
" Mina!" panggil seseorang saat Mina dan Andi baru saja tiba di depan ruang dokter spesialis kandungan
" Dira!" beo Mina menoleh ke arah sumber suara dengan senyum yang mengembang
Mina pun langsung menghampiri Dira yang tengah duduk bersama Arlan menunggu giliran. di panggil
" Loh kalian kok bisa ada di sini juga sih, kamu hamil Mina?" tanya Dira antusias
" Belum tau juga, tadi waktu periksa sih katanya gue hamil tapi buat lebih pastinya gue di suruh periksa ke dokter kandungan" Sahut Mina dengan senyum yang tidak lepas dari wajah cantiknya
" Kalau begitu selamat ya semoga saja kabar itu benar adanya" ucap Dira memberi selamat pada sahabatnya itu
" Amin" Mina mengaminkan ucapan Dira
" Selamat Ndi, semoga Mina beneran hamil" ucap Arlan pada Andi
" Amin, terimakasih doanya pak" sahut Andi
" Sama-sama"
Ketika mereka berempat tengah asik mengobrol tiba waktunya giliran Dira dipanggil untuk melakukan pemeriksaan kandungannya
" Duluan ya Mi!" pamit Dira yang di dampingi oleh Arlan dan di angguki oleh Mina
Setelah Dira selesai di periksa dan dinyatakan kandungannya dalam keadaan sehat kini giliran Mina yang masuk ke dalam ruangan tersebut untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan Andi pun selalu setia mendampinginya
Berita membahagiakan itu pun akhirnya nyata, Mina dinyatakan tengah hamil 3 Minggu, sepasang suami isteri itu pun merasa sangat bahagia , keduanya tidak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur atas anugerah terindah yang Allah berikan kepada mereka
" Alhamdulillah sayang akhirnya kamu beneran hamil, terima kasih ya Allah" ucap Andi penuh dengan rasa syukur seraya memeluk Mina
" Iya mas, Alhamdulillah. aku senang banget mas" ucap Mina tidak kalah bahagia dengan Andi
Selesai menjalani pemeriksaan dan dokter pun mengatakan kalau kondisi kandungan Mina sangat sehat akhirnya keduanya pun pulang dengan riang gembira dan setelah itu mereka pun langsung pergi ke rumah Ayla dan Al.
Sesampainya di rumah Al dan Ayla mereka langsung disambut gembira oleh semua sahabatnya yang sudah datang lebih dulu
" Selamat ya Mina, akhirnya akan segera launching juga Andi junior" ucap Ayla menyambut kedatangan sahabatnya itu dengan bahagia
" Emm... ini pasti ulah Dira ya yang sudah bocorin duluan" Ucap Mina seraya menyambut pelukan Ayla dan menoleh pada Dira
Sementara yang di toleh hanya cengar-cengir serasa tanpa dosa
" Tentu saja Dira yang memberitahu, memang siapa lagi yang tahu tentang kehamilan loe selain tuh anak?" Ayla menoleh ke arah Dira dengan dagunya
" Berita bahagia itu memang pantas untuk di beritahukan" ucap Dira
" Iya...iya .." Mina mengerucutkan bibirnya dan terlihat lucu di mata para sahabatnya itu sehingga mengundang gelak tawa semua orang
" Selamat ya Mina, semoga aja gue bisa cepat nyusul" ucap Sasa
" Amin!" semuanya mengaminkan ucapan Sasa
" Terima kasih Sa, semoga loe juga bisa cepat hamil" ucap Mina
" Bang Hendrik, gas terus biar cepat launching juga Hendrik junior" Mina beralih pada Hendrik
" Itu sih udah pasti, setiap hari enggak Abang kasih kendor" Seloroh Hendrik yang langsung mendapat cubitan kecil dari Sasa
" Aww... sakit yang" Hendrik meringis mengusap-usap pinggangnya yang dicubit Sasa
" Kamu lagian bikin malu aja" Wajah Sasa sudah bersemu merah
" He... he... ya abang kan memang semangat yang buat bikin kamu hamil" ucap Hendrik cengengesan
" Udah enggak usah merasa malu Sa, kita semua juga mengalaminya kok, Kalau paksu sudah minta jatah sehari sudah seperti minum obat bahkan bisa dibilang over dosis" Tutur Ayla yang seketika membuat semuanya tertawa
" Betul apa yang Ayla bilang Sa, udah hajar terus dan semoga aja segera launching deh Sasa dan bang Hendrick junior" timpal Mina
" Amin, semoga cepat terkabul!" ucap Sasa
" Semangat terus Sa kuncinya jangan pernah merasa putus asa, serahkan semuanya kepada Allah karena hanya Allah yang tahu mana yang terbaik untuk hamba-hambanya" ucap Ayla memberi semangat kepada sahabatnya
" Iya Ay, terima kasih untuk doa dan supportnya" ucap Sasa
" Iya sama-sama" sambung Ayla
" Yaudah yuk ah sekarang kita ke taman belakang aja, tadi semua sudah disiapin sama bibi dan juga mama!" seru Ayla mengajak teman-temannya ke taman belakang dan para suami pun dengan setia mengekor di belakang
" Assalamualaikum!" ucap pria paruh baya yang baru saja masuk ke dalam rumah
" Wa'alaikum salam " jawab penghuni rumah dengan serempak yang baru saja melangkahkan kakinya hendak ke taman belakang
" Eh papa sudah pulang, ayok pah gabung dengan kami ke taman belakang" ucap Al
" Kalian saja duluan, papa mau bersih-bersih dulu" sahut papa Kusuma
" Mama kamu mana Al?"tanya papa Kusuma karena tidak melihat keberadaan isterinya
" Mama ada di taman belakang pah bersama Aliza" jawab Ayla mewakili Al
" Sebentar ya pah biar Ayla panggil dulu" pamit Ayla yang langsung pergi ke taman belakang untuk memanggil ibu mertuanya
" Yaudah Al, semuanya papa ke kamar dulu ya, mau bersih-bersih" pamit papa Kusuma
" Iya pah" sahut mereka serempak
Papa Kusuma masuk ke dalam kamar untuk bersih-bersih sedangkan yang lain pergi menuju ke taman belakang menyusul Ayla
" Mah!" panggil Ayla yang melihat sang mama mertua sedang asik bermain dengan cucu kesayangannya
Mama Ambar yang sedang duduk di gazebo bersama Aliza pun menoleh ke Ayla
" Iya Ay, ada apa?" tanya mama Ambar
" Papa sudah pulang mah dan nyariin mama" jawab Ayla memberitahu
" Oh papah sudah pulang?" Ayla mengangguk pelan
" Yaudah, kalau gitu mama tinggal dulu ya, mama mau menemui papa kamu dulu!" ucap Mama Ambar
" Iya mah"
" Ayok sini sayang sama mama" ucap Ayla pada Aliza
Aliza pun langsung menghampiri mamanya sementara mama Ambar langsung beranjak pergi setelah Aliza berada di dalam gendongan menantunya
" Sayang!" panggil Al saat menghampiri dua wanita yang sangat berarti dalam hidupnya
" Mas kok kesini bukan bantu-bantu yang lain ih!" omel Ayla
" Mas merasa sedikit pusing sayang makanya mas kesini" sahut Al yang langsung merebahkan tubuhnya begitu saja disamping Ayla seraya memejamkan matanya
" Kamu sakit mas?" tanya Ayla cemas
Al menggeleng pelan" cuma sedikit pusing aja!" sahut Al yang tidak ingin melihat isterinya terlalu mencemaskan keadaannya
" Beneran mas? kalau mas merasa tidak enak badan mas istirahat aja di kamar biar nanti aku panggil dokter Reno kesini ya, aku juga akan bilang sama yang lain kalau kamu enggak bisa gabung karena kurang sehat, mereka pasti ngerti kok mas " cerocos Ayla yang seketika berubah panik takut suaminya kenapa-napa
Al yang tadinya terpejam langsung membuka matanya " Kamu enggak usah cemas gitu sayang, mas enggak kenapa-napa kok, mas cuma pusing aja tadi bauin sosis bakar dan melihat bentuknya yang rada gosong-gosong gimana gitu tiba-tiba aja mas merasa pusing dan sedikit mual" ucap Al
" yaudah kalau gitu mas disini saja temani Aliza main, biar aku saja membantu yang lain ya" ucap Ayla
" Iya sayang, tapi kamu jangan capek-capek ya!" pesan Al
" Iya mas"
Ayla pun beranjak dari duduknya dan menghampiri para sahabatnya
" Al kenapa Ay?" tanya Arlan
" Tadi mas Al sih bilangnya pusing kak" sahut Ayla seraya bergabung duduk dengan Mina, Sasa dan juga Dira
" Pusing kenapa Ay?" tanya Dira
" Katanya sih pusing dan rasa mual gitu setelah melihat sosis bakar yang rada gosong itu" jawab Ayla apa adanya yang sontak hal itu malah membuat Arlan, Andi dan juga Hendrik tertawa terpingkal-pingkal dan para isteri pun ikut tertawa mendengar jawaban Ayla yang terdengar sangat lucu dan konyol
" Al ada-ada aja sih Ay, tuh orang memang rada-rada aneh bisa-bisanya merasa pusing dan mual gara-gara melihat ini" ucap Arlan seraya mengangkat sosis bakar yang rada gosong sedikit
" Hen... kebayang kali ya pak Al sama beginian sampai merasa pusing begitu" ucap Andi pada Hendrik
" Ay, kamu juga jangan ngebayangin ya, nanti ikutan pusing sama mual lagi kayak Al" ledek Arlan
" Ngebayangin apa sih kak?" tanya Ayla dengan polosnya dan hal itu pun kembali mengundang gelak tawa semua orang
" Ada apa ini, seru banget kayaknya?" tanya papa Kusuma yang tiba-tiba muncul bersama mama Ambar
" Eh papah, ini loh pah si Al masa melihat ini saja langsung pergi gitu aja pah dan kata Ayla tadi Al bilang dia pusing dan mual gara-gara sosis bakar ini!" sahut Arlan menunjukkan sosis bakar yang sedang di pegangnya pada papa dan juga mamanya Al
" Oh ya ampun anak itu ada-ada saja" ucap mama Ambar dan papa Kusuma malah tertawa tertahan membayangkan puteranya mual-mual gara-gara melihat sosis bakar
" Pasti sedang mentertawakan aku kan!" Al muncul dengan wajah cemberut
" Iya, habisnya loe ada-ada aja Al masa melihat beginian aja loe mual" sahut Arlan seraya menyodorkan sepiring sosis bakar ke hadapan Al dan hal itu sontak saja membuat Al seketika membekap mulutnya
" Embbb..." Ayla yang melihat Al menahan mualnya langsung mengambil alih Aliza ke dalam gendongannya
" Huekk..." Al merasa mual dan seketika kepalanya kembali pusing
Al langsung berkeringat dingin, di keningnya basah peluh sebesar biji jagung
Ayla nampak khawatir dengan keadaan suaminya yang tidak seperti biasanya
" Mah tolong ya nitip Aliza" Ayla memberikan Aliza pada mama Ambar sementara dirinya langsung membantu Al yang sedang berusaha menahan mualnya
" Jangan ditahan begitu mas, sebaiknya kita ke dalam aja ya!" Ayla mengajak Al untuk masuk kedalam rumah
" Mas enggak apa-apa kok sayang, cuma itu nya aja yang disingkirkan dulu sayang" ucap Al menunjuk ke arah sosis bakar yang masih Arlan pegang tanpa mau melihatnya
" Kak, singkirkan dulu itu!" ucap Ayla pada Arlan
" Mas udah itu simpan aja dulu sana, kasihan kan kak Al mukanya sampai putih kayak gitu" ucap Dira yang kini sudah tidak lagi memanggil Al dengan sebutan pak tapi memanggilnya dengan panggilan kak
" Iya sayang" ucap Arlan pada Dira
" Bagaimana Al masih pusing dan mual enggak?" tanya Arlan setelah menyingkirkan sosis tersebut
" Udah lumayan enggak terlalu" jawab Al
" Ah Loe mah ada-ada Al gara-gara gituan muka Loe sampai pucat begitu" tutur Arlan
" Gue juga enggak tahu kenapa" sahut Al yang langsung duduk di tikar yang sudah digelar di atas rumput
" Jangan-jangan Loe telat kali Ay?" tebak Dira yang seketika membuat semua pandangan mata mengarah pada Ayla
" Telat? maksudnya?" Ayla nampak bingung
" Oh ya ampun Ay, Loe telat datang bulan enggak?" Tanya Sasa yang gemas sendiri dengan sikap Ayla
" Datang bulan?" gumam Ayla sedikit mengingat-ingat
" Eh? iya Sa gue baru ingat bulan ini gue belum dapat memang" sahut Ayla setelah mengingat-ingat
" Yakin ini mah jadi" celetuk Arlan percaya diri
" Jadi apa maksudnya?" tanya Al
" Loe ngidam, dan isteri loe lagi hamil sekarang" sahut Arlan dengan mantap membuat semuanya melotot mendengarkan penuturan Arlan
" Jangan ngarang deh loe" sanggah Al yang takut membuat dirinya dan juga sang isteri kecewa jika hasil tidak sesuai dengan keinginan
" Ya siapa tahu benar, habisnya loe aneh gitu sikapnya enggak kayak biasanya" balas Arlan
" Sebaiknya kamu periksakan saja Ayla, siapa tahu benar Al" seru mama Ambar yang pasti akan merasa bahagia jika benar menantunya hamil lagi
" Sayang bagaimana?" tanya Al pada Ayla
" Iya mas, besok pagi kita cek ya " ucap Ayla
" Kenapa harus menunggu besok sekarang aja sayang?" Al sudah tidak sabaran untuk mengetahui hasilnya
" Iya Ay sekarang aja, nih gue ada " ucap Sasa mengambil sesuatu dari dalam tasnya lalu memberikannya kepada Ayla
" Harus sekarang gitu?" tanya Ayla yang dijawab dengan anggukan kepala oleh semuanya
Ayla pun menerima benda kecil pemberian Sasa setelah itu ia beranjak pergi masuk ke dalam rumah dengan Al yang selalu setia mendampinginya
Ceklek
Ayla masuk ke dalam kamar mandi " Mas tunggu sini aja!" cegah Ayla karena Al mau main masuk aja
Al pun hanya bisa mendengus kesal lalu membiarkan Ayla masuk ke dalam kamar mandi
Setelah beberapa menit, Ayla pun keluar dari dalam kamar mandi dengan raut wajah datar dan sendu
" Bagaimana hasilnya sayang?" Tanya Al antusias
" Maaf mas!" jawab Ayla
" Maaf kenapa sayang?" tanya Al merasa cemas apalagi melihat wajah sendu sang isteri
" Tidak apa-apa sayang, jika belum dikasih kita masih punya banyak waktu, jangan sedih ya!" ucap Al menghibur sang isteri
" Iya mas, maafin aku ya mas yang mungkin akan menyusahkan mas lagi nantinya"
" Maksudnya, menyusahkan bagaimana sayang?" tanya Al mengerutkan keningnya
" Menyusahkan mas kalau nantinya mas yang akan kembali ngidam" ucap Ayla membuat Al membelalakkan matanya
" Mak... maksudnya mas yang ngidam? apa itu artinya kamu_?"
Ayla tersenyum seraya menganggukkan kepalanya " Iya mas, sebentar lagi Aliza akan segera punya adik" terang Ayla yang langsung membuat Al terperangah
" Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, terima kasih sayang. mas bahagia banget terima kasih sayang.. terima kasih" Ucap Al dengan wajah berbinar bahagia
Al langsung memeluk Ayla, tidak ada henti-hentinya ia mengucapkan rasa syukur atas kehamilan isterinya yang kedua, rasa bahagia begitu melingkupi keluarga kecil mereka, Al berharap semoga kehamilan isterinya kali ini di beri kelancaran dan juga kesehatan sampai persalinan nanti.