memilih menggunakan milik sang Abi, supaya tidak terlihat mencolok atau terkesan pamer.


Ezio yang mendengar perkataan dari Alzam, dia langsung saja tertawa cukup keras sekali.


" Kan ini mobil milik Zarina Tuan Alzam Chafik, saya cuma menitipkannya kepada anda, jika Zarina sudah besar, pastilah akan saya berikan sendiri kepadanya ",, kata Ezio sambil menggendong Zarina.


" Mobilnya bagus Papi ",, kata Zarina kepada Ezio.


" Zarina suka?? ",, tanya Ezio.


" Suka, mau naik ",, kata Zarina kepada Ezio.


Mendengar sang putri sangat menyukai mobil sport yang dia beli, Ezio langsung menyuruh petugas dealer mobil untuk menurunkan mobil tersebut dari atas mobil angkut.


Setelah mobil berhasil diturunkan, pintu yang cara membukanya ke atas bukan ke samping itu, membuat mata semua orang langsung terpukau takjub dan senang.


Mempunyai dua kursi saja, membuat tampilan dalam mobil tersebut, terlihat semakin keren, berkelas dan jangan lupa sangat mewah.


Melihat sang putri yang sangat menyukai mobil pilihannya, hati Ezio merasa sangat senang sekali, ada rasa bangga bisa membahagiakan sang putri semata wayangnya itu.


Tidak mau membuat petugas dealer mobilnya menunggu terlalu lama, Alzam pun segera menandatangi berkas-berkas kepemilikan mobil super mewah tersebut, beserta asuransinya juga.


Super car tersebut sudah dibayar lunas oleh Ezio, ketika kemarin dia baru saja sampai di Indonesia.


Ezio memang sengaja membeli mobil tersebut, karena mobil yang Zarina sukai kemarin ketika di Prancis, sedikit sulit mengurus pengirimannya ke Indonesia.


Alhasil, Ezio memutuskan dan memberi kejutan kepada Alzam dan Zarina, dengan cara membelikan mereka mobil super mewah yang ada di Indonesia saja.


Syahlaa tidak menyangka, jika Ezio akan terlalu royal dengan putri mereka, dan Syahlaa takut jika Ezio akan terlalu memanjakan Zarina, sebab itu sangat tidak baik untuk tumbuh kembang Zarina kedepannya nanti.


Sedangkan Faiha, Abi Aasim dan Umi Anum, yang sudah mengerti mobil milik siapa itu, karena mendapatkan penjelasan dari Rain, mereka semua langsung membuka mulutnya dan tidak menyangka, sebegitu kaya sekali Ayah kandungnya Zarina.


Ezio memberikan PR tersendiri untuk Alzam, karena mobil semewah itu tentu saja tidak bisa di parkirkan di sembarang tempat, takut tergores dan lecet.


Alzam menjadi putar otak dengan pembangunan rumah mewahnya, karena itu artinya dia harus memperluas garasi mobil rumahnya, supaya bisa menampung semua mobil miliknya.


...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...


...***TBC***...