Aku Hanya Figuran

Aku Hanya Figuran
Ch 65 - Aku Tidak Bisa Melepasmu!!


"Lho, beneran Khansa ya?" Diana membuka pintu mobil dan berjalan menghampiriku.


"Kok bisa kebetulan ketemu di sini ya? Perasaan baru minggu kemarin ketemu di Malang, sekarang malah ketemu di sini." Tanpa Aku duga Diana memelukku. Tubuhku kaku, bingung antara harus membalas pelukannya atau tidak. Pada akhirnya Aku membalasnya.


"Kamu ngapain di sini Sha?"


"Ehh, emm..." Diana menatapku dari atas ke bawah, dan kembali ke atas lagi.


"Kamu tinggal disini? Di rumah ini?" Diana menunjuk rumah di belakangku. Sumpah, Aku benar-benar bingung harus menjawab apa.


"Iya Mbak, Nyonya tinggal di rumah ini." Tiba-tiba Mbak Asih menjawab pertanyaan itu. Membuatku benar-benar mati kutu. Aku tidak bisa mengelak lagi.


"Serius Kamu tinggal disini Sha? Eh kebetulan sekali lho Sha. Rumahku yang itu." Diana menunjuk rumah, tepat di samping rumahku!! Kami bertetangga!! Bahkan tanpa ada jeda dengan rumah lainnya!!


"Di... Ayo cepat." Tiba-tiba ada seseorang memanggil Diana. Dari yang kulihat, sepertinya orang itu adalah manager Diana yang pernah kulihat di televisi.


"Sha, Aku masih mau check up. Kapan-kapan main ke rumah ya. Atau Aku yang main ke rumahmu deh. Tunggu saja, Alex pasti kaget dengar kabar ini. Aku duluan ya Sha." Diana kembali memelukku sebelum masuk ke dalam mobil dan melambaikan tangan padaku. Mobil pun melaju, meninggalkanku yang masih berdiri tercengang termangu.


Aku benar-benar tidak tahu harus melakukan apa. Kejutan datang terlalu bertubi-tubi. Aku bertemu dengan Diana dan lucunya dia malah menjadi tetanggaku yang paling dekat. Apa maksud dari semua ini?!


Aku sudah tidak mood menunggu kedatangan Alex. Dengan lemas Aku kembali masuk ke rumah dan pergi ke lantai 3. Aku membaringkan tubuhku dan menangis.


Aku tidak menyangka akan menjadi seperti ini. Kenapa Alex malah membuat Kami berdekatan? Apa dia tidak takut ketahuan? Apa dia sengaja agar Kami ketahuan? Apa motif Alex melakukan semua ini? Alex... Kenapa Kamu tega sekali? Kamu senang bila Kami berdua sama-sama tersakiti?


Aku ingin pulang. Aku tidak mau di sini. Aku ingin pulang ke rumah Ayah. Tidak apa-apa Ayah marah padaku. Aku tahu Ayah tidak akan lama marahnya. Ayah tidak akan tega pada putrinya. Di banding bila Aku harus di sini. Menyakiti hati wanita lain. Belum lagi hatiku juga tersakiti.


Aku harus pergi dari sini. Tapi bagaimana caranya? Alex menyuruh semua orang di rumah ini untuk mengawasiku. Aku tidak bisa kemana-mana. Haruskah Aku dan anakku disembunyikan selamanya dari mata dunia? Tidak memiliki status dan hanya menjadi pajangan saja?


Aku kembali menangis sembari memeluk perutku. Sangat kasihan dengan nasib anakku. Berkali-kali Aku meminta maaf pada dia, karena Aku sudah menghadirkan dia ke dunia dalam kondisi seperti ini. Aku benar-benar seorang ibu yang buruk.


***


Aku menghapus airmataku dan mulai berdandan lagi. Aku tidak punya cara lain keluar dari rumah ini selain merayu Alex. Hanya pria itu yang berkuasa di rumah ini.


Selesai berdandan, Aku turun ke lantai bawah dan menunggu Alex di ruang tamu. Aku memasang wajah semanis mungkin. Berharap Alex akan memenuhi permintaanku.


Sudah lewat jam tujuh malam, namun Alex tak kunjung datang. Aku memberanikan diri untuk mengirim pesan pada Winda, menanyakan keberadaan Alex. Menurut Winda, Alex sudah pulang satu jam yang lalu. Sengatan rasa nyeri kembali menusuk hatiku. Mungkin Alex masih di rumah sebelah. Mengunjungi Diana sebelum berkunjung kemari?


Aku mengabaikan rasa sakit hatiku. Rasa sakit ini tidak ada apa-apanya bila dibandingkan rasa sakit yang dirasakan Diana bila mengetahui hubungan Kami.


Aku menunggu Alex hingga tanpa sadar Aku ketiduran. Aku terbangun ketika merasa tubuhku sedang melayang di udara. Aku membuka mata dan mendapati Alex tengah menggendongku.


"Sudah bangun? Cup..." Kecupan hangat mendarat di bibirku. Aku ingin menghindar dari ciuman itu. Aku marah pada Alex. Ingin rasanya mencakar-cakar wajah pria itu. Namun Aku mengurungkan niatku. Bila Aku bersikap seperti itu, Alex akan semakin mengurungku. Aku harus menyenangkan Alex. Merayunya agar mengijinkanku keluar dari rumah ini.


"Sudah pulang?" Aku mengeluarkan suara manja. Berusaha menyenangkan hatinya. Dan terbukti, pria itu langsung menciumku dengan rakus. Ciumannya tampak sangat bernafsu.


"Suaramu... Hanya mendengar suaramu sudah membuatku bernafsu sayang, beri Aku tubuhmu..."


Selesai berkata seperti itu, Alex kembali melahap bibirku. Aku membalas dengan tak kalah agresifnya. Aku berharap hal itu membuatnya senang dan moodnya menjadi bagus.


Kami bercinta dengan sangat menggelora. Aku membalas setiap apa yang dia berikan padaku. Hal itu membuatnya semakin bersemangat, hingga akhirnya Kami mengalami pelepasan secara bersama-sama.


Alex merengkuh tubuhku dan menghadiahiku kecupan bertubi-tubi. Aku menguatkan diriku untuk tidak terlelap. Biasanya di saat seperti ini pria dalam kondisi lemah dan mudah di rayu bukan?


"Terima kasih sayang. Tumben agresif?"


"Hu'um. Aku melakukannya untukmu..." Wajahku memerah, namun Aku menahan rasa malu itu.


"Pintar sekali sih, cup... cup... cup..." Alex mengecupiku. Aku menyurukan kepalaku di dadanya dan bermanja-manja. Masih berusaha membuatnya senang.


"Mas..."


"Boleh Aku minta sesuatu?"


"Boleh. Minta apa? Apapun permintaanmu, akan Aku penuhi."


"Beneran?"


"Iya."


"Mas..."


"Ya?"


"Bo-boleh Aku pulang ke rumah?"


"Rumah? Ini rumahmu sayang. Mau pulang ke rumah mana lagi?"


"Ru-rumah Ayah..." Aku merasa tubuh Alex mulai menegang. Pelukan tangannya di tubuhku semakin erat. Sepertinya pria itu tidak suka dengan permintaanku.


"Boleh Aku tahu alasannya?"


"Aku... Aku kesepian di sini. Aku ingin dekat Ayah dan Ibu. Aku ingin melahirkan di kotaku..." Pelukan Alex semakin kencang, hingga Aku merasa sakit di punggung dan bahuku. "Auwww... Sakit Mas..." Aku meringis. Alex mengendorkan pelukannya, namun belum melepasku sepenuhnya.


"Aku akan ambil cuti dan mengantarmu kesana. Hanya tiga hari. Setelah itu Kita kembali kesini."


"Aku bisa pergi sendiri Mas. Kamu tidak perlu mengantarku..."


"Khansa, jangan membantahku." Suara Alex terdengar dingin. Aku menjadi takut. Alex melepas pelukannya dan mulai memakai baju. Dia turun dari ranjang.


"Aku akan mengambil makananmu. Tunggu di sini." Alex menghilang dibalik pintu.


Rasanya Aku ingin menangis. Aku tidak berhasil merayunya. Apa yang harus kulakukan sekarang?


Beberapa menit kemudian, Alex kembali masuk ke dalam kamar. Dia membawa nampan berisi berbagai macam makanan. Aku memang melewatkan makan malamku gara-gara menunggunya pulang.


Alex meletakkan nampan itu di meja. Kemudian dia mengambil bajuku yang tercecer dan mendekat padaku.


"Pakai baju dulu. Setelah itu makan." Alex membantuku memakaikan baju. Kemudian pria itu menyuapiku makan. Rasanya Aku ingin menangis. Mataku mulai berkaca-kaca.


Kalau Aku jauh darinya, Aku pasti akan merindukan perhatiannya ini. Namun bila Aku dekat dengannya, banyak hati yang akan tersakiti.


"Apa Kamu begitu kesepian?" Tiba-tiba Alex mengajukan pertanyaan. Kali ini nada suaranya menjadi lebih tenang. Aku menganggukan kepalaku.


"Bagaimana kalau Aku memindahkan mantan anak buahmu kemari? Apa Kamu tidak akan kesepian?"


"Siapa?"


"Entahlah. Aku lupa namanya. Aku akan memindahkannya kemari. Asalkan Kamu tidak kesepian. Atau, apa perlu Aku memindahkan Ayah, Ibu dan Fian? Aku akan membawa mereka semua kesini. Semua keluargamu berkumpul di sini. Kamu tidak akan kesepian. Bagaimana?"


Aku menggeleng-gelengkan kepalaku dengan kuat. Tak terbayang rasanya bila keluargaku atau Sizil melihat kehidupanku yang menyedihkan sebagai istri kedua. Aku tidak ingin mereka sedih dan merasa kasihan padaku. Aku tidak ingin mereka melihat hidupku sebagai istri kedua!!


"Maumu apa Khansa?! Aku tidak bisa melepasmu! Kamu paham tidak sih mauku?!" Suara Alex meninggi dan penuh emosi. Pria itu tampak frustasi. Aku yang terkejut tanpa sadar mulai meneteskan airmata.


"A-aku... Aku ta-tadi ketemu Diana..."


***


Happy Reading 🙄


NB : Maaf ya untuk update tidak menentu. Tapi tiap hari di usahakan update meskipun hanya 1 episode. Alasan : Tiba2 saja ada pekerjaan tambahan di kantor hingga tidak memungkinkan untuk update rutin 2 eps/hari. Mohon maaf 🙏