
Malam semakin larut Nick menyerahkan pengacara itu pada Kapten dan dia bergegas untuk kembali ke rumahnya.
Saat mengemudi tiba-tiba Nick merasa seperti Anaya akan meninggalkan nya, membuatnya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
*Anaya tidak mungkin meninggalkan ku" Nick meyakinkan dirinya terus menyebut itu dalam hatinya.
Akhirnya mobil yang dia kendarai masuk ke dalam halaman rumahnya, dia berlari cepat membuka pintu menaiki tangga dia berhenti di depan pintu kamarnya dengan ragu menggenggam gagang pintu di depannya perlahan membuka pintunya dia berjalan perlahan memastikan Anaya ada di atas ranjang dan benar, Anaya masih di sana tidur dengan lelapnya, Nick ingin menyentuh Anaya tapi teringat dia masih dalam keadaan kotor jadi dia memutuskan untuk membersihkan dirinya dulu sebelum pergi.
Nick membasahi dirinya di bawah air mengalir, dia terus mengusap kasar rambutnya, "perasaan itu perasaan yang sama sebelum Roland pergi, Roland beri aku hati yang tenang aku sudah menjaga adikmu dengan baik bertahun-tahun biarkan aku melepas kematian mu" Nick mengarahkan wajahnya ke atas melihat shower menantang air yang membasahi wajahnya.
Nick menyelesaikan mandinya, Nick mengganti pakaian nya dan segera berbaring di samping Anaya menatap seksama wajah cantik yang ada di depannya.
"Terkadang aku tidak mengerti kenapa kau tiba-tiba marah, terkadang aku tidak mengerti kenapa kau bahagia hanya dengan sesuatu yang kecil, aku sungguh tidak mengerti kenapa aku bisa jatuh cinta padamu wanita yang penuh dendam tapi baik hati " Nick mengusap pipi Anaya lembut, Nick membawa dirinya memeluk Anaya menenggelamkan wajah Anaya di dada bidangnya.
Baru beberapa jam terlelap Nick segera bangun dan menyiapkan sarapan untuk Anaya dia ingin menebus kesalahan nya
Nick bergegas membuatkan sarapan pagi untuk Anaya membawanya ke kamar merdeka, Anaya baru saja selesai membersihkan wajahnya saat Nick masuk dengan satu nampan berisikan sarapan pagi Anaya
"Anaya, aku sudah membuat kan mu sarapan" Nick meletakkan sarapan Anaya di meja
"Terimakasih, tidak perlu repot sebenarnya aku bisa membuatnya sendiri" Anaya masih bersikap dingin
"Anaya kau boleh memaki ku tapi jangan kau bersikap dingin seperti ini, ok" Nick berjalan ke arah Anaya mendorong Anaya untuk duduk dan menikmati roti bakar yang sudah dia buat dengan segelas susu.
Anaya hanya bisa pasrah mengikuti langkah kaki Nick yang terus mendorongnya untuk duduk di sofa.
Anaya mendudukkan dirinya di sofa di ikuti dengan Nick yang membuka laptop nya " makanlah aku masih punya makanan penutup untuk mu" Nick tersenyum lembut hampir membuat jantung Anaya lepas dari tempatnya tapi Anaya meredam perasaan nya dan mulai mengigit roti yang baru saja dia ambil.
Nick terus berkutat dengan laptop nya sejenak terlihat seperti Anaya hanya menemaninya bermain laptop, Anaya sudah menghabiskan satu roti bakar nya, namun Nick masih sibuk dengan laptop nya.
Anaya ingin berdiri dan pergi meninggalkan Nick sendiri namun langkah Anaya terhenti saat suara berat itu menghentikan nya " Berhenti di situ dan lihat ini" Ucap Nick menyerahkan laptop nya untuk di lihat oleh Anaya
Anaya mengernyitkan dahinya dan mulai mengerti " Apa ini perkembangan saham perusahaan Vincent, bagaimana sahamnya nisa sangat jatuh" Anaya menatap penasaran pada Nick
Anaya hanya diam, dia tidak lagi bisa percaya dengan ucapan Nick, Nick sudah terlalu banyak menyakiti kepercayaan dan hatinya yang rapuh kali ini Anaya hanya mengangguk tak merespon berlebihan.
"Kita hanya menunggu untuk mendapatkan dokumen perusahaan yang lama sebelum di rubah oleh Vincent, aku sudah mengutus tim milik kapten kau jangan khawatir besok kau akan menerima hak mu kembali aku janji" Nick memeluk Anaya namun Anaya tidak bisa menunjukkan ekspresi bahagia nya, dia takut terlalu bahagia dirinya akan semakin cepat bertemu kesedihan.
"Terimakasih" Ucap Anaya singkat membuat Nick melepaskan pelukannya dan menatap mata Anaya.
"Anaya jangan marah lagi, aku minta maaf aku benar-benar di buta kan oleh kecemburuan ku maafkan aku Anaya, aku memang tidak bisa melepaskan Roland bagaimana pun dia salah satu orang yang membuatku di titik ini, bisakah kau mengerti dan memberiku kesempatan, membuat Rachel mengerti butuh waktu, ini semua salah ku yang selalu memanjakannya dan menutup mata dan telingaku tentang perasaan nya padaku, Anaya beri aku waktu untuk sepenuhnya jadi milikmu" Nick mempererat pelukan nya pada Anaya
Anaya mengangguk dalam pelukan Nick dia sebenarnya sangat berat untuk memperbaiki kata-kata Nick lagi, tapi kali ini dia ingin bertaruh, jika memang nanti berakhir sama dengan Nick yang plin-plan tidak menutup kemungkinan untuk Anaya pergi dari sisi Nick.
"Terimakasih sayang, aku tidak akan mengecewakan mu" Nick melonggarkan pelukan nya dan mencium kening Anaya dan memeluknya kembali Nick tidak ingin melepaskan pelukan nya dia ingin terus di titik itu di mana dia bisa memeluk Anaya erat.
Nada dering panggilan terdengar rindu HP Nick
Anaya mendengarnya " Kau angkat dulu telpon nya siapa tau itu penting " Ucap Anaya yang setelah lepas duduk di sofa
Nick pun duduk di samping Anaya yang tengah menatap laptop Nick
Jimmy : Tuan Nona Rachel ingin bertemu dengan mu, dia ingin membicarakan kakaknya.
Nick: Kau tau kita sedang sibuk dan tidak ada waktu untuk mengobrol, kau juga segera pergi atur penjaga untuk menjaga nya kau segera kemari
Jimmy: Baik tuan, saya mengerti.
"Kak Jimmy bagaimana? apa kakak Nick akan kesini? " Tanya Rachel antusias saat Jimmy baru saja menutup telponnya
"Maaf Nona, tuan sangat sibuk dan saya juga harus pergi di depan ada dua penjaga pelayan Nona juga akan segera tiba, saya permisi " Jimmy menundukkan kepalanya dan melangkah pergi dari Rachel
Baru saja Jimmy menutup pintu kamar ruangnya Rachel , Rachel sudah merasa kesal "Ini semua salah Anaya aku yang lebih dulu mengenal kak Nick bagaimana dia yang menjadi wanita nya ini tidak adil tidak!!! " Rachel melemparkan bantal miliknya "Kak Nick hanya milik ku! Anaya aku harus segera membawamu pergi jauh dari kak Nick dan saat itu terjadi kak Nick akan menjadi Malik ku lagi, " Rachel mengeratkan giginya dan menggenggam erat tangan nya da memukul-mukul nya pada pahanya "Maaf meskipun kau telah menolongku tapi aku tidak bisa melepaskan kak Nick, dia adalah cinta pertamaku aku tidak akan pernah melepaskan ya, Anaya kau harus bisa melepaskan nya jika tidak bisa aku akan membantu mu untuk melepaskan nya Anaya, hanya aku wanita yang pantas berada di sisinya"