Wanita Pendendam Milik Tuan Muda

Wanita Pendendam Milik Tuan Muda
Episode 94


Nick sampai di depan kantor dan Anaya sudah tidak ada, Nick mencoba menelpon Anaya dan di angkat.


"Kau di mana? " Tanya Nick dengan terburu-buru.


"Aku sudah di dalam taksi" Ucap Anaya


"Kenapa kau pergi sebelum menemui ku"


"Tidak masalah, aku hanya mengantarkan sarapan saja, lanjutkan kerjamu aku tidak ingin menganggu" Anaya menutup telpon Nick dan mengirim pesan pada Nick


Nick marah saat telponan nya tiba-tiba terputus "Beraninya dia mematikan telpon ku" Ucap Nick marah namun tiba-tiba


Ting... Satu pesan masuk


# Jangan lupa di makan " isi pesan Anaya


Ting... Satu pesan lagi, Sebuah emoticon lucu yang membuat wajah dingin Nick berubah seketika.


Nick membalas pesan Anaya dengan sebuah jempol, dia tidak tau harus membalas apa, jantung nya serasa ingin melompat keluar hanya dengan satu emoticon itu.


Di sisi lain Anaya, sudah memiliki janji temu dengan Kapten Neraka di taman.


Anaya tiba terlebih dulu, dia duduk di bangku kosong menunggu Kapten yang sebenarnya sudah sedari pagi menunggu nya, semenjak pesan yang Anaya tuliskan masuk ke HP Kapten, Kapten tidak bisa tidak langsung pergi ke taman.


Kapten berpura-pura lari dan terburu-buru seperti orang yang baru tiba dan terlambat. "Apa kau sudah lama? " Tanya nya pada Anaya.


"Baru saja sampai, jangan khawatir" Ucap Anaya


"Benarkah lalu kenapa kau memanggilku? kau ingin memanfaatkan ku? "


"Kau ini, kenapa berfikiran buruk seperti itu, aku hanya ingin berterimakasih" Ucap Anaya memberikan kotak makan pada Kapten


"Apa ini? " Tanya Kapten, dia membuka kotak itu, tercium aroma sedap dari ayam karage itu. "Kau yang masak? " Tanya Kapten


"Benar"


"Apa bisa di makan? " Ledek Kapten membuat Anaya sedikit menunjukkan wajah kesal.


"Jika tidak mau tidak usah di makan" Anaya ingin mengambil kotak makan itu kembali.


"Jika kau memaksa aku memakannya, aku akan makan"Ucap kapten Neraka


Kapten Neraka mencoba masakan yang Anaya buat, Kapten Neraka tidak menyangka kalau masakan Anaya akan terasa sangat enak.


Anaya tersenyum melihat wajah Mike yang menikmati makanan yang dia buat itu " Enak? " Tanya Anaya.


"Biasa, masih bisa di makan" Ucap Mike tidak ingin membuat Anaya besar kepala.


"Terserah lah makanlah sampai habis aku ingin pulang" Ucap Anaya.


"Apakah kakak ku sudah menjadi rumahmu" Ucap kapten begitu saja, suaranya melemah seperti menelan kepedihan.


"Kau mencintai nya? " jawaban yang akan Anaya berikan akan menjadi titik nol untuk kapten, jika Anaya mengatakan iya kapten akan mengakhiri rasa yang baru dia sadari untuk Anaya, tapi jika Anaya mengatakan tidak ini akan jadi awal kapten untuk mengejar Anaya.


"Aku rasa perlahan hatiku mulai jatuh padanya" Untuk pertama kali Anaya menjawab perasaan nya pada Nick, meski jawaban Anaya membuat kapten patah hati, tapi setidaknya dia bahagia untuk kakaknya.


"Aku mengerti, aku harap kau akan bahagia dengan nya Anaya" Ucapan kapten membuat Anaya terkejut baru pertama kali Anaya mendengar kapten memanggil namanya bukan memanggilnya wanita.


"Aku juga berharap aku akan bahagia, tapi semua akan di mulai setelah aku menyelesaikan balas dendam ku, menemukan siapa dalang di balik kematian orang tuaku" Ucap Anaya.


"Aku tau, aku akan membantu mu dengan kemampuan ku, kita bisa menjadi teman" Ucap kapten tiba-tiba


"Bukankah kita memang sudah berteman" Ucapan Anaya ini sedikit menyakitkan untuk kapten Neraka ternyata dirinya selama ini hanya seorang teman di hati Anaya.


"O, kalau begitu pulanglah, aku takut jika dia pulang dan tidak menemukan mu dia bisa membuat jessi memakan banyak orang" Ucap kapten


"Kau tidak pulang? "


"Aku ini kapten Neraka aku masih memiliki tugas untuk melatih banyak tentara bayangan, tidak seperti mu yang menjadi wanita kakak ku"


"Baiklah aku akan menikmati hidup sebagai wanita kakak mu, bye bye" Anaya berdiri berjalan dan melambaikan tangannya pada Mike.


Mike menghembuskan nafas beratnya, dia lagi-lagi merasakan kekalahan dia tidak pernah menang dari kakaknya dari segi percintaan atau kesuksesan. "Apa aku tidak akan pernah menang dari mu Nick!!! kali ini aku tidak kalah tapi aku mengalah semoga kau dan Anaya bahagia, jangan biarkan masa lalu menghancurkan semuanya " Ucap Mike sedikit mengadahkan wajah nya ke atas dia tidak ingin air matanya jatuh membasahi wajahnya. bagaimana pun hatinya sekarang sedang hancur dan terluka, dia seorang yang keras tapi tidak menutup kemungkinan dia menjadi orang yang lemah di hadapan cinta dan perasaan.


Nick menarik rambutnya kasar, mengambil sesuatu dari sakunya, dia ingin memberikan itu untuk Anaya, tapi dia tidak sanggup lagi memberikan nya saat dia tahu hati Anaya sudah terisi oleh orang lain


Praaaakkkkkkkk


Melempar kotak dengan cincin di dalamnya cincin itu menggelinding tepat di kaki seorang wanita yang sedang berjalan di taman itu.


Wanita itu memungut cincin itu dan berjalan ke arah kapten yang menundukkan kepalanya untuk menutupi kesedihannya.


"Permisi apa kau membuang cincin ini" Ucap wanita itu berdiri di depan kapten yang masih menundukkan Kepala nya tapi dia agak familiar dengan suaranya, wanita itu juga berasal sedikit familiar dengan tubuh di depannya.


"Ambil saja jika kau mau" Ucap kapten masih berusaha menghapus kesedihannya dengan mengusap wajahnya


"Mana boleh seperti itu, ini sebuah cincin yang kau siapkan untuk kekasih mu mana bisa di berikan begitu saja dengan wanita lain"


"Dia sudah memiliki prianya! jika aku mengambilnya aku akan jadi pria perebut wanita orang lain" Ucap kapten menghela nafas nya


Wanita itu mengambil tangan yang selesai mengusap wajah itu "Simpan saja anggap sebuah kenangan untuk sebuah penolakan, penolakan bukan sebuah kegagalan tapi sebuah awal yang baru untuk mengenal seseorang yang baru" Ucapan wanita itu membuat kapten sedikit mengangkat ujung bibirnya.


"Kau belum pernah merasakan patah hati, tapi berani menceramahi ku" Kapten masih menunduk dan menggenggam cincin di tangannya.


"Aku sudah patah hati sebelum aku memulai" Ucap wanita itu terdengar sedih "Jadi aku bisa tau bagaimana patah hati, tapi aku menikmati patah hatiku, asal dia bahagia aku juga akan ikut bahagia bersamanya" Ucap wanita itu berbalik dan ingin melangkah pergi


Kapten menegakkan kepala nya dan melihat wanita yang ingin melangkah pergi darinya " Tunggu apa yang membuat mu patah hati sebelum memulai? "


"Karena aku dari awal tau dia tidak di takdirkan untuk ku, kami beda segalanya dan ada wanita yang sudah dia cintai" Ucap wanita itu yang akhirnya menengok ke arah kapten, dua pasang mata bertemu dan saling terkejut...