Wanita Pendendam Milik Tuan Muda

Wanita Pendendam Milik Tuan Muda
Episode 13


" hmmm kemana aku harus mencari pisau itu? " Ucap Anaya sembari berfikir


"Ahh terserah lah nanti saja aku pikirkan lebih baik cari makan dulu" Ucap Anaya


Anaya berjalan dari gang itu sangat berakhir makan makan cepat saji


dia menggigit besar hotdog di tangannya


Anaya menghabiskan nya dengan cepat


sembari menatap sunset sore ini


Stelah menikmati sunset sore itu


Anaya kembali ke apartemen nya


"Anaya kau sudah pulang " Ucap Stella


Anaya tidak menanggapi Stella dia langsung pergi ke kamarnya


"Hah jal*ng sialan ini, beraninya mengabaikan ku" Ucap Kesal Stella


"Liat bagaimana aku akan membereskan mu hahaha" Ucap Stella tertawa


Anaya merendam dirinya di Bathub


"Hah, hari ini sangat melelahkan, Semua tidak berjalan baik, harus mandi dengan bersih untuk membuang sial" Ucap Anaya menenggelamkan dirinya dalam Bathub sekalian melatih pernafasan nya


Anaya selesai mandi dia memutuskan untuk tidur lebih cepat


Namun tiba-tiba lampu apartemen nya mati


"Ada apa ini? " Ucap Anaya


Anaya berjalan keluar untuk melihat circuit breaker menggunakan senter di HP nya


" Hah di mana tempat nya aku lupa" Ucap Anaya Anaya berjalan ke ruang tamu namun tiba-tiba ada yang menyerang nya


"Hah sial!! siapa kau" Ucap Anaya yang dalam gelap menghindari serangan orang yang menyerangnya itu


*Hah, aku sudah sangat lelah sudahlah menyerah saja, tidak mungkin juga orang ini akan membunuhku" Ucap Anaya tidak berusaha menyerang


Benar saja orang itu menyerang bagian kepala belakang anaya, membuat anaya tak sadarkan diri


Pagi hari Anaya mengerjapkan matanya


seperti dugaan nya dia masih hidup


tapi sayang tangan dan kakinya kini sudah di ikat dengan tali


Anaya mengamati tempat penyekapan nya


*Ini gedung kosong yang terbengkalai, sial! tidak akan ada orang yang lewat, tidak bisa menunggu di selamatkan orang lain, harus bergantung dengan diri sendiri kalau tidak aku akan mati dua kali " Ucap Anaya dalam hati


Anaya menghela nafas panjang


"Tolong... tolong... tolong lepaskan aku tolong" Ucap Anaya sedikit berteriak


membuat dua orang yang menjaga di pintu masuk ke dalam ruangan tempat penyekapan Anaya


"Hahaha percuma saja kau berteriak tidak akan ada yang mendengar dan menolong mu" Ucap penculik 1


"A.. aku minta tolong" Ucap Anaya manja


"minta tolong? " Ucap penculik 1


"Iya lepaskan ikatan ku" Ucap Anaya


"Ti.. tidak bukan begitu aku hanya ingin buang air kecil aku sudah tidak tahan" Ucap Anaya


"Hahaha ini gedung terbengkalai buang ya tinggal buang" Ucap penculik 1


*Cieh penjaga sialan!! " Umpat Anaya


"Lepaskan saja ikatan kaki ku, agar aku bisa berjongkok, aku tidak ingin mengompol dan membasahi celana ku" Ucap anaya


"Ikatan kaki mu ku lepas pun kan tidak bisa melepaskan celana mu" Ucap Penculik 2


"Ada Tuan berdua yang bisa membantu ku melepaskan nya bukan" Ucap Anaya menggoda


"Biarkan aku tidak mengompol ku mohon" Ucap Anaya lagi dengan nada semakin menggoda


Kedua penjaga saling pandang


"Bagaimana? " Ucap penculik 2


"Toh hanya ikatan kaki, tidak rugi juga kita bisa melihat barang bagus wajahnya saja cantik, Setelah dia buang air kecil kita bisa mencicipi nya" Ucap penculik 1


yang di ikuti anggukan dari penjaga dua yang terlihat juga sangat menginginkan tubuh Anaya


"Baiklah akan ku bantu, melepaskan nya" Seringai penculik 1


"Te.. terimakasih " Ucap Anaya


penculik 1 berjalan ke arah Anaya, dia berjongkok dan melepaskan ikatan kaki anaya


setelah ikatan itu terlepas


Anaya berdiri dan menendang kuat kepala penculik 1


menendang berulang tanpa ampun


Anaya tidak memberikan jeda membuat penculik 1 terjatuh tanpa melawan


sedangkan penculik 2 sudah berlari untuk melawan Anaya


berusaha menjatuhkan anaya


dia menyerang bagian atas anaya dengan pukulannya anaya tidak bisa melawan dia hanya bisa menghindar dan mengandalkan tendangannya


*Huh Anaya kau harus tenang, incar titik vitalnya" Ucap Anaya dalam hati


Anaya menggerakkan kakinya dan menendang tempat terlarang penculik dua membuatnya terlihat kesakitan


anaya memanfaatkan kesempatan itu untuk menyerang penjaga dua berulang-ulang iya menendang tanpa henti dan membuat penjaga dua ikut tumbang bersama penculik 1


"Harus segera melepaskan talinya" Ucap Anaya yang berjalan ke arah jendela dengan setengah kaca yang terpecah


Anaya dengan susah payang menggesekkan tangannya yang terikat di kaca jendela itu


Ikatan tangan anaya sudah lepas meski tangan nya sedikit tergores


"Aku ingin memastikan siapa yang berani menculik ku!! " Ucap Anaya yang sebenarnya sudah menduga siapa di balik penculikan nya


Anaya segera ke luar dari gedung terbengkalai itu mencari tempat untuk bersembunyi


Anaya cukup lama bersembunyi


dan akhirnya seseorang dengan mobil datang ke tempat itu


dan benar saja orang yang ada di pikiran Anaya muncul


*Sialan!! berani menculik ku lihat saja aku akan membalas mu dua kali lipat!!! " Ucap Anaya menggenggam erat tanganya