DIA JODOHKU

DIA JODOHKU
MIMISAN


Ketika baterai ponsel miliknya sudah terisi sekitar sepuluh persen, Rain pun mencoba menyalakan ponselnya.


Walau panas, tapi Rain ingin memberikan kabar kepada Faiha, karena Rain yakin jika Faiha sudah melihat berita tentang kecelakaan pesawat yang baru saja terjadi.


Dan benar saja, di saat Rain sudah menyalakan ponselnya, ada begitu banyak panggilan tidak terjawab dari Faiha, Alzam, dan juga Casper, serta Ezio.


Tapi, diantara mereka semua, Rain memilih untuk menghubungi Faiha terlebih dahulu.


Di saat Rain sudah menghubungi Faiha, Rain mendengar suara Faiha seperti baru saja menangis, membuat dirinya ingin mengganti panggilannya dengan video call.


Eh, tidak tahunya sudah keduluan Faiha yang mengalihkan panggilannya dengan video call.


Rain tentu saja langsung mengangkat sambungan video call tersebut, semakin terenyuh saja, ketika melihat wajah Faiha yang memerah dan masih banyak sisa air mata di wajahnya.


Ketika semua orang sudah selesai bertanya kepadanya, Rain pun lalu menjawabnya dengan tersenyum dan mengucap alhamdulillah.


" Kak Rain, ada di mana sekarang,?? apakah Kakak sedang menginap di hotel?? ",, tanya Faiha kepada Rain.


" Iya Fai, Kakak sedang menginap di hotel, dan jika cuacanya sudah bagus, Kakak akan kembali pulang ke Yayasan, apakah masih boleh Kakak pulang ke situ, sedangkan kita belum menikah?? ",, jawab Rain kepada Faiha.


Faiha tidak bisa menjawab, dan dia langsung saja mengalihkan pandangannya ke arah sang Abi yang sedang duduk berseberangan dengannya.


Abi Aasim langsung mengangguk, ketika mendengar perkataannya Rain dan melihat Faiha sedang mengalihkan pandangannya ke arahnya.


Faiha langsung saja mengangguk juga kepada Rain, sambil mengatakan sesuatu.


" Boleh Kakak, asal kita masih menjaga jarak sampai hari pernikahan kita ",, jawab Faiha kepada Rain.


" Apakah kamu tidak mau menceritakan kepada kita semua, bagaimana kamu bisa selamat dari kecelakaan pesawat yang baru saja terjadi itu Rain?? '',, tanya Alzam kepada Rain.


" Bagaimana kalau ceritanya nanti saja, jika aku sudah sampai di sana, sungguh badanku saat ini sedang tidak fit ",, jawab Rain kepada Alzam dan masih di dengar yang lainnya.


" Ok baiklah, kalau begitu kamu beristirahatlah saja sekarang ",, jawab Alzam kepada Rain.


" Kakak jaga kesehatan ya, di luar sedang turun hujan cukup deras, minumlah obat Kakak, biar Kakak bisa lebih baik keadaannya, karena wajah Kakak terlihat sedikit pucat malam ini ",, kata Faiha kepada Rain.


" Terimakasih Fai ",, jawab Rain sambil tersenyum manis.


" Besok akan aku jemput, kamu tidak perlu naik taksi ",, kata Alzam lagi kepada Rain.


" Ok, kalau begitu aku mau beristirahat dulu ",, jawab Rain.


Alzam hanya mengangguk saja kepada Rain, dan setelah itu, Rain mengucapkan salam sebelum menutup sambungan video callnya.


Setelah sambungan video call sudah terputus, wajah Faiha terlihat lebih cerah dari sebelumnya, dan dia sudah bisa tersenyum kembali.


" Sekarang kita sudah tahu keadaan dari Nak Rain, kamu bisa beristirahat dengan tenang Fai malam ini ",, kata Umi Anum kepada Faiha.


" Iya Fai, tenanglah malam ini, kita tunggu cerita dari Rain esok hari jika sudah sampai di sini ",, kata Alzam juga kepada Faiha.


" Iya Umi, Kakak, Faiha merasa lega sekarang ",, jawab Faiha kepada Umi Anum dan Alzam.


Singkat cerita, pagi pun tiba, Alzam saat ini sudah bersiap-siap untuk menjemput Rain di hotel tempatnya menginap.


Sejak selesai sholat subuh tadi, Alzam sudah mulai berangkat dari Yayasan, supaya tidak kesiangan ketika sampai di kota.


Membutuhkan perjalanan yang tidak sebentar, membuat Alzam terkadang merasa jenuh dan juga capek menyetir mobil sendirian.


Hingga tanpa dia sadari, setelah bermenit-menit lamanya dan melewati banyak lampu merah, akhirnya Alzam sampai juga di hotel tempat Rain menginap, sekitar pukul kurang lebih jam sembilan pagi.


Alzam yang sudah sampai di parkiran hotel, dia langsung saja menelpon Rain, dan Rain yang sudah menunggu Alzam sejak satu jam yang lalu di loby hotel, dia langsung mengangkat sambungan telepon dari Alzam.


" Halo Assalamu'alaikum Afnan ",, kata Rain kepada Alzam.


" Wa'alaikumussalam Rain ",, jawab Alzam kepada Rain.


" Aku sudah sampai di parkiran hotel, kamu yang ke luar atau aku yang menjemputmu ke atas ",, kata Alzam lagi kepada Rain.


" Baiklah, aku tunggu di dalam mobil saja kalau begitu ",, jawab Alzam juga kepada Rain.


Rain pun lalu memutuskan sambungan teleponnya, karena dia sedang berjalan sambil membawa koper dan tas miliknya untuk menuju ke mobil milik Alzam.


Ketika sudah sampai di depan mobil milik Alzam, Alzam langsung membantu Rain untuk memasukkan koper miliknya ke dalam bagasi mobil.


Setelah itu, Rain langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi samping Alzam yang sedang mengemudi.


" Bagaimana keadaan kamu Rain?? ",, tanya Alzam kepada Rain.


" Sudah lebih baik, setelah semalam aku minum obat ",, jawab Rain kepada Alzam.


" Bisakah kamu menceritakan sekarang kepadaku, bagaimana kamu bisa tidak naik pesawat yang sedang kecelakaan itu?? ",, tanya Alzam sambil mengendarai mobilnya.


Rain langsung saja menceritakan semuanya kepada Alzam, apa yang membuatnya sampai tertinggal pesawat.


" Rasa sakit yang kamu rasakan, kali ini membuatmu terhindar dari marabahaya Rain ",, kata Alzam kepada Rain.


" Dan sesungguhnya rasa sakit itu menghapus dosa yang pernah kita perbuat, serta pasti ada hikmah dibaliknya ",, kata Alzam lagi kepada Rain.


" Kamu benar Afnan, semenjak aku memeluk Islam, aku merasakan ketenangan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya ",, jawab Rain kepada Alzam.


" Hal-hal yang dulu aku lakukan dan ternyata di larang di dalam islam, perlahan aku mulai meninggalkannya, dan itu ada kenikmatan tersendiri yang tidak bisa aku ungkapkan Afnan ",, kata Rain lagi kepada Alzam.


" Semoga kamu istiqomah Rain, dan berpegang teguh dengan Agama yang kamu anut sekarang, aku senang mendengar kamu merasa nyaman dan senang memeluk Agama Islam sama sepertiku ",, kata Alzam sambil tersenyum senang.


" Iya, aamiin ",, jawab Rain kepada Alzam.


" Ijinkan aku tidur dulu ya Afnan, rasanya mataku sangat mengantuk sekali, karena tadi aku baru saja meminum obat lagi ",, kata Rain kepada Alzam.


" Iya tidurlah, nanti jika sudah sampai akan aku bangunkan kamu ",, jawab Alzam kepada Rain.


Rain hanya mengangguk saja kepada Alzam, dan dia lalu memejamkan matanya, karena tubuhnya belum benar-benar merasa fit.


Untuk menemani perjalanannya yang masih panjang, Alzam pun mencoba menyalakan musik yang biasa dia dengar ketika waktu muda dulu.


Alzam sampai terlena ke dalam musik yang di dengarnya, hingga tanpa dia sadari akhirnya mobil yang dia kendarai sampai juga di kampung tempat tinggalnya, sekitar pukul setengah satu siang.


Faiha sudah tidak sabar menunggu daritadi di teras rumah, dia sudah ingin sekali melihat Rain, sang pujaan hati yang sudah membuatnya sangat khawatir sekali.


Dan ketika Faiha melihat mobil milik sang Kakak sudah memasuki halaman Yayasan milik sang Abi, Faiha langsung saja berdiri dari duduknya untuk mendekati mobil tersebut.


Rain sungguh sangat nyenyak sekali, dia tertidur dari tadi hingga sampai di Yayasan belum bangun juga.


" Rain, bangun, kita sudah sampai ",, kata Alzam membangunkan Rain.


Rain yang merasa terkejut, dia langsung membuka matanya dan langsung melihat Faiha sudah berdiri tidak jauh dari mobil yang dinaikinya.


" Eh sudah sampai ya, maaf Afnan, aku tertidur terlalu lama ",, kata Rain kepada Alzam.


" Iya tidak apa-apa, eeeh lho itu darah ya Rain ",, kata Alzam kepada Rain sambil menunjuk hidungnya Rain.


Rain langsung mengusap hidungnya, yang ternyata sedang mimisan.


Alzam dengan segera memberikan tisu kepada Rain, untuk mengusap hidungnya yang tiba-tiba ke luar darah.


Alzam merasa sangat khawatir sekali dengan Rain yang tiba-tiba mimisan seperti itu, dan bagaimana reaksi dari Faiha nanti, jika melihat calon suaminya sekarang malah mimisan seperti itu.


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...


Kita lanjut part selanjutnya🤗.


...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...


...***TBC***...