
Noted : Sebanyak 800 kata yang berisi part mereka terpaksa dihilangkan karena laporan seseorang. Makasih deh buat yang laporin ya 😅 Fix, Anda tidak ada kerjaan 🤭
Ini merupakan pengalaman pertamaku. Sedikit gugup, namun Aku mengikuti instingku. Puas menjelajah bibir Khansa, ciumanku mulai beralih ke bagian tubuhnya yang lain. Aku mempraktikkan segala fantasi liarku selama ini.
Aku mencium dan mengecupi ceruk lehernya, berlama-lama mengendus keharumannya. Aroma tubuh Khansa membuatku benar-benar mabuk. Ini benar-benar di luar ekspektasiku. Segala fantasi liarku tidak ada apa-apanya dibandingkan saat ini. Tubuh Khansa benar-benar membuatku menggila
Akhirnya malam itu tubuh Kami pun bersatu. Penyatuan dua tubuh dan jiwa.
Aku mencintaimu, Khansaku...
Aku tertidur dengan perasaan sangat puas. Aku memeluk tubuh wanitaku dengan sangat erat. Untuk pertama kalinya dalam hidup, Aku benar-benar merasa sangat bahagia.
Khansa sudah menjadi milikku. Dia tidak akan bisa lepas dariku. Selama Aku masih hidup, Aku tidak akan pernah melepasnya.
Sayang, Kamu tidak akan bisa lari dariku. Dimana pun Kamu berada, Aku akan mencarimu. Suka tidak suka, mau tidak mau, Kamu adalah milikku. Kamu wanitaku. Aku akan menjadikanmu istriku, ibu dari anak-anakku. Mulai saat ini, belajarlah menerima dan mencintaiku. Aku mencintaimu Khansaku...
Aku mengecup kening Khansa dengan lembut dan jatuh tertidur dengan lelap.
***
Aku melihat Diana sedang berdiri di atap gedung yang tinggi. Tubuhnya tampak terayun-ayun tertiup oleh angin. Aku bisa melihat keputusasaan dalam gerak gerik tubuhnya.
"Di, ngapain di situ? Turun!" ucapku dengan perasaan khawatir. Diana berdiri di ujung gedung. Satu langkah yang salah akan membuatnya jatuh dan tewas seketika. Perasaanku sangat tidak was-was.
"Jangan mendekat!!" teriakan Diana menghentikan langkahku. Wanita itu membalikkan tubuhnya dan menghadapku. Raut wajahnya sarat akan kesedihan. Matanya memerah, sementara airmata tak berhenti mengalir dari matanya. Tatapan matanya tampak sangat putus asa. Seperti tidak ada keinginan untuk hidup di sana.
"Di, Kamu kenapa? Ayo turun dulu. Ceritakan semuanya padaku..."
"Percuma Al!! Percuma!! Semua nggak ada gunanya!! Aku mau mati!! Aku mau mati!!" Diana mulai berteriak-teriak menggila. Aku berusaha menenangkannya.
"Kamu kenapa? Ceritakan semuanya padaku. Nggak ada masalah yang nggak bisa diselesaikan Di. Pegang tanganku, ayo turun," Aku kembali menjulurkan tangan, namun Diana lagi-lagi mengacuhkannya. Tangisannya semakin keras, tubuhnya gemetar hebat. Dia tampak benar-benar rapuh. Aku merasa sangat kasihan padanya.
"Dia sudah nggak ada Al, Aku nggak mau hidup lagi. Dia sudah nggak ada!! Untuk apa Aku hidup sementara dia sudah nggak ada?! Aku akan menyusulnya!! Aku dan anak ini akan pergi menyusulnya. Jangan halangi Aku." Diana kembali berbalik dan menatap ke bawah.
"Di!! Jangan lakukan itu!! Di!! Pleasee... Jangan lakukan itu... Di... Diana... Diana..." Aku mulai menghiba. Perasaan takut mulai menguasaiku. Aku benar-benar takut wanita ini melakukan hal nekat.
Benar dugaanku, dalam hitungan detik Diana sudah melompat dan tanganku tidak bisa menjangkau tubuhnya. Tubuh Diana sudah terjun bebas. Jatuh menghantam tanah yang keras.
***
Happy Reading 😬
NB : Maaf kalau pemotongan adegannya kasar. Ini belum benar-benar direvisi. Hanya untuk menghindari chapter ini agar tidak di take down oleh admin karena laporan seseorang. Terima kasih buat yang setia menunggu AlKhans update ya 🤗